English
Indonesia

Learn with Native Speaker : Kegiatan Pembelajaran Bahasa Inggris Program Bilingual SD Labschool UPI Bumi Siliwangi

31 May 2023 • Humas UPI

Bandung – UPI

Di era globalisasi, penguasaan Bahasa Inggris sejak dini menjadi bekal wajib bagi anak-anak. Oleh karena itu, Learn With Native merupakan salah satu agenda pengembangan di program bilingual SD Labschool UPI Bumi Siliwangi. Melalui program pengembangan ini, siswa siswi dapat melaksanakan pembelajaran secara langsung berkomunikasi dengan Native Speaker.  SD Labschool UPI mendatangkan native speaker merupakan upaya untuk mengekspose siswa terhadap a true English speaker and their culture. Kehadiran Native teacher ini juga bisa menjadi barometer bagi guru Bahasa Inggris terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Bagi siswapun akan menjadi parameter kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris. Selain itu, pembelajaran berbahasa Inggris bersama Native Speaker juga sebagai sebuah upaya menyiapkan siswa menjadi global citizenship with a global mind as well.

Agenda Learn With Native pada semester genap tahun ajaran 2022/2023 dilaksanakan dalam 3 Sesi di hari Selasa, Kamis, dan Jumat. Pada Selasa, 23 Mei 2023 (08.45- 09.35) Kelas 1 dan 2 Bilingual, Kamis, 25 Mei 2023 (08.45- 09.35) Kelas 3 dan 4 Bilingual dan Jumat, 26 Mei 2023 (08.45- 09.35) Kelas 5 dan 6 Bilingual.  Pada kesempatan tersebut, Native Speaker dan siswa siswi belajar mengenai kosa kata, kemudian melakukan bermain game, dan yang terakhir menyanyi bersama. Dalam pembelajaran tersebut siswa siswi terlihat sangat senang dan terkesima ketika belajar langsung dengan Native Speaker. Siswa siswi juga sangat antusias ketika Mr. and Mrs. Native Speaker memberi pertanyaan ketika menjelaskan materi.

Dalam program ini, SD Labschool UPI bekerja sama dengan Balai Bahasa UPI. Native speaker dalam kegiatan ini merupakan mahasiswa program Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA)  di Balai bahasa UPI. Mereka adalah Mr. Sas, Ms. Laurent, and Mr. Daniel.  Salah satu Native Speaker yang menjadi guru tamu di SD Labschool UPI adalah Mr. Daniel Walls dari Texas, State america. Dalam sebuah wawancara singkat, beliau menuturkan pengalamannya mengajar bahasa inggris sebagai Native Speaker di SD Labschool UPI Bumi Siliwangi.
“I am really grateful because the kids were happy in learning english, we had a lot of fun, because the kids are so energic. The activity I choose is game, and vocabullary, enhancing their listening skill, and producing the sentence, hope they remember. I think their english really impressive, considering their age, their development are really good, I hope that they be able to use english in their life, and have good opportunities in the future.

SD Labschool UPI Bumi Siliwangi percaya,  bahwa kemampuan berbicara dua bahasa (bilingual) atau lebih dapat memberikan banyak manfaat ekstra bagi anak-anak. Kepercayaan ini berlandaskan berbagai studi neuropsikologis tentang bilingualism yang telah dilaksanakan oleh banyak ahli.   Berbagai studi tentang bilingualism mencatat, kemampuan berbicara dua bahasa atau lebih minimal mendatangkan lima manfaat bagi anak-anak, diantaranya, anak lebih mudah dalam berkomunikasi, melatih kinerja otak, meningkatkan kemampuan kognitif dan lain sebagainya. (Kontributor/Putri Sekar Melati SD Labschool UPI Bumi Siliwangi. Ed. HN)

Tingkatkan Capaian Indikator Kinerja Utama Bidang Publikasi, Kantor Jurnal dan Publikasi UPI Selenggarakan Workshop Penerbitan ISSN Jurnal UPI

31 May 2023 • Humas UPI

Kantor Jurnal dan Publikasi Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan workshop penerbitan International Standard Serial Number (ISSN) untuk jurnal baru dan jurnal lama yang sedang melengkapi penerbitan ISSN cetak maupun elektronik di Universitas Pendidikan Indonesia (31/05/2023). Kegiatan diselenggarakan secara daring didampingi Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto, S.T., M.Eng selaku Kepala Kantor Jurnal dan Publikasi UPI serta Dr. Yana Setiawan, M.M selaku editor jurnal di UPI serta dikuti oleh para pengelola jurnal di Universitas Pendidikan Indonesia.

