English
Indonesia

Perjalanan Amelia, Mahasiswa UPI Bersama PT. Paragon : MBKM MSIB Membangun Diri untuk Tumbuh dan Bermanfaat 

23 Jul 2024 • Humas UPI

Hi Everyone! I’m Amelia and I wanna share my story as a Customer Business Development Intern at PT Paragon Technology and Innovation

Amelia, merupakan mahasiswa angkatan 2021 dari Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia. Menjadi salah satu mahasiswa yang diterima dalam program MSIB Batch 6 telah memberinya banyak kesempatan untuk belajar dan berkembang. Posisinya pada program MSIB Magang Bersertifikat Batch 6 di PT Paragon Technology adalah sebagai Cirebon – Assistant Customer Business Development Intern. 

Berawal dari rasa penasarannya saat itu berada di semester empat tentang program MBKM karena melihat kakak tingkat banyak mengikuti program ini. Amelia tertarik dan mulai mencari informasi lebih lanjut tentang MBKM sekaligus sebagai persiapan saya di semester selanjutnya. Pihak kampus dan juga prodi sangat mendukung mahasiswa-nya untuk mengikuti MBKM, sehingga banyak memberikan informasi dan sosialisasi tentang kebijakan program MBKM terbaru. 

Setelah itu, ia mengikuti akun instagram resmi Kampus Merdeka dan Magang Merdeka untuk mengetahui informasi dan timeline kegiatan. Memasuki semester 5, pihak Kampus Merdeka sudah mulai bersiap untuk membuka program dan mengadakan sosialisasi. Setelah berdiskusi dengan berbagai pihak dan mengenali diri sendiri, saya memutuskan untuk mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MISB) karena sesuai dengan arah minat ke depannya. Pendaftaran program MSIB Batch 6 dibuka pada akhir bulan Oktober 2023, ia mulai menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan sebelum mendaftar ke mitra perusahaan. Persiapan jangka panjang seperti pengalaman dan sertifikat organisasi sudah dikumpulkan  dan bisa dicantumkan ke dalam CV. 

Setelah itu, Amelia melakukan persiapan jangka pendek seperti membuat CV, mengumpulkan data pribadi yang dibutuhkan, transkrip nilai, dan mengajukan SR SPTJM digital sebagai syarat untuk mendaftar kegiatan MSIB. Semua persiapan dilakukan sebaik dan semaksimal mungkin agar mendapatkan panggilan dari mitra dan mendapatkan hasil yang terbaik. Setelah semua syarat terpenuhi, ia memanfaatkan 22 kuota yang diberikan untuk mendaftar ke perusahaan impian dan perusahaan yang relevan dengan minat dan kemampuan saya. Pendaftaran ditutup dan proses selanjutnya adalah seleksi dan offering oleh mitra.

Setelah melakukan tes dan interview dengan beberapa mitra, akhirnya Amelia mendapatkan offering dari PT Paragon Technology and Innovation untuk posisi Customer Business Development. Untuk proses seleksi yang diadakan Paragon terdiri dari CV Screening, online test, dan interview user. Setelah lolos CV Screening, Paragon akan menghubungi mahasiswa via email untuk tahapan berikutnya yaitu online test. Tes yang ia kerjakan terdiri dari dua jenis yaitu Self Assessment dan psychological Assessment. Setelah lolos pada dua tes tersebut, Paragon menghubunginya kembali via email untuk jadwal dan link interview yang akan dilakukan bersama user atau karyawan yang akan menjadi mentornya. Tahap terakhir adalah interview dengan topik pertanyaan yang tidak jauh berbeda dari interview pada umumnya. 

Jika lulus pada semua tahapan, pihak Paragon akan mengirimkan email tentang offering yang berisi penjelasan jam kerja dan konfirmasi kepada mahasiswa apakah akan menerima atau menolak offering tersebut. Perasaannya saat mendapatkan email offering magang dari Paragon pastinya kaget, senang, dan sangat bersyukur karena bisa lolos di perusahaan impiannya. Amelia langsung memberikan balasan email berupa konfirmasi bahwa saya menerima offering tersebut dan pada esok harinya dikirimkan offering official melalui Kampus Merdeka. Menjadi salah satu dari 216 mahasiswa yang diterima dari 43.309 pelamar dan menjadi bagian dari salah satu perusahaan FMCG terbesar di Indonesia membuatnya selalu merasa bersyukur karena banyak mempelajari beberapa keterampilan dan wawasan baru yang berharga, mempelajari hal-hal baru setiap hari dan berkembang sebagai seorang profesional.

