English
Indonesia

Prodi Desain Komunikasi Visual FPSD UPI dan Pemkab Bekasi Sepakati Implementasi Kerjasama Redesign dan Rebranding UMKM dan Wisata Industri di Kabupaten Bekasi

05 Mar 2024 • Humas UPI

Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD)  bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi (16/2/2024). 

Kegiatan secara khusus membahas terkait implemenetasi kerja sama Fakultas Pendidikan Seni dan Desain dengan Pemerintahan Kabupaten Bekasi yang telah disepakati pada 30 November 2023 serta rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan beberapa waktu kedepan. 

Program Studi Desain Komunikasi Visual FPSD UPI melakukan elaborasi Project Based Learning pada mata kuliah Proyek Konsultasi di semester enam melalui berbagai inovasi dan pengembangan dalam rangka  menghasilkan solusi desain seperti redesign, ataupun rebranding UMKM yang ada di Kabupaten Bekasi. 

Pengembangan metode pembelajaran melalui Project Based Learning yang dibina oleh Dr. Nanang Ganda Prawira, M.Sn. UPI  yang merupakan dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual FPSD UPI sekaligus Anggota Senat Akademik UPI bertujuan agar mahasiswa dapat melakukan ekplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Nantinya output yang dihasilkan dari kegiatan ini merupakan pameran karya desain yang menjadi bahan acuan evaluasi dan refleksi khususnya bagi DKV UPI sendiri.

Kepala Dinas KUKM mengatakan bahwa “Kerjasama ini sangat ditunggu karena memang produk UMKM butuh treatment visual agar lebih menarik di pasaran”. Setidaknya selain rebranding web Dinas KUKM ada 4 UKM yang disepakati untuk dibranding oleh Tim DKV UPI diantaranya Liwet Lavanda, Rins Batik, dan sentra Kerajinan Golok Cipule.

Pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD)  ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi juga meminta agar DKV UPI dapat membranding Creative Hub Kabupaten Bekasi, web Dispar, mendesain Merchandise/Sovenir, dan membantu mebranding program wisata Industri Kabupaten Bekasi.

La Fleur Du Campus

02 Mar 2024 • Humas UPI

Oleh Dinn Wahyudin

Datanglah ke kampus UPI pekan ini. Ada pemandangan indah. Suguhan alami yang luar biasa. Dua jenis tumbuhan kampus sedang mempertontonkan keindahannya. Warga kampus dan segenap pengunjung disuguhi fenomena bunga tumbuhan yang memukau. Itulah Bunga kampus. Sahabat yang berasal Paris Perancis menyebutnya La Fleur du Campus. Ragam bunga yang tumbuh di sekitar kampus Universitas.
Pertama, anggrek raksasa yang sedang mekar memukau. Tampaknya anggrek raksasa ini berbunga setiap dua tahunan. Anggrek ini mekar terakhir kali, ketika kampus UPI sedang menerapkan lockdown.

Kampus ditutup karena Pandemi Covid 19 yang sedang mewabah pada waktu itu. Kini, anggrek raksasa ini tampil lagi dengan bunganya yang tetap menawan. Ia hadir melengkapi rindangnya kampus Bumi Siliwangi yang eksotik. Seorang dosen menyebutnya anggrek raksasa atau dalam bahasa Latin disebut grammatophyllum speciousum. Warga kampus kadang menyebut anggrek tersebut sebagai anggrek macan karena corak bunganya yang totol totol coreleng, seperti macan tutul. Atau juga disebut anggrek tebu, karena rumpun batangnya menjulur seperti batang tebu. Para mahasiswa menyebutnya sebagai giant orchid. Anggrek yang batangnya menjuntai bisa mencapai ketinggian tiga meter dengan puluhan kuntum bunga menarik. Warna warni. Itulah anggrek raksasa. Salah satu tanaman anggrek koleksi Kampus UPI. Kehadiran anggrek ini seolah menjadi ikon baru warga kampus. Pekan ini, sang Anggrek macan menyemarakkan lagi kampus. Kehadiran bunganya melengkapi suasana green campus yang rimbun, asri, hijau, dan menawan.

