
Bandung, UPI
Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., berdiskusi dengan para pemenang Sayembara Unjuk Kreatif Rektor UPI dan mahasiswa kreator konten di Ruang Rapat Partere, Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung, Selasa (27/10/2026). Pertemuan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan kreatif sekaligus aspirasi mengenai perkembangan kampus.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor bertukar fikiran dengan para pemenang dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi universitas. Menurutnya, platform digital seperti Instagram dan TikTok dapat membantu menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan, program, serta berbagai hal positif tentang UPI secara cepat.
“Kita ingin berita-berita kita, kegiatan-kegiatan kita UPI yang positif, itu bisa disampaikan keluar secara cepat,” ujar Didi Sukyadi.
Ia melihat mahasiswa memiliki minat dan kemampuan dalam membuat konten digital. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi mengenai kegiatan kampus, program universitas, serta lingkungan akademik kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain membahas komunikasi digital, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan sejumlah aspirasi. Beberapa hal yang dibicarakan berkaitan dengan penerangan di lingkungan kampus, kondisi fasilitas, ketersediaan dispenser air minum, serta kegiatan yang dapat mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.
Rektor berharap forum semacam ini dapat menjadi salah satu jalur komunikasi agar aspirasi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang belum tersampaikan kepada pimpinan dapat memperoleh perhatian. Ia juga mengajak mahasiswa mengembangkan keterampilan membuat konten dan membangun personal branding melalui media sosial secara bertanggung jawab.

Salah satu peserta pertemuan, Aryasatya Imtiyaz Sandy, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2024 sekaligus pemenang Kreator Konten Gemilang UPI, menilai pertemuan tersebut sebagai kesempatan untuk membangun kolaborasi antara universitas dan mahasiswa.
“Jadi, kita saling bantu: UPI membantu mahasiswanya untuk berkembang, dan mahasiswanya juga membantu UPI untuk terus berkembang,” kata Aryasatya.
Menurutnya, pertemuan itu tidak sekadar menjadi ajang makan bersama, tetapi juga ruang diskusi mengenai kondisi UPI dan berbagai hal yang masih dapat diperbaiki. Ia berharap kolaborasi antara mahasiswa dan universitas dapat terus berkembang sehingga UPI semakin berdampak dan memberikan manfaat bagi lebih banyak orang.
Melalui dialog tersebut, UPI membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi melalui kreativitas digital sekaligus menyampaikan pandangan mengenai kehidupan kampus. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi universitas yang lebih dekat dengan masyarakat serta komunikasi dua arah antara pimpinan dan sivitas akademika. (RK/RI)

