English
Indonesia

Kantor Jurnal dan Publikasi UPI Selenggarakan Pelatihan Akreditasi Jurnal Bagi Pengelola Jurnal di Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI

22 May 2023 • Humas UPI

Kantor Jurnal dan Publikasi Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan pelatihan jurnal bagi pengelola jurnal di Fakultas Pendidikan Ekonomi Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia di Gedung University Center Lantai 1 (17/5/2023). Kegiatan diikuti oleh para dosen pengelola jurnal program studi dan fakultas, serta para mahasiswa yang terlibat membantu editorial jurnal  

Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Eeng Ahman, MS menyampaikan bahwa hari ini peserta pelatihan jurnal diikuti oleh dosen sebagai pengelola utama jurnal dan para mahasiswa yang membantu dalam proses penyuntingan artikel. Melalui pelatihan yang iikuti oleh Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia ini dapat meningkatkan capaian raihan prestasi dalam akreditasi jurnal nasional yang bereputasi.

Kepala Kantor Jurnal dan Publikasi UPI Prof. Dr. Asep Bayu Nandianto, M.Eng yang merupakan dosen dan  guru besar Universitas Pendidikan Indonesia menyampaikan materi pelatihan tentang akreditasi jurnal nasional yang terdiri dari aspek manajemen pengelolaan dan aspek substansi artikel jurnal. Menurutnya, para pengelola jurnal di FPEB UPI harus meningkatkan pengelolaan jurnal terutama pada aspek manajemen pengelolaan dan substansi artikel yang terkait langsung dengan indikator-indikator penilaian akreditasi seperti penamaan jurnal, kelembagaan penerbit, penyuntingan dan manajemen jurnal, substansi artikel, gaya kepenulisan, penampilan, keberkalaan serta penyebarluasan (Kontributor Humas UPI/Kantor Jurnal dan Publikasi UPI)

ASRAMA CUP SEBAGAI WUJUD SOLIDARITAS DAN SPORTIF ANTARWARGA ASRAMA

21 May 2023 • Humas UPI

Tahun 2023  Asrama Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mengadakan pekan olahraga dan seni (porseni) dengan nama menjadi Asrama Cup memiliki tema “Kuatkan Solidaritas, Tingkatkan Kreativitas serta Junjung Sportivitas.” Kegiatan ini dilakukan selama dua hari sejak tanggal 20-21 Mei 2023 di Asrama UPI. Kegiatan ini dihadiri oleh Drs. Sugihartono, M.A., selaku manager asrama Bumi Siliwangi, Drs. Maftuhin Ridha, M.Pd., selaku kepala asrama putra, dan Dra. Hj. Kokom Siti Komariah, M.Pd., selaku kepala asrama putri.

Berbagai lomba dilaksanakan untuk menyalurkan bakat warga asrama. Setidaknya terdapat tujuh jenis perlombaan dari bidang olahraga dan kesenian, di antaranya: lomba voli, lomba badminton, lomba tenis meja, lomba e-sport, lomba memasak, asrama idol, dan lomba pidato empat bahasa. Sebanyak 125 warga asrama berpartisipasi menjadi peserta lomba. Drs. Maftuhin Ridha, M.Pd., kepala asrama putra menjelaskan, “Asrama cup dilaksanakan untuk menghimpun persaudaraan agar mereka memiliki semangat olahraga karena asrama sudah seharusnya memberikan wadah untuk menyalurkan bakat warga asrama dengan harapan ke depan ada atlet UPI di asrama yang secara tidak langsung berkembang tidak hanya di akademik. Kemudian mendorong kebiasaan positif dalam berperilaku sehat. Selain itu, tujuan Asrama Cup adalah membentuk rasa kekeluargaan yang sportif, artinya dapat meningkatkan sikap yang jujur, yaitu jika salah mau meminta maaf, tepat waktu, dan mau terlibat aktif.”

Panitia berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan ikatan persaudaraan antarwarga asrama dan silaturahmi dengan alumni perlu terus dijaga. Selain kegiatan Asrama Cup, terdapat kegiatan lain yang dilakukan sebagai bentuk pembinaan sehingga setiap warga asrama dapat bersosialisasi. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Dra. Hj. Kokom Siti Komariah, M.Pd., selaku kepala asrama putri, “Salah satu program lain adalah kajian ringan setiap hari minggu, kajian ringan yang bisa diamalkan selain itu tadarus Al-Kahfi atau setoran hafalan mereka sehingga dengan kegiatan tersebut bisa berkumpul di satu tempat. Kegiatan itu nanti di awali dengan berjamaah magrib dan isya berjamaah. Selain itu juga melihat minat dan bakat sebagai wadah ekspresi diri warga asrama.”

