English
Indonesia

Personal Branding

07 Jun 2024 • Humas UPI

Akhir-akhir ini jagat UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) sedang diramaikan oleh gencarnya sosialisasi eksistensi keberadaan radio UPI oleh Humas (Hubungan Masyarakat) UPI. Hampir setiap hari update segmen dan publikasi “pendengar setia radio UPI” lengkap dengan hadiah minuman dan makanan ringan sambil memegang text props set bertuliskan bagi Pendengar Setia Radio UPI.

Kampanye radio UPI memang patut diacungi dua jempol, karena mampu menyalakan kembali semangat menyiarkan informasi dari kampus untuk kampus dan bahkan melalui streaming kemudahan akses yang jelas bisa diakses dari luar kampus sekalipun lintas benua.

Meregresi ke masa SMA, ketika saya pernah menjadi penyiar segmen Zevit C High School High announcer di radio Ardan FM, saya mengamati hari-hari penyiar itu sungguh santai, tidak ada yang tahu betapa berantakannya penampilan kita saat siaran. Belum mandi, tidak sisiran atau memakai pakaian rumahan dan sendal jepit pun pendengar tidak akan tahu. Toh yang mereka simak hanya suara yang mengudara. Bahkan berkali kali imaji pendengar dimainkan lewat suara penyiar yang renyah dan “ngangenin” tapi ketika berjumpa langsung di luar ekspektasi imaji. Itu biasa. Hal yang lumrah karena justru inilah pembeda abadi radio dengan audiovisual lain.

Radio dominan mengasah imajinasi dan dapat disimak bahkan ketika memasak, berkendara, belajar, berkebun dan pekerjaan multitasking lainnya dapat dilakukan sambil mendengarkan radio.

Hal yang berbeda dengan ketika pengalaman menjadi presenter televisi TPI di Unisba kala itu, paling tidak seorang presenter berita perlu menyiapkan penampilan 1 jam sebelum ambil gambar dan live siaran berita. Belum lagi menghafalkan poin penting 5 W 1 H berita yang disiarkan.

Ciri khas pembeda abadi radio yang “imaji” ini sekarang mulai berangsur hilang karena adanya live streaming atau fitur yang terkoneksi dengan platform youtube channel dengan hanya menekan tombol “Go Live“. Jadilah semua lembaga maupun perorangan kini bisa punya televisi sendiri. Begitu pun kampus UPI. Bersamaan dengan disiarkannya radio UPI tayang juga di TVUPI.

Radio kini tidak lagi punya pembeda abadi, yang memanjakan telinga dan membuat penasaran pendengar tentang sosok yang berbicara di udara. Kalau Anda lebih suka mendengarkan radio saja, atau mendengarkan radio sekaligus menonton siarannya di live streaming?

Resonansi tak pernah bekerja sendirian, seolah “dream come true” ketika di masa pandemi dulu sempat terlintas dalam batin saya “kayaknya enak ya kalau jadi host podcast tapi khusus yang diwawancara di podcast nya itu profesor…sisi lain kehidupannya profesor”, jangan sampai profesi terhormat ini kalah pamor dengan artis, musisi, dokter, atau pustakawan yang ahli otomotif itu!

Pasti banyak “daging” yang bisa dieksplorasi dari sosok profesor di Indonesia. Hal ini bukan tanpa alasan, seringkali saya duduk menyimak biografi pengukuhan guru besar hingga pidato kepakaran para guru besar itu memang menginspirasi. Mestinya ini menjadi tontonan masyarakat kita. Supaya mereka tahu bahwa pendidikan bisa mengubah takdir dan nasib seseorang. Makna Allah mengangkat derajat orang berilmu itu ya ini lho buktinya…sederhananya begitu!

Gayung bersambut, kabar baiknya UPI saat ini punya podcast. Luar biasanya, bukan profesor yang menjadi tamunya untuk “digali” tapi hostnya adalah profesor. Kira-kira, kalau host-nya profesor berasa sedang ujian kelulusan tidak ya? Seloroh saya membatin. Semoga saja Prof. Drs. Suhendra, M.Ed., Ph.D., sebagai host yang juga menjabat sebagai kepala humas UPI bisa membawakannya dengan “personal branding” yang kuat dan berkarakter dalam dunia podcast seperti sebut saja Deni Sumargo, Deddy Corbuzier dan silakan sebut host podcast favorit anda lainnya!

