
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menerapkan inovasi Bionut secara langsung pada lahan pertanian masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan petani melalui penerapan, pendampingan, dan evaluasi di lapangan.
Ketua PKM sekaligus Guru Besar dan dosen Departemen Pendidikan Kimia, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI, Prof. Dr. Hendrawan, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan produk hasil penelitian, tetapi juga melihat penerapannya dalam kondisi pertanian yang dihadapi masyarakat.
Penerapan Bionut dilakukan pada sejumlah komoditas sayuran di wilayah Sindangpalay, Desa Cugugur, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Tahapan kegiatan dilakukan melalui penerapan pada lahan dan beberapa demplot, kemudian dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak petani untuk memperoleh gambaran penerapan dari sisi produktivitas.
Dalam proses tersebut, tim PKM juga memperoleh masukan langsung dari para petani mengenai kondisi tanaman dan persoalan yang muncul selama penerapan. Masukan tersebut menjadi bahan bagi tim untuk menentukan pengembangan berikutnya.
Hendrawan mengatakan salah satu hasil yang menjadi perhatian dalam penerapan Bionut adalah pertumbuhan vegetatif tanaman. Namun, menurutnya, masih terdapat persoalan hama dan penyakit yang perlu ditindaklanjuti melalui penelitian lanjutan.
“Kalau dari sisi vegetatif saya kira ini punya keunggulan yang luar biasa, cuma kita masih ada PR utamanya itu masalah hama dan penyakit,” ujar Hendrawan.

Persoalan tersebut kemudian menjadi bagian dari agenda pengembangan tim. Sejumlah mahasiswa saat ini terlibat dalam percobaan formulasi biopestisida yang direncanakan dapat dikombinasikan dengan bionutrien. Percobaan tersebut masih berada pada tahap penelitian dan belum diterapkan kepada masyarakat.
Hendrawan menjelaskan, terdapat lima seri percobaan yang sedang dikembangkan untuk menjawab persoalan hama dan penyakit. Hasil penelitian tersebut selanjutnya dipersiapkan untuk dapat diuji kepada masyarakat secara lebih luas setelah tahap penelitian selesai.
Penerapan Bionut dalam kegiatan PKM juga dilakukan pada berbagai komoditas. Pada salah satu demplot, penerapan mencakup cabai rawit, tomat, buncis, kailan, sawi, brokoli, dan selada. Pengujian pada beberapa komoditas tersebut memberikan kesempatan kepada tim untuk melihat respons tanaman dalam kondisi yang berbeda.
Sementara itu, pengalaman petani menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kegiatan. Salah seorang petani pengguna Bionut, Iib, menyampaikan bahwa kebutuhan petani tidak hanya berkaitan dengan inovasi, tetapi juga pembinaan lanjutan, terutama karena kemampuan sumber daya manusia petani dalam menerapkan teknologi pertanian masih perlu didampingi.
Kegiatan PKM tersebut menunjukkan bahwa penerapan hasil riset kepada masyarakat berlangsung melalui proses yang bertahap. Inovasi diterapkan di lapangan, diamati bersama petani, kemudian hasil dan kendala yang ditemukan menjadi bahan untuk pengembangan riset berikutnya.

Bagi tim PKM UPI, proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan hasil penelitian dapat memiliki manfaat praktis bagi masyarakat. Penerapan bersama petani sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa dan peneliti untuk belajar dari persoalan nyata di lapangan serta mengembangkan inovasi berdasarkan kebutuhan pengguna. (RK)