Posisinya pada program MSIB Magang Bersertifikat Batch 6 di PT Paragon Technology adalah sebagai Cirebon – Assistant Customer Business Development Intern. Posisi ini merupakan posisi di mana mahasiswa akan melaksanakan praktik kerja secara langsung di lingkungan Distribution Center. Saya mendapatkan pengalaman dengan terlibat secara langsung dalam proses bisnis dan cara kerja CBD untuk mengembangkan strategi pemasaran, mulai dari bertemu klien, menganalisa data bisnis, membuat promo, menciptakan dan mengaktifkan permintaan. Amelia juga mengerjakan projek riil yang berkaitan dengan CBD. Selama menjalani kegiatan magang selama kurang lebih lima bulan, banyak pengembangan kompetensi yang sudah dirasakan yaitu tentang Project Management, Collaboration Skill, Problem Solving, Communication Skill, dan Analytical Skill. Saya juga berkontribusi dalam menyiapkan kegiatan internal perusahaan, seperti ulang tahun Paragon, Buka Bersama, dan Halal Bihalal.

Lima bulan terasa singkat. Pada akhirnya ia harus kembali lagi ke kampus untuk menyelesaikan kuliahnya. Banyak pengalaman yang ia dapatkan selama mengikuti magang di Paragon yang tentunya akan menjadi bekal kedepannya dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Paragon mengajarkannya agar tumbuh untuk bermanfaat karena kita akan berguna jika kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Harapannya tentang program MBKM, khususnya MSIB adalah semoga program tersebut bisa terus berjalan. Karena MSIB merupakan salah satu program Kampus Merdeka yang bertujuan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mencari pengalaman di dunia nyata. Harapannya dengan adanya program MSIB ini dapat mengurangi kesenjangan antara ketersediaan SDM Berkualitas dengan Permintaan Industri. Dengan mengikuti program MSIB, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman kerja dan menyelesaikan proyek nyata, serta dapat terlibat langsung dalam proses bisnis dan usaha di berbagai mitra yang telah bekerja sama dengan pihak Kampus Merdeka.

Tim PPK Ormawa BAQI UPI Tasikmalaya 2024 Melaksanakan Opening dan Sosialiasasi Program PORJI di Desa Kamulyan

22 Jul 2024 • Humas UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kampus Tasikmalaya kembali mengukir prestasi dengan lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) tahun 2024. Keberhasilan ini mengantarkan organisasi mahasiswa Belajar Al Qur’an Intensif (BAQI) UPI Tasikmalaya dalam menjalankan program inovatif Desa Cerdas dengan judul “PORJI: Pojok Literasi berbasis Socioedupreneur untuk Mewujudkan Masyarakat yang Mandiri Berakhlak Qur’ani di Desa Kamulyan”.

Program PORJI (Pojok Literasi Religi) hadir sebagai solusi cerdas dalam meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat Desa Kamulyan terhadap nilai-nilai keagamaan. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk memberdayakan potensi dan kreativitas masyarakat melalui berbagai kegiatan pelatihan, pendampingan, dan edukasi yang terstruktur. Program PORJI dibagi menjadi 7 pojok yang meliputi aspek sosial, aspek edukasi, dan aspek kewirausahaan. Aspek sosial mencakup 2 pojok yaitu PESAT (Perempuan Sejahtera dan Tangguh) dan SIDAK (Sistem Dakwah Digital). Aspek edukasi mencakup 3 pojok yaitu GERMAS (Gerakan Memakmurkan Masjid), LARAS (Literasi Seni Islami), dan KASEP (Kelas Edukasi Parenting). Aspek kewirausahaan mencakup 2 pojok yaitu SERUNI (Seruan Edukasi Petani) dan WIRASA (Wirausaha Desa). Selain itu terdapat Paguyuban PORJI merupakan kelembagaan desa yang dibentuk untuk memperkuat keberlanjutan program serta Festival PORJI merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengukur kesuksesan program melalui kegiatan pameran dan perlombaan masyarakat.

