Sumedang, UPI

Mahasiswa Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Berdampak (P2MB) UPI Kampus Sumedang Kelompok 10 melaksanakan pendampingan serta observasi langsung ke industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tempe milik Ibu Epon di Kampung Citamiang, Dusun 2, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang.

Usaha pembuatan tempe yang dirintis secara mandiri oleh Ibu Epon tersebut telah beroperasi selama 13 tahun sejak 2013. Dalam menjalankan aktivitas produksi sehari-hari, Ibu Epon dibantu oleh dua orang pekerja yang masing-masing mengurusi proses penggilingan kedelai dan pencetakan tempe.

Rangkaian pendampingan diawali pada 29 September 2026 melalui praktik pembuatan tempe bersama. Tahapan produksi dimulai dari perendaman kacang kedelai selama 24 jam agar teksturnya menjadi lunak, dilanjutkan perebusan hingga matang, serta perendaman ulang selama satu hari satu malam. Kedelai tersebut kemudian digiling untuk memisahkan kulit arsirnya sebelum dicuci bersih.

Tahap krusial dilanjutkan dengan pencampuran ragi, dimana takaran ragi disesuaikan dengan kondisi cuaca, lebih sedikit pada musim panas dan diperbanyak saat musim hujan. Kedelai yang telah diberi ragi lantas dicetak dan didiamkan selama kurang lebih dua hari hingga masa fermentasi sempurna. Mahasiswa kemudian kembali meninjau hasil jadi produk tempe tersebut pada 1 Oktober 2026.

Hasil produksi tempe Ibu Epon dipasarkan ke pasar tradisional, warung-warung sekitar, serta diserap sebagai pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kapasitas produksi harian menyesuaikan dengan dinamika permintaan pasar, yakni berkisar antara 100 hingga 200 potong tempe per hari.

Dengan harga jual Rp5.000 per potong, Ibu Epon mampu mengantongi omzet rata-rata sebesar Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per hari dari hasil penjualan tempe tersebut.

Melalui kegiatan lapangan ini, mahasiswa P2MB UPI tidak hanya memperoleh pemahaman praktis terkait rantai produksi dan tata kelola UMKM secara nyata, tetapi juga turut mendorong keberlanjutan usaha lokal agar dapat terus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta menopang perekonomian warga setempat. (Siti Masfufah)