Kedua, bunga Palem. Pohon palem yang tumbuh di sekitar kawasan Gedung Bumi Siliwangi. Bunga Palem ini dengan percaya diri seolah sedang adu manis mempertontonkan keindahannya. Bila saja pohon palem ini bisa berujar, mungkin dia berucap lantang: Lihatlah aku. Pandangi aku. Bungaku juga indah memukau, seperti halnya bunga anggrek raksasa yang sedang ranum. Niscaya kalian akan jatuh cinta pada pandangan pertama.

Pohon palm merupakan jenis pohon Arecaceae. Suku pinang-pinangan, atau suku palem-paleman adalah keluarga botani tanaman tahunan. Salah satu jenis kelompok palm antara lain kelapa. Kelapa dikenal seluruh penduduk kepulauan tropika sebagai tumbuhan serba guna. Demikian juga pohon enau atau pinang. Pemanfaatannya mencakup hampir semua bagian tumbuhan, tetapi terutama adalah buahnya. Masyarakat Indonesia, khususnya di Maluku dan Papua, memanfaatkan tanaman ini sebagai makanan pokok yaitu sagu yang diambil dari batangnya jenis Metroxylon sago. (Wikipedia, 2024). Sebagian warga kampus menyebut pohon ini sebagai Pakis. Tumbuhan yang banyak tumbuh idi berbagai belahan Dunia, kecuali di wilayah Kutub. Pakis merupakan tumbuhan paku, paku-pakuan, atau pakis-pakisan adalah kelompok tumbuhan dengan sistem pembuluh sejati (tracheophyta). Total spesies yang diketahui sekitar 12.000 dengan perkiraan 1.300 sampai 3000 lebih spesies di antaranya tumbuh di kawasan Asia Pasifik, yang mencakup Indonesia (Wikipedia, 2024).

Botanical Garden

UPI merupakan satu diantara perguruan tinggi yang memiliki kebun botani (botanical garden). Kebun botani sebagai miniatur hutan di dalam kampus. Saat ini, kebun botani UPI ditata sebagai minitur hutan tropis yang diintegrasikan dengan taman dan kebun percobaan yang berisi koleksi berbagai spesies flora khas Indonesia, terutama Jawa Barat dan beberapa jenis hewan dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebagai hutan kampus, kebun botani merupakan salah satu laboratorium alam yang dikelola oleh Departemen Pendidikan Biologi FPMIPA UPI. Kebun botani ini, walaupun arealnya relatif sempit, telah berperan tidak hanya sebagai sarana kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat tetapi juga sebagai penyangga ekosistem dan habitat berbagai spesies serangga dan burung di wilayah Bandung Utara.

Beberapa kampus di Tanah air, seperti IPB di Bogor atau UNIPA di Sorong Papua Barat, ragam pohon pohonan termasuk tumbuhan anggrek menjadi daya tarik tersendiri. Angrek sebagai kajian keilmuan dan objek riset. Dalam perspektif global, National Cheng Kung University (NCKU) Taiwan misalnya, sejak tiga dekade terakhir ini melakukan serangkaian riset dan penyilangan aneka anggrek melalui kajian oleh lembaga riset yang dimiliki universitas. Yaitu Orchid Research Development Center. Di Amerika Serikat, dengan dukungan sejumlah Universitas ternama, sudah dibentuk American Orchid Society (AOS). Suatu lembaga nirlaba international yang memberikan dukungan research grant untuk perkembangan keanekaragaman hayati anggrek. Ribu US Dollar dikucurkan oleh lembaga ini untuk mendanai serangkaian riset tentang anggrek. Jurnal tentang anggrek pun telah diterbitkan. Sejak beberapa dasa warsa terakhir ini, anggrek menjadi tumbuhan yang menarik untuk dikaji. Anggrek berkembang menjadi bisnis global yang menjanjikan.