Pada tanggal 9 Juli 2024, tim PPK Ormawa BAQI UPI Tasikmalaya menggelar acara Opening dan Sosialisasi Program PORJI di GOR Desa Kamulyan, yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting, yaitu Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI Tasikmalaya, Dosen Pembimbing PPK Ormawa BAQI UPI Tasikmalaya, Kepala Desa Kamulyan beserta jajarannya, Ketua MUI Kecamatan dan Desa Kamulyan, Ketua BPD, Ketua LPM, Pemuda Karang Taruna, Kelompok Tani, Ketua Salimah, Ibu-Ibu PKK, Ketua RT/RW, dan Tim PPK PORJI BAQI UPI Tasikmalaya. Sebelumnya

Dukungan penuh dari Kepala Desa Kamulyan, Pak Jajang Jasmara, tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa menjadi suntikan energi bagi tim PPK BAQI UPI Tasikmalaya. Beliau menyampaikan harapannya agar program PORJI dapat membawa perubahan positif bagi Desa Kamulyan.

“Adik-adik mahasiswa, masyarakat, dan perangkat desa harus sama-sama cerdas, bertanggung jawab, dan saling memberikan manfaat. Kita harus bersama-sama membangun Desa Kamulyan menjadi desa yang cerdas, mandiri, dan berakhlak Qur’ani” ujar pak Jajang Jasmara selaku Kepala Desa Kamulyan. Diungkapkan juga oleh Pak Tb. Moh. Irma Ari Irawan sebagai dosen pembimbing bahwa dukungan dari berbagai pihak merupakan hal yang sangat penting untuk mewujudkan kesuksesan dan keberlanjutan program. Tim pelaksana PPK Ormawa BAQI UPI Tasikmalaya 2024 berharap bahwa program PORJI akan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kamulyan. Melalui pelatihan, pendampingan, dan edukasi yang terarah, program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi religi, keterampilan, dan kemandirian masyarakat.

Pada akhirnya, PORJI diharapkan mampu mewujudkan Desa Kamulyan yang cerdas, mandiri, dan berakhlak Qur’ani, sesuai dengan visi dan misi program ini.

Masa Pendidikan akan terus Berlangsung-PENDIDIKAN DAN PELATIHAN LANJUTAN KSR PMI Unit UPI Ke XXXVIII

22 Jul 2024 • Humas UPI

Pada Bulan Januari 2024, Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Pendidikan Indonesia (KSR PMI UPI) telah mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DILATSAR) yang ke 38. Sebanyak 24 Anggota Muda yang telah mengikuti DIKLATSAR XXXVIII kembali meneruskan perjuangan lanjutannya pada Pendidikan dan Pelatihan Lanjutan (DIKLANJUT) XXXVIII. Kegiatan ini merupakan bentuk pengaderan lanjutan bagi Anggota Muda KSR PMI Unit UPI untuk melanjutkan dan meneruskan perjuangan kerelawanan serta untuk mempersiapkan anggota yang kompeten dalam bidang organisasi. Selain itu, masa pendidikan ini bertujuan untuk membentuk karakter anggota yang sesuai dengan kepalangmerahan dan berjiwa kekeluargaan.

DIKLANJUT XXXVIII dilakukan selama Bulan Juni yang dibuka pada tanggal 8 Juni 2024 di Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini terdiri atas beberapa rangkaian yaitu, Bimbingan Anggota Muda (BAM), Evaluasi praktik, DIKLANJUT Lapangan dan Pengukuhan yang bertempat di Universitas Pendidikan Indonesia, PMI Kota Bandung, dan Jayagiri Lembang. Masa Bimbingan Anggota Muda dan Evaluasi Praktik berlangsung dari tanggal 8-24 Juni 2024. Kegiatan DIKLANJUT Lapangan dilaksanakan pada tanggal 28-30 Juni 2024.

DIKLANJUT XXXVIII mengusung tema “Mengasah Keterampilan dan Komitmen Pendidikan untuk Regenerasi yang Beretika dan Berkualitas” dengan tujuan utama untuk mengkader anggota muda menjadi anggota biasa KSR PMI Unit UPI. Selain mengukuhkan Anggota Muda menjadi Anggota Biasa, kegiatan ini juga menjadi prasyarat bagi para anggota untuk mengikuti kegiatan ujian sertifikasi dasar. “Kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan kualitas Anggota Muda baik dalam segi kepalangmerahan maupun keorganisasian; Mengasah keterampilan dan komitmen anggota muda melalui pendidikan untuk regenerasi yang beretika dan berkualitas: dan, mengikutsertakan anggota muda untuk sertifikasi dasar” ucap Tuti Handayani, selaku ketua pelaksana DIKLANJUT XXXVIII KSR PMI Unit UPI.

