
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui UPI Migrant Center memperkuat kolaborasi strategis bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat dan Perkumpulan Industri Jasa Penempatan Indonesia (PERISAI). Langkah ini dilakukan untuk membangun ekosistem link and match antara pelatihan vokasi perguruan tinggi dan kebutuhan pasar kerja internasional. Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan di Gedung Pascasarjana Baru UPI Bandung, Selasa (11/8/2026).
Melalui unit “Pendidikan Vokasi Garuda”, UPI siap mengoptimalkan fasilitas pelatihan bahasa dan vokasi seperti hotel untuk pelatihan hospitality guna menyiapkan tenaga kerja terampil untuk tujuan Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Turki, Taiwan, hingga negara-negara Eropa.
Kepala UPI Migrant Center, Didin Samsudin, menegaskan bahwa pelatihan vokasi yang dikembangkan UPI akan berorientasi pada ketersediaan peluang kerja yang pasti di luar negeri.
“Kami ingin memastikan tidak ada ‘stok’ lulusan yang sudah dilatih namun bingung mencari penempatan. Fokus kami adalah pelatihan yang langsung terhubung dengan peluang kerja di luar negeri,” ujar Didin.
Sinergi ini mendapat dukungan penuh dari BP3MI Jawa Barat. Kepala BP3MI Jabar, Singgih, menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menyukseskan target pemerintah untuk menempatkan 500.000 pekerja migran hingga tahun 2029.
“Keinginan Presiden dan Menteri adalah menghasilkan calon pekerja migran yang mumpuni secara skill dan bahasa. Kehadiran PERISAI di sini adalah untuk menyambut hasil pelatihan dari UPI agar bisa segera ditempatkan secara legal, aman, dan profesional,” ungkap Singgih.

Sementara itu, Ketua PERISAI, Teguh, menyatakan kesiapannya dalam menyalurkan job orders yang terdaftar di sistem SiskoP2MI. Peluang tersebut mencakup berbagai sektor keahlian, mulai dari juru las (welder), barista, hingga tenaga kesehatan.
Sebagai tindak lanjut, UPI Migrant Center dan PERISAI dijadwalkan segera meresmikan kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis. Sinergi ini diproyeksikan dapat mempercepat penyerapan lulusan UPI ke pasar kerja global, khususnya skema internship di Taiwan serta penempatan tenaga terampil di Korea Selatan dan Jepang. (DN)

