Bandung, UPI

Kehangatan dan kesetaraan dalam Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKAKU) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 2026 dirasakan langsung oleh para mahasiswa baru disabilitas. Kehadiran fasilitas pendukung serta pendampingan ramah difabel memastikan mereka dapat menyerap seluruh materi dan menikmati iklim kampus secara mandiri dan percaya diri.

Roainun dan Nafisa Naila Husna, dua mahasiswa baru disabilitas dari Program Studi Pendidikan Khusus, mengungkapkan rasa bangga serta kesannya dapat bergabung sebagai keluarga besar UPI. Menurut mereka, aksesibilitas yang disediakan pihak universitas membuat masa orientasi terasa nyaman dan tanpa hambatan komunikasi.

Kenyamanan mahasiswa baru Tuli dalam menyerap materi orientasi didukung secara optimal melalui ketersediaan Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang memperagakan materi yang disampaikan serta agenda selama kegiatan berlangsung. Visualisasi peragakan bahasa isyarat yang ditampilkan pada layar berukuran besar di area acara memastikan materi dapat dipahami dengan jelas tanpa hambatan komunikasi.

“MOKAKU UPI memberikan layanan yang sangat baik. Panitianya ramah dan ada divisi khusus yang mendampingi. Tayangan GBI di samping layar besar sangat membantu sehingga materi terlihat jelas,” ungkap mereka. Mereka juga mengapresiasi kehangatan teman-teman sesama maru disabilitas yang terbuka untuk menyapa dan mengajaknya berkenalan.

Peran panitia MOKAKU UPI 2026 yang akrab disapa Akang Teteh yang sigap mendampingi mobilisasi di area kampus hingga berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat turut menciptakan ruang aman dan inklusif. Pendampingan ini memastikan maru disabilitas dapat mengikuti seluruh alur kegiatan dengan percaya diri.

Mengakhiri kesannya, mereka menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh panitia dan pihak kampus yang telah menyiapkan fasilitas MOKAKU UPI 2026 secara matang sehingga manfaat dan dampaknya bisa dirasakan oleh semua elemen mahasiswa, termasuk mahasiswa berkebutuhan khusus.

“Terima kasih banyak untuk semuanya dan untuk MOKAKU, hari ini saya dan teman disabilitas saya yang lain bisa melihat dan menyerap banyak materi. Kami sangat senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini,” tuturnya

Melalui penyediaan aksesibilitas yang memadai, MOKAKU UPI membuktikan komitmennya dalam merangkul keberagaman dan menghadirkan kesetaraan bagi seluruh civitas akademika perguruan tinggi dan orang-orang didalamnya. (Arzanela Riva/Leli Julianti/Divisi Inklusi MOKAKU UPI)