Tim Arsitektur UPI Raih Juara Pertama di Sayembara Ruang Publik AGF x BDD
18 Nov 2023 • Humas UPI
Jakarta – Dalam sebuah pencapaian yang membanggakan, tim dari Prodi Arsitektur, Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil meraih juara pertama dalam Sayembara Ruang Publik. Kompetisi ini merupakan bagian dari acara bergengsi Architecture Grand Festival x Bintaro Design District yang diadakan di Jakarta.
Tim UPI yang terdiri dari Hilmy, Mawar dan Tazkiah (Arsitektur Angkatan 2020), berhasil mengungguli peserta lain dengan desain yang inovatif dan solutif. Mereka dibimbing oleh Restu Minggra, S.Pd., M.T., salah seorang dosen berpengalaman di bidang arsitektur.
Sayembara ini mengundang para arsitek muda untuk menampilkan ide-ide kreatif dalam merancang ruang publik yang tidak hanya estetis tetapi juga fungsional. Kriteria penilaiannya mencakup aspek keberlanjutan, integrasi dengan lingkungan, dan keunikan desain.
Prestasi ini tidak hanya menunjukkan keahlian dan kreativitas tim UPI, tetapi juga menegaskan komitmen universitas dalam menghasilkan para arsitek muda yang berbakat dan siap berkontribusi pada pengembangan desain perkotaan di Indonesia.
Rektor UPI mengucapkan selamat kepada tim dan mengharapkan prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi.
Acara Architecture Grand Festival x Bintaro Design District telah menjadi platform penting untuk para arsitek muda Indonesia dalam menunjukkan potensi dan inovasi mereka. Kemenangan tim UPI ini menandakan langkah besar dalam perjalanan di dunia arsitektur dan desain.
Dengan prestasi ini, semoga UPI dapat terus berkontribusi pada pengembangan infrastruktur dan estetika kota di masa yang akan datang.
UPI Jadi Kampus Pertama yang Menggelar Sidang KEPP Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
16 Nov 2023 • Humas UPI
Bandung, 14 November 2023 – Sebuah langkah bersejarah telah dicatat oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan menjadi kampus pertama di Indonesia yang menggelar sidang Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Pada Senin, 14 November 2023 pukul 09.00 WIB, UPI akan menjadi tuan rumah sidang terkait Perkara Nomor 124-PKE-DKPP/X/2023.
Kerja sama antara UPI dan DKPP ini tidak hanya mencerminkan peran aktif universitas dalam mendukung proses hukum dan demokrasi di Indonesia, tetapi juga menandai peningkatan citra positif UPI di mata lembaga-lembaga pemerintahan dan masyarakat umum. Kehadiran sidang KEPP di lingkungan kampus merupakan sebuah inovasi dalam pendekatan edukasi dan transparansi terhadap proses pemilu di Indonesia.
“Kami bangga menjadi bagian dari inisiatif ini. Ini merupakan kesempatan bagi UPI untuk menunjukkan komitmennya dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan,” ujar Dr. Ipah Saripah, M.Pd.. “Kerja sama ini juga membuka jalan bagi interaksi yang lebih erat antara akademisi dan lembaga pemerintahan, serta meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang proses demokrasi di Indonesia.” tambahnya.
Sidang yang dipimpin oleh Anggota DKPP dan Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Jawa Barat ini akan membahas kasus yang diadukan oleh Ade Sudrajat terhadap Anggota Bawaslu Kabupaten Garut, Imam Sanusi. Meskipun fokus sidang adalah pada kasus tersebut, peran UPI sebagai lokasi sidang menunjukkan komitmen universitas terhadap pembangunan hukum dan demokrasi yang lebih baik.
Sidang ini terbuka untuk umum dan akan disiarkan secara langsung melalui akun Facebook DKPP, @medsosdkpp, sehingga memungkinkan masyarakat luas, termasuk mahasiswa dan akademisi, untuk menyaksikan secara langsung proses hukum yang berlangsung. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain di Indonesia untuk turut serta aktif dalam mendukung proses demokrasi dan hukum di negara ini.
