
Bandung, UPI
Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan program summer course bertema “Integrated Social Studies Education for Global-Local Challenges“. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari Philippine Normal University (PNU), Filipina, dan berlangsung secara hibrida melalui pembelajaran daring serta observasi lapangan langsung di sekitar Kota Bandung.
Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) UPI, Prof. Cecep, menyambut secara resmi kedatangan para delegasi PNU. Ia menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa Filipina merupakan sebuah kehormatan sekaligus bukti komitmen fakultas dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional, mendorong pemahaman lintas budaya, dan membangun kemitraan pendidikan yang berkelanjutan.
Prof. Cecep berharap program ini semakin mempererat hubungan akademik antara UPI dan PNU, khususnya pada disiplin ilmu pengetahuan sosial. “Semoga pengalaman ini dapat menginspirasi pertukaran pengetahuan, penelitian kolaboratif, serta mobilitas mahasiswa dan dosen di masa yang akan datang. Selamat datang di UPI dan Bandung. Kami berharap Anda mendapatkan program yang memperkaya wawasan, produktif, dan menyenangkan,” ujarnya pada Senin (26/10/2026).
Selama pelaksanaan program, para peserta mendalami materi seperti multiculturalism, social change, citizenship, dan social justice. Topik-topik tersebut dirancang untuk memperkuat perspektif mahasiswa mengenai dinamika perubahan sosial budaya di Indonesia dan Filipina.

Metode pembelajaran mencakup penyampaian materi daring, pengerjaan tugas berorientasi luaran (output), hingga observasi langsung. Mahasiswa asal Filipina diajak mengunjungi Museum Pendidikan Nasional UPI dan Saung Angklung Udjo, serta mengamati kehidupan masyarakat Kota Bandung yang dijadikan sebagai laboratorium hidup studi sosial.
Adapun evaluasi peserta didasarkan pada kriteria ketepatan, relevansi, kelengkapan, kronologi, identifikasi, keterkaitan antar konsep, kualitas analisis, bukti pendukung, sistematika, hingga refleksi mandiri. Melalui kegiatan ini, kedua institusi berharap dapat memperdalam pemahaman mengenai kekayaan kearifan sosial budaya antarnegara serta meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian yang berdampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan. (MI)

