
Sumedang, UPI
Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan perlindungan anak sejak dini, mahasiswa Kelompok 14 Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Dusun 2 Desa Cimeuhmal menggelar kegiatan edukatif bertajuk “PEDULI” (Program Edukasi Diri untuk Lindungi Area Privasi) di SDN Jatimulya, Rabu (21/10/2026).
Mengusung pesan utama “Berani menjaga diri, berani berkata tidak!”, program ini dirancang secara interaktif untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi sekolah dasar mengenai pentingnya memelihara privasi tubuh serta mengenali batasan diri terhadap lingkungan sekitar.
Perwakilan Tim P2MB UPI Kelompok 14 menyampaikan bahwa pembekalan pengetahuan mengenai perlindungan diri pada anak usia sekolah dasar mendesak dilakukan untuk mencegah potensi tindakan kekerasan seksual maupun perundungan.
“Melalui program PEDULI, kami ingin membekali anak-anak dengan keberanian dan kecakapan hidup. Edukasi area privasi disampaikan dengan pendekatan yang ramah anak melalui bernyanyi dan permainan edukatif agar siswa memahami bagian tubuh mana yang harus dilindungi dan tahu kapan harus berani berkata tidak,” ujar perwakilan Tim P2MB UPI Kelompok.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi kesehatan tubuh dan batasan privasi diri, dilanjutkan dengan permainan edukatif, menyanyikan lagu panduan area privasi bersama, serta pembagian hadiah interaktif. Parapencapaian kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa yang aktif berpartisipasi sepanjang acara.
Pihak sekolah SDN Jatimulya mengapresiasi inisiatif yang dibawakan oleh para mahasiswa UPI tersebut.
“Materi edukasi mengenai area privasi anak seperti ini sangat penting dan melengkapi pembelajaran di kelas. Kegiatan ini memberikan tambahan wawasan kecakapan hidup bagi anak-anak agar mereka lebih peka dan berani menjaga diri di mana pun berada,” ungkap salah seorang perwakilan guru SDN Jatimulya.
Pelaksanaan program “PEDULI” ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dalam menjaga kesehatan mental dan fisik anak, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan life skills, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari ancaman kekerasan. (DN)