ProtEQ: Website untuk Mengembangkan Sosial Emosional Anak Gifted
15 Nov 2023 • Humas UPI
Tim ProtEQ yang merupakan penerima pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa skema Riset Sosial Humaniora dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, berhasil lolos PIMNAS 36 yang akan diselenggarakan di Universitas Padjajaran pada tanggal 26 November—1 Desember 2023.
Tim ProtEQ bersama dosen pendamping
Tim ProtEQ meneliti “Media Pengembangan Sosial Emosional Anak Gifted di PAUD” yang diketuai oleh Tiara Lisania Sidqia (PGPAUD 2021), dengan anggota kelompok Fazlur Ramadhan (PGPAUD 2021), Fuzi Yanti (PGPAUD 2021), Ia Salsabila (Pendidikan Khusus 2021), dan Muhammad Ilham Riyadhi (Teknologi Pendidikan 2022) serta dibimbing oleh Dr. Euis Kurniati, M.Pd.
Riset yang dilakukan Tim ProtEQ terkait dengan pengembangan sosial emosional anak gifted, media yang dipilih oleh tim adalah website dan dapat diakses pada tautan https://proteq-edu.com . Website yang dikembangkan fokus pada 3 layanan, yaitu layanan untuk anak gifted berupa games sosial dan emosional, layanan untuk orang tua berupa infografis yang berisi tips, cara, ataupun upaya yang dapat orang tua lakukan dalam memenuhi dan mendukung kebutuhan sosial emosional anak gifted, dan layanan untuk guru yaitu lesson plan yang dapat diaplikasikan pada saat pembelajaran untuk mengembangkan sosial emosional anak gifted.
Layanan untuk orang tua dan guru ditetapkan berdasarkan teori ekologi Bronfenbrenner bahwa perlu adanya kolaborasi antara kegiatan di rumah, sekolah, dan lingkungan tempat tinggal. Sehingga apabila sosial emosionalnya berkembang dengan baik, anak dapat diterima dengan baik dalam pertemanan, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, serta mampu mengekspresikan emosinya dengan baik.
Hal ini dikarenakan anak gifted memiliki potensi yang tinggi, kreativitas, serta task commitment yang baik. Akan tetapi, keberbakatan yang dimiliki anak gifted tersebut tak luput dari berbagai macam permasalahan yang dialami, salah satunya adalah permasalahan sosial dan emosional. Maka dari itu, diperlukan adanya upaya yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan mereka. Sehingga, website https://proteq-edu.com dapat menjadi solusi atas dalam memenuhi kebutuhan dan permasalahan yang dialami anak gifted.
Vofisil Team, Tim Dari FPTK UPI Yang Lolos Ke Pimnas 36 Di Universitas Padjadjaran
14 Nov 2023 • Humas UPI
VOFISIL, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2023 bidang Riset Sosial Humaniora (RSH) dari Universitas Pendidikan Indonesia berhasil lolos ke tahap final yaitu PIMNAS 36 atau Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 36 yang akan digelar di Kampus Universitas Padjajaran pada tanggal 26 November hingga 1 Desember 2023.
Tim ini terdiri dari 4 anggota dengan ketua Zenita Sabitri. Adapun anggotanya adalah Zahra Ghinaya, Jasmine Al Dhahrani, Hani Rahmiyanti, dan Az-zahra Diva Fauziah. Ketua dan anggota berasal dari Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan program studi Pendidikan Teknik Bangunan. Selain itu, tim ini didampingi oleh seorang dosen pendamping bernama Sri Rahayu, M.Pd.
Berdasarkan Surat Kepala Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) yang dikeluarkan tanggal 6 November 2023, diumumkan bahwa sebanyak 12 tim PKM dari UPI lolos ke tahap PIMNAS 36, salah satunya adalah tim VOFISIL.
