English
Indonesia

Rektor UPI Mendapat Gelar Kehormatan Waruka Sakabumi Pajajaran

19 Jan 2024 • Humas UPI

Sukabumi – Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., diberi anugerah gelar kehormatan sebagai Warga Kehormatan Waruka Sakabumi Pajajaran Museum Prabu Siliwangi. Gelar tersebut dikukuhkan oleh pimpinan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath yang juga pendiri Museum Prabu Siliwangi Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph. D., pada hari Rabu (17/1), di Aula Syekh Quro Ponpes Modern Dzikir Al-Fath, Kota Sukabumi.

Upacara Adat Payung Agung dan Ngagotong Lisung

KH Fajar Laksana mengatakan pemberian gelar kehormatan Waruka Sakabumi Pajajaran Museum Prabu Siliwangi kepada Rektor UPI merupakan bentuk peningkatan silaturahmi antarlembaga pendidikan. Selain itu, beliau menilai bahwa Prof. Dr. M Solehuddin, M.Pd., M.A., merupakan sosok yang memiliki banyak karya sehingga mampu membawa keberhasilan bagi UPI dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Untuk mengikat hubungan silaturahmi lebih kuat lagi secara emosional, maka kami mengangkat bapak rektor upi sebagai warga kehormatan Waruka Sakabumi Pajajaran Museum Prabu Siliwangi yang kemudian punya nama punya gelar, ini nama sunda yang disebut dengan Rama Karta Cakra Buana,” tegasnya.

Rama Karta Cakra Buana mengandung makna nilai-nilai lokal serta penghargaan atas kontribusi yakni  “Rama” mengandung makna sebagai orang tua, “karta” merujuk pada karya, ilmu, dan makmur, “cakra” bermakna membuka, dan “buana” bermakna dunia. Sehingga, gelar yang diperoleh Rektor UPI dapat diartikan sebagai orang tua yang memiliki ilmu dan banyak karya, serta hidupnya bermanfaat untuk dunia.

Rektor UPI Prof. Dr. M Solehuddin, M.Pd., M.A., berharap dikukuhkannya sebagai warga kehormatan Waraka Sakabumi Pajajaran ini menjadi jembatan untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi antara UPI dengan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath.

“Ini adalah amanah ini adalah tanggung jawab dan tentu saja ada harapan. Mudah-mudahan silaturahmi yang dibangun ini, lebih diperkokoh lagi dan mudah-mudahan menjadi jembatan untuk melakukan kerja sama kolaborasi yang lebih menguntungkan, baik bagi pesantren di sini maupun bagi UPI. Ya mudah-mudahan kita juga nanti bisa memberikan kesempatan kepada anak-anak pondok pesantren di sini untuk melanjutkan pendidikan di UPI. Sebaliknya juga nanti insyaallah kami juga mungkin akan mengirim dosen, mahasiswa untuk melakukan magang. Banyak belajar di pondok pesantren ini.”

Rektor UPI mengunjungi Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath dan Museum Prabu Siliwangi pada hari Rabu (17/1). Selain menerima gelar kehormatan, Rektor UPI juga menjadi narasumber dalam Seminar Pendidikan, Kebudayaan dan Karakter di Indonesia. Tak hanya itu, UPI juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan Ponpes Modern Dzikir Al-Fath dalam hal pendidikan dan pelatihan, penelitian, magang kerja di lembaga pendidikan tingkat SD, SMP, dan SMA serta Museum Prabu Siliwangi di bawah naungan Yayasan Ponpes Modern Dzikir Al-Fath.

(Fachmi Maulana/Safira Arum)

LOKAKARYA Revitalisasi Tari Klasik Sunda sebagai Bentuk Kolaborasi antar Akademisi dan Praktisi

18 Jan 2024 • Humas UPI

Peserta Lokakarya

Rabu, 17 Januari 2024 telah terselenggara kegiatan Lokakarya : Revitalisasi Tari Klasik Sunda yang diusulkan oleh Irawati Durban Ardjo, sang Maestro Tari dari Jawa Barat yang bertempat di Ruang Rumawat, Kampus Iwa Koesoema Universitas Padjadjaran. Kegiatan ini juga terselenggara atas inisiasi dan diskusi dengan beberapa seniman dan budayawan tari di Jawa Barat seperti Prof. Dr. Dr. (HC). Ganjar Kurnia, Ir., DEA dari Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Endang Caturwati, SST., M.S dan Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum dari ISBI, Indrawati Lukman dari Studio Tari Indra, Endo Suanda, dan lainnya.

Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan yang disampaikan oleh Dasta, mahasiswa S2 Kajian Budaya Universitas Padjadjaran, kemudian dilanjutkan oleh Irawati Durban Ardjo selaku pengusul kegiatan ini. Kegiatan lokakarya ini pun dibuka oleh Tari Kawit yang ditarikan oleh 2 murid dari Sanggar Irawati Durban Ardjo, sebuah tarian yang sarat akan makna gerak dasar dalam tarian Sunda yang diharapkan akan terus dilestarikan oleh generasi sekarang dan yang akan datang.

Kemudian acara dibuka dengan pemaparan mengenai Tari Klasik itu sendiri yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Endang Caturwati, SST., M.S. dari Institut Seni Budaya Indonesia yang menjelaskan mengenai sejarah sebuah tarian klasik bukan hanya di tatar Sunda melainkan di Jawa, Bali, Minangkabau, hingga Makassar. Selanjutnya, Endo Suanda sebagai salah satu budayawan Sunda, menjelaskan maksud revitalisasi Tari Klasik Sunda yang terbagi menjadi 3 hal yakni Pertunjukan, Festival, dan Pengarsipan. Pertunjukan sendiri dinilai akan efektif jika dilakukan 3-4 kali dalam setahun, kemudian Festival atau Lomba yang diselenggarakan untuk kelompok usia anak dan remaja, serta proses pengarsipan tari menjadi sebuah penelitian maupun dokumentasi.

Moderator Kegiatan Lokakarya

Pemaparan yang dipandu oleh Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum sebagai moderator ini kemudian mendapat banyak masukan serta mengundang diskusi dengan para tamu undangan baik dari para pemangku kebijakan, akademisi, hingga praktisi di bidang seni tari itu sendiri.

Masukan pertama dari para pemangku kepentingan yakni Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Ibu Febby dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung yang diwakili oleh Ibu Ratna. Kedua pihak tersebut sangat mendukung proses revitalisasi tari klasik Sunda dalam bidang pengarsipan dan digitalisasi, serta akan senantiasa menyediakan tempat untuk menyelenggarakan pertunjukan seperti Bandung Creative Hub. Kemudian masukan selanjutnya datang dari pihak akademisi yakni Universitas Pendidikan Indonesia yang diwakili oleh Prof. Juju Masunah, M.Hum, Ph.D. serta beberapa dosen yang juga turut menghadiri kegiatan ini seperti Prof. Dr. Tati Narawati, S.Sen., M.Hum., Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si. dan Dr. Heni Komalasari, M.Pd. memberikan masukan terkait proses revitalisasi melalui penelitian dan pengerahan massa melalui program MBKM dan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan tentunya.

UPI sendiri selain memiliki program studi Pendidikan Seni Tari yang identik dengan pelestarian tarian Sunda, juga memiliki Pusat Kajian Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Industri Pariwisata (EKKIP) yang berada di bawah naungan LPPM UPI. Pusat kajian yang diketuai oleh Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si. ini juga secara tidak langsung bersinggungan dengan proses pelestarian dan revitalisasi tari klasik Sunda karena tarian-tarian tersebut bisa dijadikan salah satu opsi wisata budaya di Bandung dan akan mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah bahkan negara lain.

Sementara itu, Institut Seni Budaya Indonesia yang diwakili oleh Ai Mulyani, S.Sen., M.Si. menyampaikan bahwa ISBI akan senantiasa semangat dan berkolaborasi dengan memberikan materi mengenai tari klasik Sunda dalam pembelajaran serta akan melibatkan pelaku budaya baik dosen maupun mahasiswa untuk tetap melestarikan tari klasik Sunda.

