Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memperkuat sinergi melalui pengarahan Program Penguatan Profesional Kependidikan (PROBIDIK) GEMA Jabar. Langkah strategis ini diluncurkan untuk merespons persoalan mendesak terkait krisis dan kekurangan tenaga pendidik di sekolah-sekolah se-Jawa Barat.

Pengarahan program yang ditujukan bagi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Guru Pamong ini digelar di Gedung Achmad Sanusi, Balai Pertemuan Universitas (BPU) UPI, Bandung, Jumat (14/8/2026). Agenda penting ini dihadiri oleh Rektor UPI, jajaran Wakil Rektor, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, dosen pembimbing, hingga ratusan guru pamong dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Berbeda dengan praktik kependidikan konvensional, PROBIDIK GEMA Jabar mengusung pola penempatan mahasiswa yang disesuaikan langsung dengan peta pemetaan kebutuhan sekolah di 27 kabupaten/kota.

Direktur Pendidikan UPI, Dr. rer. nat. Asep Supriatna, M.Si., menjelaskan bahwa program ini merupakan evolusi dari praktik mengajar yang selama ini berjalan.

“Perbedaannya, penempatan mahasiswa kini diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat dengan mempertimbangkan kebutuhan riil sekolah,” terang Asep.

Pada tahap pertama yang berlangsung hingga Desember 2026 (sekitar enam bulan), sebanyak 1.130 mahasiswa UPI akan diterjunkan ke 363 sekolah. Proses pendampingan lapangan akan diperkuat oleh 345 dosen pembimbing lapangan dan 745 guru pamong.

Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa praktik bukan untuk menggantikan posisi guru yang ada, melainkan menjalankan kewajiban akademik sembari membantu mengisi kekosongan proses pembelajaran.

“Kita tidak rela melihat anak-anak sekolahnya ada, kelasnya ada, tetapi gurunya tidak ada. Daripada kita mengeluh dan menyalahkan pihak lain, mari kita menjadi bagian dari solusi,” tegas Prof. Didi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dr. H. Purwanto, S.Pd., M.Pd., membeberkan data bahwa Jawa Barat saat ini mengalami kekurangan guru hingga 5.041 orang. Kondisi ini diperparah dengan angka pensiun yang mencapai sekitar 1.100 guru per tahun, sementara kuota pengangkatan guru baru belum memadai.

Purwanto menyambut baik penerjunan 1.130 mahasiswa UPI ini karena dapat langsung membantu mengurangi beban pembelajaran di sekolah-sekolah yang krisis pengajar, tanpa mengganggu hak jam sertifikasi guru yang sudah ada.

Selain mengatasi kelangkaan guru, kerja sama ini menawarkan konsep saling menguntungkan (mutual benefit). Pemprov Jabar mendorong agar sekolah-sekolah lokasi praktik dapat dimanfaatkan sebagai living lab (laboratorium hidup) bagi civitas akademika UPI.

“Ini saling menguntungkan. Kita punya living lab sekolah, UPI punya mahasiswa yang harus melaksanakan praktik, dan ini juga bisa menjadi lahan penelitian bagi dosen maupun mahasiswa magister dan doktor,” tambah Purwanto.

Melalui PROBIDIK GEMA Jabar, UPI dan Pemprov Jawa Barat optimistis dapat membangun model praktik kependidikan yang presisi dan berdampak nyata. Evaluasi berkala akan berfokus pada efektivitas layanan pembelajaran serta capaian belajar siswa sebagai pijakan pengembangan program di masa mendatang. (RK)