English
Indonesia

Guru Inpres

27 May 2023 • Humas UPI

Guru Inpres sangat melegenda. Program ini menjadi success story bangsa Indonesia dalam melawan kemiskinan dan keterbelakangan. Program yang sangat menyentuh kebutuhan dasar manusia dalam bidang Pendidikan. Program ini berdasarkan Instruksi Presiden (INPRES) RI nomor 10 tahun 1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Gedung SD.

Pada tahap pertama, Pemerintah telah berhasil membangun 6.000 SD dengan fasilitas minimal yaitu tiga ruang kelas. Dilengkapi dengan pengadaan Guru SD yang berkualifikasi lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) atau sederajat. Hingga tahun 1994 telah dibangun 150 ribu SD tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Para Guru SD Inpres itu, sejatinya “Guru Penggerak” di penggalan akhir Abad 20. Suatu prestasi luar biasa bagi bangsa Indonesia untuk menyiapkan SDM pada beberapa dasa warsa berikutnya, pada periode awal abad 21.

Secara nasional, kebijakan pembangunan SD INPRES 1973 -1994 telah memberikan kesempatan anak usia SD untuk bisa menuntaskan wajib belajar 6 tahun. Selain Program SD Inpres, Pemerintah juga merintis SD Pamong pada tahun 1975, SD Pamong ini diperuntukan bagi anak putus sekolah, untuk menuntaskan studi di Sekolah Dasar.

Avicenna Award
Keputusan kebijakan SD INPRES ini, telah diapresiasi UNESCO. Pada awal Juni 1993, UNESCO mengumumkan memberi penghargaan Avicenna Award (Ibnu Sina) kepada Presiden Soeharto. Hal yang sangat membanggakan, dan jarang terjadi, Direktur Jenderal UNESCO Prof. Federico Mayor (waktu itu) akan datang sendiri ke Jakarta untuk menyerahkan penghargaan yang prestisius Avicenna award pertama langsung ke tangan Presiden Soeharto. Pak Harto dalam kapasitas Presiden Republik Indonesia diapresiasi UNESCO sebagai sosok negarawan tangguh yang mampu melakukan terobosan inovatif dan massal guna memberantas Tiga Buta (buta aksara & buta angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar).

Pemerintah Indonesia diapresiasi karena mampu melakukan terobosan kebijakan untuk mencerdaskan bangsa. Dalam sambutan penyerahan Avicenna Award, Federico Mayor (1993) menegaskan noting that UNESCO had for years paid close attention to Soeharto’s efforts to make education programs available, even in the country’s most remote areas, and that other devoping countries should folow Indonesia’s lead in successfully decreasing illiteracy.

Dalam pandangan UNESCO, Indonesia menjadi model negara yang patut diadopsi oleh negara berkembang dalam mengatasi kebodohan dan keterbelakangan melalui berbagai program pendidikan dasar massal dan menyentuh kebutuhan. Terbitnya Inpres tentang program bantuan pembangunan Gedung SD ini, tidak lepas dari sentuhan sentuhan “Begawan Ekonomi” pada masa itu, yaitu Prof.Dr. Wijoyo Nitrisastro yang menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang ekonomi, keuangan dan Industri (Ekuin).

Ibnu Sina atau Avicenna dijadikan simbol ilmu pengetahuan dan Namanya diabadikan UNESCO untuk nama penghargaan (award) bidang pengetahuan UNESCO. Ibnu Sina merupakan sosok ilmuwan muslim kaliber dunia pada abad 10. Ibnu Sina (980-1037) dikenal sebagai filosof, ilmuwan Kedokteran kelahiran Persia. Ia penulis dan ilmuwan produktif, yang karya karya menjadi rujukan bidang kedokteran sampai sekarang. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Al Qanun fii At Tibb atau Kitab Penyembuhan dan Qanun Kedokteran.

Noble Prize
Success story atas kebijakan pembangunan SD Inpres khas Indonesia ini, ternyata telah menjadi lahan subur bagi para peneliti dunia bidang ekonomi. Banyak riset internasional yang mengkaji perkembangan ekonomi masyarakat diamati dari raihan pendidikan dan kesehatan masyarakat. Dalam kasus SD Inpres ini, bagaimana efek kebijakan pembangunan SD Inpres bisa memberikan pengaruh signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin di pedesaan dan daerah terpencil di Indonesia.