Maestro Tari Sunda dan juga sahabat dari Irawati Durban Ardjo, yakni Indrawati Lukman pun turut mendukung proses revitalisasi yang melibatkan akademisi dan praktisi. Hal ini disampaikan melalui gagasan pertunjukan oleh sanggar di dalam kampus serta proses pengajaran materi tari klasik Sunda yang disampaikan oleh ahli tari kepada mahasiswa seni tari.

Penyampaian masukan oleh Indrawati Lukman

Kegiatan ini selain  mendapat dukungan dari beberapa institusi seperti UNPAD, UPI, dan ISBI, secara spontan juga memperoleh dukungan di antaranya dari Evoy Production, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kostum dan aksesori tarian. Evoy Production secara spontan menyumbangkan 5 juta sebagai langkah awal kegiatan revitalisasi ini. Tak kalah pula perwakilan dari Bandung Heritage, Frances B. Affandy juga menyatakan bersedia berkolaborasi dalam kegiatan ini karena dia percaya bahwa “If you want preserve it, you must practice it” . Terakhir, penutupan dari Prof. Dr. Dr. (HC). Ganjar Kurnia, Ir., DEA selaku tuan rumah dan sebagai Kepala Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda Universitas Padjadjaran akan terus berusaha mendukung segala hal yang berkaitan dengan pengembangan dan pelestarian budaya Sunda.

(Heru Mahmud/Kontributor Humas UPI)

Kabar dari Perancis (26) Apakah Orang Perancis Kutu Buku?

15 Jan 2024 • Humas UPI

Oleh : Nenden Nurhayati Issartel (Koresponden, Perancis)

Tri Indri Hardini (Dosen, Universitas Pendidikan Indonesia)

Pusat Buku Nasional (CNL: Le Centre National du Livre) pada bulan April 2023 menerbitkan hasil penelitian tentang hubungan antara bahasa Perancis dengan membaca. CNL adalah lembaga masyarakat yang didirikan pada tahun 1946 yang berada di bawah naungan Kementerian Kebudayaan. Misinya adalah untuk mempromosikan pengembangan membaca bagi seluruh masyarakat Perancis. Aksi mengukur  untuk tahu banyaknya/ frekuensi  kegiatan membaca ini dilakukan oleh CNL pada tahun lalu, tepatnya di bulan Januari 2023. 1002 orang mewakili penduduk Perancis dihubungi melalui telepon untuk berpartisipasi dalam angket ini.

Penelitian ini dilakukan setiap dua tahun sekali sejak tahun 2015 dan bertujuan untuk mempelajari kegiatan membaca orang Perancis secara mendetail serta memahami mengapa sebagian orang kurang tertarik untuk membaca.

Banyak upaya yang dilakukan CNL untuk mendorong orang Perancis agar tertarik pada kegiatan membaca seperti pertemuan dengan penulis di sekolah, pemberian hadiah Goncourt untuk narapidana atau acara “Malam Membaca”. Selain itu juga, ada acara “les salons du livre” yang diselenggarakan di banyak kota di Perancis, yang mempertemukan penulis dan pembaca, seperti acara peluncuran buku yang menghadirkan penulisnya dan penulis ini memberikan penghargaan kepada orang yang tertarik membeli bukunya, seperti menuliskan ucapan di halaman muka buku. Acara seperti ini banyak menghadirkan penulis terkenal, dan tentu saja acara ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk menemui mereka dan mengobrol dengan mereka.

Dari hasil angket atau survei melalui telepon, diketahui bahwa membaca merupakan kegiatan yang masih sangat disukai oleh orang Perancis. Faktanya, 86% peserta yang disurvei secara spontan menyatakan diri mereka sebagai pembaca dan 89% masyarakat Perancis telah membaca setidaknya satu buku di tahun 2022.

Jenis bacaan yang dibaca orang Perancis bermacam-macam. Hasil observasi CNL menunjukkan peningkatan membaca komik (bande dessinée) untuk semua umur (+14% dibandingkan tahun 2021). Dalam peringkat jenis tulisan sastra yang paling banyak dibaca, terdapat kenaikan dari peringkat keenam menjadi perangkat ketiga. Peringkat sebelumnya  sebagai buku favorit adalah  buku praktis yang menyangkut seni hidup dan rekreasi serta buku sejarah.