Persiapan kegiatan asrama cup membutuhkan waktu satu bulan hingga akhirnya kegiatan bisa terlaksana meriah. “Antusias peserta cukup banyak termasuk partisipasi mahasiswa asing. Selain itu, salah satu siasat yang dilakukan adalah dengan diwajibkannya ada delegasi dari setiap gedung,” ungkap Sulthan Arifin Shaqil selaku Camat Asrama UPI Bumi Siliwangi.

Selain itu, Antusias juga dapat dirasakan dari mahasiswa asing yang ikut berpartisipasi. Emmanuel selaku mahasiswa asing dari Ghana menyampaikan kesan pengalamannya mengikuti kegiatan Asrama Cup. “Saya merasakan sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatannya karena unik dan luar biasa. Jadi saya ingin mencobanya karena semua lombanya keren. Selain itu, kegiatan ini mengingatkan saya kepada pertandingan antar mahasiswa yang juga suka dilakukan di negara asal saya.” (Iqssyzia Syahfitri)

KELURAHAN LPDP UPI 9.0 SELENGGARAKAN ROADSHOW SOSIALISASI BEASISWA LPDP DI UPI KAMPUS SERANG

20 May 2023 • Humas UPI

Serang – Roadshow Beasiswa LPDP merupakan salah satu program kerja dari Divisi Eksternal Kelurahan LPDP UPI 9.0 berkolaborasi dengan BEM UPI Kampus daerah untuk menyelenggarakan Sosialisasi Beasiswa LPDP. Roadshow ini merupakan roadshow pertama kali yang dilaksanakan di UPI Kampus Serang pada hari Sabtu (13/05). Kegiatan ini mengusung tema “Lanjutkan Studimu dengan Mewujudkan Mimpi dan Raih Beasiswa LPDP”.

Sosialisasi Beasiswa LPDP ini diselenggarakan di Aula Timur. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB serta dibuka secara langsung oleh Dr. Encep Supriatna, M.Pd. selaku Wakil Direktur UPI Kampus Serang. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan dari Hanifah selaku ketua pelaksana, Daffa selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, dan Susanti, S.Pd. selaku Ketua Panitia dari Kelurahan LPDP UPI 9.0. Dalam sambutannya Susanti menyampaikan bahwa “LPDP hadir untuk mewujudkan mimpi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi” ujar Susanti.

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 76 peserta tidak hanya oleh mahasiswa UPI Serang, tetapi juga dihadiri oleh mahasiswa di sekitar Kampus UPI di Serang, seperti Universitas Islam Negeri Sultan Hasanuddin Banten, dan Universitas Tirtayasa Serang. Selain itu, ada tamu undangan dari setiap UKM dan BEM di Serang.

Pemateri pertama disampaikan oleh Dr. Agam Bayu Suryanto, S.E., M.B.A. selaku Kepala Divisi Kerjasama dan Pengembangan LPDP. Materi yang disampaikan terkait peningkatan kompetensi SDM Indonesia yang sangat erat hubungannya dengan program-program yang ditawarkan LPDP. Selain itu, Agam menyampaikan tahapan-tahapan dalam seleksi LPDP dan persyaratan yang dibutuhkan guna mengikuti seleksi Beasiswa LPDP ini. Kemudian, dilanjutkan dengan pemaparan pemateri kedua M. Farhan Aziz, S.Ak., M.Sc. sebagai alumni Awardee LPDP Luar Negeri University of Edinburgh. Materi yang disampaikan terkait SDM yang ditingkatkan melalui pendidikan melalui Beasiswa LPDP. “Quantify dan Qualify yang harus beriringan untuk bisa menjadi pribadi yang unggul”. Terakhir, pemateri ketiga Dimas Febriansyah K.D, S.Pd. Awardee LPDP Dalam Negeri UPI sekaligus Lurah Kelurahan LPDP UPI 9.0 menyampaikan bahwa “Hasil dari suatu usaha menjadi sepenuhnya di luar kendali kita. Namun, mengambil langkah untuk berusaha atau menyerah sepenuhnya berada dalam kendali kita”