Itulah ragam bunga kampus atau La fleur du campus. Kehadirannya, selain bisa memanjakan mata pengunjung dengan warna warni bunga dan jenis pepohonan rindang, kebun dan bunga kampus merupakan aset laboratorium alam yang bisa dimanfaatkan para ilmuwan untuk kepentingan riset dan perkembangan ilmu dan bagi kemaslahatan umat manusia. Dalam perspektif Islam, Allah SWT telah berfirman dalam Quran Surat Abasa 24-32, Maka, hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air dari langit dengan berlimpah. Kemudian, Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. Lalu, Kami tumbuhkan padanya biji-bijian, anggur, sayur-sayuran, zaitun, pohon kurma, kebun-kebun yang rindang, buah-buahan, dan rerumputan. Semua itu disediakan untuk kesenanganmu dan hewan-hewan ternakmu.

Workshops/Consultancy for Digital Competencies in Professional Development

29 Feb 2024 • Humas UPI

[Bandung, 26 Februari 204] – Dalam rangka pengembangan tenaga pendidik yang unggul dalam era digital dan mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia bekerjasama dengan Faculty of Education University of Malaya, Malaysia menyelenggarakan program “Workshops/Consultancy for Digital Competencies in Professional Development”. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, penguatan, dan keterampilan dosen dalam perkembangan pendidikan pada era teknologi digital, yang diperlukan untuk mempersiapkan mahasiswa dengan baik, guna menghadapi tuntutan pasar kerja yang dinamis.

Di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat, dosen perlu terus beradaptasi dan memperbarui keterampilan mereka agar dapat memberikan pengajaran yang relevan dan bermakna kepada mahasiswa. Program ini dirancang untuk memberikan dosen alat dan strategi yang diperlukan untuk meningkatkan kompetensi digital mereka dalam konteks pengembangan profesional.

Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 26 s.d. 28 Februari 2024 bertempat di R. Rapat FIP Lt. 3, dan diikuti oleh perwakilan dosen dari setiap prodi di Lingkungan FIP UPI sebanyak 26 orang peserta, dengan 6 Narasumber ahli dalam bidang teknologi pendidikan dan pengembangan profesional, dari Faculty of Education University of Malaya, Malaysia yaitu: (1) Prof. Dr. Norlidah Alias, (2) Dr Norharyanti Mohsin, (3) Dr Mohd Shahril Nizam Shaharom, (4) Assoc. Prof, Dr Dorothy DeWitt, (5) Dr Nor Nazrina Mohamad Nazry, (6) Mdm. Fazlida Dahalan, yang menyajikan materi secara interaktif dan memberikan panduan praktis kepada para peserta.

“Dosen memiliki peran kunci dalam membentuk mahasiswa menjadi individu yang siap menghadapi tantangan di era teknologi digital ini,” ujar Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si., CIT., (Dekan FIP UPI). Melalui program ini, kami berkomitmen untuk mendukung dosen dalam mengembangkan kompetensi teknologi digital, sehingga mereka dapat memberikan pengajaran yang terbaik kepada mahasiswa, kami mempersiapkan mereka untuk masa depan yang penuh tantangan.”

Penulis          : Insan Salman Mutaqin, S.Si.

Unit Kerja      : Fakultas Ilmu Pendidikan

Awardee Awards, LPJ Kelurahan BPI UPI 2.0, dan Pemilihan Lurah 3.0 Sukses Terlaksana

29 Feb 2024 • Humas UPI

Bandung – Pada hari Jumat, 23 Februari 2023, Kelurahan BPI UPI 2.0 telah sukses menggelar kegiatan Awardee Award dan LPJ Kelurahan BPI UPI 2.0 yang bertempat di Auditorium LPPM UPI lantai 3. Kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh Piki S. Pernantah selaku Lurah BPI UPI 2.0 yang berpesan bahwa “Segenap warga kelurahan BPI UPI harus menjadikan Kelurahan sebagai wadah pengabdian dan selalu tegak lurus untuk kebaikan. Mari senantiasa ciptakan kebersamaan demi terwujudnya keharmonisan dalam sebuah komunitas.”

