Bandung, UPI

Dekan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., menjadi salah satu pembicara utama dalam forum internasional “The 2025 UNESCO-UNEVOC Network Consolidation Workshop”. Acara yang diselenggarakan oleh Korea Research Institute for Vocational Education and Training (KRIVET) ini berlangsung pada 3-4 September 2025 di Koreana Hotel, Seoul, Korea Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., memaparkan materi berjudul: “Policy to Practice: Indonesia’s Dual Agenda on Digitalization and Green Skills Acquisition in TVET” (Kebijakan ke Praktik: Agenda Ganda Indonesia dalam Digitalisasi dan Akuisisi Keterampilan Hijau di Pendidikan dan Pelatihan Vokasi).

Dr. Eng. Agus Setiawan M.Si., tampil pada sesi kedua hari pertama, Rabu, 3 September 2025. Sesi yang bertajuk “Driving Green Transformation and Digital Innovation in TVET through Inclusive Leadership” ini membedah bagaimana kepemimpinan yang inklusif dapat mendorong transformasi digital dan hijau di dunia vokasi. Dalam presentasinya, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., menguraikan langkah-langkah strategis yang telah dan akan diambil Indonesia untuk mengintegrasikan keterampilan digital dan wawasan lingkungan (green skills) ke dalam kurikulum pendidikan kejuruan.

“Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di pasar global, sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan”, ujar Agus Setiawan.

Partisipasi aktif Dr. Agus Setiawan dalam workshop ini menegaskan komitmen UPI dan Indonesia untuk berkontribusi dalam dialog global mengenai masa depan pendidikan vokasi. Forum ini diharapkan dapat memperkuat jaringan antar lembaga UNEVOC di Asia dan merancang inisiatif TVET yang menjanjikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

Workshop ini mengangkat tema besar “Digitalization and Green Skills in TVET: Policy, Leadership, and Practice” (Digitalisasi dan Keterampilan Hijau di TVET: Kebijakan, Kepemimpinan, dan Praktik). Tujuannya adalah untuk berbagi kebijakan terkini dan praktik terbaik terkait pendidikan vokasi, khususnya dalam merespons tuntutan era digital dan ekonomi hijau.

Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari pimpinan universitas, direktur lembaga vokasi, dan perwakilan dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Hong Kong, Filipina, Mongolia, Malaysia, Myanmar, dan Thailand. Kehadiran Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., yang juga merupakan Koordinator UNEVOC Centre-Indonesia, tidak hanya mewakili UPI tetapi juga membawa suara Indonesia di panggung pendidikan vokasi internasional.

Kegiatan selama dua hari ini diisi dengan seminar pada hari pertama dan kunjungan lapangan (field visit) pada hari kedua. Para peserta berkesempatan mengunjungi Seoul Robotics High School dan National Folk Museum of Korea untuk melihat secara langsung praktik pendidikan inovatif di Korea Selatan.

Kontributor: Yuyun Rohayati
Editor: DN