Lewat tiga ekonom kaliber dunia berkebangsaan Amerika Serikat yaitu : Esther Dufo, Abhijt Banerjee dan Michael Kremer pada tahun 2019 meraih Hadiah Nobel (Noble Prize) bidang Ekonomi. Mereka melakukan penelitian tentang dampak SD Inpres di Indonesia. Judul penelitiannya Schooling ang Labour Market Consequences of School Construction in Indonesia: Evidence from an Unusual Policy Experiment. Riset yang dilakukan Dufo dkk tentang kebijakan pendidikan SD Inpres ini telah mengantarkan mereka untuk meraih Noble Prize di bidang Ekonomi.

Lima Dasawarsa
Kini tahun 2023, lima dasawarsa setelah SD Inpres digulirkan, cerita sukses itu tetap melegenda. Para guru SD Inpres, yang umumnya lulusan SPG, ditempatkan tersebar di berbagai SD Inpres di berbagai wilayah Indonesia. Mereka benar benar menjadi duta negara untuk mendidik generasi muda yang haus pendidikan dasar. Saat ini dari sekitar 900 ribu guru SD Inpres yang direkrut periode 1973 -1993, lebih dari setengahnya (450 ribu orang) yang sudah pensiun. Terima kasih wahai kusuma bangsa. Engkau The real hero, pemantik cahaya pertama yang membimbing generasi muda dari kegelapan. Pengabdian ibu bapak sangat bermakna bagi generasi muda Indonesia saat ini.

Semoga spirit Guru Inpres yang melegenda ini bisa terus menyala. Tantangan kehidupan di pertengahan Abad 21 akan semakin berat. Dinamika kehidupan masyarakat semakin kompleks. Seperti diungkapkan Alfin Tofller (2015) bahwa the illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn. Masyarakat buta huruf di abad 21 bukan hanya masyarakat yang tak bisa baca tulis semata. Tetapi mereka yang tidak dapat belajar, tidak mau belajar, dan mereka yang tak sudi belajar kembali (Dinn Wahyudin)
Itulah tantangan bidang pendidikan saat ini !!

Kolaborasi FPEB UPI dengan Pemerintah Kota Cimahi dalam Penyusunan Dokumen Background Study RPJD Kota Cimahi 2024-2045

24 May 2023 • Humas UPI

Fakultas Pendidikan Ekonomi Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Pemerintah Kota Cimahi melakukan penandatanganan kerjasama kelembagaan  yang diselenggarakan di Ruang Rapat Dekan FPEB Lantai 2 (24/5/2023). Kegiatan diikuti oleh Dekan FPEB UPI Prof. Dr. H. Eeng Ahman, MS, Wakil Dekan Bidang Akademik Prof. Dr. Vanessa Gaffar, SE., Ak., MBA, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya Dr. Toni Heryana, S.Pd., MM., CRA, tim dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi yaitu Arvian Triantoro, S.Pd., M.M., CSRS, CSP, CIISA, Raden Dian Hardiana, S.Pd., M.Si, Harpa Sugiharti, S.Pd., MAK serta pejabat dilingkungan pemerintah Kota Cimahi yang dipimpinan Adet Chandra Purnama, S.T., M.M selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Pemerintah Kota Cimahi.  

Dekan FPEB UPI Prof. Dr. H. Eeng Ahman, MS mengapresiasi tawaran kerjasama Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Pemerintah Kota Cimahi. Disampaikan pula bahwa sebelumnya FPEB UPI juga mendapatkan kesempatan utk berkolaborasi dgn pemerintah daerah lainnya seperti Kabupaten Majalengka, Kota Bandung, Kabupaten Bekasi bahkan hingga keluar Jawa tepatnya dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Muara Enim. Prof. Dr. H. Eeng Ahman, MS mengaharapkan agar kerjasama yang dilakukan dengan pemerintah Kota Cimahi dapat ditingkatkan dan berlanjut dengan program-program lainnya.

Menurut Adet Chandra Purnama, S.T., M.M selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Pemerintah Kota Cimahi menjelaskan bahwa kolaborasi dan kerjasama yang dilakukan dengan FPEB dalam bentuk Penyusunan Dokumen Background Study RPJPD Kota Cimahi Tahun 2025-2045.

