
Subang, UPI
Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang Kelompok 1 meluncurkan program GESIT (Gerakan Edukasi Sehat, Inspiratif, dan Tradisional). Kegiatan bersemboyan “Sehat, Bersih, Lestari!” ini digelar secara serentak di SDN Pakuhaji 1 dan SDN Pakuhaji 3, Kabupaten Subang.
Program ini digagas untuk menanamkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini, sekaligus merespons maraknya penggunaan gawai yang menggeser keberadaan permainan tradisional di kalangan anak usia sekolah.
Tim mahasiswa yang beranggotakan Nova, Meri, Ratu, Stefi, Cindy, Heti, Sartika, Liyra, Mega, Siti, dan Gunawan merancang kegiatan ini dalam tiga tahap kunjungan. Tahapan diawali dengan survei lapangan untuk memetakan kebutuhan siswa, lalu dilanjutkan dengan dua sesi edukasi interaktif.
Pada sesi edukasi pertama, para siswa mempraktikkan teknik menggosok gigi yang benar serta langkah cuci tangan menggunakan sabun. Antusiasme siswa terlihat saat memperagakan materi menggunakan alat peraga model gigi dan fasilitas cuci tangan sekolah.

Sementara pada sesi kedua, edukasi mengusung tema “Pilih Jajanan Sehat & Festival Mini Permainan Tradisional”. Selain menerima materi tentang kriteria makanan sehat dan bahaya bahan pengawet, siswa diajak bermain serta mengikuti perlombaan permainan tradisional seperti engklek, bekel, ular tangga, lompat tali, hingga congklak.
Ketua Kelompok 1 P2MB UPI Sumedang, Gunawan, menyampaikan harapannya agar program ini memberikan dampak berlanjut bagi tumbuh kembang anak. Ia berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan pola hidup bersih dan sehat, serta bangga memainkan permainan tradisional warisan budaya.
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif tersebut. Kepala SDN Pakuhaji 3 mengapresiasi langkah mahasiswa yang dinilai bermanfaat untuk mengingatkan pentingnya kesehatan sejak dini dan membantu mengalihkan perhatian anak dari ketergantungan gawai melalui permainan tradisional.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, tim mahasiswa juga memajang poster edukasi di majalah dinding (mading) sekolah. Langkah ini ditujukan agar guru dapat meneruskan pembiasaan hidup sehat serta menjadikan festival permainan tradisional sebagai agenda rutin di sekolah. (DN)

