English
Indonesia

Mahasiswa Jurnalistik UPI Release buku “Forgotten”

06 Jun 2023 • Humas UPI

Bandung – UPI

Mahasiswa jurnalistik, Ilmu Komunikasi angkatan 2020 UPI. Release photobook “Forgotten” karya buku ini dirilis bersamaan dengan serangkaian acara ulang tahun Ilmu Komunikasi UPI yang ke-12. Release buku dilakukan di Pelataran Museum Nasional UPI pada tanggal 29 – 31 Mei 2023. Buku ini mengangkat tentang hal-hal yang sudah terlupakan oleh masyarakat Bandung Raya, mulai dari arsitektur, sejarah, masyarakat, hingga kebudayaan masyarakat Bandung Raya. Hal ini berkaitan dengan tujuan mereka yang ingin mengingatkan kembali masyarakat Bandung Raya tentang hal-hal tersebut. “Sebenarnya buku ini dibuat sebagai pengingat dan pengenal bagi mereka yang sudah mulai lupa akan adanya bangunan tua yang bersejarah, pekerjaan, hingga budaya-budaya”, tutur Ajeng salah satu mahasiswa jurnalistik 2020. Proses pengambilan gambar untuk buku ini dilakukan selama 3 minggu dengan mengelilingi Bandung Raya untuk melakukan observasi dan peliputan.

Buku ini diawali dengan pengenalan tempat wisata Kampung Gajah yang berada di Parongpong dengan memperlihatkan bagaimana kondisi terkini Kampung Gajah yang sudah lama ditinggalkan dan bagaimana masyarakat memanfaatkan wilayahnya.

Tak hanya Kampung Gajah, buku ini juga menceritakan arsitektur lainnya, seperti Bioskop Dian, dan Kampung Cina. Bangunan-bangunan lama yang tersohor ini kembali diperlihatkan setelah lama tidak diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat.

Aspek lainnya yang diwujudkan dalam foto buku ini adalah kebudayaan suku Sunda yang sudah lama ditinggalkan. Seperti permainan tradisional sunda yang sudah tidak dimainkan lagi oleh anak-anak zaman sekarang. Sama halnya dengan Wayang Golek khas Jawa Barat yang sudah tidak diperhatikan kembali.

Buku ini juga menampilkan keresahan dari adanya warga yang tinggal digerobak dan bagaimana pemberdayaan pemerintah untuk menyelesaikan PMKS. Aspek terakhir yang dibawakan buku ini adalah sejarah. Mereka memotret apa saja sejarah-sejarah di Bandung Raya yang sudah lama tidak diperhatikan, seperti tempat penjagalan, dan monumen pahlawan.

Foto buku ini dapat diakses melalui tautan berikut https://heyzine.com/flip-book/b488197be5.html

Keterangan:

  1. Jika menggunakan gawai harap posisikan gawai dalam mode rotate landscape
  2. Baca buku dalam keadaan yang tenang

(Kontributor Humas, A. Regina Mahasiswa Jurnalistik UPI 2020, Ed HN)

Mahasiswa Program Doktor IPS Lakukan Kajian Pedagogik ke SMP Labschool UPI dan SMP Kartika XIX-2 Bandung

06 Jun 2023 • Humas UPI

Bandung,

Keterangan: Dokumentasi di kelas IPS SMP Labschool UPI

Dalam rangka memenuhi capaian dan tugas perkuliahan Kajian Pedagogik yang di ampu oleh Prof. Dr. Mubiar Agustin, M.Pd, maka sebanyak 4 orang mahasiswa program doktor (S3) Pendidikan IPS FPIPS UPI melakukan observasi lapangan sekaligus kajian pedagogik terhadap mata pelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama, yakni di SMP Labschool UPI dan SMP Kartika XIX-2 Bandung. Kunjungan ke SMP Labschool UPI dilaksanakan pada Jum’at 19 Mei 2023, sedangkan SMP Kartika XIX-2 Bandung dilaksanakan pada Selasa, 16 Mei 2023. Kajian pedagogik ini dilakukan oleh tim mahasiswa, yakni Piki S. Pernantah, Eka Yuliana Rahman, Riama Al Hidayah, dan Uun Lionar. Analisis kajian dilakukan dengan melakukan observasi sekolah dan kelas, wawancara dengan guru IPS, hingga studi literatur yang relevan dengan setiap topik yang dibahas mulai dari hal umum hingga spesifik seperti teknologi pembelajaran, persoalan literasi budaya, literasi sejarah, karakter dan empati, dan sebagainya.

