Dr. Asep Sumpena, S.Pd., M.Pd (kedua dari kiri)

Bandung, UPI

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Futsal Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menorehkan prestasi pada 2026 setelah meraih sejumlah gelar dalam berbagai kompetisi, termasuk Juara I Piala by.U 2026 Series Bandung. Capaian tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan yang menitikberatkan pada kedisiplinan latihan, kekompakan tim, dan pembentukan kebiasaan positif di kalangan atlet mahasiswa.

Pada Piala by.U 2026 Series Bandung yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026, Tim Futsal Putra UPI meraih gelar juara setelah mengalahkan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan skor 3–0 pada pertandingan final. UPI juga memperoleh penghargaan Best Player untuk Muhamad Al Fadli, Best Keeper untuk Faiz Fadlhlur Rahman, Best Coach untuk Fahmy Ramdan, dan Best Supporter.

Dosen Pembina UKM Futsal UPI, Dr. Asep Sumpena, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik (KKIPP) UPI pada Rabu (28/10/2026), Asep menegaskan bahwa prestasi olahraga merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.

“Prestasi membutuhkan kerja kolektif, sehingga setiap pihak perlu menjalankan perannya dengan baik,” ujarnya.

Menurut Asep, keberhasilan tim ditopang oleh kedisiplinan pemain, kualitas latihan, strategi pelatih, dan kekompakan antarpemain. Pengalaman mengikuti kompetisi juga menjadi sarana untuk menguji kemampuan, mengevaluasi kekurangan, serta meningkatkan kesiapan mental menghadapi pertandingan.

Pelatih UKM Futsal UPI, Fahmy Ramdan, dalam keterangan tertulis terpisah menjelaskan bahwa pembinaan tim diarahkan pada pembentukan kebiasaan yang baik dan konsistensi latihan. Menjelang kompetisi, intensitas latihan ditingkatkan menjadi empat hingga lima kali dalam seminggu, dengan materi yang mencakup latihan taktik, fisik, dan simulasi pertandingan.

Fahmy juga menyebut bahwa UKM Futsal UPI sempat sekitar enam hingga tujuh tahun tanpa gelar juara, dengan capaian Kejuaraan Nasional pada 2019 sebagai prestasi terakhir yang ia sebutkan. Karena itu, menurutnya, keberhasilan pada 2026 perlu menjadi landasan untuk membangun tradisi prestasi yang dapat dipertahankan lintas generasi pemain.

Dalam proses pembinaan, tantangan lainnya adalah menjaga konsistensi latihan dan performa di tengah kesibukan akademik mahasiswa. Asep menilai kegiatan latihan dan kompetisi perlu berjalan seimbang dengan tanggung jawab perkuliahan, sehingga mahasiswa tetap berkembang sebagai atlet sekaligus peserta didik.

Keberlanjutan prestasi UKM Futsal UPI, dengan demikian, tidak hanya bergantung pada hasil pertandingan, tetapi juga pada kesinambungan pembinaan, dukungan universitas, pelatih, pengurus, dosen, dan suporter. Asep berharap dukungan tersebut terus terjaga agar mahasiswa dapat meningkatkan prestasi sekaligus membangun karakter disiplin, sportif, dan bertanggung jawab. (RK)