English
Indonesia

Kabar dari Perancis (11) Hari Perempuan Internasional

17 Sep 2023 • Humas UPI

Oleh : Nenden Nurhayati Issartel (Koresponden, Perancis) 

Tri Indri Hardini (Dosen, Universitas Pendidikan Indonesia)

Di Indonesia, kaum perempuan sejak dulu telah memainkan peran yang penting dalam kehidupan bangsa kita, bahkan di dalam kancah politik, perempuan Indonesia pernah menempati kedudukan puncak saat Ibu Megawati Soekarno Putri menduduki jabatan presiden RI dari tahun 2001-2004. Semoga hak-hak kaum perempuan di Indonesia tetap dijunjung tinggi dan tidak mengalami kemunduran. Sayang sekali jika Ibu Kartini dan Ibu Sartika yang sudah susah payah memperjuangkan hak-hak kaum perempuan Indonesia ini dilupakan hasil kerja kerasnya.

Jika di negara kita tercinta kaum perempuan dijunjung tinggi haknya, di negara Barat tidak demikian adanya. Perbedaan perlakuan kaum perempuan dengan kaum lelaki di dalam masyarakat masih dirasakan. Sampai saat ini, jabatan Presiden Perancis belum pernah diduduki perempuan. Bahkan kondisi di Perancis, gaji perempuan lebih rendah daripada gaji laki-laki dan masih banyak kaum laki-laki yang merasa lebih ”macho” daripada kaum perempuan, sehingga layak dibayar lebih mahal. Diskriminasi ini masih tetap diperjuangkan sampai saat ini agar perempuan memiliki hak yang sama di dalam kehidupan sehari-hari. 

Pada tanggal 8 Maret, semua perempuan di seluruh dunia menjadi sorotan! Setiap tahun, tanggal ini meningkatkan kesadaran dan memobilisasi masyarakat di seputar hak-hak kaum perempuan. Banyak acara yang diselenggarakan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan di Perancis, untuk menunjukkan tekad dan komitmen mereka dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan menyoroti kemajuan yang dicapai selama setahun terakhir ini.

Hari Perempuan  Nasional pertama kali diadakan pada tahun 1909 di Amerika Serikat. Hal ini muncul setelah gerakan sosial yang dimulai pada abad ke-19, untuk menunjukkan perlawanan terhadap kesenjangan antara laki-laki dan perempuan, khususnya yang  terkait dengan dunia kerja. Pada tanggal 8 Maret 1917, demonstrasi kaum perempuan skala besar terjadi di Rusia, yang menuntut “roti dan perdamaian”. Gerakan ini dipimpin oleh seorang feminis dan revolusioner, Alexandra Kollontaï yang memainkan peran besar dan berkat  unjuk rasa ini akhirnya ditetapkan tanggal 8 Maret sebagai hari perayaan perempuan, yang pada awalnya dirayakan di negara-negara bagian Timur. Pada tahun 1977, PBB meresmikan tanggal 8 Maret dan mengundang semua negara untuk merayakan hari perempuan dan perdamaian internasional.

Setiap tahun, PBB mengusulkan tema untuk hari internasional ini. Pada tahun 2021, di masa pandemi, temanya adalah “Kepemimpinan Perempuan: Untuk masa depan yang setara di dunia akibat Covid-19” dan pada tahun 2022 adalah “Kesetaraan saat ini untuk masa depan yang berkelanjutan”.

Tahun ini, tema yang diusulkan adalah: “Untuk dunia digital yang inklusif: Inovasi dan teknologi untuk kesetaraan gender”. Berbagai acara menyoroti kesenjangan antara laki-laki dan perempuan yang terkait dengan teknologi digital dan kemajuan yang diharapkan di sektor ini. 

Di Perancis, Hari Perempuan Internasional dirayakan dengan berbagai kegiatan, misalnya sebagai berikut.