Disampaikan pula bahwa penghargaan yang diberikan kepada para awardee dan pengurus dapat dijadikan motivasi atau penyemangat untuk terus berkarya dan berkontribusi. Selain itu, Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dapat dimaknai sebagai pertanggungjawaban moral bahwa dalam mengelola organisasi perlu keterbukaan dan integritas.

Sambutan diberikan oleh Prof. Dr. Suwatno, M.Si., selaku Direktur Direktorat Kemahasiswaan UPI yang senantiasa selalu mendampingi dan memberikan arahan untuk kemajuan BPI UPI. Beliau menuturkan bahwa “Kelurahan BPI UPI mampu menjadi komunitas penerima beasiswa yang sangat aktif untuk senantiasa berbagi dan menjadikan organisasi sebagai wadah aktualisasi diri oleh para awardee.” Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh beliau dan di hadiri oleh ratusan awardee BPI UPI, baik secara luring maupun daring.

Kegiatan Awardee Award dilaksanakan dengan memberikan penghargaan dari berbagai kategori kepada para awardee BPI UPI, seperti ⁠Awardee Berprestasi Akademik S1; ⁠⁠Awardee Berprestasi Non-Akademik S1; ⁠⁠Awardee Berprestasi Akademik S2; Awardee Berprestasi Non-Akademik S2; Awardee Berprestasi Akademik S3; Awardee Berprestasi Non-Akademik S3; Divisi Terbaik; Divisi Terfavorit; dan Pengurus Terbaik 1, 2, 3. Berikut nama awardee yang meraih award:

1.Awardee Berprestasi Akademik S1Zenita Sabitri (Prodi Pendidikan Teknik Bangunan)
2.Awardee Berprestasi Non-Akademik S1Msy Ashazi Fuleni (Prodi pendidikan Bahasa Inggris)
3.Awardee Berprestasi Akademik S2Meta Indah Agnestia (Prodi Pendidikan Kimia)
4.Awardee Berprestasi Non-Akademik S2Fauzi Syahria Zen (Pendidikan Olahraga)
5.Awardee Berprestasi Akademik S3Jusuf Blegur (Pendidikan Olahraga)
6.Awardee Berprestasi Non-Akademik S3Syahrial Syah (Prodi Administrasi Pendidikan)
7.Divisi TerbaikDivisi Sosial Agama
8.Divisi TerfavoritDivisi Seni dan Olahraga
9.Pengurus Terbaik1) Sandra Arhesa
2) Asri A. Lestari
3) M. Arli Rusbandi

Proses penyampaian LPJ Kelurahan juga dijelaskan perjalanan Kelurahan selama 1 tahun sejak Maret 2023 hingga Februari 2024 yang dapat melaksanakan hingga 36 kegiatan dalam 1 periode kepengurusan. Tentu hal ini tidak akan terlaksana apabila tanpa dukungan semua pihak, terutama pengurus dan para awardee BPI UPI. Kegiatan ini berlangsung sangat meriah dan penuh tawa karena dihibur oleh bintang tamu Ayu Dangdut Academy 2, Jilian Vocal Coach PMCS Bandung, dan Aditya Nugraha, dan sebagainya.

Selain pelaksanaan Award dan LPJ, dalam rangkaian kegiatan ini juga diumumkan Lurah 3.0 terpilih berdasarkan hasil e-voting pada tanggal 22 Februari 2024. Hasilnya mengumumkan M. Januar Ibnu Adham dari S3 Pendidikan Kewarganegaraan yang terpilih sebagai Lurah BPI UPI 3.0 dan meraih suara terbanyak melalui voting yang telah dilakukan. Semoga Lurah terpilih dapat membawa Kelurahan BPI UPI menjadi lebih solid dan ke arah yang lebih baik. Kita juga berterima kasih kepada tiga calon lurah lainnya, you guys have done your very best on convincing us! Semoga dapat mendukung kepengurusan 3.0 untuk bekerja bersama. Semoga niat baik apapun yang akan kita tanam di komunitas ini dapat berkontribusi bagi kemajuan Kelurahan BPI UPI ke depannya. Aamiin YRA.