Keterangan: Dokumentasi di Kartika XIX-2 Bandung

Keterangan: Dokumentasi wawancara dengan para guru IPS

Dalam wawancara kami dengan para guru IPS di dua (2) sekolah tersebut, banyak hal yang menjadi fokus kajian pedagogik. Terutama bagaimana para guru IPS harus memahami bahwa tugas mereka bukan hanya untuk mengajar atau menyampaikan pengetahuan saja di kelas, melainkan juga mampu mengembangkan kepribadian anak didiknya secara terpadu. Apalagi, menurut salah satu guru IPS, Lia, mengatakan bahwa terjadi penurunan karakter anak didik yang juga diakibatkan oleh berbagai faktor, salah satunya efek pembelajaran pandemi disebabkan kurangnya porsi interaksi guru dan anak didik secara langsung dalam rangka penguatan karakter kepada mereka. Dalam kesempatan lainnya, Rifki juga menyampaikan hal yang tidak jauh berbeda tentang persoalan penurunan karakter anak didik di sekolah. Tentu hal ini harus menjadi perhatian Bersama untuk senantiasa melakukan kajian-kajian pedagogik dalam pembelajaran IPS sehingga dapat menganalisis berbagai persoalan untuk dilakukan problem solving dalam rangka meningkatkan Pendidikan yang berkualitas. Kehadiran mahasiswa S3 ke sekolah juga dalam rangka implikasi teori-teori yang telah dipelajari di ruang kelas perkuliahan sehingga dapat menganalisis persoalan secara langsung di lapangan.

UGM Softball Cup 2023: Tim Putra dan Tim Putri Softball UPI Berjaya di Kejuaraan Nasional

06 Jun 2023 • Humas UPI

Yogyakarta, 6 Juni 2023 – Kejuaraan softball antar-perguruan tinggi tingkat nasional, UGM Softball Cup 2023, telah berlangsung dengan sukses di Lapangan Softball Lembah UGM, Yogyakarta. Tim putra dan tim putri softball Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tampil luar biasa dalam kejuaraan ini, mengukir prestasi membanggakan untuk UPI dan membawa pulang medali emas dan perunggu.

Tim softball UPI putra yang terdiri dari 14 atlet dan tim softball UPI putri yang terdiri dari 16 atlet telah menjalani latihan intensif dan pemusatan latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi ini. Dalam upaya memasyarakatkan baseball dan softball di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, UPI sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di daerah tersebut merasa bertanggung jawab untuk terus meningkatkan prestasi olahraga ini.

Kompetisi softball UPI dimulai pada tanggal 27 Mei dengan tim putri UPI melawan tim UNHAS, yang berakhir dengan kemenangan tipis 4-3 bagi tim putri UPI. Tim putra UPI juga menunjukkan performa yang luar biasa dengan memenangkan pertandingan pertama melawan tim UNDIP dengan skor 3-2.

Selama kompetisi berlangsung, tim putri UPI berhasil mencatatkan empat kemenangan berturut-turut, yang memastikan mereka masuk ke final untuk memperebutkan medali emas. Pada pertandingan final melawan tim UGM, tim putri UPI tampil dominan dengan kemenangan 8-1, memastikan mereka meraih medali emas dan menjadi juara kejuaraan ini.

Sementara itu, tim putra UPI juga menunjukkan penampilan yang mengesankan dengan memenangkan lima pertandingan sebelum akhirnya menderita kekalahan satu-satunya dalam pertandingan terakhir melawan tim UNHAS. Meski demikian, tim putra UPI berhasil meraih medali perunggu dengan catatan yang luar biasa.

Berikut daftar pemain dan pelatih yang turut berjasa dalam keberhasilan tim UPI:

Tim Putri Softball UPI (Peraih Emas)

Pelatih:

  • Agus Gumilar, M.Pd
  • Arif Wahyudi, M.Pd.

Manager:

  • Dr. Jajat Darajat KN, M.Kes.

