Bandung, UPI

Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) melalui Program Studi Psikologi Pendidikan menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Pelatihan Asesmen Higher Order Thinking Skills (HOTS) Berbasis Integrasi Taksonomi Pembelajaran. Kegiatan ini berlangsung di Gedung SPs UPI, Bandung, pada Senin, 31 Agustus 2026.

Pelatihan ini merupakan bentuk implementasi Perjanjian Kerja Sama antara SPs UPI dan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat guna meningkatkan mutu pendidikan serta kompetensi para pendidik.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan SPs UPI, Prof. Dr. Juntika, M.Pd., setelah sebelumnya diawali dengan laporan dari Ketua Tim PkM, Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., M.Pd., Psikolog. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh perwakilan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Provinsi Jabar, Yuyus Wisnurat, M.Pd.

Pelatihan ini diikuti oleh unsur guru dan pegawai Disdik Provinsi Jabar dari 10 SMA Negeri di wilayah Bandung Raya, yaitu SMAN 1 Cisarua, SMAN 1 Cimahi, SMAN 2 Cimahi, SMAN 3 Cimahi, SMAN 5 Cimahi, SMAN 2 Bandung, SMAN 3 Bandung, SMAN 4 Bandung, SMAN 15 Bandung, serta SMAN 19 Bandung.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman bahwa asesmen HOTS bukan sekadar membuat soal yang sulit. Asesmen diposisikan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran untuk memetakan cara berpikir siswa, mengukur pemahaman, mendeteksi kesenjangan belajar, hingga menentukan tindak lanjut yang tepat.

Materi utama yang disampaikan meliputi asesmen pendukung pembelajaran, pengembangan HOTS melalui Taksonomi Bloom yang direvisi, serta pemanfaatan Structure of the Observed Learning Outcome (Taksonomi SOLO).

Salah satu sesi yang menyita perhatian peserta adalah integrasi Taksonomi Bloom dan Taksonomi SOLO. Taksonomi Bloom digunakan untuk memetakan proses kognitif dan dimensi pengetahuan, sementara Taksonomi SOLO berfungsi mengevaluasi kedalaman kualitas respons siswa. Bagi sebagian besar peserta, Taksonomi SOLO merupakan materi baru yang disajikan secara aplikatif melalui contoh nyata, sehingga memperlihatkan bahwa penilaian tidak sebatas benar atau salah, melainkan menilai kedalaman pemahaman siswa.

Penyampaian materi dilakukan oleh Ketua Tim PkM bersama mahasiswa Psikologi Pendidikan SPs UPI yang didukung oleh asisten instruktur selama sesi diskusi dan praktik. Guna mengukur efektivitas kegiatan, peserta mengikuti pre-test dan post-test, menerima modul pelatihan, serta mengisi formulir umpan balik.

Sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL), peserta diwajibkan menyusun draf penerapan asesmen HOTS yang disesuaikan dengan mata pelajaran atau bidang tugas masing-masing. Rancangan tersebut wajib mengintegrasikan Revised Bloom’s Taxonomy dengan Taksonomi SOLO, lengkap dengan format umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran. Dengan langkah ini, pelatihan diharapkan mampu menghasilkan produk asesmen nyata yang langsung dapat diterapkan di satuan pendidikan. (Tina Dahlan)