Toean Opsener

25 Feb 2024 • Humas UPI

oleh Dinn Wahyudin

Toean Opsener. Atau school opzichter adalah sosok yang sangat disegani dalam dunia pendidikan tempo doeloe. Opsener adalah jabatan pengawas. Ia orang yang diberi tugas untuk mengawasi proses belajar mengajar di sekolah zaman penjajahan Belanda. Secara hirarhis fungsi pengawasan di lingkungan sekolah zaman penjajahan, ada tiga kelompok. Pertama, opsener atau school opzihter yaitu pengawas sekolah yang bertugas mengawasi proses belajar mengajar pada satuan pendidikan di kecamatan/kabupaten.

Kedua, kepala sekolah atau mantri goeroe. Jabatan mantri goeroe merupakan jabatan prestisius di suatu kampung atau desa. Ia merupakan pribadi yang berwibawa. Selain ilmu yang masagi, ia juga berprilaku baik dan menjadi panutan dan contoh masyarakat. Ia tokoh yang sangat disegani masyarakat termasuk para guru dan siswa di sekolah yang dipimpinnya. Ketiga, guru atau joeragan goeroe. Ia merupakan sosok yang sangat dihormati dan disegani murid muridnya. Ia sosok terdepan yang mengajarkan ilmu, budi perkerti, adab, sopan santun, etika, dan keterampilan bagi murid di kelasnya.

Kehadiran seorang opsener ke sekolah pada zaman doeloe, sangat ditakuti oleh mantri goeroe, guru atau pun para siswa. Opsener sesuai dengan tugasnya melakukan inspeksi dan cenderung mencari kesalahan atau kekurangan yang dilakukan guru atau mantri guru. Begitu “ditakutinya” toean opsiner, sering kehadirannya di sekolah, membuat para guru dan kepala sekolah merasa tidak nyaman. Gaya inspeksi opsener cenderung mencari kesalahan. Opsener dengan teliti memeriksa apakah semua proses sudah dikerjakan sesuai dengan semestinya. Manajemen sekolah zaman kolonial berbeda dengan manajemen sekolah masa kini. Manajemen sekolah tempo dulu lebih bercirikan feodalistik dn otokratif. Sedangkan manajemen sekolah saat ini menerapkan prinsip supervisi yang lebih demokratis dan kolaboratif untuk memecahkan masalah yang terjadi.

Joeragan Goeroe

Joeragan goeroe. Atau goeroe zaman tempo doeloe sering menjadi panutan. Ia sangat dihormati dan disegani. Guru jebolan Kweekschool voor Inlandsche Onderwijern atau Sekolah Guru bagi kaum pribumi, tampil disegani oleh para muridnya. Atau pada beberapa dekade berikutnya, guru muda jebolan Sekolah Guru Bagian B (SGB) tampil prima mendidik anak pribumi di bangku Sekolah Rakyat (SR). Ungkapan akronim Guru sebagai “orang yang digugu dan ditiru” saat itu sangat dirasakan. Guru merupakan sosok yang sangat dihormati dan disegani. Mereka tak hanya mengajar bidang ilmu tetapi juga mendidik moral, integritas, karakter dan sopan santun. Pola manajemen sekolahpun dilakukan dengan sistem inspeksi. Ada Mantri Goeroe istilah populer untuk kepala sekolah. Sedangkan untuk Pengawas Sekolah dikenal dengan nama School Opzichter atau sering disebut Opsiner.

Sistem pendidikan gurupun secara terus menerus ditata ulang. Sistem regulasi, penggajian, remunarasi dan karir guru juga berdampak pada profesi guru semakin membaik. Sertifikasi guru dan calon guru terus dibenahi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan ataupun PPG Prajabatan. Kehidupan guru menjadi semakin cerah. Mereka mendedikasikan kemampuan profesionalnya secara penuh, dan hak kesejahteraannya secara bertahap bisa terpenuhi.

