Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menyelenggarakan pameran inovasi bertajuk “UPI Sustainable Development Expo” yang dirangkaikan dengan kegiatan seminar. Ekspo inovasi yang memasuki tahun kedua ini digelar secara beririsan dengan peringatan Dies Natalis UPI yang ke-72. Ke depannya, acara ini ditargetkan untuk terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun di Gedung Achmad Sanusi Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung. Rabu (21/10/2026).

Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi M.A, menyampaikan “UPI menyajikan berbagai produk inovasi hasil riset kampus, yang meliputi prototipe, paten, desain, merek, hingga bentuk-bentuk inovasi lainnya. Ajang ini tidak hanya sekedar pameran, tetapi juga menjadi momentum penting bagi UPI untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis. Kerja sama ini berfokus pada hilirisasi produk-produk inovasi kampus, salah satunya melalui pemberian lisensi.”

Selain lisensi, UPI juga menaruh perhatian besar pada pembentukan perusahaan pemula (startup). Saat ini, UPI telah berhasil mendirikan dua perusahaan yang sudah berjalan dengan baik, sementara empat perusahaan lainnya sedang dalam tahap proses pendirian. Harapannya, lebih banyak lagi produk-produk riset kampus yang muncul dan berhasil di hilirisasi ke masyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, UPI juga menggelar seminar yang menghadirkan akademisi dari Universitas Indonesia (UI) serta perwakilan mitra perusahaan, yaitu Axioo. Kehadiran para narasumber ini bertujuan untuk membagikan pengalaman mereka dan memberikan inspirasi agar civitas akademika UPI dapat meningkatkan jumlah produk riset yang berhasil di hilirisasi.

Pada saat yang sama juga Rektor UPI mengatakan “strategi ke depan, UPI berkomitmen untuk tidak hanya sekedar mempertahankan skema riset yang sudah berjalan saat ini. UPI menyadari bahwa kampus perlu lebih banyak mendengarkan dan berinteraksi secara intensif dengan dunia industri. Mengandalkan produk riset yang dihasilkan secara internal tanpa pelibatan pihak industri akan membuat upaya hilirisasi dan pengenalan ke masyarakat menjadi jauh lebih sulit. Sebaliknya, kolaborasi langsung dengan industri akan membuka peluang besar bagi hasil riset para dosen untuk dimanfaatkan dalam menyelesaikan berbagai persoalan aktual yang sedang dihadapi oleh sektor industri.”

Sebagai langkah konkret, pimpinan kampus akan terus mendorong jajaran Direktorat Inovasi untuk memperbanyak interaksi dengan pihak industri. Langkah ini akan direalisasikan dengan mengundang para industrialis dan pimpinan perusahaan ke kampus, maupun melalui kunjungan proaktif pihak kampus ke industri guna mencari titik temu dan peluang kolaborasi yang saling menguntungkan. (RI/RK/DN)