Daftar Pemain:

  • Apricia Indah Secariyana
  • Charisma Azizah Ibrahim
  • Rizka Aula Putu Syahida
  • Farisha Hasna Arrumaisha
  • Najla Naila Nur
  • Nur Rika Hasanah
  • Firani Syakirah
  • Aneira Annisa Putri
  • Adinda Dwina Lestari
  • Salsabila Oktaviani
  • Afina Nafisah
  • Atifa Rahima Hiracahya
  • Chika Setima Cerelia Majid
  • Galuh Fazry Yanuar
  • Tazkiya Fiddieny Yusuf

Putra Softball UPI (Peraih Perunggu)

Pelatih:

  • Gano Sumarno, M.Pd
  • Tono Haryono, S.Pd., M.Kes.

Manager:

  • Dr. Jajat Darajat KN, M.Kes.

Daftar Pemain:

  • Hanif Rasya
  • Raden Mohamad Fajar
  • Tegar Sukmawana
  • Bara Akmal Kusuma
  • Yosep Alpacino Dominic
  • Aidil Akbar
  • Muhammad Raffi Akbar
  • Fajar Permana Anwar
  • Dimas Adi Saputra
  • Faizsal Adam
  • M Bilal Digdaya
  • Adam M Zidane
  • Fukaha Grigoryevizh M
  • Indra Maulana Wijaya

Indra Maulana Wijaya

Keberhasilan tim softball UPI dalam UGM Softball Cup 2023 adalah buah dari kerja keras dan dedikasi para atlet serta dukungan dari para pelatih dan manajer. UPI terus berkomitmen untuk mengembangkan olahraga baseball dan softball di Jawa Barat serta membawa nama baik universitas dalam ajang-ajang olahraga tingkat nasional.

(Jatmika Nurhadi)

Ketua IKA UPI Enggartiasto Lukita Mengingatkan Penerima Beasiswa LPDP Punya Tanggung Jawab Besar untuk Bangsa

05 Jun 2023 • Humas UPI

Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) Enggartiasto Lukita mengingatkan para penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan memiliki tanggung jawab besar bagi bangsa. Sebagai penerima manfaat dana abadi pendidikan yang bersumber dari keuangan negara, mereka dituntut “mengembalikan” kepada negara dalam bentuk turut berperan aktif dalam pembangunan.

Enggartiasto menegaskan hal itu saat menyampaikan sambutan pada pembukaan LPDP Preparation Series melalui Zoom Meeting, Minggu, 4 Juni 2023. Kick-off persiapan pembekalan dan bimbingan bagi pelamar beasiswa LPDP ini diikuti 200 peserta, baik alumni UPI maupun lulusan perguruan tinggi lain. Turut hadir dan memberikan sambutan antara lain Direktur Kemahasiswaan UPI Suwatno, Lurah LPDP UPI 9.0 Dimas Febriansyah, dan Pendiri Saung LPDP Pidi Apriyadi. Selain itu, hadir pula para mentor penerima beasiswa LPDP dari sejumlah perguruan tinggi lain di Indonesia.

“Bagi penerima beasiswa LPDP yang dananya bersumber dari dana abadi pendidikan, ini privilege. Tidak semua bisa menerima beasiswa ini. Saya berharap betul ini membangkitkan motivasi dan tanggung jawab, pada saatnya nanti untuk mengembalikan dana itu untuk membangun bangsa. Saya berpesan, selesai dari pendidikan, maka berbuatlah yang terbaik untuk bangsa dan negara!” tegas Enggar, sapaan Enggartiasto Lukita.

“Saya pun masih berhutang kepada bangsa dan negara karena yang saya dapatkan saat ini adalah privilege dari negara pada masa saya menempuh pendidikan di UPI. Semua ini tidak mungkin saya dapatkan kalau saya tidak mendapat kesempatan menempuh pendidikan. Karena itu, yang kuliah di luar negeri, kembalilah! Yang di dalam negeri juga dituntut hal yang sama, berbuat yang terbaik untuk bangsa,” tambah Enggar.

Enggar tidak memungkiri saat ini muncul kegamangan di kalangan dunia usaha terkait penyerapan lulusan perguruan tinggi. Mengutip sebuah podcast salah satu tokoh publik, Enggar menyebut saat ini industri tidak butuh lulusan S2 dan S3. Perusahaan jauh lebih butuh keahlian dan kompetensi lulusan. Ini menjadi tantangan bagi para penerima beasiswa LPDP maupun beasiswa lain.