Adapun judul PKM tim VOFISIL adalah “Flipbook dengan Augmented Reality untuk Meningkatkan Skill 4C pada Siswa Vokasi di Era Society 5.0”. Adapun judul ini hadir sebagai bentuk respons terhadap perubahan zaman menuju Society 5.0, di mana Sumber Daya Manusia (SDM) diharapkan mampu mengoptimalkan teknologi dan memiliki kemampuan 4C. Dalam ranah pendidikan, sekolah vokasi diharapkan dapat mengasah keterampilan 4C ini agar siswa siap menghadapi dunia kerja di era Society 5.0. Tim VOFISIL menyadari urgensi tersebut dan mengakui pentingnya digitalisasi dalam pendidikan dan pembentukan SDM yang memiliki kemampuan 4C. Oleh karena itu, Zenita dan tim menciptakan media pembelajaran inovatif bernama VOFISIL atau Vocational Flipbook Bumi Siliwangi untuk membantu siswa vokasi mengembangkan kemampuan 4C sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Awal mula perjalanan PKM ini dilakukan dengan menyusun proposal pada akhir tahun 2022, dan penelitian dilaksanakan di pertengahan tahun 2023, khususnya dari bulan Juni hingga September. Mereka menjalankan penelitian di SMKN 5 Bandung, yang merupakan sekolah Pusat Keunggulan (PK), dengan fokus pada siswa kelas 10 yang mengambil jurusan Teknik Konstruksi dan Properti (TKP) serta Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB). Selama periode tiga hari, tim peneliti melakukan uji coba dan implementasi media pembelajaran VOFISIL kepada dua kelas.
Adapun kegiatan yang dilakukan selanjutnya oleh tim VOFISIL adalah melanjutkan penyusunan laporan akhir serta mempersiapkan diri menghadapi PIMNAS 36. Kegiatan ini didukung oleh pihak fakultas maupun pihak universitas. Baik pihak fakultas maupun universitas sangat bangga dan berdedikasi penuh terhadap tim-tim yang lolos ke PIMNAS, salah satunya adalah tim VOFISIL ini. Hal tersebut dibuktikan dengan diadakannya kegiatan “Workshop dan Pendampingan Penyusunan Laporan Akhir PKM bagi Kelompok yang Lolos PIMNAS Tahun 2023” yang diadakan tanggal 9 November 2023 di Auditorium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPI.
Selain tim VOFISIL, terdapat 11 tim lain dari Universitas Pendidikan Indonesia yang berhasil lolos ke tahap PIMNAS dengan FPTK sebagai fakultas dengan jumlah tim lolos terbanyak yaitu sebanyak 4 tim dari berbagai fakultas. Semua tim antusias mengikuti persiapan PIMNAS 36 dengan harapan dapat meraih medali emas dalam acara tersebut. (Tim PKM-RSH UPI).
Kabar dari Perancis (18) 11 November: Peringatan Hari Kemenangan Perang Dunia I dan Pengukuhan Perdamaian di Perancis
14 Nov 2023 • Humas UPI
oleh
Nenden Nurhayati Issartel (Koresponden, Perancis)
Tri Indri Hardini (Dosen, Universitas Pendidikan Indonesia)
Jika di Indonesia kita merayakan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November, Di Perancis, setiap tanggal 11 November dirayakan sebagai Hari Armistice (Hari Gencatan Senjata pada saat Perang Dunia ke I atau disebut juga La Grande Guerre) untuk menghormati tentara, militer yang masih bertugas atau veteran atas bakti mereka pada negara. Pada hari ini selain untuk merayakan kemenangan Perancis di perang dunia ke-1, juga merupakan perayaan untuk perdamaian dan hari dinyatakan sebagai hari libur nasional.
Pada tahun ini, perayaan Armistice 11 November 2023 di Perancis dalam rangka memperingati peringatan ke 103 tahun diselenggarakan di setiap kota mulai dari kota kecil hingga kota besar, dan pusat peringatannya dilaksanakan di Ibu kota negara Perancis di Paris, tepatnya di Arc de Triomphe, tempat dimakamkan tentara tak dikenal.
Sejak peringatan pertama penandatanganan gencatan senjata pada tahun 1918 Pascaperang Dunia I hingga peringatan seratus tahun tahun Armistice pada tahun 2018, upacara tersebut telah mengalami perubahan yang mencolok. Untuk mengetahui perkembangan tentang peringatan ini, mari kita simak jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
1. Apa yang terjadi pada tanggal 11 November 1918?
Pada awal November 1918, Kanselir Jerman (fr: le chancelier allemand), Maximilian von Baden, meminta penghentian persengketaan dan mengumumkan pengiriman perwakilan berkuasa penuh Jerman untuk berunding. Delegasi Jerman diterima di hutan Compiègne dekat Rethondes pada tanggal 8 November, dan di sebuah gerbong yang dijadikan sebagai kantor darurat Marsekal Foch persyaratan gencatan senjata (Armistice) mulai dipaparkan.