Pada bagian akhir kegiatan ditutup dengan doorprize untuk peserta yang dapat menyimpulkan materi yang telah disampaikan selama kegiatan dan sesi dokumentasi. (Kontributor Humas UPI /Vita Siti Zulaeha)

INKUBATOR BISNIS UPI ADAKAN PELATIHAN START-UP BOOTCAMP SEBAGAI WADAH ENTREPRENEUR MUDA UPI

20 May 2023 • Humas UPI

Inkubator Bisnis UPI, di bawah koordinasi Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas Kegiatan Pelatihan Start-up Ekonomi Kreatif Batch 1 dengan kategori “ Ekonomi Kreatif Berbasis Kuliner – 1 ”. secara offline oleh Dr. Tutik inayati, S.Mn, M.SM., selaku penanggung jawab. Kegiatan batch ini dilaksanakan selama 2 hari. Batch 1 memiliki kategori “Ekonomi Kreatif Berbasis Kuliner ” dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2023 di Gedung Center of Excellence (CoE) UPI.

Pada kegiatan batch satu ini difokuskan pada pematerian pertama mengenai design thinking, problem solution, product market oleh Asep Ridwan Lubis. S.Mat., MBA., CSBA dan materi kedua mengenai dasar kuliner, branding, promosi dan marketing oleh Dr. Yulia Rahmawati, M.Si. Selain itu, disampaikan oleh Ketua Inkubator Bisnis UPI, Dr. Pandu Hyangsewu, M.Ag. bahwa peserta webinar juga diharapkan dapat mengikuti sampai selesai dan nantinya kegiatan ini adalah saatnya untuk generasi muda yang memiliki semangat dalam berwirausaha. Kegiatan ini tidak hanya bagi yang memiliki usaha namun juga ide gagasan. Setiap batchnya nanti memiliki inovasi yang kreatif.

Melalui sambutannya perwakilan Direktur DIPPU, Arvian Triantoro, S.Pd., M.Si., menyampaikan, “Ruang ini menjadi ruang untuk mendorong potensi yang ada. Sehingga dapat menggali kemampuan dan bisa membantu aspek permodalan hingga lingkaran finansial, karena kalian aset kampus. Jadikan gedung ini rumah bersama, nantinya di lantai 1&2 akan ada pusat kuliner dan kantin yang harapannya bisa berisi dari mahasiswa entrepreneur kegiatan itu sendiri. Secara jangka panjang harapannya nanti terus ada mitra bisa ada bootcamp khusus juga perihal masuk ke sektor Shopee atau lainnya.”

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa UPI dan alumni dadi berbagai fakultas. Melalui sambutannya, Dr. Tutik Inayati S. Mn, MSM, menyampaikannya mekanisme pelaksanaan pelatihan ini, “Bootcamp dilakukan selama 2 hari. Kegiatan hari pertama, fokus terhadap pematerian, kemudian hari kedua teman-teman akan mempresentasikan bisnis model canvas dari bisnis masing-masing”. Jika bisnis sudah berjalan silakan bawa prototipe, perkiraan arus kas untuk setahun ke depan.”

Selain pematerian peserta juga melakukan group discussion sebagai bentuk berpikir kritis dalam penyelesaian masalah yang sudah ditentukan. Setiap kelompok berusaha menampilkan gagasan terbaiknya dari hasil diskusi. Sejalan dengan kegiatan tersebut, Erlin Nisa Alviyah selaku peserta menyampaikan kesan dan pesan setelah mengikuti pelatihan, “senang dapat mengikuti kegiatan ini, saya merasa mendapat insight baru mengenai start-up dan dunia bisnis dan bagaimana cara mengembangkannya. Selain itu, rancangan ide yang saya miliki itu berkaitan sayuran karena melihat bahwa banyak yang tertarik dengan sayuran sehingga untuk mengatasinya saya memiliki gagasan untuk olahan sayuran yang efisien. Harapannya semoga bisa dilakukan terus menerus untuk meningkatkan bibit-bibit unggul Universitas Pendidikan Indonesia khususnya dalam bidang wirausaha. Semoga setiap peserta batch saat ini dan selanjutnya juga bisa menerapkan setiap pematerian yang telah didapatkan.”

Pelatihan Start-up Ekonomi Kreatif Batch 1 berjalan lancar. Peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan aktif dan kreatif. Sebagai bentuk apresiasi dari panitia, seluruh peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan webinar ini akan mendapatkan sertifikat dan tindak lanjut dari usaha atau gagasan yang dimiliki.