Alhamdulillah, pada 30 Juni 2024 sebanyak 24 Anggota Muda telah dikukuhkan dan dilantik menjadi Anggota Biasa yang berkualitas baik dalam segi kepalangmerahan maupun keorganisasian oleh Arsila Khoirunnisa selaku Ketua Umum KSR PMI Unit UPI. “Alhamdulillah telah dikukuhkan dan akan segera dilantik 24 Anggota Muda menjadi Anggota Biasa. Perjalanan yang tidak singkat dan selesai sudah kewajiban pendidikan anggota selama 120 jam. Izinkan saya selaku Ketua Umum KSR PMI Unit UPI melantik 24 Anggota Muda menjadi Anggota Biasa berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum dan Membacakan Hak dan Kewajiban Anggota Biasa yang tertera di dalam AD/ART yang harus diketahui dan dijalani oleh Anggota Biasa”, ucap Arsila ketika akan melantik Anggota Muda yang sudah dikukuhkan. Acara pelantikan bertempat di Gedung Geugeut Winda Universitas Pendidikan Indonesia. Acara ini dihadiri oleh dr. Lucky Angkawidjaja Roring, M.Pd., AIFO selaku pembimbing KSR PMI Unit UPI.

Kewajiban pendidikan untuk memenuhi 120 jam sudah selesai ditempuh. Namun, bukan berarti masa pendidikan sudah berakhir. Pendidikan akan dan harus terus berlangsung karena manusia yang hidup adalah manusia yang tidak pernah berhenti belajar dan tidak ada kata berhenti untuk terus berlatih. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, terkhusus sivitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia dan PMI Kota Bandung. Tidak lupa, terima kasih banyak kepada seluruh panitia pelaksana Pendidikan dan Pelatihan Lanjutan XXXVIII KSR PMI Unit UPI atas segala kerja keras, kerja sama, dedikasi waktu, tenaga, dan pikirannya untuk menyukseskan pengkaderan ini.

(KSR PMI Unit UPI)

Pelatihan Membaca Buku Teks Multimoda bagi Guru Penggerak di Provinsi Bali

22 Jul 2024 • Humas UPI

Komunikasi dewasa ini menjadi semakin rumit seiring dengan berkembang pesatnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pesan yang dulunya disampaikan melalui moda yang lebih sederhana, kini menjadi kian kompleks dengan hadirnya beragam pilihan moda yang dapat digunakan. Cerita yang dahulu disampaikan melalui moda lisan (verbal) saja, sebagai contohnya, kini banyak hadir dalam kombinasi moda yang lebih beragam, yang dapat melibatkan gambar, teks, dan yang muncul dalam bentuk buku cerita, komik,novel, film, animasi hingga ragam tayangan multimoda yang muncul di berbagai platform media sosial.

Pemahaman dan keterampilan untuk memaknai beragam teks multimoda ini ternyata tidak hanya dibutuhkan oleh khalayak umum, tetapi juga diperlukan secara nyata oleh mereka yang bergerak dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, dalam rangka turut meningkatkan kemampuan guru Bahasa Inggris dalam memahami buku teks multimoda yang digunakan dalam pembelajaran di kelas, tim program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis Kepakaran Bidang Ilmu dari Prodi Bahasa dan Sastra Inggris yang diketuai oleh Dr. Budi Hermawan, M.P.C. beserta anggota tim yang terdiri atas Isti Siti Saleha Gandana, M.Ed. Ph.D., Riesky, M.Ed., Ernie D. A. Imperiani, M.Ed., Ayu Fitri Kusumaningrum, M.A., dan Susi Septaviana, M.Pd., Ph.D., melaksanakan kegiatan pelatihan membaca buku teks multimoda di bawah payung pelatihan penguatan literasi bagi guru penggerak di Provinsi Bali.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama merupakan pelatihan secara luring di mana 20 guru penggerak Bahasa Inggris di provinsi Bali mendapatkan pelatihan secara langsung terkait konsep dasar multimodalitas, contoh dan karakteristiknya, beserta alasan mengapa kemampuan memaknai teks multimoda penting dalam konteks pembelajaran.

