
Kab. Sumedang, UPI
Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik (KKIPP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar diskusi perbandingan praktik baik (benchmarking) kehumasan bersama Universitas Padjadjaran (Unpad) di Ruang Rapat Direktorat Akademik Unpad, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (13/8/2026). Pertemuan ini berfokus pada strategi pengelolaan kegiatan berskala besar, seperti Open Campus, guna memperkuat reputasi institusi.
Kepala KKIPP UPI, Vidi Sukmayadi, Ph.D., menyatakan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi negeri penting untuk meningkatkan keberdayaan fungsi kehumasan. Menurutnya, status perguruan tinggi negeri tidak menjamin minat calon mahasiswa jika tidak diimbangi dengan strategi penguatan brand awareness yang efektif kepada masyarakat.
“Kami senang sekali dapat bersilaturahim dan dapat membangun diskusi ini. Belum genap setahun kami diamanahi pada KKIPP UPI, rasanya kami perlu banyak belajar. Salah satunya dari ‘kakak pertama’ UPI sendiri, yakni Unpad, berkaitan dengan manajemen kegiatan skala besar,” ujar Vidi.
Vidi menambahkan bahwa perguruan tinggi negeri pada dasarnya tidak dapat berdiam diri saja, mengingat telah memiliki keuntungan penerimaan mahasiswa baru. Membangun reputasi dan citra, tetap membutuhkan dorongan penguatan awareness publik terutama pada segenap calon mahasiswa potensial, orang tua calon mahasiswa, sekolah, dan instansi pendukung pendidikan lainnya.
Perguruan tinggi negeri yang berdaya saing unggul, memanfaatkan potensi kehumasan secara optimal. Titel kampus dengan kasta tertinggi pun belum menjamin tersedianya informasi yang memadai dan dapat menarik minat calon mahasiswa. Irma Nuraini, S.Si., M.T., Sekretaris Direktorat Akademik Unpad, turut mengamini hal ini.

“Sebetulnya pelaksanaan Open Campus ini merupakan pelaksanaan tahun ke-dua di kami, seperti halnya di UPI. Dalam teknisnya tentu kami bertanya lebih dahulu pada internal kami, apa yang sebenarnya perlu kita siapkan? Kita tidak boleh nyatanya berpuas diri. Informasi kita tidak boleh hanya berhenti pada kuantitas tetapi juga kualitas informasi dan penerimanya,” ujar Irma.
Senada dengan teknis yang terlaksana di UPI, Dandi Supriadi, S.Sos., M.A. (SUT), Ph.D., Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, mengantarkan bagaimana institusi dalam melaksanakan manajemen kegiatan berskala besar dapat mempertimbangkan kegiatan berbayar dan bagaimana kemudian instansi dapat meningkatkan nilai dari setiap kegiatan yang dilaksanakan. Kerja sama lintas direktorat menjadi salah satu formula yang dirancang Unpad untuk menghadirkan kegiatan bernilai tinggi.
“Secara umum, leading sector dalam kegiatan sejenis open campus berada pada Direktorat Akademik dan Direktorat Pendidikan Non-Gelar yang merupakan penanggung jawab pada hal-hal bersifat kunjungan. Kami sebagai humas merupakan pendukung dari unit-unit utama dalam penyelenggaraan kegiatan,” terang Dandi.
Lebih lanjut, Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom., Kepala Seksi Komunikasi dan Media KKIPP UPI menggali lebih jauh terkait dengan bagaimana pengelolaan kegiatan skala besar berlangsung di Unpad. Strategi pengelolaan kegiatan skala besar tentu memerhatikan banyak aspek, termasuk di antaranya pengelolaan arus pengunjung. Menciptakan pengalaman yang berharga dan tidak dirasakan oleh unit lainnya menjadi kunci dari menumbuhkan nilai dan ciri khas dari sebuah kegiatan.
“Ciri khas menjadi kunci dalam pelaksanaan kegiatan berskala besar, menarik bahwa pembelajaran berharga dari Unpad kita dapati bahwa kondisi geografis, ketersediaan sumber daya, serta konsep edukasi-promotif menjadi kunci praktik baik yang Unpad laksanakan,” ujar Angga.
Melalui serangkaian tahapan diskusi lanjutan, perhatian penting diskusi adalah menjaga konsep awal dan pengembangan yang terus mengikuti tren terkini perguruan tinggi. Rumusan-rumusan tersebut menjadi hal yang berharga dalam melakukan pengelolaan kegiatan berskala besar. Segenap formula ini menjadi pembelajaran berharga bagi UPI, sebagaimana disampaikan oleh Kepala KKIPP UPI.

“KKIPP dalam hal ini amat berbahagia bahwa silaturahim yang dilaksanakan bersama dengan ‘kakak pertama’ UPI berlangsung dengan hangat. Silaturahim dengan berbagi ilmu program kehumasan ini akan terus kami lakukan pada banyak perguruan tinggi lainnya. Terima kasih atas ilmu berharga dari Unpad dan kami meyakini ke depan akan banyak kerja sama yang dapat dilakukan ke depan bersama Unpad,” tutup Vidi. (EA/VS/AH)