Direktur Directorate of International Affairs (DIA)Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Ahmad Bukhori Muslim, P.hD, menyampaikan bahwa workshop ini diselenggarakan bagi pengelola jurnal Universitas Pendidikan Indonesia dalam rangka meningkatan capaian indikator kinerja utama (IKU) Universitas Pendidikan Indonesia dalam bidang publikasi UPI. Menurutnya, publikasi jurnal berfungsi membantu para dosen untuk publikasi. Sebagai pengelola jurnal, kita berupaya meningkatkan kualitas dałam proses penerbitan publikasi jurnal di UPI. Saat ini UPI telah memiliki tiga jurnal international bereputasi dengan terindeks Scopus.

Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto, S.T., M.Eng menjelaskan melalui pelatihan dan workshop yang diselenggarakan kantor jurnal dan publikasi, pengelolaan jurnal di UPI semakin bagus. Untuk meningkatkan kualitas publikasi jurnal, diperlukan proses dan tahapan yang sesuai dengan ketentuan Badan Riset dan Inovasi Nasional (Brin). Tahapan yang harus dilalui diawali dengan penerbitan ISSN. Setelah ISSN terbit, dilakukan pemenuhan ketentuan dan panduan berikutnya mengikuti standar akreditasi jurnal Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta standar indeks internasional.

Pada workshop penerbitan ISSN ini dibahas terkait ketentuan dokumen dalam bentuk cetak dan elektronik serta tahapan registrasi penerbitan ISSN yang harus dipenuhi dan mengikuti standar. Penerbitan ISSN dilakukan melalui akses pada panduan dan pendaftaran aplikasi ISSN 2.0. Badan Riset dan Inovasi Nasional (Brin) melakukan proses validasi permohonan ISSN dilakukan secara digital. Penerbitan ISSN dilakukan melalui tahapan pendaftaran akun ISSN, validasi melalui email, pengisian profil pengelola jurnal dalam akun ISSN serta proses validasi lanjutan terhadap setiap permohonan dari pengelola jurnal oleh tim admin ISSN LIPI (Kontributor Humas UPI/Kantor Jurnal dan Publikasi UPI)

IKA UPI SELENGGARAKAN GELAR WICARA KEBANGKITAN PENDIDIKAN NASIONAL UNTUK EKSPLORASI PERKEMBANGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE 

29 May 2023 • Humas UPI

Ikatan Alumni (IKA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan TalkShow Kebangkitan Pendidikan Nasional dengan tema “Kecerdasan buatan dan Disrupsi Pendidikan” pada hari Sabtu, 27 Mei 2022 secara luring di Auditorium FPMIPA UPI. Kegiatan ini merespons Hari Pendidikan Nasional (2 Mei) dan hari Kebangkitan Nasional (20 Mei). Seminar nasional tersebut berupaya mempertemukan praktisi pendidikan, kajian ahli, industri, dan content creator pendidikan untuk kemudian bersama-sama merumuskan apa yang harus dilakukan lembaga pendidikan dan praktisi dalam menyikapi perkembangan terkini teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) serta pemanfaatannya dalam membangun dunia pendidikan.

Seminar Nasional ini dipandu langsung oleh Ketua IKA UPI sekaligus Menteri Perdagangan RI 2016-2019 Dr. Enggartiasto Lukita, dan menghadirkan empat narasumber pakar yakni Meidy Fitranto (CEO Nodeflux, AI Industry), Herbert Siregar (Pakar Ilmu Komputer), Guru Gembul (Guru sekaligus Youtuber dengan nama channel guru gembul ), dan Denny Darko (Youtuber serta Mentalis). Kegiatan tersebut di moderatori oleh seorang filsuf milenial dan dosen filsafat yaitu Syarif Maulana (bagian dari kelas isolasi). Sebelum dimulai terdapat penampilan dari Hi.Jo.

Ketua IKA UPI Dr. Enggartiasto Lukita dalam pengantar Seminar menyampaikan bahwa esensi dari pendidikan harus ada komitmen disiplin dan pendidikan moral seperti empati harus tetap ditanamkan karena jika tidak ada mau dibawa ke mana arah bangsa ini. Kelebihan dari perkembangan AI ini nantinya lebih cepat dalam akses dan peluang usaha di bidang lainnya. Hanya saja, memang pada akhirnya akan banyak profesi yang hilang dan bermunculan pekerjaan pada bidang lain. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kemampuan diri tidak berfokus pada satu.