  • Pemogokan kaum feminis : demonstrasi di seluruh Perancis untuk menuntut hak-hak kaum perempuan.
  • Beberapa perlombaan untuk kesetaraan/ kesamaan hak edisi ke-8, pada tanggal 11 Maret, di Parc des Buttes-Chaumont.
  • Kunjungan gratis ke makam para feminis di pemakaman Montparnasse.
  • Permainan Cluedo seukuran aslinya di kota Amiens yang diselenggarakan oleh Les centres d’information sur les droits des femmes et des familles (Pusat Informasi Hak-hak perempuan dan Keluarga) yang menampilkan tokoh-tokoh perempuan terkenal.
  • Beberapa konferensi dan pameran yang membahas tentang kaum perempuan.
  • Presiden Emmanuel Macron memimpin upacara penghormatan kepada Gisèle Halimi, seorang tokoh besar feminisme yang meninggal pada tahun 2020.

Artikel kami minggu depan membahas tentang hak asasi kaum perempuan dan perjuangannya dari beberapa sudut pandang.

Seminar Mahasiswa KKN Tematik UPI: Remaja Peduli Stunting (REPTING)

14 Sep 2023 • Humas UPI

Kegiatan Foto Bersama Seluruh Partisipan Seminar REPTING

Sabtu, 19 Agustus 2023 Mahasiswa KKN Tematik UPI kelompok Desa Pangauban telah mengadakan seminar yang mengusung tema “Seminar REPTING (Remaja Peduli Stunting)” yang diadakan di MA Persis 60 Katapang. Pelaksanaan acara dimulai dengan sambutan Mudir AM Pesantren Persis 60 Katapang, ustadz Zaenal Muttaqin, S.AG dan sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si. Acara seminar ini dihadiri oleh perwakilan perangkat desa, perwakilan puskesmas Katapang, tenaga MOTEKAR (Motivator Ketahanan Keluarga), dan kelompok POKJA PKK Desa Pangauban.

Poster Kegiatan Seminar REPTING

Acara seminar mengenai stunting ini bekerjasama dengan puskesmas Katapang dan POKJA PKK Desa Pangauban dengan menghadirkan narasumber ahli gizi puskesmas Katapang yaitu Dadang Nurdin, A.MD. GZ dan narasumber POKJA PKK Desa Pangauban dan tenaga MOTEKAR yaitu Iin Parlina dan Risma Risyanti. Selain menghadirkan narasumber dari luar, acara seminar ini juga menghadirkan pemateri dari kelompok mahasiswa KKN yaitu Firda Amelia Putri.

Pematerian dari Ahli Gizi Puskesmas Katapang

Acara seminar ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi MA Persis 60 Katapang yang berjumlah 280 peserta. Dalam acara seminar ini seluruh siswa-siswi menyambut dengan antusias dan bersemangat diungkapkan dengan membantu proses persiapan seminar, menyambut mahasiswa KKN dengan sapaan ramah dan mengikuti acara seminar dengan seksama. Materi yang dihadirkan oleh narasumber mahasiswa KKN adalah inti materi seminar yaitu “Remaja Peduli Stunting”.  Berlanjut materi dari POKJA PKK dan tenaga MOTEKAR adalah sosialisasi program STOPAN JABAR dari pemerintah gubernur. Terakhir, pematerian ahli gizi puskesmas Katapang berjudul “Aksi Bergizi” dan pemberian 2000 tablet penambah darah kepada siswi MA Persis 60 Katapang.

Foto Bersama Pematerian POKJA PKK dan Tenaga MOTEKAR

Materi ini sangat bermanfaat bagi kita semua terutama REMATRI (remaja putri), yang nantinya akan menjadi seorang ibu dan membutuhkan pendidikan kesehatan dan menjadi bekal sejak dini agar terhindar dari stunting.