Kebiasaan membeli buku bacaan juga berubah dan masyarakat Perancis semakin beralih ke pembelian buku bekas (+6% sejak 2021). Pembelian di toko buku tetap disukai meskipun penjualan daring meningkat pesat (+10% sejak tahun 2021).

Mereka menganggap bahwa membaca selalu dianggap kegiatan yang sangat positif, karena mereka percaya bahwa membaca dapat memperkaya ilmu  pengetahuan, di samping membuka pikiran, dan mendapatkan kesenangan serta perasaan relaks. 

Jadi menurut data yang terkumpul,  68% masyarakat Perancis mengatakan bahwa mereka ingin membaca lebih banyak lagi, namun masalah yang menjadi kendala utama untuk bisa membaca lebih banyak adalah kurangnya waktu dan mereka juga lebih memilih hobi lain (olah raga misalnya). Hasil perhitungan rata-rata orang Perancis membaca adalah selama 41 menit per hari atau 4 jam 47 menit per minggunya.

Perhatian CNL terfokus pemuda usia 15-24 tahun

Meskipun angka keseluruhannya memberikan gambaran positif,  namun jumlah pembaca di kalangan usia 15-24 tahun menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari hasil penelitian, kelompok usia muda ini juga merupakan kelompok usia yang paling sedikit membaca. Faktanya adalah 80% kelompok usia ini pernah membaca buku (-12% dibandingkan tahun 2019), yang berarti satu dari 5 anak muda tidak membaca sama sekali.

Dari hasil penelitian ini juga diketahui bahwa anak-anak muda yang masuk sekolah menengah sering kali mengalami penurunan yang banyak dalam membaca sebagai aktivitas rekreasi, khususnya di kalangan anak laki-laki. Pengurangan membaca ini kebanyakan karena mereka banyak menghabiskan waktu di depan layar. Dalam hal ini, layar yang dimaksud khususnya adalah layar untuk jaringan sosial seperti Instagram atau TikTok karena media ini dapat menarik minat pemuda untuk membaca. Tagar #bookstagram atau #booktok termasuk yang paling populer di platform ini dan banyak pengguna membagikan bacaan yang disukai mereka di jaringan sosial ini.

Penerbit memahami hal ini dengan baik dan mereka secara teratur meluncurkan kampanye khusus di jaringan ini untuk mempromosikan buku yang mereka terbitkan. Untuk pertama kalinya, TikTok menjadi mitra Paris Book Festival  (Festival du Livre de Paris) edisi terakhir yang berlangsung pada tahun lalu tanggal 21 hingga 23 April 2023. Hal ini membuahkan kesuksesan nyata di kalangan anak muda karena pengunjung acara tersebut kebanyakan berusia di bawah 25 tahun. Hal ini tidak mengherankan karena untuk anak muda yang berusia di bawah 26 tahun, mereka tidak usah membayar tiket.

Menurut  Régine Hatchondo, Presiden CNL,  penelitian ini menunjukkan adanya pertarungan yang berat sebelah antara layar dan buku. Kehadiran layar di mana-mana dalam kehidupan sekarang, khususnya di kalangan anak-anak, mengalahkan waktu yang biasanya dihabiskan untuk membaca. Di Metro atau RER (Réseau Express Régional) bahkan di kereta api, banyak orang yang duduk membaca dalam perjalanan mereka ke kantor atau ke suatu tempat. Membaca ini tidak terbatas membaca sebuah buku dari kertas tetapi juga membaca melalui layar (berupa e-book).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan dari penelitian CNL ini karena dengan mengukur, memahami, dan mengidentifikasi kegiatan dan persepsi orang Perancis mengenai buku dan kegiatan membaca, kita dapat mengetahui pentingnya peran buku dan kegiatan membaca tersebut. Perancis adalah negara yang mementingkan kedalaman kekayaan pikiran melebihi kekayaan material. Uang tidak dianggap unsur yang paling penting untuk menggapai kebahagiaan tetapi ilmu pengetahuan, kedalaman pikiran, kekayaan jiwa, keterbukaan otak yang didapat dari pengetahuan dengan membaca adalah salah satu unsur yang memberi semangat dalam kehidupan mereka. Masyarakat Perancis menyadari bahwa seorang anak yang membaca akan menjadi orang dewasa yang berpikir (Un enfant qui lit sera un enfant qui pense).