Keesokan harinya, di Jerman, Kaisar William II turun tahta dan mengungsi ke Belanda. Sistem Pemerintahan Kekaisaran diganti menjadi Republik. Setelah perubahan sistem pemerintahan ini, di Jerman, pemerintahan baru menerima persyaratan gencatan senjata yang ditawarkan.
Pada tanggal 11 November 1918 pukul 5.45 pagi, gencatan senjata (l’Armistice) ditandatangani berdasarkan persyaratan yang diminta. Peperangan dihentikan pada hari yang sama pada pukul 11.00.
Gencatan senjata adalah penghentian sementara pertempuran dengan tujuan merundingkan diakhirinya permusuhan. Perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 11 November 1918 ini berlaku selama 36 hari dan diperpanjang beberapa kali. Baru pada saat penandatanganan perjanjian damai di Versailles, pada tanggal 28 Juni 1919, diumumkan berakhirnya perang.
2. Sejak kapan tanggal 11 November dijadikan hari peringatan?
Ide untuk menghormati prajurit tak dikenal yang gugur dalam pertempuran perang diluncurkan pertama kali pada tanggal 20 November 1916, pada saat pertempuran di Verdun, Lorraine. La Lorraine (dalam Bahasa Jerman: Lothringen) adalah daerah bersejarah dan berbudaya di bagian Timur Perancis yang berbatasan dengan negara Belgia, Luxembourg dan Jerman.
Pada tanggal 8 November 1920, sebuah undang-undang disahkan untuk memberikan penghormatan kepada jenazah seorang prajurit tak dikenal yang “meninggal di tempat pertempuran terhormat (“mort au champ d’honneur”.)
Perwakilan tak bernama Prajurit Tak Dikenal, dimakamkan pada tanggal 28 Januari 1921 di bawah Arc de Triomphe (monumen bersejarah yang berbentuk lengkung yang berdiri di tengah area Place de l’Étoile, di ujung barat wilayah Champs-Élysées di Paris).
Pada tanggal 11 November 1923, Menteri Perang dan Pensiun Perancis saat itu, André Maginot, menyalakan api peringatan untuk pertama kalinya. Sejak itu sampai sekarang, acara menyalakan api ini dilakukan setiap malam pukul 18.30.
Pada saat yang sama, dari tahun 1920 hingga 1925, 36.000 tugu peringatan perang dibangun di Perancis. Tugu peringatan perang menjadi tempat peringatan Perang Akbar (Perang Dunia I) di daerah-daerah kecil lainnya di Perancis. Para keluarga militer juga memberikan tanggapan dan respons yang positif tentang peringatan perang ini.
Parade militer peringatan pertama diselenggarakan pada tanggal 14 Juli 1919 untuk merayakan kemenangan tentara Perancis atas musuh.
Upeti yang dibayarkan pada tanggal 11 November 1919 bersifat rahasia. Salah satu rangkaian acaranya adalah mengheningkan cipta selama satu menit yang diselenggarakan untuk menghormati mereka yang gugur selama Perang Dunia I (La Grande Guerre). Upacara berlangsung di Chapelle Invalides di hadapan Jendral Marechal Foch.
Tahun berikutnya, upacara tersebut mengambil dimensi nasional dengan keinginan untuk menghormati semua prajurit yang tewas dalam pertempuran. Selanjutnya, para veteran mendesak agar Parlemen menetapkan tanggal 11 November sebagai hari libur nasional. Peringatan ini ditetapkan oleh Undang-undang 24 Oktober 1922.
3.Apa yang berubah dalam Undang-undang tanggal 28 Februari 2012 yang menetapkan tanggal 11 November sebagai peringatan semua kematian di Perancis?
Selain sebagai hari peringatan penandatanganan gencatan senjata tahun 1918 dan “peringatan kemenangan dan perdamaian”, Undang-undang tanggal 28 Februari 2012 juga memberikan penghormatan kepada semua orang yang “gugur untuk Perancis” dalam konflik lama atau konflik saat ini.