Penulis: Mahasiswa KKN Tematik UPI Kelompok Desa Pangauban

Redaksi: Firda Amelia Putri dan Nurul Wasilatul Jamilah

Foto: Koleksi Pribadi

Tanggal: 21 Agustus 2023 

Dosen Pendidikan Teknik Bangunan UPI Selenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam Menumbuhkan Budaya Literasi Digital Untuk Meningkatkan Pemanfaatan Teknologi Bagi Desa Bugel Kabupaten Tasikmalaya

13 Sep 2023 • Humas UPI

Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Aula Desa Bugel Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya pada hari Sabtu, 9 September 2023. Kegiatan dihadiri peserta sebanyak 35 peserta terdiri dari Camat Ciawi Kabupaten Tasikmalaya Bapak Winardi Hidayat, S.IP., M.Si, Kepala desa bugel Bapak Ruhimat dan perwakilan masyarakat umum maupun karang taruna. 

Tim pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari Dedi Purwanto, S.Pd., M.PSDA sebagai ketua, Prof. Dr. Danny Meirawan, M.Pd; Drs. Sukadi, M.Pd, MT dan Rieske Iswardhany, M.Pd sebagai anggota; Sri Rahayu, M.Pd  dan Diana Rahayu, S.Pd., M.Si. sebagai anggota dan pemateri; serta mahasiwa angkatan 2020 yang membantu dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Zahra Ghinaya, Zenita Sabitri dan Jasmine Al Dhahrani. 

Menurut Sri Rahayu, M.Pd, “PKM dilaksanakan dalam bentuk pemberian materi tentang menumbuhkan budaya literasi digital, tes dan diskusi. Anggota PKM bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan PKM di Desa Bugel Kabupaten Tasikmalaya ini.” Seluruh peserta, ungkapnya, mendapatkan materi tentang literasi digital, kerangka literasi digital indonesia, contoh dan bagaimana melakukannya serta pentingnya kerangka literasi digital. 

Penyelenggaraan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tentang Pemberdayaan Masyarakat Dalam Menumbuhkan Budaya Literasi Digital Untuk Meningkatkan Pemanfaatan Teknologi Bagi Desa Bugel Kabupaten Tasikmalaya ini diawali dengan memberikan pre test terkait materi literasi digital untuk mengetahui parameter pengetahuan awal sebelum pemberian materi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi eduasi terkait menumbuhkan budaya literasi digital dan diakhir dengan memberikan post test merupakan evaluasi atau tes yang dilakukan setelah pemberian materi. 

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diharapkan meningkatkan Literasi Digital dalam pemanfaatan teknologi di desa Bugel Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sehingga mereka bisa mengenal serta mampu  mengaplikasikan literasi digital dalam kehidupan sehari-hari (Kontributor Humas UPI)

Penandatanganan MoU MBKM antara Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI dengan Centre of Excellence for Electricity, Automation, and Renewable Energy (CoE EARE)

13 Sep 2023 • Humas UPI

Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., beserta jajarannya (Prof. Dr. Yulianeta, M.Hum., Dr. Dingding Haerudin, M.Pd, dan Yanti Wirza, M.A., Ph.D.), dan seluruh dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis menerima kunjungan dari Centre of Excellence for Electricity, Automation, and Renewable Energy (CoE EARE), di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS), pada hari Rabu, 13 September 2023. CoE EARE beralamatkan di Jl. Pesantren KM.2, Cibabat, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat. 

Pada pertemuan yang diadakan pada pukul 09.00 WIB tersebut, pihak dari CoE EARE diwakili oleh Co-Direktur, Manuel Azibi dan Asisten Co-Direktur, Analeila Devira Lorenzi. Pertemuan tersebut diawali dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra serta pemaparan tentang fakultas dan dilanjutkan dengan penjelasan tentang CoE EARE oleh Manuel Azibi. Dalam paparannya, Dekan FPBS UPI menjelaskan tentang selayang pandang fakultas serta maksud dan tujuan dari dilaksanakannya kerja sama ini, dan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis (Dr. Farida Amalia, M.Pd.) turut menjelaskan tentang program magang mandiri bagi mahasiswa khususnya pada peminatan Tradcution (penerjemahan).

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penandatanganan surat Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berisi rencana kerja sama antara kedua belah pihak untuk memanfaatkan kemampuan sumber daya yang dimiliki oleh keduanya secara maksimal dan sebaik-baiknya serta saling mendukung dan memfasilitasi dalam upaya penyelenggaraan Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis di Centre of Excellence for Electricity, Automation and Renewable Energy (CoE EARE).