Sumber:

https://centrenationaldulivre.fr/

https://centrenationaldulivre.fr/actualites/le-prix-goncourt-des-detenus-2022

https://www.nuitsdelalecture.fr/

Peduli Anak Berkebutuhan Khusus, Kelurahan BPI UPI 2.0 Laksanakan Bakti Sosial

13 Jan 2024 • Humas UPI

Kelurahan BPI UPI 2.0 melalui divisi Sosial dan Keagamaan melaksanakan kegiatan BPI UPI Peduli dalam bentuk program Bakti Sosial yang dilaksanakan pada Selasa, 09 Januari 2023 bertempat di SLB BC Bina Kasih Kec. Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat. SLB BC Bina Kasih membina 43 orang siswa yang merukapan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan beragam jenis keterbatasan, mereka semua dapat kita sebut anak luar biasa (exceptional children). Adapun guru yang mendampingi siswa di SLB ini berjumlah 8 orang untuk 43 orang siswa. Kegiatan ini dihadiri oleh 9 orang perwakilan dari pengurus Kelurahan BPI UPI 2.0 dan puluhan siswa-siswi dari jenjang SD, SMP dan SMA yang dikoordinir oleh para guru. Kegiatan ini mengangkat tema “Menjalin Rasa Berbagi Kasih”.

Adapun rangkaian kegiatan dimulai dari sambutan Lurah BPI UPI 2.0, sambutan pihak sekolah yang diwakili oleh Bapak Abdurrachman Ramadhan, S.Pd selaku wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Untuk kelancaran acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kaka Satria. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan donasi beberapa buku karya awardee BPI yang berjudul Permainan Kecil: Teori dan Aplikasi, karya Jusuf Blegur dan tim yang belum berkesempatan hadir dalam kegiatan. Buku-buku antology karya Meita Lesmiaty Kasyar dengan judul Fantasia Animalia, Amazing stories for Kids, Duniaku Ceritaku, dan Cerita Motivasi: Ukiran Tinta Sang Pelangi. Selain buku, juga ada donasi APE (Alat Peraga Edukasi) yang sesuai untuk memfasilitasi perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus. Kegiatan juga dimeriahkan dengan sharing motivasi oleh tim divisi sosial keagamaan BPI UPI, makan kue bersama yang telah dipersiapkan oleh tim BPI UPI untuk para siswa dan guru, serta games dan foto bersama. Dalam kegiatan tersebut, Kelurahan BPI UPI 2.0 juga berkesempatan memberikan kebahagiaan dengan berbagi puluhan paket bingkisan kotak bekal dan botol minum untuk semua siswa.

“Hadirnya Kelurahan BPI UPI 2.0 dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan rasa syukur para Awardee BPI di UPI dan kepedulian kepada pendidikan inklusi anak-anak berkebutuhan khusus, bahwa setiap anak berhak bahagia, belajar, memiliki impian dan meraih mimpi/cita-cita setinggi-tingginya”, tutur Piki S. Pernantah selaku Lurah BPI. Dengan adanya kegiatan yang diselenggarakan tersebut, Kelurahan BPI UPI 2.0 ikut berpartisipasi sebagai bentuk rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap Anak Berkebutuhan Khusus atau disabilitas.

Penyerahan kenangan bucket foto kegiatan SLB Bina Kasih dan foto para guru, dari Kelurahan BPI UPI oleh  Bapak Piki S Pernantah, M.Pd yang diterima oleh Ibu Dini Dwi Astuti,S.E, selaku Ketua Yayasan Bina Kasih, dan Sertifikat Kerjasama oleh Kadiv Sosial Keagamaan BPI UPI Bapak Sandra Arhesa, S.Si, M.Pd  yang diterima oleh Ibu Andini Setiawati, M.Pd selaku Wakil Kurikulum Sekolah.