Menariknya, bicara soal “personal branding“. Sehari sejak beredarnya pesan umum yang dibagikan khusus sebagai informasi adanya properti podcast baru sekaligus tawaran menjadi tamu di podcast TVUPI oleh pak Dadi Mulyadi, MT, kepala TV UPI. Pesan broadcast yang mengandung penekanan bahwa podcast sebagai sarana “personal branding“. Tepat sekali!

Sebenarnya apa sih “personal branding” itu? Sederhananya, kita mau dikenal orang sebagai apa atau siapa. Mirip seperti kalau saya menyebut nama “H. Roma Irama”, spontan anda menyatakan beliau siapa? Rata-rata menjawab “raja dangdut”. Nah, artinya personal branding beliau sebagai raja dangdut.

Lalu anda ingin orang ingat anda sebagai apa atau siapa?

Tentunya, personal branding “raja dangdut” tidak sekonyong konyong melekat pada bang haji Roma kan? Perlu upaya membangun merek dirinya tersebut. Sekalipun beberapa kali dalam perjalanan hidupnya ditempa masalah pribadi, namun publik tetap menyebutnya “raja dangdut” karena karyanya.

Bisakah seorang peneliti, dosen atau akademisi punya personal branding? Tentu bisa! Siapapun individunya bisa membangun personal branding ini. Membangun personal branding dengan memasarkan diri sendiri dan karier sendiri sebagai merek.

Termasuk bagaimana Anda menampilkan diri kepada dunia, baik secara profesional maupun pribadi, dan bagaimana membangun citra yang konsisten dan positif. That’s it!

Ketika saya membangun personal branding susan motherpreneur dan berkembang ke biblioterapis/biblioterapi, disana saya mengalami fase mengenal identitas diri. Ada proses dimana saya mencoba merefleksikan siapa diri saya, value-nya apa, kekuatan dan kelemahan diri, juga apa sih yang membedakan “pembeda abadi” saya dengan orang lain. Ada pepatah Arab mengatakan man arafa nafsahu faqad arafa Robbahu kurang lebih maknanya siapa mengenal dirinya, dia mengenal penciptanya. Jadi hal mendasar yang perlu kita gali untuk membangun personal branding adalah mengenal diri sendiri, misi penciptaan diri kita ini apa? bisa dilihat dari cetak biru dominasi otak kita yang secara praktis membantu. Misalnya sebut saja STIFIn mesin kecerdasan. Ini bahkan sudah mulai dites sejak usia 3 tahun. Sayangnya saya baru tes setelah kuliah S2, pertama kali booming di tahun 2010/2011.

Selanjutnya, saya mulai menentukan tujuan jangka pendek dan panjang, sambil membuat pernyataan “saya ingin orang lain melihat saya bagaimana?” Itu dicatat, dilist satu per satu. Sejak itu afirmasi yang sengaja ditulis tadi otomatis membimbing kepada perilaku: cara berpakaian, cara berkomunikasi dan cara berinteraksi dengan orang lain.

Disadari atau tidak, ranah media sosial pun turut membangun citra diri untuk memperkuat track record saya sesuai yang saya list sebelumnya.

Postingan tampilan kehadiran saya di media sosial dengan biblioterapi, misalnya. Itu menanamkan personal branding ke khalayak. Termasuk ketika Anda mulai menantikan “tulisan ringan di akhir pekan” dari saya, berarti Anda sudah menjadi penikmat konten tulisan biblioterapi saya…hehehe.

Di saat orang lain ngonten lewat video tiktok, IG, youtube, kenapa saya masih di jalur penulisan? Bukankah orang sudah malas baca panjang-panjang? Boleh jadi demikian, membaca tidak tuntas…atau sekedar baca judul..baru seperempat tulisan sudah nyerah. Ya itu masalahnya ada pada anda sebagai pembaca. Saya menulis untuk membangun nilai saya sendiri.

