
Jakarta, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyerahkan 1.018 modul pembelajaran kepada Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Rakyat. Modul tersebut mencakup 177 mata pelajaran untuk jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA.
Penyerahan modul berlangsung dalam kegiatan Serah Terima Modul Pembelajaran Sekolah Rakyat dan Bedah Buku Muslim Chaplaincy Indonesia: Bimbingan Rohani Muslim Berbasis Profesional, Arsitektur Ramah dalam Ruang Publik di Gedung Aneka Bakti, Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI Prof. Dr. Rudy Susilana mengatakan, penyusunan modul merupakan bentuk kontribusi UPI dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik Sekolah Rakyat. Proses penyusunannya melibatkan akademisi UPI, unsur Sekolah Rakyat, serta pihak terkait lainnya.
“Penyusunan modul ini bukan sekadar pekerjaan akademik, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun pendidikan bagi anak-anak Sekolah Rakyat,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, keterlibatan UPI dalam penyusunan modul menjadi bagian dari upaya menghadirkan kepakaran perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan pendidikan di lapangan. Melalui kolaborasi tersebut, sumber daya akademik UPI dapat diterapkan dalam pengembangan bahan pembelajaran yang dibutuhkan Sekolah Rakyat.
UPI juga menyatakan kesiapan untuk terus mendukung pengembangan Sekolah Rakyat melalui sumber daya akademik dan tenaga pendidik sesuai dengan kebutuhan program.
Secara keseluruhan, 1.018 modul yang disusun UPI terdiri atas 322 modul dari 63 mata pelajaran yang diselesaikan pada 2025 dan 696 modul dari 114 mata pelajaran yang disusun pada 2026. Berdasarkan jenjang pendidikan, modul tersebut mencakup 73 mata pelajaran untuk SD, 44 mata pelajaran untuk SMP, dan 60 mata pelajaran untuk SMA.

Seluruh modul akan dimanfaatkan melalui Learning Management System (LMS), sehingga bahan pembelajaran dapat diakses secara digital oleh guru dan peserta didik. Pemanfaatan platform digital tersebut diharapkan dapat mendukung efektivitas pembelajaran sekaligus memperluas akses terhadap sumber belajar.
Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, termasuk perguruan tinggi. Menurutnya, keberadaan bahan pembelajaran menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung proses pendidikan peserta didik.
“Sekolah membutuhkan murid. Murid membutuhkan sekolah. Sekolah membutuhkan guru. Dan semuanya membutuhkan bahan pembelajaran atau modul ajar,” kata Robben.
Robben menjelaskan, modul pembelajaran yang telah disusun bukan merupakan produk yang berhenti setelah diserahkan. Bahan ajar tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan pelaksanaan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.
“Modul ini bukan produk yang kemudian selesai. Setelah digunakan, kita evaluasi, kita lihat apa yang masih kurang dan kemudian kita sempurnakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Pembentukan karakter serta pendampingan mental, spiritual, dan psikososial juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan peserta didik.
Menurutnya, sejumlah peserta didik Sekolah Rakyat telah menunjukkan perkembangan dan prestasi di berbagai bidang, antara lain melalui capaian dalam olimpiade, olahraga, hingga keterlibatan sebagai anggota Paskibraka tingkat nasional.
Penyusunan 1.018 modul menjadi bagian dari kolaborasi UPI dan Kemensos dalam mendukung kebutuhan pembelajaran Sekolah Rakyat. Keterlibatan UPI menunjukkan peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi berbasis keilmuan terhadap program pendidikan yang dikembangkan pemerintah.
Bagi UPI, kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi. Kepakaran akademik yang dimiliki sivitas akademika tidak hanya dikembangkan dalam lingkungan kampus, tetapi juga diterapkan untuk menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat.
Pengembangan modul untuk berbagai jenjang pendidikan juga menunjukkan pentingnya penyusunan bahan ajar yang dapat mendukung keberagaman kebutuhan peserta didik. Pemanfaatannya melalui LMS selanjutnya membuka peluang bagi bahan pembelajaran untuk terus dikembangkan dan disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.

Kolaborasi UPI dan Kemensos juga memiliki ruang untuk terus dikembangkan seiring dengan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Dukungan sumber daya akademik, pengembangan bahan pembelajaran, serta keterlibatan tenaga pendidik menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung keberlanjutan program.
Melalui penyerahan 1.018 modul tersebut, UPI terus mengambil peran dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi pendidikan nasional. Kepakaran dan sumber daya akademik UPI diharapkan dapat terus memberikan manfaat dalam mendukung proses pembelajaran serta pengembangan kualitas pendidikan bagi peserta didik Sekolah Rakyat. (RK)