Sementara itu dalam sambutannya, Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A. sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Organisasi, dan Sistem Informasi menyampaikan “semoga ada harapan-harapan bapak ibu kepada IKA. Setiap tahun UPI itu mewisuda ribuan mahasiswa, tetapi memang belum ada sistem yang dapat membantu para lulusan untuk akhirnya mendapatkan pekerjaan. Termasuk misalnya untuk menjadi guru di setiap kabupaten atau provinsi. Belum adanya pendekatan khusus yang dilakukan oleh pimpinan dengan dinas terkait. Harapannya anggota IKA hari ini bisa menjadi jembatan pekerjaan bagi lulusan UPI ke depan hari. Semua bisa dimulai dengan program MBKM bagi mahasiswa di tempat alumni karena alumni UPI itu tersebar di berbagai bidang dan berbagai kementerian.”

Guru Gembul saat pemaparan menyampaikan tiga kengerian berkaitan dengan pendidikan. Pertama, guru-guru di Indonesia adalah jajaran guru-guru terburuk di dunia. Kedua, siswa-siswa di Indonesia adalah siswa terburuk di dunia. Kemudian yang ketiga,  Artificial intelligence akan menjadi perubahan besar di dunia setidaknya 7 juta orang akan kehilangan pekerjaan dan akan muncul 9 juta pekerjaan baru. Kemudian Guru Gembul mengkritisi kualitas guru hari ini berdasarkan data PISA, “Hanya sebanyak ⅓ guru di Indonesia yang lulus ujian tertulis. Lantas bagaimana jika harus berhadapan dengan dunia digital ke depan? Hari ini di sekolah ketika berhadapan dengan digital saja hanya sebanyak 46% guru yang berada di level 1. Artinya, dunia digital baru digunakan sebagai sumber bacaan belum menjadi sumber atau bahan pembelajaran. Belum digunakan sebagai media pengajaran. Selain itu, bahkan belum mencapai guru menjadi trainer dalam pembelajaran elektronik. Sesuatu yang memprihatinkan dan masih sangat jauh.”  dalam pandangannya permasalahan atau kengerian ini seharusnya mampu menjadi pemantik keresahan. Dengan demikian, terbentuk semangat menuju perubahan yang lebih baik dan kita juga tidak diam saja dengan kondisi yang ada.

“Dampak minimalnya dari perkembangan Artificial intelligence adalah revolusi yang tidak bisa kita hindari. Jika dikaitkan dengan pendidikan ke depan itu ngeri. Gelar doktor di Indonesia terdapat sekitar 30-35rb. Akan tetapi 80% di antaranya adalah dari agama, hukum, dan ekonomi. Kalangan akademisi sekarang dihadapkan masa lalu dan masa sekarang. Tidak terbiasa dengan hal berkaitan dengan masa depan. Oleh karena itu, seharusnya terdapat perubahan dari bahan ajar yang didapatkan dibangku perkuliahan khususnya pendidikan. Misalnya, saat ini kita terlalu sering belajar bagaimana membuat RPP dan silabus yang pada akhirnya setelah lulus sudah berubah kurikulumnya dan tidak berguna lagi. Lebih baik materi yang didapatkan itu berkaitan dengan kemungkinan yang ada di masa depan dan adanya PPG ini juga merupakan suatu masalah. Kemampuan dalam menerima dan menyampaikan pesan juga menjadi hal penting dalam bahasa karena menjadi inti dari peradaban atau pengajaran.”

Selanjutnya, Meidy Fitranto selaku CEO Nodeflux menyampaikan perkembangan pesat dari AI Industry. Peran industri dalam mendukung pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk pendidikan. Pembuatan video AI sekarang bisa dilakukan dengan singkat dengan tools yang sederhana. Perkembangan AI juga sudah sangat pesat hingga lebih detail dalam segi kerutan yang sangat menakjubkan. Kemampuan aplikasi GPT atau lainnya yang bisa membantu membuat slide atau mencari topik bahasan. Sekarang juga dalam editing photoshop sudah lebih mudah dengan perkembangan ini. Kemampuan yang sudah dicapai AI ini tentu bisa menunjang penerapan pendidikan baik dalam pengajaran maupun pembelajaran.

