Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan pembelajaran dan penelitian di bidang olahraga serta kesehatan melalui optimalisasi fasilitas laboratorium. Salah satunya melalui peresmian MeshLab (Movement, Exercise, Sport and Health) yang kini diaktifkan untuk mendukung kegiatan akademik dan riset yang diresmikan di Gedung Roeslan Abdulgani  Lt. 2 Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Kamis (27/8/2026)

Wakil Rektor UPI Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., mengatakan bahwa keberadaan MeshLab merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan peralatan dan fasilitas yang telah dimiliki universitas agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi sivitas akademika.

“Pada dasarnya ini kan laboratorium. Laboratorium itu bisa fungsinya dua, sebagai sarana pembelajaran dan sebagai sarana untuk pelaksanaan penelitian,” ujar Prof. Agus.

Menurutnya, peresmian tersebut menandai mulai aktifnya MeshLab untuk dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan akademik. Ke depan, fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana pendukung proses pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang yang produktif bagi pengembangan penelitian.

“Harapannya tadi bisa dimanfaatkan untuk dua hal, untuk pengajaran dan riset,” tambahnya.

Dalam bidang penelitian, MeshLab diarahkan untuk mendukung riset-riset yang berkaitan dengan olahraga dan kesehatan. Fasilitas tersebut dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan oleh berbagai pihak, khususnya dari lingkungan fakultas yang memiliki bidang keilmuan terkait.

Prof. Agus menjelaskan bahwa fakultas di bidang olahraga dan kesehatan akan menjadi salah satu pengguna potensial laboratorium tersebut untuk kegiatan penelitian. Salah satu fokus yang dapat dikembangkan adalah penelitian mengenai recovery atau pemulihan setelah cedera (injury), termasuk pemulihan atlet.

“Terutama yang berkaitan dengan recovery dari injury, recovery dari atlet misalnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, UPI membuka peluang untuk terus mengembangkan pemanfaatan MeshLab, baik dari sisi aktivitas maupun dukungan terhadap kebutuhan penelitian. Pengembangan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan arah riset yang berkembang di lingkungan universitas.

Prof. Agus menegaskan bahwa pengembangan laboratorium tidak semata-mata berorientasi pada penambahan peralatan, tetapi juga pada peningkatan aktivitas dan pemanfaatannya untuk mendukung kegiatan akademik. Berbagai riset yang relevan diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal.

“Kalau bisa dimanfaatkan untuk ini dan untuk pengembangan aktivitasnya tentu kita akan coba support,” pungkas Prof. Agus.

Dengan diaktifkannya MeshLab, UPI diharapkan semakin mampu menghadirkan ekosistem pembelajaran dan penelitian yang terintegrasi, khususnya dalam bidang movement, exercise, sport, and health. Optimalisasi fasilitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat kualitas pembelajaran berbasis praktik dan mendorong lahirnya penelitian yang memberikan kontribusi bagi pengembangan olahraga dan kesehatan. (RI/DN)