Menurutnya melalui berbagai kepakaran dan kelimuan yang dimiliki sumber daya dosen di FPEB dapat membantu dalam menyusun Background Study RPJPD yang dapat diselesaikan tepat waktu dan hasil pekerjaanya berkualitas sehingga bermanfaat dan berdampak serta menjadi rujukan kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Cimahi. Adet Chandra Purnama, S.T., M.M mengharapkan bahwa kedepan kerjasama dapat dikembangkan untuk pengembangan UMKM dan berbagai bidang lainya yang ada di Pemerintah Kota Cimahi. 

Menurut Arvian Triantoro, S.Pd., M.M., CSRS, CSP, CIISA yang merupakan inisiator kerjasama serta selaku dosen tim ahli dari FPEB UPI bahwa kerjasamanya dengan Pemerintah Kota Cimahi sudah dilakukan dalam beberapa tahun kebelakang terutama terkait dengan evaluasi pembangunan, monitoring capaian renstra, serta renja. FPEB memiliki kepakaran dan pengalaman dalam berbagai bidang terutama dalam analisis ekonomi, kemiskinan, pembangunan berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs), atau perencanaan anggaran dan standar belanja.  

Arvian Triantoro, S.Pd., M.M., CSRS, CSP, CIISA  menjelaskan Background Study RPJPD  ini merupakan langkah awal dalam menyusun rancangan teknokratik  serta merumuskan naskah akademik yang membuat hasil analisis dari ahli dan masukan dari stakeholder yang dirancang dalam bentuk survei serta Focus Group Discussion (FGD). Menururtnya, Background Study RPJPD  studi ini menjadi input dalam rancangan teknokratik RPJP Pemkot Cimahi dimasa depan serta sebagai rujukan dalam berbagai dokumen kebijakan pemerintah daerah. 

Lebih lanjut Arvian Triantoro, S.Pd., M.M., CSRS, CSP, CIISA menjelaskan bahwa dokumen yang dihasilkan seperti rencana induk, maspter plann, serta renstra induk. Berdasarkan hasil diskusi dengan pimpinan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Pemkot Cimahi,  berharap tidak hanya tuntas dalam kolaborasipada  kegiatan penyusunan Background Study RPJPD saja tetapi berikutnya juga kerjasama dalam  peningkatan SDM Pemkot Cimahi, Workshop Bersama, serta studi lanjut dan lainya.  Menurut Arvian Triantoro, S.Pd., M.M., CSRS, CSP, CIISA, bahwa FPEB sudah cukup berpengalaman dengan pemerintah daerah di Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta beberapa institusi pemerintahan di Indonesia. 

FPEB tidak hanya fokus pada bidang Pendidikan saja, tetapi juga berpeluang dan punya pengalaman dalam berbagai bidang seperti pemerintahan. FPEB sudah memiliki pengalaman sebagai tim ahli di BUMN dan swasta, serta sebagai narasumber dalam berbagai forum yang menjadikan FPEB memiliki nilai lebih. Bgai FPEB Kerjasama kelembagaan dengan berbagai pihak khususnya dengan Pemerintah Kota Cimahi ini berdampak pada pencapaian indikator kinerja utama (IKU).  Benefit bagi FPEB dari sisi kinerja tambahan pks atau MOU dengan berbagai pihak. Kepercayaan yang dibangun terus berlanjut bekerjsama dengan berbagai pemerintah daerah diIndonesia.  Hasil0hasil rsite dosen tidak selesai di publikasi jurnal tetapi berdampak secara praktik dalam penyusunan berbagai kajian di pemerintah daerah (Yana Setiawan)

Pertemuan Digital Sales Vice Director Media Kompas.com dengan Humas UPI Bahas Kerjasama Program dan Publikasi

24 May 2023 • Humas UPI

Bandung – UPI

Pada hari Rabu, (24/052023) Humas UPI menerima perwakilan dari Digital Sales Vice Director Kompas.com dalam rangka sosialisasi dan kerjasama program dan publikasi. Kegiatan ini dilaksanakan berlangsung di ruangan Teleconference lantai 1, University Centre, Universitas Pendidikan Indonesia. Audiensi ini disampaikan oleh pihak Kompas.com dan dihadiri para Kepala Seksi dan Staf Humas UPI.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengajak UPI agar bisa bekerja sama untuk mempublikasikan kontennya dan lebih meningkatkan eksistensi UPI. Terdapat beberapa program di Kompas.com ini, salah satunya berfokus pada pendidikan. Program-program yang ditawarkan, diantaranya ialah Brand Story, Kilas Pendidikan, Leaders Insight, Youth Talk, dan Rektor Berbicara.

