Bandung, UPI

Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Program Latihan Persiapan Ujian Bahasa Jerman Tingkat A1 Berbasis SIMUJERMAN (LMS Moodle) bagi siswa sekolah menengah di Kota Bekasi dan wilayah Bandung Raya.

Rangkaian kegiatan diawali secara daring melalui Zoom pada Sabtu (15/8/2026), yang melibatkan 172 siswa dan 13 guru pendamping dari berbagai sekolah sasaran. Program ini memanfaatkan platform SIMUJERMAN yang dikembangkan dosen FPBS UPI untuk mengasah keterampilan reseptif membaca (Lesen) dan menyimak (Hören).

Ketua Tim Pengabdian menjelaskan bahwa pemilihan tingkat A1 disesuaikan dengan kebutuhan riil para siswa di sekolah.

“Melalui SIMUJERMAN, kami ingin siswa tidak hanya memperoleh tambahan latihan, tetapi juga terbiasa menerapkan strategi pengerjaan soal yang tepat serta mampu belajar secara mandiri dan terstruktur,” ungkapnya.

Program memanfaatkan SIMUJERMAN, platform pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) Moodle yang dikembangkan untuk mendukung latihan dan simulasi ujian bahasa Jerman. Pada pelaksanaan tahun 2026, program difokuskan pada tingkat A1, khususnya keterampilan reseptif membaca (Lesen) dan menyimak (Hören).

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, tim telah menyiapkan akun SIMUJERMAN bagi 172 siswa serta 13 guru pendamping dari berbagai sekolah. Melalui akun tersebut, peserta dapat mengakses rangkaian tes awal, latihan mandiri, dan tes akhir secara daring melalui SIMUJERMAN.

Pada pertemuan awal, peserta memperoleh penjelasan mengenai tujuan dan keseluruhan alur program. Tim juga memberikan pembekalan mengenai strategi mengerjakan soal Lesen dan Hören. Pada keterampilan Lesen, peserta dikenalkan pada strategi memahami instruksi, menemukan kata kunci, membaca secara selektif, mencari informasi spesifik, serta mengelola waktu pengerjaan. Sementara itu, pada keterampilan Hören, peserta diarahkan untuk membaca soal terlebih dahulu, mengenali kata kunci, memusatkan perhatian pada informasi penting, serta tidak terpaku pada setiap kata yang belum dipahami.

Pertemuan daring tersebut sekaligus menjadi sarana orientasi penggunaan SIMUJERMAN. Peserta mencoba masuk ke akun masing-masing, mengenali tampilan course, membuka latihan, serta memahami mekanisme pengerjaan soal. Orientasi teknis ini dilakukan agar peserta dapat menjalani tahap latihan mandiri dengan lebih lancar.

Program tidak berhenti pada satu kali pertemuan Zoom. Setelah orientasi, siswa mengikuti tes awal (pretest), kemudian tiga tahap latihan mandiri yang berlangsung sepanjang Agustus. Latihan pertama dilaksanakan pada 17–21 Agustus, latihan kedua pada 22–25 Agustus, dan latihan ketiga pada 26–28 Agustus 2026. Setelah itu, peserta mengikuti tes akhir (posttest) pada 29–30 Agustus.

Rangkaian program diakhiri dengan pengisian angket evaluasi oleh siswa dan guru pendamping pada 30–31 Agustus 2026. Evaluasi tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai manfaat program, kemudahan penggunaan SIMUJERMAN, pengalaman mengikuti latihan, serta kesiapan peserta setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan.

Melalui pola latihan yang terstruktur, SIMUJERMAN diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyediaan soal, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mandiri yang memungkinkan siswa berlatih secara berkelanjutan. Guru pendamping turut berperan dalam membantu koordinasi peserta serta mendukung kelancaran kegiatan di sekolah masing-masing.

Selain sebagai sarana pembelajaran mandiri berkelanjutan, program PkM ini menjadi wujud nyata pemanfaatan inovasi teknologi perguruan tinggi di sekolah sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan melalui sinergi akademisi, guru, dan sekolah. (DN)