Pimpinan SLB BC Bina Kasih juga sangat menyambut hangat dan baik kegiatan positif ini. “Kami merasa senang dan bangga karena sekolah kami terpilih sebagai sekolah inklusi pertama dalam program ini dan berharap semoga program BPI UPI Peduli ini terus berjalan serta senantiasa memberikan perhatian yang intens bagi Anak-Anak Berkebutuhan Khusus”, ujar Bapak Abdurrahman.

Dengan adanya kegiatan ini, Kelurahan BPI UPI 2.0 berharap akan lebih banyak lagi masyarakat yang peduli terhadap kondisi Anak Berkebutuhan Khusus. Salah satunya dengan menunjukkan rasa kasih sayang untuk senantiasa memberikan dukungan dan motivasi agar mereka semangat terus untuk tumbuh dan berkembang, bermain dan belajar meraih impian. Aamiin YRA.

Dokumentasi tim BPI UPI bermain games bersama siswa berkebutuhan khusus di SLB Bina Kasih

Kabar dari Perancis (25)Hari Pabean Internasional(Journée internationale des douanes)

08 Jan 2024 • Humas UPI

Oleh : Nenden Nurhayati Issartel (Koresponden, Perancis)

Tri Indri Hardini (Dosen, Universitas Pendidikan Indonesia)

Tanggal 26 Januari diperingati sebagai Hari Pabean Internasional (Journée internationale des douanes) karena tanggal itu merupakan lahirnya organisasi World Customs Organisation (WCO) atau Organisation Mondiale des Douanes atau Organisasi Pabeaan Dunia. Setiap tahun tema yang diusung selalu berbeda dalam upaya menyoroti profesi kepabeanan dan pentingnya keberadaan organisasi ini.

Tema yang diusung untuk tahun 2023 adalah : Accompagner la nouvelle Génération: promouvoir le partage des connaissances et renforcer la fierté de la profession douanière. (Nurturing the Next Generation: Promoting a Culture of Knowledge-sharing and Professional Pride in Customs – Mendukung generasi baru: mempromosikan berbagi pengetahuan dan memperkuat kebanggaan terhadap profesi kepabeanan). Tema dimaksud sejalan upaya menempatkan sumber daya manusia, khususnya generasi baru sebagai pusat dari proses transformasi.

Tema yang diusung tahun 2020 didedikasikan untuk “keberlanjutan sebagai inti tindakan bea cukai bagi manusia pada umumnya dan bagi kemakmuran, dan bagi planet bumi: “la durabilité au cœur de l’action douanière pour les personnes, la prospérité et la planète”. Sedangkan tahun 2021 berfokus pada upaya bea cukai dalam mengelola krisis Covid 19 dan menjaga rantai pemasokan dunia, dan di tahun 2022 bertemakan “Menghidupkan lautan melalui aksi kolektif: “revitaliser les océans par l’action collective””.

Tema yang diusung untuk tahun 2024 belum tampak jelas, karena kita masih harus menunggu Sekretaris Jenderal WCO yang baru berfungsi karena pada awal bulan Januari 2024. Awal tahun ini merupakan tonggak penting dalam sejarah Organisasi Kepabeanan Dunia (WCO) karena Ian Saunders secara resmi diangkat sebagai Sekretaris Jenderal WCO. Pergantian kepemimpinan WCO ini dirayakan di kantor pusat WCO di Brussels, Belgia, dengan upacara serah terima jabatan dari Sekretaris Jenderal sebelumnya yaitu Dr Kunio Mikuriya, yang melambangkan kesinambungan dan keterbukaan babak baru bagi organisasi tersebut.

Yang terpenting untuk program tahun 2024 ini WCO mendedikasikan tahun ini untuk Bea Cukai yang memobilisasi mitra bersejarah dan mitra barunya untuk mencapai tujuan yang jelas. Oleh karena itu, Anggota WCO akan mempunyai kesempatan untuk mempromosikan upaya dan kegiatan mereka di bidang ini.

Selain dimensi penting minggu ini, ada baiknya kita mengenal lebih baik gambaran umum tentang WCO, sebuah organisasi yang sering kali tidak dikenal oleh masyarakat umum namun memiliki peran penting dalam arus  pengelolaan dan kesinambungan pertukaran barang  dan globalisasi.

