Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi digital melalui kerja sama dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada pengembangan kompetensi digital mahasiswa, khususnya calon guru, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat yang dilaksanakan di Ruang Rapat Partere Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung. Senin (12/10/2026).

Kerja sama UPI dan PANDI telah berjalan sejak 2023 dan berlanjut pada 2024 hingga 2025. Penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) menjadi langkah penguatan hubungan kelembagaan sekaligus landasan untuk memperluas berbagai program kolaborasi di bidang pendidikan dan teknologi digital.

Direktur Direktorat Sistem Teknologi Informasi dan Pusat Data Dr. Cepi Riyana, M.Pd mengungkapkan “Dalam pelaksanaannya, salah satu fokus utama kerja sama ini adalah meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap teknologi informasi dan perkembangan dunia digital. Upaya tersebut menjadi penting, terutama bagi mahasiswa yang dipersiapkan untuk menjadi tenaga pendidik, agar memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.”

Selain penguasaan teknologi digital secara umum, kolaborasi ini juga mencakup pengenalan teknologi yang tengah berkembang, seperti Web3 dan blockchain. PANDI turut memberikan pembelajaran terkait teknologi tersebut kepada para guru, termasuk mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), terutama peserta PPG Prajabatan.

Lebih lanjut Dr. Cepi mengatakan “Sebagai bagian dari implementasi kerja sama, sebanyak 120 guru peserta PPG Prajabatan dijadwalkan mengikuti pelatihan langsung dari PANDI untuk membuat dan mengelola website pribadi. Peserta tidak hanya mendapatkan pendampingan dalam pembuatan website, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan konten yang relevan dan bermanfaat. PANDI memberikan fasilitas hosting dan domain secara gratis untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.”

Program ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan calon guru dalam memanfaatkan platform digital sebagai sarana pengembangan profesional, penyebaran informasi, dan pendukung kegiatan pendidikan. Kemampuan membangun serta mengelola website juga menjadi bekal penting bagi pendidik untuk menghasilkan konten digital yang kreatif dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

“UPI berharap kolaborasi dengan PANDI dapat terus berlanjut dan dikembangkan dalam skala yang lebih luas. Pelatihan yang saat ini melibatkan sekitar 120 guru PPG Prajabatan diharapkan dapat diperluas kepada kelompok mahasiswa lainnya, mengingat UPI memiliki sekitar 60.000 mahasiswa.” Tutupnya.

Perluasan program tersebut menjadi peluang untuk memberikan akses pembelajaran literasi digital kepada lebih banyak mahasiswa, sehingga manfaat kerja sama tidak hanya dirasakan oleh peserta PPG, tetapi juga oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UPI.

UPI menyatakan kesiapan untuk terus mendukung kerja sama serupa sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Di sisi lain, kolaborasi ini juga menjadi ruang bagi PANDI untuk menjalankan kontribusinya terhadap dunia pendidikan melalui pemanfaatan keahlian dan sumber daya di bidang teknologi internet.

Melalui sinergi tersebut, UPI dan PANDI diharapkan dapat memperluas kesempatan belajar teknologi digital, mendorong inovasi dalam pendidikan, serta mempersiapkan calon guru yang lebih adaptif terhadap transformasi digital. Dengan demikian, penguatan literasi digital tidak hanya menjadi kebutuhan mahasiswa saat ini, tetapi juga menjadi investasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan di masa depan. (RI/DN)