“Ini refleksi diri saya sendiri. Saudara harus membuktikan. Saudara berbeda. Saat artificial intelligence berkembang demikian cepat, maka tantangan pendidikan semakin besar. Microssoft, IBM, dan entitas lain berlomba-lomba meningkatkan, maka Saudara jangan sampai tertinggal. Ini tantangan besar. Dengan demikian, nanti pada saatnya harus meunjukkan bahwa Saudara berbeda. Harus menunjukkan kelebihan sudara. Kemampuan berpikir yang sistematis, kemampuan analisis yang lebih dari yang lain. Anda harus menjadi putra-putri terbaik bangsa,” ungkap Enggar.

Menteri Perdagangan RI 2016-2019 ini menilai LPDP merupakan ikhtiar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Enggar memuji langkah pemerintah yang dianggapnya berani mengambil kebijakan ini. Bagi dia, tindakan pemerintah merupakan langkah yang benar dan harus didukung. Karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya.

Mengutip data LPDP, secara kumulatif selama periode 2013-2022 jumlah penerima beasiswa LPDP mencapai 35.536 orang. Sekitar 55,7 persen di antaranya melakukan studi di perguruan tinggi dalam negeri, sedangkan 44,3 persen di luar negeri. Penerima beasiswa LPDP yang pergi ke luar negeri mayoritasnya studi di wilayah Eropa (58 persen). Ada pula di Australia dan Selandia Baru (20,7 persen), Amerika Utara (12,2 persen), Asia (8,6 persen), dan Afrika (0,5 persen).

“Selamat kepada yang sudah mendapatkan dan selamat kepada Saudara yang akan mengkuti seleksi ini. IKA UPI menyambut baik kegiatan LPDP Preparaton Series yang diprakarsai Kelurahan 9.0 LPDP UPI ini. Sebagai organisasi alumni, IKA UPI sangat mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari pemberdayaan alumni karena para peserta merupakan alumni UPI dan calon alumni UPI. Para alumni merupakan peserta unsur alumni UPI yang akan melanjutkan studi di UPI maupun di luar UPI, baik di dalam maupun di luar negeri. Calon alumni adalah yang saat ini kuliah di UPI atau para peserta yang memilih melanjutkan studi di UPI,” pungkas Enggar.

Di bagian lain, Direktur Kemahasiswaan UPI Suwatno mengungkapkan LPDP Preparaton Series merupakan kesempatan emas untuk diikuti dengan baik. Ini penting mengingat tidak semua warga negara punya kesempatan menerima Beasiswa LPDP.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selama ini Direktorat Kemahasiswaan terus komuikasi dengan baik dengan Kelurahan 9.0 LPDP. Mudah-mudahan usaha ini membuahkan hasil, sehingga alumni UPI banyak yang diterima S2-S3 di dalam dan uar negeri,” ungkap Suwatno.

Suwatno yang rutin menjadi interviewer Beasiswa LPDP mengaku sedih setiap kali menjalankan tugasnya. Alasannya, dari ribuan pelamar Beasiswa LPDP, sangat sedikit menemukan lulusan UPI. Padahal, peluangnya sangat banyak. Karena itu, dia berharap kegiatan ini bisa mengantarkan banyak lulusan UPI untuk mendapatkan Beasiswa LPDP.

“Sebagai interviewer LPDP Pusat, saya sedih karena pelamar dari UPI sangat sedikit. Padahal peluangnya banyak. Saya melakukan wawancara selama lima hari di kota-kota besar. Sangat jarang alumni UPI ikut jadi pelamar. Mari ikuti kegiatan dengan baik. Ikuti sesuai aturan,” ajak Suwatno.

Sebelumnya, Lurah LPDP UPI 9.0 Dimas Febriansyah melaporkan, kegiatan LPDP Preparation Series diikuti calon pelamar beasiswa yang akan mendaftar pada semester ganjil tahun akademik 2023-2024. Selain diikuti lulusan UPI, kegiatan juga terbuka bagi lulusan lain yang akan melanjutkan studi di UPI.