Dalam biblioterapi, menulis menjadi salah satu spektrum merefleksi diri, dan sarana pengalihan diri yang memberdayakan. Lagi-lagi ketika tulisan saya dibagikan, dibaca dan dirindukan, maka secara tidak langsung saya sedang membangun dan memelihara hubungan profesional atau pribadi yang menjadikan biblioterapi sebagai “mainan” yang mendukung personal branding saya.

Pembaca yang setelah membaca tulisan ringan akhir pekan kemudian saling membangun makna bersama. Meski hanya merespon dengan simbol, tanpa kalimat. Terima kasih telah menjadi bagian penting dari personal branding ini.

Di tulisan ringan akhir pekan perdana yang berjudul “sebelum terlanjur pikir-pikirlah dulu”, ternyata mendapat sambutan positif dari teman-teman pembaca. Hingga saya angkat topi juga kepada Dr. Hana Silvana, M.Si. selaku kepala seksi layanan informasi publik Humas UPI
yang tiba-tiba menghubungi untuk izin memuat tulisan saya, “Bu, tulisan yg di share di grup Dosen kurtek boleh Saya upload di opini berita upi yaa. Sangat menginspirasi👍”. Sejurus kemudian beliau mengonfirmasi bahwa tulisannya telah dimuat di website https://berita.upi.edu/sebelum-terlanjur-pikir-pikirlah-dulu/pada rubrik opini. Menyusul tulisan kedua yang bertajuk “Ikan bandeng Nek Eni” pada pekan berikutnya Allohumma barik!

Bagi saya, ini suatu langkah konkrit lembaga Humas UPI membangun budaya menulis sivitas akademik dan menghargai “seringan” apapun bentuk tulisannya. Di sisi lain, ini juga bisa dikatakan sebagai “service branding” yang ampuh bagi beliau, Dr. Hana sebagai kepala seksi layanan informasi publik. Tahniah!

“Jangan main-main dengan penulis, karena namamu akan abadi dalam tulisannya”. Kira-kira itu kutipan personal branding dari seorang penulis. Atau misalnya kalau saya sebagai biblioterapis, sering menyampaikan pada klien yang sedang patah hati, saya minta mereka menulis untuk terapi jiwa sambil menyatakan “ayo, ubah patah hati jadi royalti”. Kalau Anda punya personal branding quotes apa nih dari profesi, pekerjaan, atau fokus Anda saat ini? Bisa jadi tagline “personal branding” Anda juga lho! Wallohualambishawab

Salam biblioterapi,
Bunda Susan
@susan_motherpreneur.
Dosen Biblioterapi di Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, FIP UPI Bandung. Founder Komunitas Biblioterapi Indonesia @bibliotherapy.id. Penulis buku seri biblioterapi, pusat kajian biblioterapi & penyedia layanan biblioterapi. Rahong, Sabtu, 25 Mei 2024

Kantor Jurnal dan Publikasi UPI Tingkatkan Kerjasama dengan Pengelola Jurnal Internasional Universitas Negeri Yogyakarta

05 Jun 2024 • Humas UPI

Kantor Jurnal dan Publikasi Universitas Pendidikan Indonesia berupaya meningkatkan dan memperkuat kerjasama dengan pengelola publikasi Jurnal Internasional Cakrawala Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta terkait dengan peningkatan kualitas manajemen publikasi jurnal Internasional (5/6/2024). 

Kegiatan dihadiri oleh Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Nandiyanto, M.Eng, yang merupakan Kepala Kantor Jurnal dan Publikasi UPI sekaligus Editor in Chief The Indonesian Journal of Science and Technology (IJoST) dengan Peringkat Q1 serta The ASEAN Journal of Science and Engineering (AJSE) peringkat Q3, Ika Lestari Damayanti, M.A., Ph.D selaku Kepala Balai Bahasa UPI sekaligus Managing Editor Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) dengan Peringkat Q3, Dr. Nur Indri Rahayu. M.Ed dan Muktiarni, M.Pd yang merupakan dosen UPI sekaligus tim Kantor Jurnal dan Publikasi UPI. 