Pertemuan dilanjutkan dengan penandatanganan surat Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berisi rencana kerja sama antara kedua lembaga untuk memanfaatkan kemampuan sumber daya yang dimiliki oleh kedua belah pihak secara maksimal dan sebaik-baiknya serta saling mendukung dan memfasilitasi dalam upaya penyelenggaraan Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Centre of Excellence for Electricity, Automation and Renewable Energy (CoE EARE).

Dalam diskusi lanjutan yang dipimpin oleh Dekan, Pimpinan CoE EARE juga menyampaikan profil perusahaan yang merupakan hasil dari kerja sama antara Kemendikbud Perancis, Kemendikbud Indonesia dan Schneider Electric Indonesia serta keterbukaan mereka untuk menerima mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis untuk melaksanakan magang di Perusahaannya.

Selain dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis, diskusi tersebut berkembang ke arah kemungkinan penjalinan kerja sama dengan fakultas lain yang terkait secara langsung dalam bidang listrik, otomasi dan energi yang terbarukan di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia.

Kunjungan dari CoE EARE ini diharapkan dapat berjalan dengan baik serta dapat menjalin kolaborasi serupa guna mencapai tujuan bersama yang lebih besar lagi di masa yang akan datang (Kontributor Humas UPI)

PKM Berbasis Keilmuan Prodi Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI: Pelatihan Uji Kompetensi Bahasa Jerman Tingkat A2 secara Daring bagi Siswa-Siswi SMA di Tasikmalaya

13 Sep 2023 • Humas UPI

Salah satu karakter society era 5.0 adalah adanya interaksi manusia dengan teknologi yang semakin intens, sehingga mampu beradaptasi dengan beragam dinamisasi dalam bidang ekonomi, sosial dan politik. Bidang-bidang ini tentu tak lagi berbatas parameter negara secara nasional, namun sudah mulai intens saling mempengaruhi dalam skala yang lebih mondial. Dengan demikian maka sudah bisa ditangkap adanya dua variabel dalam pernyataan ini, yaitu teknologi dan interaksi internasional yang memungkinkan terjadinya arus belajar dan alih informasi serta teknologi. 

Inilah entry point dari urgensi penguasaan bahasa asing pada hari ini. Ia tidak lagi menjadi kompetensi sekunder, namun sudah mulai merambah status menjadi kebutuhan primer bagi mereka yang ingin lebih kompetitif dan unggul. Melalui penguasaan bahasa asing, maka seseorang bisa mengakses pintu  yang dibaliknya terdapat pengetahuan baru, beragam ilmu, limpahan wawasan, informasi dan juga beribu peluang. Terlebih di masa teknologi saat ini, dimana jarak tidak lagi menjadi hambatan berarti, penguasaan bahasa asing bisa mengantarkan penuturnya ke dalam beragam akses yang disediakan oleh negara native, dan tentunya menjadi kesempatan yang sayang bila dilewatkan.

Bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa asing yang diajarkan di Indonesia tentu tidak menjadi pengecualian dalam hal ini. Bahasa Jerman adalah bahasa resmi di Liechtenstein, Jerman, Austria, Swiss, Luxembourg and Belgia. Selain itu, bahasa Jerman juga menjadi bahasa keseharian dari sebagian populasi di 14 negara lainnya. Bahasa Jerman menjadi bahasa dari beragam literatur berharga di bidang kesehatan, seni, budaya, hukum, teknologi dan kedokteran. Jerman juga merupakan negara kelahiran perusahaan-perusahaan besar pemilik merek dagang terkenal seperti Mercedes Benz, BMW, Opel, BASF, Volkswagen, Audi, Adidas, Puma, Nivea dan beragam merk terkenal lainnya. Dengan seluruh fitur ini, menguasai bahasa Jerman adalah sebuah nilai plus.