Tahun ini, WCO yang bermarkas di Brussel, Belgia  merayakan tahun ke-71 keberadaannya. Tahun lalu pada tanggal 26 Januari 2023 Hari Jadi WCO yang ke-70, Organisasi ini mendidedikasikan programnya untuk kerja sama internasional dan berbagi pengetahuan. Dengan Sekretaris General yang baru, program apakah yang akan ditawarkan WCO?

Organisasi Kepabeanan Dunia (WCO) adalah badan antarpemerintah independen yang mempunyai misi untuk meningkatkan efisiensi dan kerja sama administrasi kepabeanan. Saat ini lembaga ini mewakili 184 administrasi bea cukai yang tersebar di seluruh dunia dan menangani 98% perdagangan dunia. Sebagai pusat keahlian kepabeanan global, WCO adalah satu-satunya organisasi yang memiliki kemampuan internasional di bidang kepabeanan atau bea cukai dan sebagai pembicara dari komunitas  atau anggota kepabeanan internasional.

Secara nyata, WCO mengizinkan pengembangan peraturan dan standar internasional untuk melancarkan kerja sama internasional. Oleh karena itu, dibentuklah sistem yang harmonis, yang digunakan sebagai dasar untuk menentukan tarif bea cukai dan menetapkan statistik perdagangan internasional. Sejak tahun 1974, dunia kepabeanan disederhanakan dan diselaraskan melalui Konvensi Kyoto ”La Convention de Kyoto” (yang kemudian direvisi pada tahun 1999).

WCO selalu mengikuti perkembangan zaman dengan menambahkan perhatiannya pada teknologi baru untuk menempatkan batas-batas yang cerdas, untuk menetapkan prinsip-prinsip panduan yang menjadi landasan etika kepabeanan.

Salah satu masalah yang rentan diurus oleh bea cukai ini adalah korupsi. Untuk menghapus dan memberantas perbuatan korupsi ini tersedia modul e-Learning Urusan Dalam Negeri dalam bahasa Inggris di WCO CLiKC! platform e-learning  dan akan ditawarkan dalam bahasa Perancis, Portugis, Arab, dan Spanyol dalam beberapa minggu mendatang.

Program Anti-Korupsi & Promosi Integritas (A-CIP : Anti-Corruption & Integrity Promotion) ini disponsori oleh Badan Kerja Sama Pembangunan Norwegia (Norad) dan Canada dan berlangsung selama enam minggu. Program A-CIP WCO saat ini didukung oleh lebih dari 20 negara di lima kawasan WCO.

Program The WCO Anti-Corruption & Integrity Promotion (A-CIP) ini bertujuan untuk menekankan nilai tambah dan dampak fungsi Urusan Dalam Negeri dalam memerangi korupsi dan meningkatkan integritas melalui kegiatan pencegahan dan investigasi. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada petugas Bea Cukai mengenai proses, prosedur, dan aktivitas terkait Urusan Dalam Negeri yang akan berdampak positif terhadap tingkat integritas mereka dan keseluruhan administrasi.

Di akhir program, peserta pelatihan diharapkan akan dapat menghargai pentingnya fungsi Urusan Dalam Negeri dan mengerti tentang mekanisme  (transparansi / keterbukaan), yang mungkin diakses dengan rasa aman untuk dapat menerima pengaduan lalu menilainya dan mengelola pengaduan korupsi, pelanggaran atau pengurusan tersebut.

Modul e-learning juga memberikan panduan terkait proses penyidikan administratif, tantangan umum yang dihadapi penyidik, dan cara mengatasi tantangan tersebut. Beberapa instruksi lebih lanjut terkait proses wawancara, serta laporan yang efektif, juga dijelaskan secara rinci. Yang terpenting, para peserta pelatihan berfokus pada membangun kemampuan menghadapi perubahan dan menciptakan kekayaan pengetahuan kolektif melalui berbagi pandangan, perspektif, opini, dan praktik terbaik.

Sumber: ​

https://fr.wikipedia.org/wiki/Organisation_mondiale_des_douanes

https://www.wcoomd.org/fr/ atau  https://www.wcoomd.org/

Pencarian