Nantinya kegiatan ini memiliki 5 batch yang akan dilaksanakan satu bulan sekali. Batch kedua dilaksanakan pada 16-17 Juni, batch 3 14-15 Juli, batch 4 25-26 Agustus, dan batch 5 15-16 September. Selain kuliner nantinya terdapat beberapa kategori berbeda yang akan digunakan pada setiap batch di antaranya, seni dan design, jasa, dan akomodasi.

(Iqssyzia Syahfitri)

VISITING PROFESSOR PRODI IEKI: Pembangunan Ekonomi di Negara-negara Islam

19 May 2023 • Humas UPI

Prodi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam Universitas Pendidikan Indonesia menghadirkan Prof. Dr. Nurul Huda, SE., MM (Wakil Rektor IV Universitas YARSI, Komisioner Badan Wakaf Indonesia, dan Ketua LSP Badan Wakaf Indonesia) sebagai pemateri dalam kegiatanVisiting Professor Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan Islam pada hari Rabu (17/05/2023) untuk membahas mengenai “Pembangunan Ekonomi di Negara-negara Islam”. Kegiatan ini dilakukan secara online melalui platform Zoom yang dimulai dari jam 07.30 hingga jam 10.00 WIB.

Dalam kegiatan ini, pemateri menyampaikan presentasinya secara menarik dan juga jelas, sehingga memicu rasa antusiasme dengan banyaknya pertanyaan yang muncul terkait materi yang disampaikan dari para peserta yang hadir pada acara tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh 82 orang yang berasal dari mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam yang memiliki rasa penasaran akan jalannya Ekonomi Pembangunan di negara islam. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuat para mahasiswa memahami dan juga dapat mengerti bagaimana jalannya pembangunan di negara-negara islam yang tentu saja sangat berbeda dengan penerapan pembangunan di negara lainnya serta bagaimana pertumbuhan dari banyaknya indikator yang diterapkan di berbagai negara yang kemudian dikomparasikan dengan negara OKI untuk melihat seberapa efektifkah peranan pembangunan islam dalam penerapan indikatornya dibandingkan dengan negara lain diluar negara OKI.

            Hal menarik dan berbekas dari yang telah disampaikan oleh Prof. Dr. Nurul Huda dalam penyampaian materinya adalah mengenai pandangan Ibnu Khaldun terkait konsep “Dynamic Model”. Konsep ini menjelaskan keterkaitan diantara aspek yang terlibat dalam ekosistem pembangunan, seperti pemerintah, syariah, manusia, harta atau kesejahteraan, keadilan dan pembangunan.

Ibnu khaldun menggambarkan keterkaitannya dengan pesan kekuatan, kedaulatan, dan pemerintah tidak dapat dilakukan tanpa implementasi syariah. Syariah memperbolehkan adanya pajak jika memang darurat. Ibnu Khaldun juga mengatakan bahwa syariah tidak akan terjadi tanpa adanya pemerintah. Menurutnya, pemerintah harus diisi oleh orang yang mengerti ekonomi syariah. Saran yang ketiga adalah kedaulatan tidak akan terjadi tanpa ada dukungan dari masyarakat kepada pemerintahnya, lalu juga SDM tidak dapat ditingkatkan tanpa adanya harta atau mal. Selanjutmya menurut Ibnu Khaldun harta benda takan bisa diperoleh tanpa ada pembangunan, karena pembangunan merupakan alatnya. Lalu, pembangunan sendiri tidak dapat dicapai tanpa adanya keadilan. Lalu, indikator dapat dilihat dengan adanya rasio gini yang menjelaskan mengenai ketimpangan sebagai buah dari keadilan yang tidak dilaksanakan karena keadilan merupakan tolak ukur yang ditentukan oleh allah Ibnu Khaldun juga menjelaskan bahwa kedaulatan akan tertuju pada suatu keadilan. Menurutnya, keadilan sosial merupakan penyangga dalam ekonomi islam.

Jika berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, Prof. Nurul Huda menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara yang didorong oleh konsumsi dikatakan pertumbuhan ekonomi yang tidak berkualitas. Hal ini dikarenakan ini merupakan cara yang paling mudah dilakukan oleh pemerintah, begitupun dengan negara yang melakukan belanja karena pemerintah memiliki kendali untuk mempengaruhinya. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah pertumbuhan ekonomi yang didasarkan pada kegiatan ekspor, impor, dan investasi. Pertumbuhan yang berkualitas didasarkan pada ekspor impor dan juga investasi. Karena hal ini didasarkan pada pendapatan sektor luar negeri dan juga nilai tukar yang tidak dapat dikontrol oleh pemerintah.