Berkenaan dengan hal tersebut, tim pengabdian  Program Studi Bahasa Jerman yang diketuai Pepen Permana, S.Pd., M.Pd. mencoba untuk meningkatkan kompetensi para pembelajar dalam bahasa Jerman melalui kegiatan pengabdian yang menyentuh dua variabel penting yaitu penggunaan teknologi dan bahasa asing, yang dalam hal ini adalah bahasa Jerman.  Peningkatan kompetensi yang dilaksanakan pada tahun ini mengerucut pada peningkatan kemampuan ujian bahasa Jerman level A2. dalam runutan sistematis, kegiatan pengabdian ini merupakan rangkaian dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di tahun 2022 lalu, dimana tim pengabdian Program Studi Bahasa Jerman melaksanakan pengabdian berupa Pelatihan Uji Kompetensi Bahasa Jerman di Tingkat A2 bagi siswa-siswi SMA di kota Bandung. Perbedaannya dengan pengabdian di tahun ini adalah bahwa kegiatannya dilaksanakan untuk siswa-siswi di Tasikmalaya dan sekitarnya. Kebijakan ini diambil dengan harapan agar kemampuan siswa-siswi bisa meningkat secara merata, setidaknya di wilayah yang masih bisa diakses oleh tim Pengabdian dengan relatif mudah karena ada di provinsi yang sama dengan homebase tim pengabdian prodi. 

Kegiatan pelatihan Ujian A2 Bahasa Jerman bagi Siswa SMA/SMK di Tasikmalaya dan sekitarnya secara daring ini diikuti oleh 45 siswa siswi dari lima SMA di Tasikmalaya, diantaranya SMAN 1 Jatiwaras, SMAN 1 Tasikmalaya, SMAN 3 Tasikmalaya, SMAN 4 Tasikmalaya dan SMAN 5 Tasikmalaya. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi dan bimbingan teknis penggunaan laman program simulasi ujian A2 daring yang dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 8 september 2023 secara virtual melalui Zoom Meeting. Dalam kesempatan ini Tim Pengabdian menurunkan lima orang  dosen untuk mengisi empat materi sosialisasi. Kegiatan yang dimoderatori Nur Mutmainah, S.Pd., M.A. ini juga dihadiri para guru dari SMA-SMA peserta, dan berjalan dengan lancar diikuti oleh seluruh peserta secara antusias sampai akhir kegiatan.

Kegiatan selanjutnya berupa kegiatan mandiri simulasi ujian tulis Bahasa Jerman A2 secara daring via website http://simujerman.com. kegiatan ini dilaksanakan dalam rentang tanggal 9 sampai dengan 14 September 2023 dan dapat dilaksanakan kapan saja dan di mana saja sesuai dengan kenyamanan peserta. Peserta dinilai sudah memahami dan mampu mengikuti kegiatan ini karena seluruh persiapan dan pengenalan sudah dilaksanakan pada saat kegiatan sosialisasi di awal rangkaian kegiatan, di antaranya pengenalan petunjuk teknis penggunaan web aplikasi pelatihan ujian Bahasa Jerman A2 yang disampaikan Pepen Permana, S.Pd., M.Pd., tips menjawab soal ujian bahasa Jerman tingkat A2 yang disampaikan oleh Irma Permatawati, S.Pd., M.Pd., Novia Anjani S.Pd., M.Hum. dan Widia Oktapiani, S.Pd., M.Pd.

Bagian akhir dari rangakaian kegiatan dalam pengabdian ini berupa kegiatan evaluasi yang dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 15 September 2023. dalam kegiatan ini dilaksanakan pemberian umpan balik dari tim PKM terhadap hasil simulasi yang dilakukan oleh siswa dan juga penjaringan data umpan balik dari peserta terhadap pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pelatihan ujian A2 Bahasa Jerman ini merupakan langkah konkret dalam mendukung pengembangan kompetensi Bahasa Jerman bagi siswa-siswa di Tasikmalaya dan sekitarnya. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam persiapan mereka menghadapi ujian Bahasa Jerman tingkat A2 dan lebih memperluas pengetahuan Bahasa Jerman di kalangan pelajar (Kontributor Humas UPI)

Pencarian