
Kab. Bandung Barat, UPI
Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) menyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kompetensi untuk tenaga pendidik (gadik) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Barat, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan bertajuk “Penguatan Tata Kelola Pemenuhan Tenaga Pendidik Berbasis Kompetensi untuk Mendukung Implementasi Outcome-Based Education di SPN Polda Jawa Barat” tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (21–22/10/2026). Diklat ini diselenggarakan sebagai bentuk kemitraan strategis dalam menyiapkan pendidik yang mampu menerapkan kurikulum berbasis capaian.
Dalam pelaksanaannya, UPI menerjunkan tim narasumber dari FIP yang terdiri dari Dr. Cepi Riyana, M.Pd., Dr. Iip Saripah, M.Pd., Dr. Purnomo, M.Pd., Sodikin, M.Sc., Ph.D., Ade Romi Rosmia, M.Pd., dan Mohamad Hadi Ali Mutamam, M.Pd. Selain itu, alumni UPI Iwa Sumpena, M.Pd. turut terlibat dalam memberikan materi bina suasana serta dinamika kelompok.
Para peserta dibekali pemahaman mendalam terkait konsep dan penerapan Outcome-Based Education (OBE), pendekatan pedagogi dan andragogi, perancangan pembelajaran, instrumen asesmen, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk media pembelajaran dan praktik microteaching. Tim UPI juga menyusun modul khusus implementasi OBE sebagai panduan pegangan gadik pascapelatihan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap penerapan OBE. Setiap peserta berhasil menyusun skenario pembelajaran berbasis capaian beserta instrumen asesmennya, serta menguji rancangan tersebut melalui sesi microteaching yang dilengkapi umpan balik dari narasumber dan sesama peserta.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen UPI dalam mendukung program Diktisaintek Berdampak untuk meningkatkan mutu pendidikan pembentukan calon Bintara Polri. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Guna menjaga keberlanjutan program, sejumlah langkah strategis disiapkan, seperti pendampingan pascadiklat melalui supervisi kelas, penyiapan gadik terpilih sebagai fasilitator internal, serta evaluasi dampak berbasis hasil belajar siswa dan Raport Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Rencana tersebut nantinya akan diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup peta jalan pengembangan dan sertifikasi kompetensi tenaga pendidik. (Ade Romi Rosmia, M.Pd)

