Tim Peneliti Mitra Perguruan Tinggi dan SESKOAD Bersama KASAD

Jakarta, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) TNI memperkuat kolaborasi penelitian berbasis riset dalam mendukung pelaksanaan Karya Bakti TNI Angkatan Darat Tahun 2026 yang dilaksanakan di berbagai wilayah strategis Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penelitian, Tim Peneliti UPI bersama perguruan tinggi mitra melaksanakan audiensi sekaligus evaluasi hasil penelitian bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. di Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD), Jakarta, pada 17 September 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh tim peneliti dari berbagai perguruan tinggi yang terlibat dalam kolaborasi riset, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), Universitas Tarumanagara (UNTAR), dan Universitas Prasetiya Mulya.

Kolaborasi penelitian ini dipimpin oleh Ketua Tim Peneliti dari Prodi Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc., bersama anggota tim peneliti UPI yaitu Riko Arrasyid, M.Pd., dan Dadi Mulyadi Nugraha, M.Pd.

Ketua Tim Peneliti UPI, Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc., Bersama KASAD Jendral TNI Maruli Simanjuntak, M,Sc.

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pelaksanaan Karya Bakti TNI AD Tahun 2026 dari perspektif akademik, khususnya terkait dampak pembangunan, keterlibatan masyarakat, keberlanjutan program, serta manfaat sosial yang dihasilkan dari berbagai kegiatan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.

Karya Bakti TNI AD Tahun 2026 dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia dengan karakteristik geografis dan sosial yang beragam. Beberapa lokasi utama pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi: Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sebagai salah satu lokasi penelitian UPI–Seskoad TNI, dengan fokus kajian terhadap dampak pembangunan dan manfaat program bagi masyarakat wilayah kepulauan. Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, yang melaksanakan kegiatan pembangunan infrastruktur masyarakat seperti jembatan, sumur bor, renovasi rumah tidak layak huni, serta pelayanan kesehatan. Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui kegiatan karya bakti selama 50 hari yang menyasar pembangunan dan pelayanan masyarakat. Wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia di Kalimantan, khususnya Kabupaten Sanggau, untuk mendukung percepatan pembangunan kawasan perbatasan. Kepulauan Nias, Sumatera Utara, dengan berbagai sasaran pembangunan fisik dan nonfisik untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Kabupaten Tapanuli Selatan. Kabupaten Sorolangun, dan Kepulauan Sumba.

Melalui pendekatan penelitian multidisiplin, Tim Peneliti UPI melakukan kajian terhadap berbagai aspek, mulai dari efektivitas program pembangunan, perubahan sosial masyarakat, partisipasi warga, hingga keberlanjutan manfaat hasil pembangunan.

Di Kepulauan Mentawai, Tim Peneliti UPI melakukan pengumpulan data lapangan melalui observasi, wawancara, serta kajian terhadap berbagai pembangunan yang dilaksanakan melalui program Karya Bakti TNI AD. Kajian tersebut menjadi bagian dari upaya memahami bagaimana pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat dapat memberikan dampak jangka panjang bagi wilayah kepulauan.

Tim Peneliti UPI terjun ke Mentawai melihat langsung Proyek Jembatan

Dalam audiensi bersama KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., Tim Peneliti menyampaikan perkembangan penelitian, temuan lapangan, serta hasil evaluasi sementara dari berbagai lokasi pelaksanaan Karya Bakti TNI AD Tahun 2026.

Ketua Tim Peneliti UPI, Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc., menyampaikan bahwa penelitian ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

“Melalui penelitian ini, kami tidak hanya melihat capaian pembangunan secara fisik, tetapi juga mengkaji bagaimana program tersebut memberikan manfaat sosial, memperkuat partisipasi masyarakat, serta memiliki keberlanjutan dalam jangka panjang,” ujar Prof. Dr. rer. nat. Nandi.

KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. memberikan apresiasi terhadap keterlibatan perguruan tinggi dalam melakukan kajian akademik terhadap program Karya Bakti TNI AD. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi strategis antara institusi pertahanan dan dunia akademik dalam menghasilkan rekomendasi berbasis data.

Melalui kerja sama UPI, Seskoad TNI, dan perguruan tinggi mitra, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang mendukung peningkatan kualitas pembangunan wilayah, khususnya daerah dengan tantangan geografis dan sosial yang kompleks.

Kolaborasi riset ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya penelitian yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (Nandi)