Semua orang yang gugur demi Perancis, baik warga sipil maupun militer, kini dihormati pada tanggal 11 November. Perayaan ini memungkinkan kita untuk memberikan penghormatan kepada semua tentara yang tewas selama berperang di luar Perancis (OPEX: d’opérations extérieures, yaitu operasi luar negeri : tentara yang melaksanakan tugas di luar Perancis).
Perlu diketahui bahwa tanggal 11 November di America Serikat pun dilaksanakan sebagai Hari Peringatan Amerika yang menghormati semua tentara Amerika yang tewas dalam semua perang (Veterans Day yang dulunya dikenal sebagai Armistice Day)
4.Apa program upacara peringatan Armistice pada tahun 2023?
Pada kesempatan upacara nasional tanggal 11 November 2023 yang diselenggarakan di Paris, di Arc de Triomphe, Presiden Republik Emmanuel Macron memberikan penghormatan kepada semua orang yang gugur demi Perancis dan meletakkan karangan bunga di makam prajurit tak dikenal.
Pada perayaan 11 November 2023, Presiden menjelaskan tentang nilai simbolik tentara tak dikenal yang dimakamkan di Arc de Triomphe dan tentang api yang menyala secara abadi di makam ini. Macron menyatakan pentingnya perayaan ini agar nilai nilai nasional Perancis dapat diwariskan kepada generasi sekarang. Beliau menyatakan bahwa Hari Pahlawan Perancis (Hari Genjata tanggal 11 November) ini juga untuk menghormati semua pahlawan yang gugur untuk Perancis dari segala golongan, tempat, agama dan cara hidup yang dipilih, tanpa melihat nama, tanpa adanya prioritas karena semua orang yang gugur untuk Perancis adalah pahlawan.
”… Dengan dimakamkan di sini, prajurit tak dikenal ini melambangkan persaudaraan bersenjata, persaudaraan dalam duka dan harapan, dan adanya api di makam ini selama 100 tahun dijamin tidak akan pernah padam karena dijaga oleh komisaris api siang dan malam, yang dipersembahkan untuk semua yang gugur yang telah membangun Perancis dan bagi yang masih hidup yang akan mewariskannya. Hidup republik ! Hidup Perancis!”
” … Puis, en étant enterré. Ici, le soldat inconnu signifie cette fraternité d’armes, de deuil et d’espérance et la flamme sur sa tombe depuis 100 ans ne s’est jamais éteinte gardé par les commissaires de la flamme de jour comme de nuit, et elle ne s’éteindra jamais, à nos morts qui ont fait la France et au vivant qui la transmettrons, Vive la république. Vive la France.
5. Adakah tugu peringatan perang Perancis untuk tentara OPEX?
Sejak tahun 2011, dibangun makam atau tugu peringatan sebagai proyek yang didukung oleh kementerian untuk menghormati para korban perang yang membela Perancis di OPEX dalam upaya memberikan penghormatan kepada para militer yang gugur dalam operasi di luar negeri Perancis yang gugur sejak tahun 1963.
Pada tanggal 18 April 2017, Presiden Republik saat itu, François Hollande, melakukan peletakan batu pertama dan monumen ini selesai dibangun dan akhirnya diresmikan pada 11 November 2019 oleh Presiden Emmanuel Macron.
Monumen ini merupakan situs peringatan nasional Kementerian Angkatan Bersenjata yang ke sepuluh dan merupakan tempat-tempat terhormat yang digunakan sebagai tempat hikmat untuk penyelenggaraan upacara.
Sembilan lokasi yang diresmikan adalah sebagai berikut.
Pemakaman Nasional Notre-Dame-de-Lorette (Pas-de-Calais)
Pemakaman Nasional Fleury-devant-Douaumont dan Parit Bayonet (Meuse).
Bekas kamp konsentrasi Natzweiler-Struthof (Bas-Rhin).
Mont-Valérien (Hauts-de-Seine).
Memorial Tugu Peringatan Para Martir Deportasi Île de la Cité (Paris);
Memorial Tugu Peringatan Penjara Montluc (Rhône);
Memorial Peringatan Pendaratan Sekutu di Provence di Mont-Faron (Var).
Memorial Peringatan Perang di Indochina (Var).
Memorial Peringatan Perang Aljazair dan Pertempuran Maroko dan Tunisia (Paris).