Terakhir, Herbert Siregar menyoroti perihal data perkembangan ilmu komputer dan juga berbagai kemudahan yang akhirnya sangat menunjang. Hanya saja, perkembangan tersebut tetap tidak bisa lepas dari kemampuan manusia karena kecerdasan buatan tentu masih banyak memiliki kelemahan. Selain itu, disampaikan bahwa Elon Musk meminta pengembangan AI skala besar dihentikan sementara karena sudah mencapai tahap yang membahayakan peradaban manusia bila tidak ada pengawasan dan pengendalian publik. Petisi tersebut kini sudah ditandatangani oleh lebih dari 2800 tokoh penting.

Di akhir acara, Denny Darko memberikan pertunjukan sulap sebagai gambaran keterkaitan mentalis yang hanya dimiliki oleh manusia dan dirasa tidak akan bisa oleh AI. Selain itu, kegiatan ditutup dengan Pengesahan Hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

(Iqssyzia Syahfitri)

Musik Memukau di “MusikKamar #11”

29 May 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Orkestra Bumis Siliwangi atau yang sering disebut OsBS berhasil menyajikan sebuah pertunjukan musik yang bertajuk “Musik Kamar #11” yang dilaksanakan pada Hari Selasa, 23 Mei 2023. Perhelatan ini dimulai dari jam 14.00 di Ruang Orkes Gedung Lama FPSD Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Musik Kamar itu sendiri merupakan agenda rutin tahunan dari Hima Musik melalui UMB atau Unit Minat Bakat OsBS sebagai wadah untuk proses berproduksi, berkreasi serta mengaktualisasikan diri dalam berkesenian.. 9 karya yang beragam berhasil dibawakan dengan ciamik, mulai dari duet flute dan piano, piano dan vokal pria serta wanita, guitar ensemble, sampai string quartet, dan yang lainnya.

Selama lebih dari 60 menit, 9 lagu, dan lebih dari 20 penampil telinga penonton dimanjakan dengan karya-karya yang beragam. Dengan lightning yang bernuansa kuning dan biru penampil pertama yaitu duet Bayu Pratama dan Roro Kinanti menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Shallow diiringi dengan gitar elektrik, yang setelah itu dilanjut oleh The Celesta yang menyanyikan You Rise Me Up. Setelah itu ada duet flute dan piano membawakan karya berjudul Leibesleid, yang langsung dilanjut dengan karya Sadness and Sorrow (Ost. Naruto) oleh trio cello, dan diakhiri dengan karya Izar Ederrak oleh double kwartet. Setelah itu acara break sementara dikarenakan adzan ashar hampir berkumandang,

Acara dimulai lagi sekitar pukul 15.30, UMB OsBS membawakan lagu dengan tajuk Let You Break My Heart dari Laufey. Penampilan ini berhasil memukau penonton yang semakin penuh berdesakan bahkan ada yang tidak mendapat tempat duduk dan terpaksa harus menonton berdiri. Musik yang megah nan luas, string dan brass yang halus, dentuman piano yang indah serta vokal yang manis menjadi kombinasi yang mahal diacara yang gratis ini. Setelah kemegahan musik dari OsBS, acara dilanjutkan kembali oleh ansambel gitar yang terdiri dari Eki, Panca, M. Ilham, Hans, Dimas, M.Rifki, dan M. Raihan membawakan lagu yang cukup dikenal yaitu Sebelah Mata dari Efek Rumah Kaca. Petikan-petikan gitar yang manis dan mendayu tidak henti-hentinya membuat penonton terkesima.

Pada penghujung acara ditutup oleh To The Band yang berisikan John Amadeo pada drum, Alif Nugraha di piano, Pratama Yoman pada Bass, dan Ethanael Rizky memainkan saxophone. Kwartet jazz ini membawakan sebuah lagu yang berjudul Bboogety boogety. Lead melodi yang dipimpin oleh tiupan saxophone sembari piano mengiringi dan memberikan ornamen-ornamen serta improvisasi yang indah nan mengejutkan membuat para penonton berdecik kagum. Petikan bass yang mengalun serta ketukan drum yang enerjik membuat siapapun yang mendengarnya terhanyut. Improvisasi solo piano dan drum bagaikan menyihir setiap mata yang memandang dan setiap telinga yang mendengar oleh permainan fantastis dari To The Band. Tepukan tangan serta teriakan yang tidak kunjung berhenti adalah sebuah pertanda bahwa setiap kepala berhasil dipuaskannya sekaligus juga sebagai pertanda bahwa selesai sudah perhelatan kali ini. Semoga agenda rutin seperti ini dapat terus hidup, ada, dan semakin berkembang. (Bani Hafidh Andrayu)

