Bandung, UPI

Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Arvian Triantoro, S.Pd., M.Si., menjadi narasumber dalam kegiatan Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Bogor Forum Lintas Sektor yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor.

Kegiatan dengan tema “Strategi dan Inovasi Perangkat Daerah dalam Mendukung Pengentasan Kemiskinan” ini berlangsung pada Senin, 31 Agustus 2026, di Rukuk Resort Sentul Darmawang Park, Jalan Babakan Madang No. 99, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Forum ini dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Dalam paparannya yang bertajuk “Strategi & Inovasi Pengentasan Kemiskinan Kabupaten Bogor: Mengunci Penurunan Kemiskinan melalui Pendekatan Graduasi Berkelanjutan”, Arvian memaparkan bagaimana pendekatan graduasi (graduation approach) dapat diadopsi oleh pemerintah daerah sebagai strategi lintas sektor untuk mengunci capaian penurunan angka kemiskinan agar berkelanjutan, tidak sekadar bersifat sementara.

Dalam paparannya, Arvian menegaskan bahwa pendekatan graduasi bukan sekadar konsep, melainkan strategi penanggulangan kemiskinan yang telah teruji secara ilmiah di berbagai belahan dunia. Model ini pertama kali dikembangkan oleh BRAC di Bangladesh dan sejak itu direplikasi oleh pemerintah maupun lembaga pembangunan di puluhan negara.

Pendekatan ini bekerja dengan memadukan sejumlah intervensi sekaligus secara bertahap dan terjadwal, mulai dari bantuan konsumsi sementara, transfer aset produktif, pelatihan keterampilan usaha dan pendampingan intensif, hingga akses tabungan serta layanan kesehatan, sehingga rumah tangga sangat miskin memiliki fondasi untuk keluar dari kemiskinan secara mandiri dan permanen, bukan sekadar menerima bantuan berulang.

Kredibilitas pendekatan ini didukung oleh riset independen berskala global. Kajian yang dipublikasikan di jurnal Science menunjukkan hasil uji acak terkontrol (randomized controlled trial) di enam negara diantaranya Ethiopia, Ghana, Honduras, India, Pakistan, dan Peru terhadap lebih dari sepuluh ribu rumah tangga, yang membuktikan peningkatan konsumsi peserta program bersifat signifikan secara statistik dan tetap bertahan setidaknya satu tahun setelah program berakhir, dengan manfaat yang melampaui biaya di hampir seluruh lokasi kajian. Lembaga riset kebijakan kemiskinan J-PAL (Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab) turut mencatat bahwa sintesis dari dua puluh evaluasi acak di enam belas negara menunjukkan perbaikan ekonomi yang signifikan dan bertahan lama, bahkan sebagian studi mencatat dampak yang masih terlihat satu dekade setelah program berjalan.

Sejak 2016, BRAC memperluas dampak pendekatan ini melalui Ultra-Poor Graduation Initiative (UPGI), sebuah inisiatif yang secara khusus mendorong adopsi elemen-elemen inti pendekatan graduasi ke dalam sistem dan program penanggulangan kemiskinan milik pemerintah di berbagai negara, agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan. Arvian menekankan bahwa relevansi pendekatan ini bagi Kabupaten Bogor terletak pada karakternya yang lintas sektor — melibatkan sinergi dinas sosial, kesehatan, UMKM, hingga pemberdayaan masyarakat desa — sejalan dengan semangat forum TKPK yang mempertemukan berbagai perangkat daerah dalam satu meja koordinasi.

Rekam Jejak Narasumber

Selain aktif sebagai Lektor di Program Studi Pendidikan Akuntansi FPEB UPI, Arvian Triantoro dikenal luas dalam ekosistem kebijakan kemiskinan nasional maupun daerah. Ia menjabat sebagai Ketua SDGs Centre UPI, lembaga yang mendorong kontribusi riset dan advokasi UPI terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Ia juga merupakan Direktur Pelaksana Pegasus Institute, lembaga yang berfokus pada isu kemiskinan, inklusi ekonomi, tata kelola, dan keberlanjutan (Poverty, Economics Inclusion, Governance, and Sustainability).

Di tingkat internasional, Arvian turut berperan sebagai Konsultan BRAC International untuk Ultra-Poor Graduation Initiative (UPGI), yang memberinya wawasan langsung mengenai praktik dan pembelajaran implementasi pendekatan graduasi di berbagai konteks negara, untuk kemudian diadaptasikan pada kebijakan penanggulangan kemiskinan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud kontribusi UPI, khususnya FPEB, dalam mendukung perumusan kebijakan berbasis riset di tingkat pemerintah daerah, terutama terkiat percepatan pencapaian isu-isu Pembangunan berkelanjutan (SDGs) terutama Goals 1 (tanpa kemiskinan). sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemangku kepentingan pembangunan daerah dalam upaya percepatan penurunan kemiskinan di Jawa Barat. (DN)