
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Studi Agroindustri mengembangkan riset kolaborasi dengan pihak Earth Japan Farm sebagai bagian dari upaya menguji kesesuaian pupuk yang dikembangkan Earth Japan Farm terhadap kondisi iklim dan lingkungan pertanian di Indonesia yang dilaksanakan di Science Techno Park (STP) UPI Jl. Bumi Sariwangi 1, Sariwangi Kec. Parongpong, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat. Rabu, (30/9/2026).
Ketua Program Studi Agroindustri UPI, Gilang Garnadi Suryadi, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa kerja sama penelitian tersebut merupakan kolaborasi yang diinisiasi oleh Rektor UPI sejak tahun sebelumnya dan mulai direalisasikan pada awal tahun ini.
Dalam penelitian tersebut, tim mengembangkan budidaya beberapa komoditas tanaman, yaitu padi gogo, ubi, dan edamame. Selain padi, benih tanaman yang digunakan dalam penelitian tersebut berasal dari Jepang dan kemudian dibudidayakan dalam kondisi Indonesia.
“Ini adalah kerja sama yang diinisiasi oleh Pak Rektor dari tahun lalu, baru direalisasikan di awal tahun ini. Kita itu menanam tiga tanaman padi gogo, ubi, dan juga edamame,” jelas Gilang.
Menurutnya, salah satu tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan data yang dapat menunjukkan apakah pupuk yang dibuat oleh Earth Japan Farm sesuai dan dapat diaplikasikan pada kondisi iklim Indonesia. Data hasil penelitian tersebut diharapkan menjadi dasar dalam melihat efektivitas penggunaan pupuk tersebut untuk mendukung pengembangan pertanian di Indonesia.
“Output dari penelitian ini adalah data yang dapat membuktikan bahwa pupuk yang dibuat oleh Earth Japan Farm itu cocok untuk di iklim Indonesia,” ungkapnya.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian utama dalam penelitian kolaboratif tersebut adalah edamame. Pemilihan edamame tidak terlepas dari karakteristiknya sebagai salah satu makanan yang populer di Jepang.
Gilang menjelaskan bahwa pihak Jepang ingin mengetahui kemungkinan menghasilkan edamame yang dibudidayakan di Indonesia dengan kualitas rasa yang lebih baik dibandingkan edamame yang tersedia di Jepang. Karena itu, penelitian ini tidak hanya berfokus pada kesesuaian pupuk, tetapi juga pada potensi pengembangan komoditas yang memiliki nilai dan keterkaitan dengan kebutuhan pasar Jepang.
“Karena edamame itu adalah makanan Jepang. Jadi mereka ingin, bisa tidak edamame yang dibudidaya di Indonesia lebih enak dibandingkan dengan edamame yang ada di Jepang,” jelasnya.
Riset tersebut dilaksanakan dalam kerangka kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) selama satu tahun. Dalam periode tersebut, penelitian diharapkan dapat menghasilkan pengembangan lebih lanjut terhadap berbagai varietas tanaman yang diuji.
Ke depan, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada tahap pengujian dan pengumpulan data. Kerja sama tersebut memiliki peluang untuk berkembang menuju pemanfaatan hasil riset dalam skala yang lebih luas.
Gilang menyampaikan bahwa selama masa kerja sama masih berlangsung, akan terdapat sejumlah varietas yang dikembangkan. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pengembangan teknologi dan produk pertanian yang sesuai dengan kondisi Indonesia.
“Harapannya penelitian ini, karena MoU-nya satu tahun, jadi akan banyak varietas yang akan dikembangkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, salah satu rencana yang diharapkan dapat terealisasi dari kerja sama ini adalah pembangunan pabrik pupuk di Indonesia oleh pihak Earth Japan Farm. Dengan demikian, kolaborasi penelitian yang dilakukan dapat berkembang dari kegiatan riset menuju pengembangan produk dan implementasi yang lebih luas di Indonesia.
“Pada akhirnya, pihak Earth Japan Farm akan membuat pabrik pupuk di Indonesia,” kata Gilang.
Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan mitra internasional melalui kegiatan penelitian yang diarahkan pada kebutuhan nyata di sektor pertanian. Melalui pengujian langsung terhadap berbagai tanaman di Indonesia, hasil riset diharapkan dapat memberikan data yang relevan sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama lebih lanjut di bidang pertanian dan agroindustri. (RI/DN)