“Ini merupakan salah satu cara kami untuk berterima kasih kepada negara yang telah membiayai kami melalui Beasiswa LPDP. Sebelum kami lulus nanti, kami sudah mencoba melakukannya sejak dini. Sejak masih menempuh studi,” ungkap Dimas.

Dimas menjelaskan, pendampingan meliputi tahapan administrasi yang berlangsung pada 5 Juni-5 Juli. Pendampingan dilanjutkan untuk tes skolastik pada 7 Juli-6 Agustus. Selanjutnya, para pelamar akan mendapatkan pendampingan substansi pada 10 Agustus-16 September.

“Seluruh proses pendampingan ini gratis. Peserta tidak dipungut bayaran. Ini bentuk pengabdian sekaligus tanggung jawab kami kepada negara dengan cara mengajak lebih banyak orang untuk mendapatkan Beasiswa LPDP,” tandas Dimas (Kontributor Humas UPI/Najip Hendra SP/Sekretaris Jenderal IKA UPI)

IKA UPI Gandeng Errai Pasifik Kembangkan Beasiswa Kolaborasi

05 Jun 2023 • Humas UPI

Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) terus melebarkan sayap kolaborasi. Kali ini dengan kalangan industri dalam rangka mengembangkan beasiswa kolaborasi melalui skema intermediasi. Teranyar, IKA UPI berkolaborasi dengan Errai Pasifik, sebuah perusahaan teknologi informasi yang berpusat di Jakarta.

Ketua Umum IKA UPI Enggartiasto Lukita menjelaskan, Beasiswa IKA UPI skema intermediasi merupakan kolaborasi antara IKA UPI dengan pihak ketiga, baik korporasi maupun individu. Dalam hal ini, IKA UPI menyalurkan beasiswa dari pihak ketiga dengan tetap mencantumkan lembaga pemberi beasiswa.

“Kami baru saja meluncurkan Beasiswa IKA UPI by Errai Pasifik, sebuah kolaborasi antara Ikatan Alumni UPI dengan PT Errai Pasifik. Melalui kolaborasi ini, Errai Pasifik akan mendanai suksesi mahasiswa UPI, mulai pembayaran uang kuliah tunggal (UKT), biaya asrama atau pemondokan, dan subsidi biaya hidup. Salah satunya berupa biaya transportasi,” terang Enggartiasto saat menyampaikan sambutan pada pembukaan LPDP Preparation Series melalui Zoom Meeting, Minggu, 4 Juni 2023.

Enggartiasto menjelaskan, hasil simulasi perhitungan Lembaga Beasiswa IKA UPI menunjukkan bahwa total biaya yang dikeluarkan untuk meluluskan satu sarjana UPI selama empat tahun adalah sebesar Rp. 42.400.000,00 (Empat puluh dua juta empat ratus ribu rupiah). Jumlah inilah yang akan dikeluarkan Errai Pasifik untuk membiayai satu mahasiswa. Artinya, jumlah donasi yang disalurkan merupakan kelipatan jumlah mahasiswa yang dibantu.

“Atas nama seluruh Pengurus Pusat IKA UPI, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Errai Pasifik.
Selanjutnya, kami mengundang Bapak/Ibu untuk turut ambil bagian dalam kolaborasi ini, baik atas nama perusahaan maupun atas nama perorangan. Mari berkolaborasi untuk kemajuan pendidikan Indonesia! Mari bergandeng tangan menjadikan Indonesia sebagai pusat sumber daya unggul di dunia!” ajak Enggar, sapaan akrab Enggartiasto Lukita.

Sekretaris Jenderal IKA UPI Najip Hendra SP yang menyampaikan paparan setelah Enggar menjelaskan, penyerahan donasi Beasiswa IKA UPI tidak berarti harus dilakukan dalam satu kali pembayaran. Pihak korporat atau perorangan bisa menyepakati waktu pembayaran, bisa dilakukan dalam beberapa termin maupun berkala setiap tahun atau setiap semester. Melalui kolaborasi ini, Errai akan melakukan penyaluran secara bertahap selama empat tahun.