Namun demikian, bagi kelompok guru tertentu, masih juga terhembus derita sendu. Mereka belum semua mendapat imbalan hak yang lebih baik. Oleh karena itu, sosok guru masih menjadi objek parodi karena nasibnya tak selalu berbanding lurus dengan tugas yang diembannya. Saat ini masih banyak guru yang mendedikasikan waktu dan pikirannya secara penuh, namun belum mendapat hak penghasilan yang memadai. Sebut saja sosok guru honor. Mereka bukan sebuah balada dalam aliran cerita, tetapi kondisi lebih pada fakta.

Sisi lain realita kegetiran di negeri ini. Masih banyak guru honor yang hak kesejahteraannya sangat minim. Mereka harus survive dengan penghasilan yang jauh di bawah UMR.
Lagu Oemar Bakrie yang dinyanyikan Iwan Fals sangat melegenda pada tahun 1980-an. Lagu satir ini bertutur tentang sosok guru sederhana yang mengajar tanpa pamrih. Ia figur guru yang sepenuh hati berbakti. Simak penggalan liriknya. Satir lagu ini begitu mendalam sebagai kritik kehidupan sosial pada masa itu. Figur guru diilustrasikan sangat sederhana. Ia seorang pesepeda sejati dengan tas lusuh menelusuri jalan berlubang. Baktinya tak luntur. Ia tetap mengabdi agar anak didiknya bisa belajar keras untuk masa depan yang lebih baik.

Kisah Opsener

Alkisah, konon pada suatu hari, Toean Opsiner datang ke sekolah. Ia akan melakukan inspeksi mendadak. Sebelum melakukan tugasnya di kelas, ia pergi ke toilet dulu, dan menyimpan pakaian kebesarannya. Yaitu baju jas putih, lengkap dengan arloji saku berrantai logam dan topi bundar yang khas seperti helm. Baju dan topi kebesarannya di meja guru depan kelas. Ketika siswa satu per satu masuk kelas, dengan rasa “hormat”, semua siswa membungkukkan kepala dan badannya. Para siswa begitu ajrih (bahasa Sunda) artinya hormat campur rasa segan. Semua siswa memberi hormat dengan membungkukkan badan dan kepalanya. Walaupun “hanya” kepada topi toean opsener yang disimpan. Itulah sisi lain pendidikan di zaman kolonial. Toean opsiner merupakan tokoh yang dihormati, disegani, dan sekaligus “ditakuti” oleh para murid sekolah rakyat.

Kisah lain, suatu hari toean opsener berkunjung ke sekolah. Seperti lazimnya menghormati tamu Istimewa, para guru sudah berderet di depan kantor sekolah. Satu persatu para guru dan kepala sekolah, menyalami toean opsener yang baru datang. Seorang guru menyalami toean opsener dengan penuh khidmat dan mencium tangannya. Entah mengapa ketika seorang guru menyalami tangan kanan toean opsener, ia mencium tangannya lama sekali. Toean opsener berujar, “Sudah.. sudah cukup. Jangan terlalu lama”. Tetapi tetap saja sang guru memegang erat tangan toean opsener di depan mukanya. Ia tetap mencium tangannya sampai basah karena tetesan air mata. Toean opsener menyangka bahwa guru ini sangat rindu dan menanti kehadirannya. Ternyata cincin yang melekat di jari kanan tuan opsener menempel erat di kumis sang guru. Guru merasa kesulitan untuk melepaskan bulu kumis dari cincin opsener. Matanya mengeluarkan air mata karena kesakitan.

Itulah kisah toean opsener tempo doeloe. Kehadirannya di sekolah untuk memastikan proses belajar mengajar dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang benar. Ia sosok yang disegani, dihormati, namun juga “ditakuti” para guru. Pola pengawasan yang bercirikan inspeksi sangat berbeda dengan pengawasan yang menggunakan pendekatan supervisi yang dilakukan pada satuan pendidikan saat ini. Seperti dikatakan Penny Sturt (2024) bahwa supervision is supportive: a safe to talk through problems that are overwhelming. Supervisi merupakan hal yang membantu, diskusi jitu untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Pencarian