Kompas saat ini sedang memperluas jaringan publikasinya, kini platform yang digunakan oleh Kompas.com dalam publikasi ialah Instagram, Facebook, Tiktok, dan Youtube. “Tiktok dan IG Reels itu tingkat konsumsinya dan engagement-nya itu tinggi dari sisi pemberitaan juga karena, orang-orang lebih senang melihat berita yang sudah dirangkum dan terdapat kesimpulannya” ucap Ilham. Dalam paparannya, Ilham menyampaikan mengenai Assets Performancenya dalam beberapa platform, dan yang memiliki tingkat YOY lebih tinggi ialah platform instagram, sebanyak 10% YOY dengan 1.853.623 followers.

Audiensi ini ditanggapi dengan baik oleh pihak Humas UPI yang dalam hal ini diwakili oleh Kasie Hubungan Kelembagaan Dr. Yana Setiawan, M.M. , dengan dengan menanyakan mengenai beberapa hal mengenai fasilitas yang memungkinkan akan diberikan oleh pihak Kompas.com pada UPI. Beberapa hal yang ditanyakan dan didiskusikan lebih lanjut ialah mengenai pelatihan, TV digital, dan kuota untuk mempublikasikannya. Selain itu, Kompas juga sangat terbuka untuk kegiatan Studi Banding yang direncanakan akan dilakukan pada tahun ini bersama mahasiswa magang di Humas UPI. Kegiatan Studi Banding sempat terhenti karena pandemi tetapi, kini sudah dibuka sudah membuka kembali bagi lembaga yang akan melakukan Studi Banding bisa menghubungi pihak Humas dari Kompas.com.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan dapat terjalin kerja sama antara UPI dengan Kompas.com, dengan adanya simbiosis di antara dua lembaga ini, terutama dari sisi publikasi atau pemberitaan.(Ambarwati, Prodi Tekpend Kontributor Humas UPI, Ed. HN)

DEPDIKSATRASIA KEMBALI GELAR PERGELARAN SASTRA DENGAN MENGALIHWAHANAKAN SASTRA MODERN

24 May 2023 • Humas UPI

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mengadakan kegiatan Pergelaran Sastra oleh Mahasiswa semester 4 Depdiksatrasia, yang disenggarakan di Gedung Ampiteater Pada Senin 22-26 Mei 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh Kaprodi, Dosen Depdiksatrasia hingga Orang Tua Mahasiswa. Bandung, 22/05/ 2023.

Kegiatan Pergelaran Sastra ini terdiri dari lima kelas dan terbuka untuk umum. Harga tiket yang cukup terjangkau, yaitu 15–20 ribu terbagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi 1 pukul 13.00–selesai   dan Sesi 2 pukul 19.00–selesai, dengan judul yang berbeda-beda di setiap harinya.  Adapun tema besar Pergelaran tahun 2023 ini merupakan “Alih Wahana Sastra Modern”.  Pergelaran yang ditampilkan pada hari Senin berjudul “S&K Berlaku 1974” oleh kelas Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia B, pada hari Selasa menampikan judul “Semua Bermula Ketika Seekor Ikan Mati” oleh kelas Bahasa dan Sastra Indonesia A, adapun pada hari rabu menampilkan pergelaran “1&3 (Siji and Telu)” oleh kelas Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia  , kemudian pada hari kamis berjudul  “Trik” oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia A dan pada hari terakhir menampilkan pergelaran berjudul “dari Luka” oleh kelas Bahasa dan Sastra Indonesia B.

Dr. Rudi Adi Nugroho M.Pd., selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Pergelaran Sastra mengungkapkan bahwa “Kegiatan Pergelaran sastra ini bertujuan untuk mengasah kompetensi Mahasiswa dalam ranah kemampuan bersastra khususnya kemampuan artistik. Dalam pergelaran sastra ini juga  mahasiswa terbiasa mengekspresikan diri, mengkreasikan sastra. Selain itu, kegiatan ini diselenggarakan sebagai tugas akhir Mata kuliah Pergelaran Sastra yang menjadi proyek hasil karya mahasiswa. Adapun pembeda acara pergelaran sastra ini merupakan pergelaran yang  kembali dilaksanakan secara langsung setelah pandemi, pergelaran sebelumnya yang hanya bisa dilakukan secara digital, tahun ini alhamdulillah bisa kembali ke tradisi awal sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman yang berbeda”.