Sesi ini dilaksanakan di Auditorium BGP Denpasar Bali, pada tanggal 28 Juni 2024. Ketua tim program PkM ini, Dr. Budi Hermawan, M.P.C. menggarisbawahi bahwa “Untuk dapat menangkap makna secara lebih utuh, pembacaan terhadap buku teks multimoda perlu dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai dengan prinsip-prinsip yang dapat dipertanggungjawabkan.” Lebih lanjut dia mengatakan bahwa “Keterampilan membaca teks multimoda menjadi penting karena secara eksplisit diamanatkan dalam capaian pembelajaran pada kurikulum nasional pelajaran Bahasa Inggris.” Oleh karena itu, para guru sudah sepatutnya memiliki kemampuan dan keterampilan untuk dapat mengungkap makna yang terkandung dalam beragam teks pembelajaran yang terdiri atas kombinasi beragam moda tertentu.

Penguatan dan motivasi turut pula disampaikan oleh Kepala BGP Provinsi Bali, Dr I Wayan Surata, M.Pd.  Dia menegaskan bahwa kunci keberhasilan guru dalam mengajar adalah kompetensi yang dimilikinya. Apabila para siswa diajar oleh guru yang berkompetensi tinggi, maka peluang mereka untuk bisa berkembang pesat pun akan sangat terbuka. BGP Bali, sambungnya, akan mendukung bentuk kerja sama apa pun yang dapat memberikan manfaat yang memang dapat berkontribusi terhadap pengembangan keterampilan guru yang berada di wilayahnya.

Pada tahap pertama ini, di sesi luring tatap muka langsung, para guru mendapatkan pemaparan materi mengenai apa itu teks multimoda, jenis-jenis teks multimoda, dan mengapa keterampilan membaca teks multimoda itu penting. Berdasarkan hasil evaluasi awal, pengetahuan para guru terhadap teks multimoda dan cara memaknainya masih terbilang basic. Pada kesempatan ini, pelatihan diberikan agar para guru penggerak tersebut mendapatkan penguatan terhadap pemahaman dasar mereka sekaligus memahami alasan kuat mengapa keterampilan ini menjadi sangat diperlukan untuk pembelajaran.

Para guru nampak sangat antusias mengikuti program pelatihan ini bahkan beberapa pertanyaan pun muncul terkait permasalahan dalam memaknai teks multimoda yang selama ini sebetulnya sering digunakan dalam pembelajaran di kelas.

Pada tahap kedua yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom meeting pada tanggal 7 Juli 2024, para peserta mendapatkan materi pelatihan mengenai dua moda utama dalam teks multimoda  (dengan fokus pada moda verbal dan visual) beserta cara pembacaannya. Di sesi inilah para guru dapat mempraktikkan prinsip-prinsip penting dalam membaca buku teks multimoda melalui kegiatan terbimbing.

Di sesi ini pemaparan difokuskan pada bagaimana teks multimoda dengan memahami konsep “intersemiosis” dari moda yang terlibat dalam teks. Untuk dapat membongkar makna dari kombinasi moda tersebut, peserta pelatihan dipandu untuk melakukannya melalui upaya menjawab serangkaian guiding questions yang kemudian akan mengarahkan mereka untuk dapat memahami elemen penting yang kemudian berperan dalam pembentukan makna. Dari tahapan ini mereka kemudian belajar untuk melakukan sintesis terhadap hasil pemaknaan dua moda (verbal dan visual) yang telah dipelajari.

Tak jauh berbeda dengan sesi pertama yang dilakukan secara luring di Bali, di sesi daring melalui Zoom meeting pun antusiasme dan keingintahuan guru terlihat cukup tinggi. Komentar dan pertanyaan yang disampaikan guru cukup bersifat kritis dan umumnya sangat teknis karena dihubungkan dengan kondisi mengajar mereka di lapangan. Pertanyaan berkaitan dengan bagaimana apabila perangkat audio-visual sekolah tidak menunjang, hingga pengamatan para guru terhadap kondisi anak SMP dewasa ini yang memang relatif tergolong generasi digital native pun turut mewarnai jalannya tanya jawab dan diskusi aktif yang terjadi selama pelatihan ini.

Sebagai bentuk evaluasi, guru pun diberikan penugasan mandiri terstruktur untuk mencoba membuat contoh teks multimoda berbentuk poster, dengan tema anti bullying. Mereka diarahkan untuk mencoba memadupadankan moda verbal dan visual dengan komposisi dan modifikasi yang pas untuk menghasilkan makna dan pesan yang diharapkan.

