Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Persiapan Forum Dialog Strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTN-BH) Tahun 2026, Selasa (22/9/2026). Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Gazali Soerianatasoedjana, PPG UPI, tersebut membahas tiga isu utama yang akan menjadi bahan dialog antara MSA PTN-BH dan BRIN, yakni agenda dan peta jalan riset nasional, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam tridarma perguruan tinggi, serta pengembangan sumber daya manusia peneliti.

Ketua Senat Akademik UPI sekaligus Sekretaris MSA PTN-BH, Prof. Dr. Yadi Ruyadi, S.H., M.Si., mengatakan rapat koordinasi tersebut merupakan tahap persiapan sebelum forum dialog yang dijadwalkan berlangsung di BRIN pada 28–30 September 2026. UPI dipercaya menjadi tuan rumah untuk menyiapkan rumusan awal dari tiga kelompok kerja yang akan dibawa dalam forum tersebut.

“Ini rapat koordinasi yang membahas tiga topik, yaitu agenda riset nasional, pemanfaatan AI dalam tridarma, dan SDM peneliti. Tiga topik ini ditetapkan sebagai bahan untuk forum dialog antara Majelis Senat Akademik PTN-BH dengan BRIN,” ujar Prof. Yadi.

Menurutnya, ketiga isu tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan pendidikan tinggi dan ekosistem riset nasional. Agenda riset perguruan tinggi perlu diselaraskan dengan agenda dan peta jalan riset nasional, sementara pemanfaatan AI memerlukan kesepahaman agar penggunaannya dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tridarma tanpa menghambat inovasi.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja 2, Prof. Tedy Baskoro, M.Sc., Ph.D., yang menangani isu pemanfaatan AI dalam tridarma perguruan tinggi menjelaskan, kelompok kerjanya membahas pemanfaatan AI dan teknologi masa depan untuk mendukung riset, pendidikan tinggi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Rekomendasi yang disusun diarahkan pada penguatan kapasitas manusia dalam menguasai teknologi baru, termasuk AI, komputasi kuantum, dan bioteknologi.

“Orientasinya pada kemaslahatan masyarakat dan untuk menjawab persoalan serta kebutuhan nasional. Kita juga harus mempunyai kemampuan menguasai teknologi-teknologi baru,” kata Prof. Tedy.

Dari sisi BRIN, Deputi Bidang Fasilitas Riset dan Inovasi BRIN Prof. Dr. Eng. Agus Haryono menyebut PTN-BH sebagai mitra strategis dalam pengembangan riset dan inovasi karena sebagian besar sumber daya manusia unggul bidang tersebut berada di perguruan tinggi. BRIN juga menyiapkan dukungan berupa fasilitasi pendanaan, kekayaan intelektual, dan manajemen pengetahuan.

Dalam rapat tersebut hadir perwakilan Senat Akademik PTN-BH dari berbagai perguruan tinggi, serta perwakilan BRIN, baik secara luring maupun daring. MSA PTN-BH saat ini mencakup 26 PTN-BH dan forum dialog dengan BRIN tersebut menjadi ruang untuk merumuskan rekomendasi bersama terkait arah riset, pemanfaatan AI, serta pengembangan karier dan mobilitas SDM peneliti.

Hasil pembahasan tiga kelompok kerja selanjutnya akan menjadi bahan dalam Forum Dialog Strategis MSA PTN-BH dan BRIN pada 28–30 September 2026, dengan harapan menghasilkan kesepahaman dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti dalam pengembangan riset dan inovasi nasional. (RK/RI)