Pertumbuhan yang didasarkan pada sektor produktif seperti investasi dan juga ekspor impor akan membuat suatu perekonomian tumbuh lebih baik dan juga jangka Panjang. Hal ini dikarenakan pertumbuhan yang didasarkan pada konsumsi merupakan pertumbuhan yang dapat dikendalikan oleh pemerintah namun pertumbuhan yang didasarkan pada investasi dan ekspor impor merupakan pertumbuhan yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah.

Jika melihat perbandingan proyeksi pertumbuhan negara OKI, negara OKI memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara eropa lainnya. Selain itu, jika dilihat dari sisi GDP Indonesia memiliki GDP tertinggi diantara negara OKI, namun jika dilihat dari GDP perkapita, GDP perkapita Indonesia kalah dengan negara OKI lain, seperti Qatar, Brunei Darussalam, dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan nilai PDB yang didukung oleh banyak sektor energi. Dalam perspektif islam, GDP perkapita tidak dapat menjadi ukuran kesejahteraan masyarakat, karena berdasarkan kurva Lorenz, terjadi ketimpangan yang sangat besar dimana 90% sumber daya dinikmati oleh 10% masyarakat, sedangkan yang 10% SDM diperebutkan oleh 90% masyarakat.

Dari sisi tingkat penngagguran, Qatar memiliki tingkat pengangguran terendah yang hanya sebesar 0,3%. Hal ini menunjukkan bahwa memang ekonomi pembangunan islam memiliki indikator makro yang baik. Selain itu, dari sisi tingkat inflasi, negara OIC memiliki tingkat inflasi yang tinggi. Hal ini memvalidasi Teori Phillips yang menyatakan bahwa ketika terjadi suatu inflasi yang tinggi, maka tingkat pengangguran di suatu negara tersebut kecil karena adanya hubungan yang negative antara keduanya.Untuk itu, ini membuktikan bahwa di satu sisi di negara-negara OKI memiliki tingkat pengangguran yang rendah. Namun, jika diklihat pada tahun 2024 nanti,  tingkat inflasi pada tahun 2024 terjadi akan banyak terjadi di negara-negara diluar OKI, seperti Brazil dan juga Amerika Serikat yang memiliki tingkat inflasi lebih dari 5%.

Dilihat dari indikator perdagangan internasionalnya, negara OKI yang memiliki tingkat ekspor tertinggi adalah UAE. Namun, transaksi yang dilakukan di negara OIC dapat terhitung masih rendah dibandingkan dengan negara-negara di dunia. Indonesia sendiri memiliki tingkat ekspor dan juga impor yang cukup baik dibandingkan dengan negara OKI. Untuk itu, jika dilihat dari sisi Current Account yang yang mencakup transaksi barang dan jasa, Arab Saudi memiliki tigkat current account yang tinggi. Dari sisi FDI atau Foreign Direct Investment negara OIC masih memiliki persentase yang lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara di dunia. Untuk itu, negara OKI memiliki tingkat inflasi, pengangguran, yang baik namun tidak dengan tingkat investasinya.  

            Untuk itu, penerapan ekonomi pembangunan islam dapat disimpulkan adalah ekonomi pembangunan yang tidak hanya mendasarkan pada aspek material, seperti pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Namun, karena didasarkan pada maqashid syariah yang mencakup komponen kesejahteraan yang lebih komprehensif, mengindikasikan bahwa ekonomi pembagunan islam memiliki indikator yang lebih menyeluruh. Ekonomi pembangunan islam yang banyak diterapkan di negara-negara OKI membuktikan bahwa penerapannya yang efektif dapat membawa suatu negara ke indikator kesejahteraan lebih baik. Negara OKI memang secara indikator seperti tingkat pengangguran dan pertumbuhan cukup baik, namun memang dari sisi Foreign Direct Investment masih terhitung rendah dan perlu digali lagi. Selain itu, dalam ekonomi pembangunan islam, menurut Ibnu Khaldun sendiri bahwa pemerintah dan masyarakat pun memiliki peran yang sangat vital dalam mencerminkan keadilan dan kesejahteraan suatu negara.(Ozka Muhammad Fajrin, Prodi IEKI FPEB, kontributor Humas UPI. Ed HN)

Pencarian