Kegiatan seperti ini, walaupun dalam cakupan yang tidak terlalu besar, diharapkan mampu memberikan manfaat bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan guru terkait membaca buku teks multimoda. Kerja sama yang dilakukan dengan Balai Guru Penggerak Provinsi Bali semoga dapat pula dikembangkan dan diperluas dengan jaringan guru lainya di Indonesia.

Oleh:  Riesky dan Ernie D. A. Imperiani

UPI dan BPIP : Penguatan Kerjasama Dibidang Pemahaman Ideologi Pancasila

19 Jul 2024 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia menerima kunjungan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada hari Kamis, 18 Juli 2024 di gedung Partere Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Kunjungan tersebut dalam rangka penandatanganan MoU kerjasama antara UPI dengan BPIP.

Penandatangan MoU dilakukan langsung oleh kepala dari BPIP yaitu Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D  sementara dari pihak UPI diwakili oleh Wakil Rektor UPI Bidang Riset, Usaha dan Kerja sama Prof. Dr, Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A.

Kesepakatan yang tercantum dalam naskah Kerjasama tersebut diantaranya, Sosialisasi dan pengembangan inovasi pemberdayaan nilai-nilai pancasila, Pelaksanaan kajian dan hilirisasi terkait kebijakan, Pancasila sebagai dasar negara, maka regulasinya harus memilki kandungan nilai pancasila dan tidak boleh bertentangan dengan pancasila, Penyelengaraan seminar dan lokakarya, diskusi kelompok berkumpul dan kegiatan ilmiah lainnya yang berkaitan dengan pancasila. pada saat ini BPIP sedang menulis jurnal, ini dapat dipergunakan untuk para peneliti dan penggali nilai-nilai pancasila dapat menjadi ruang dan disamapaikan dalam jurnal tersebut, dan Kolaboarasi dalam penyelengaraan pendidikan, pelatihan dalam bidang ideologi pancasila  seperti menyelenggarakan kegiatan kuliah umum dibeberapa daerah 3T disluruh wilayah Indonesia.

Menurut Prof. Bunyamin, UPI yang dulunya berdiri dengan nama PTPG sudah sangat familiar dengan pendidikan kewarganegaraan dan hukum. Jadi sudah lebih dari 70 tahun kebelakang.

“UPI sudah memiliki lulusan yang mengajar tentang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Makanya hingga sekarang UPI tidak henti-hentinya mencetak lulusan yang membawahi bidang keilmuan Pendidikan Pancasila dari mulai dosen hingga guru”, ujar Prof. Bunyamin.

Dijelaskan Prof. Bunyamin, saat ini Sekolah Pascasarjana UPI telah memiliki program studi pendidikan karakter pancasila, jadi kita sangat menyambut baik dengan adanya penandatanganan kerjasama ini. Karena kami dari dulu memiliki pakar yang konsen di bidang pancasila dan diharapkan dapat membantu juga pengembangan semua hal yang terkait dengan pancasila di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Ir. Prakoso, M.M selaku Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP menjelaskan bahwa berdasarkan perpres no.7 tahun 2018 BPIP mempunyai tugas membantu presiden dalam memutuskan dan mengarahkan terkait pengembangan ideologi pancasila terhadap seluruh warga negara Indonesia. Dari jumlah penduduk Indonesia yang pada saat ini mencapai sekitar 270 juta kurang lebih, maka daripada itu BPIP tidak bisa sendiri untuk melakukan pengembangan terkait ideologi pancasila untuk seluruh rakyat Indonesia.

BPIP berinisiasi melakukan kerjasama dengan UPI yang merupakan salah satu perguruan tinggi berbadan hukum yang menyelenggarakan kegiatan akademik yang berbadan hukum, maka dari itu setiap hal yang terkait dari mulai pengabdian kepada masyarakat hingga hal lainnya semoga dapat berkembang lebih baik lagi dan dapat menanamkan karakter pancasila kepada warga negara indonesia. pungkas Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP.

Ia berharap dengan adanya kerjasama ini dapat membantu menambah beberapa pakar yang harus turun membantu merumuskan bagaimana arah pengembangan dari ideologi pancasila tersebut. Serta menjadi jalan guna untuk pengembangan dan sosialisai terkait ideologi pancasila ini dapat berjalan dengan mudah dan lancar. (RI)

Pencarian