Tim dari Universitas Negeri Yogyakarta dihadiri oleh  Prof. Dr. Aman, M.Pd yang merupakan Direktur DPM Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Sulis Triyono selaku Editor in Chief Jurnal Internasional Cakrawala Pendidikan serta tim redaksi Jurnal Internasional Cakrawala Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Kerjasama membahas manajemen publikasi jurnal Internasional serta pengelolaan konferensi internasional dalam rangka meningkatkan kualitas publikasi jurnal ilmiah serta meningkatkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) masing-masing Universitas. Prof. Dr. Sulis Triyono menyampaikan bahwa kerjasama publikasi jurnal ilmiah antara Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Negeri Yogyakarta sudah  dilakukan sejak lama sehingga perlu diperkuat dan ditingkatkan kembali.  

Bahas Kerjasama Manajemen Publikasi Jurnal Internasional, Kantor Jurnal Publikasi UPI Tingkatkan Kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada

05 Jun 2024 • Humas UPI

Kantor Jurnal dan Publikasi Universitas Pendidikan Indonesia melakukan komunikasi secara aktif dengan pengelola publikasi Jurnal Internasional di Universitas Gadjah Mada terkait dengan kerjasama manajemen publikasi jurnal Internasional (30/6/2024). 

Kegiatan dihadiri oleh Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Nandiyanto, M.Eng, selaku Kepala Kantor Jurnal dan Publikasi Universitas Pendidikan Indonesia sekaligus Editor in Chief The Indonesian Journal of Science and Technology (IJoST) dengan Peringkat Q1 serta The ASEAN Journal of Science and Engineering (AJSE) peringkat Q3, Ika Lestari Damayanti, M.A., Ph.D selaku Kepala Balai Bahasa UPI sekaligus Managing Editor Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) dengan Peringkat Q3, Dr. Nur Indri Rahayu. M.Ed dan Muktiarni, M.Pd yang merupakan dosen UPI sekaligus Tim Kantor Jurnal dan Publikasi UPI. 

Tim dari Universitas Gadjah Mada dihadiri oleh pengelola publikasi Universitas Gadjah Mada, Arika Artiningsih, M.Acc., M.Com, M.Res, Ph.D, CFE yang merupakan dosen sekaligus Editor The Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) serta tim editorial Gadjah Mada International Journal of Business (GamaIJB) dengan peringkat Q3. 

Kerjasama membahas manajemen publikasi jurnal Internasional serta pengelolaan konferensi internasional. Kerjasama dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas publikasi jurnal serta meningkatkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. 

Kuliah Umum Fakultas Ilmu Pendidikan 2024: Mengupas cara Kerja Belajar

05 Jun 2024 • Humas UPI

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kuliah umum guest lecture di Auditorium FIP UPI Lt. 10 Pada hari Jumat, 31 Mei 2024. Kuliah umum ini memiliki tajuk “How Does Learning Work and What it Mean for Teaching”  dengan narasumber Prof. Daniel Muijs (Head of School of Social Sciences, Education and Social Work Faculty of Humanities, Arts and Social Sciences Queen’s Universitiy Belfast)Pelaksanaan kuliah umum diselenggarakan setelah sebelumnya dilakukan penjajakan kerja sama dengan Queen’s Universitiy Belfast. Penjajakan ini dihadiri oleh Direktur Direktorat Urusan Internasional, para wakil Dekan, para pimpinan fakultas, Ketua SKM FIP dan anggota SKM FIP bidang kerja sama internasional, serta perwakilan dari Indonesia-Britain Education Centre (IBEC).

Setelah kegiatan penjajakan selesai, acara langsung berlanjut pada kuliah umum di jam 10.00 WIB. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si., dan didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Nandang Budiman, M.Si. Moderator yang bertugas pada kegiatan kali ini adalah Della Amelia, M.Pd. dosen dari Program Studi Teknologi Pendidikan yang secara komprehensif memandu kegiatan pemaparan dan diskusi dengan sangat baik. 

