
Surabaya, UPI
Tiga dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil menembus jajaran peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Reviewer Penelitian Batch 1 Tahun 2026 Bidang Sosial Humaniora dan Pendidikan. Kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek bekerja sama dengan Universitas Surabaya (UBAYA) pada 15–18 September 2026.
Ketiga dosen tersebut adalah Prof. Dr. Julia, S.Pd., M.Pd. (PGSD UPI Kampus Sumedang), Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., S.H., M.Pd., M.H. (S2 Pendidikan Olahraga SPs), dan Dr. Yuyus Suherman, M.Si. (Pendidikan Khusus FIP). Ketiganya terpilih dari total 3.855 pendaftar se-Indonesia.
Persaingan menuju gelombang pertama ini terbilang sangat ketat. Dari ribuan pendaftar, hanya 3.190 dosen yang dinyatakan lolos administrasi (eligible), dan hanya 138 akademisi yang dipanggil untuk mengikuti Bimtek Batch 1.
Selama empat hari di Surabaya, para calon reviewer dibekali berbagai materi strategis, mulai dari etika reviewer, peta jalan penelitian, Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT), skema penelitian dasar dan terapan, hingga teknik menilai substansi dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Peran reviewer memiliki posisi strategis dalam ekosistem penelitian. Reviewer tidak hanya dituntut memahami substansi keilmuan, tetapi juga harus mampu menilai kualitas proposal secara objektif, sistematis, transparan, dan berlandaskan etika akademik. Karena itu, keterlibatan Julia, Sandey Tantra Paramitha, dan Yuyus Suherman dalam Bimtek calon reviewer dapat menjadi momentum penting untuk memperluas kontribusi akademisi UPI dalam peningkatan kualitas tata kelola dan mutu penelitian.

Keikutsertaan tiga dosen UPI ini sekaligus menunjukkan bahwa kapasitas akademik perguruan tinggi tidak berhenti pada aktivitas menghasilkan penelitian, tetapi juga dapat berkembang ke arah penguatan kualitas proses seleksi, penilaian, dan pengembangan penelitian di tingkat nasional.
Lolosnya tiga dosen ini menjadi bukti kapasitas akademisi UPI dalam mengawal mutu riset nasional. Keterlibatan mereka diharapkan mampu memperkuat budaya integritas, objektivitas, serta tata kelola penelitian yang transparan di tingkat nasional. (DN)