Selain itu Hasna Ramadhanti, selaku Pimpinan Produksi pada hari pertama penampilan pergelaran menjelaskan bahwa “kegiatan pergelaran sastra ini dilakukan dengan proses yang cukup panjang selama kurang lebih empat bulan dengan upaya agar memperoleh hasil yang maksimal diawali dengan pembentukan panitia, menentukan judul yang akan ditampilkan, memilih pemain yang sesuai dengan karakter, kemudian latihan yang dilaksanakan hampir setiap hari, serta teman-teman juga yang sudah melaksanakan tugasnya sehingga alhamdulillah pada hari ini dapat dilaksanakan dengan lancar”.

Adapun kesan dari penonton yang telah menyaksikan pergelaran yang telah dilaksanakan pada hari pertama yaitu mendapatkannya chemistry dari para pemain sehingga penampilan para pemain menjadi menegangkan dan sehingga membuat para penonton penasaran. (Kontributor Humas UPI/Lies Diana Luthfiah)

PPID UPI HADIRI SOSIALISASI MONEV KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK 2023

22 May 2023 • Humas UPI

Monitoring dan evaluasi Keterbukaan Informasi Publik yang tiap tahun diselenggarakan oleh Komisi Informasi Publik pada tahun ini diadakan di Riau pada (17/05/2023) dengan penyelenggara Komisi Informasi Riau. Kegiatan dilakukan di Hotel Labersa Kabupaten Kampar Riau. Kegiatan Sosialisasi Monev KIP ini diikuti oleh badan publik yang ada di Indonesia yang terdiri dari Lembaga Pemerintahan, Pemerintah daerah dan juga PTN. Kegiatan Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari kominisioner KIP. Narasumber dari KIP Handoko mengemukakan bahwa terdapat beberapa perubahan pada monev tahun ini.

Dokumentasi foto PPID PTN di kediaman Gubernur Riau

Pada paparan Sosialisasi ini beberapa perubahan yang ada yaitu seperti jumlah dari indikator yang harus diisi oleh Badan Publik tidak sebanyak tahun kemarin. Hanya saja pada bagian sarana dan prasana barang jasa  pada indikator monev perlu diisi kegiatan yang dilakukan minimal dengan mengisi 5 paket pekerjaan yang selesai dilakukan dan 5 paket pekerjaan yang sedang dilakukan. Untuk Pedampingan Badan Publik dilaksanakan sampai tgl 16 Juli 2023. Kegiatan pendampingan dapat dilakukan baik Badan Publik (BP) datang ke Kantor KIP ataupun mengundang Komisioner untuk mendapat penjelasan dan pendampingan dari KIP.  Untuk penilaian monev ini dijadwalkan pada bulan November sampai desember. Untuk presentasi dari Badan Publik yang utama dalam penilaian adalah Inovasi yang dilakukan baik secara digital maupun fisik.

PPID UPI pada tahun 2022 sudah memperoleh kategori INFORMATIF dan pada tahun 2023 diharapkan dapat mempertahankan predikat INFORMATIF dan mengalami peningkatkan rangking monev tahun ini.

Dalam rangkaian kegiatan sosialisasi ini dilakukan pencanangan hari Keterbukaan Informasi Nasional pada tanggal 17 Mei, diharapkan nantinya akan  menjadi Hari libur Nasional. Kegiatan Hari Keterbukaan Informasi Nasional dilakukan setelah acara Sosialisasi Monev KIP. Kegiatan ini dihadiri oleh Menko polkam Prof. Dr. Mahfud MD yang dikukuhkan sebagai Duta Keterbukaan Informasi. Pada acara ini diumumkan pula Penghargaan Untuk Lembaga Pemerintahan yang meraih nilai tertinggi dalam Keterbukaan Informasi Publik berdasarkan Inovasi-inovasi yang telah dilakukan yaitu Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Dengan adanya kegiatan Sosialiasi ini diharapkan UPI sebagai Badan Publik PTN dapat lebih meningkatkan nilai dari Keterbukaan Publik yang didukung oleh civitas akademika UPI untuk lebih mendukung dalam ketercapaian Kerbukaan Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (HN, Humas UPI)

Pencarian