Kuliah umum yang mengupas cara kerja belajar ini disampaikan oleh Prof. Daniel Muijs dengan cara yang menarik namun tetap komprehensif. Para peserta kuliah umum diajak untuk menyimak dan mempraktikkan bagaimana cara kerja memori di dalam otak untuk mengingat informasi-informasi yang disampaikan. Dari praktik tersebut, para peserta mencoba untuk memahami bagaimana proses belajar berlangsung mulai dari menerima, mengolah, hingga memahami informasi yang diberikan. Hal tersebut memberikan gambaran yang jelas mengenai proses belajar. Dengan memahami proses belajar, para peserta kuliah umum ini diharapkan dapat mengaitkannya dengan cara mengajar agar semakin efektif dan memudahkan peserta didik memahami proses pembelajaran. Hal tersebut sesuai dengan latar belakang audiens yakni sebagai sivitas akademika di Fakultas Ilmu Pendidikan. Kuliah umum ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan FIP UPI atas delegasi setiap program studi. 

Selama 75 menit, narasumber dan audiens secara interaktif mempraktikkan proses belajar dengan menyimak informasi-informasi yang diberikan. Para peserta juga mencoba untuk mempraktikkan proses pengolahan informasi yang diperoleh sebagai bagian dari proses belajar. Di sesi terakhir, moderator memandu sesi diskusi yang berlangsung dalam satu termin karena keterbatasan waktu. Para peserta sangat antusias bertanya mengenai materi yang disampaikan. Pertanyaan tidak hanya disampaikan oleh mahasiswa, tetapi para dosen yang hadir juga tertarik untuk berdiskusi dalam kuliah umum ini.

Di akhir sesi, moderator menyampaikan paparan singkat mengenai materi yang telah disampaikan pada kuliah umum dengan tajuk “How Does Learning Work and What it Mean for Teaching” ini yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kerja sama yang baik dapat terjalin antara Queen’s Universitiy Belfast dengan Fakultas Ilmu Pendidikan. Selain itu, kuliah umum ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi sivitas akademika di lingkungan FIP untuk senantiasa berbagi dan berdiskusi mengenai perkembangan pada konsep-konsep dalam pembelajaran sesuai dengan ranah keilmuan tiap-tiap program studi khususnya di lingkungan FIP (Kontributor Humas UPI/: Hafsah Nugraha; Dokumentasi: Insan Salman M.; Desain: Davina Putri Ainny; Editor: Angga Hadiapurwa).

Teliti Konversi Sampah Padat Perkotaan, Indra Mamad Gandidi, S.T., M.T, Raih Gelar Doktor

04 Jun 2024 • Humas UPI

Dosen Teknik Kimia Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia, Indra Mamad Gandidi, S.T., M.T berhasil meraih gelar Doktor dalam ujian sidang pada Program Studi Doktor Ilmu Teknik Pertanian Universitas Padjadjaran pada Februari 2024.  Indra Mamad Gandidi, S.T., M.T lahir di Kota Padang, Sumatera Barat pada tanggal 7 Maret 1970. Tahun 1989 mengenyam studi di Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Mesin, Universitas Andalas Padang.

Tahun 1998 terdaftar sebagai mahasiswa Magister Teknik pada Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada pada bidang kajian konversi energi melalui beasiswa yang diberikan oleh Asian Development Bank (ADB). Sejak 2021 tercatat sebagai seorang mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Teknik Pertanian Universitas Padjadjaran dan menyelesaikan Program Doktor pada Februari 2024 dengan Predikat Pujian serta mengikuti wisuda program Doktor pada Hari Selasa, 4 Juni 2024.

Indra Mamad Gandidi, S.T., M.T berhasil menyelesaikan program Doktor dengan meneliti topik kajian Konversi Sampah Padat Perkotaan Menjadi Bio-Oil dengan Proses Pirolisis Dua Tahap Barkatalis Alam. Sebagai seorang Dosen Teknik Kimia UPI, penelitian sekarang ini fokus pada produksi Waste-Based Oil Synthetic (Liquid Fuel from Waste) dari material-material limbah biomasa dan inedible oil dengan metode Multi Step Co/Pyrolysis dan optimization of process by CCD method.

Indra Mamad Gandidi, S.T., M.T menyampaikan termina kasih kepada sejumlah pihak yang telah membantu dalam penyelesaian studinya Program Doktor, khususnya bagi para Pimpinan dilingkungan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejurusan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia.

Pencarian