SILATURAHMI SEBAGAI AWAL LANGKAH PROBUMSIL MEMASUKI LUSTRUM III

28 May 2023 • Humas UPI

Protokol Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia (Probumsil UPI) menyelenggarakan kegiatan Lustrum III dan Silaturahmi 1444 H dengan tema “Ngajaga Carita, Cita, Tur Cinta Pikeun Nyiptakeun Diri Protokol Anu Silih Miboga” di Ballroom Borneo, Sukajadi Hotel, Lantai 8 (26/5/2023). Kegiatan diikuti oleh Sekretaris Majelis Wali Amanat, Sekretaris Senat Akademik, Kadep Bankum Pusdikkum, dan jajaran anggota Probumsil.

Prof. Dr. Tatang Mukhtar, M.Si. selaku Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Pendidikan Indonesia yang hadir memimpin simbolis pemotongan tumpeng pada upacara pembukaan. Dalam kesempatan tersebut  Prof. Dr. Tatang Mukhtar menyampaikan ucapan selamat kepada Probumsil, “Selamat kepada Probumsil yang sudah selama lima belas tahun mengabdi di UPI Bumi Siliwangi semoga sukses selalu dan lebih kreatif lagi dalam pelayanan atau perjamuan dalam setiap kegiatan.”

Selain itu, Probumsil UPI telah memasuki tahun yang ke-15. Perjalanan selama lima belas tahun tentu bukanlah waktu yang singkat, melainkan proses yang panjang seperti usia dewasa. Perjalanan yang cukup pajang ini dilalui oleh seluruh dewan pengurus dan para purna yang telah bekerja sama, berdedikasi, dan berkontribusi pada seluruh kegiatan.

“Saya rasa jika menyangkut capaian yang dilaksanakan oleh Probumsil hari ini sudah cukup banyak. Melihat setiap ada kegiatan di UPI yang menjadi terdepan itu, ya Probumsil. Setiap kegiatan baik wisuda atau lainnya, baik kegiatan yang bersifat resmi atau seni sudah cukup banyak kontribusinya,” ujarnya.

Kegiatan tersebut merupakan momentum yang baik bagi seluruh anggota pengurus Probumsil UPI untuk mengevaluasi serta mengapresiasi diri. Dengan demikian, ke depan hari dapat menjadi contoh yang baik bagi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia serta selalu menghasilkan kader-kader protokoler yang terbaik.

Ranti Kusuma Dewi selaku Sekretaris Utama mewakili Mitra Tama menjelaskan peran Probumsil di UPI, “Probumsil hadir sebagai pelaksana keprotokolan universitas yang senantiasa berkonsistensi memberikan pengabdiannya kepada Universitas Pendidikan Indonesia. Probumsil UPI menjadi salah satu unit kegiatan mahasiswa yang memiliki 5 satuan di setiap kampus daerah antara lain Cibiru, Purwakarta, Sumedang, Tasikmalaya dan Serang yang terintegrasi menjadi 1, yaitu Protokol Bumi Siliwangi. Alhamdulillah pada hari ini kita dapat berkumpul bersama-sama dalam keadaan yang berbahagia pada peringatan Lustrum III Probumsil ini.”

Dalam kesempatan itu, disampaikan tausiah oleh Selamet Nur Anom, M.Pd. yang berkaitan dengan menguatkan iman dalam kehidupan sehari-hari setelah bulan Ramadhan. Anom menyampaikan bahwa dalam mempelajari Islam itu bisa melalui berbagai cara salah satunya dengan lagu yang mudah diingat. Kemudian bagaimana kita harus bisa lebih mendengarkan ketika ada ceramah. Penyampaian yang disisipkan kuis menambah interaktif dan konsentrasi para hadirin.

Kegiatan diakhiri dengan mushafahah, ramah tamah, dan persembahan lagu-lagu untuk mempererat jalinan silaturahmi dan meningkatkan rasa saling kepemilikan.

(Iqssyzia Syahfitri)

Pencarian