Sebagai informasi, PT Errai Pasifik didirikan pada 2013 dan berkantor pusat di Jakarta merupakan perusahaan pengembang perangkat lunak yang memiliki semangat tinggi terhadap teknologi baru. Errai berkolaborasi dengan klien di Amerika Serikat, Kawasan Eropa, dan Asia untuk memberikan solusi telekonferensi. Errai menghadirkan penerapan teknologi terbaru pada setiap aplikasi yang dibangun. Errai juga bekerja dengan beberapa teknologi web terbaru, membuat aplikasi seluler di platform populer seperti iOS dan Android, dan sistem pengujian otomasi terbaru.

“Beasiswa IKA UPI melalui skema intermediasi ini merupakan wujud nyata kolaborasi komunitas alumni dengan industri untuk mendorong terjadi mobilitas vertikal melalui pendidikan tinggi. Pada saat yang sama, industri bisa menjadikan program ini sebagai talent scouting. Perusahaan bisa memilih calon penerima beasiswa sesuai karakter dan kebutuhan perusahaan. Perusahaan IT bisa memilih mahasiswa Ilmu Komputer misalnya. Pun dengan perusahaan lain dapat memilih sesuai kebutuhan,” terang Najip.

Lebih jauh Najip menjelaskan, Beasiswa IKA UPI merupakan salah satu program unggulan Pengurus Pusat IKA UPI Masa Bakti 2022-2027. Program ini merupakan transformasi program serupa pada periode sebelumnya, di mana Beasiswa IKA UPI hadir guna mendorong terwujudnya keadilan pendidikan, terutama akses terhadap pendidikan tinggi. Beasiswa dikelola secara otonom dalam menjalankan fungsi intermediasi dana pendidikan yang berasal dari penggalangan dana (fundraising) untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Program ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih bagi kesinambungan pendidikan sekaligus mendorong tersedianya akses pendidikan untuk semua (education for all). Guna mendukung ikhtiar tersebut, IKA UPI memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua pihak untuk turut berpartisipasi dalam program Beasiswa Ikatan Alumni UPI.

“Secara umum, Beasiswa IKA UPI dikategorikan menjadi tiga: umum, khusus, dan intermediasi. Kategori umum ini disalurkan kepada para mahasiswa yang dinyatakan memenuhi seluruh rangkaian syarat dan ketentuan lain. Tentu dengan terlebih dahulu mengajukan dan dinyatakan berhak mendapatkan beasiswa,” jelas Najip.

“Kategori khusus diberikan kepada mahasiswa berdasarkan permintaan dari pihak donatur, baik atas pertimbangan asal daerah mahasiswa, program studi, topik penelitian, atau alasan lain yang lebih spesifik. Kategori intermediasi berupa penyaluran beasiswa dari pihak ketiga dengan tetap mencantumkan lembaga pemberi beasiswa,” Najip menambahkan.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UPI Suwatno menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian IKA UPI terhadap mahasiswa UPI yang memiliki masalah secara ekonomi. Menurutnya, Beasiswa IKA UPI bagi mahasiswa UPI merupakan wujud nyata partisipasi alumni untuk almamater.

“Sebagai Direktur Direktorat Kemahasiswaan, saya sangat berterima kasih kepada Ketua Umum IKA UPI dan seluruh alumni yang sudah berpartisipasi dalam program Beasiswa IKA UPI. Kami menilai ini langkah sangat baik. Harus terus dilanjutkan. Alumni-alumni yang sudah berkiprah di tingkat nasional diundang untuk turut berpartisipasi menjadi donatur,” ungkap Suwatno.

Sebagai keluarga besar UPI, Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Organisasi ini berharap pimpinan unit kerja internal UPI turut ambil bagian dalam program Beasiswa IKA UPI. Di bagian lain, salah satu putra terbaik Jawa Tengah ini berharap para penerima Beasiswa IKA UPI mendapat pembekalan bidang penulisan ilmiah. Dengan begitu, karya-karya beswan bisa dipublikasikan melalui jurnal bereputasi, baik nasional maupun internasional.

“Kalau setiap ketua prodi atau unit kerja berdonasi Rp 1 juta saja setiap tahunnya, maka akan semakin banyak jumlah mahasiswa yang bisa dibantu. Belum lagi partisipasi melalui kolaborasi dengan industri. Semoga makin banyak alumni yang berpartisipasi, makin banyak mahasiswa yang menerima beasiswa,” tutup Suwatno (Kontributor Humas UPI/Najip Hendra SP/Sekretaris Jenderal IKA UPI)

Pencarian