
Simak lebih lanjut di Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Selasa, 9 Mei 2023. Ditulis oleh Prof. Dr. Suwatno, M.Si. (Guru Besar Komunikasi Organisasi, FPEB Universitas Pendidikan Indonesia).

Hari ini merupakan hari pertama dilaksanakannya Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT), atau yang sebelumnya dikenal sebagai SBMPTN di berbagai lokasi salah satunya UPI Kampus Bumi Siliwangi (05/08/23).
SNBT tahun ini diikuti oleh setidaknya 803.853 peserta yang tersebar di seluruh wilayah tanah air. Nantinya 213.406 kursi yang tersedia pada 236 perguruan tinggi negeri dan politeknik di Indonesia akan diperebutkan.
Terdapat perbedaan yang cukup signifikan pada UTBK tahun ini dari tahun-tahun sebelumnya. Setidaknya terdapat tiga poin perubahan, di antaranya:
Dr.rer.nat. Ahmad Muzakir, M.Si. Kadiv Rekrutmen Mahasiswa Baru Dit. Pendidikan UPI menjelaskan, “jadi yang pertama terkait desain tesnya. Karena kita sudah lama menggunakan konsep merdeka belajar maka kementerian mulai tahun ini mengubah design tesnya jadi tidak lagi mengandalkan tes mata pelajaran karena sudah merdeka belajar jadi pada prinsipnya semua calon mahasiswa bisa mendaftar pada prodi mana pun.”
Sistem ini menerapkan merdeka belajar yang sudah diterapkan di berbagai sekolah dan perguruan tinggi, ia menegaskan bahwa sistem ini menjadikan siswa yang awalnya berasal dari IPS bisa memilih prodi di kelompok IPA maupun sebaliknya. Dengan demikian, ujian mata pelajaran dihapus, ujian yang sekarang dilakukan mengarah kepada kemampuan potensial untuk semua prodi. Meliputi tes potensi skolastik, literasi, dan penalaran matematika.
Dihapuskannya tes mata pelajaran dan kini berfokus pada kemampuan penalaran dan pemecahan masalah adalah upaya memberikan ujian yang lebih holistik dalam tolak ukur nantinya. Selain itu, dalam UTBK-SNBT siswa sudah bebas memilih jurusan kuliah sehingga Tes Kemampuan Akademik (TKA) dihapuskan.

Dr. Rahmawati, M.Ed., Kepala BP3 Kemdikbudristek menyampaikan perihal transformasi dan harapan untuk sistem tes tahun ini.
“Transformasi ini terdapat beberapa hal, pertama substansinya ini dibuat agar lebih holistik. Lebih umum oleh karena itu tidak ada tes potensi akademik. Digantikan dengan penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, literasi dalam bahasa Inggris, tes potensi skolastiknya relatif sama dengan dulu. Kemudian perubahan kedua dari segi ekspansi atau cakupannya. Kalau yang dulu tanpa diploma tiga tahun ini dengan diploma tiga. Kemudian yang ketiga adalah perubahan dari segi skema kualifikasinya atau persyaratannya.”
Sehingga dengan transformasi sedemikian rupa di tahun ini sangat memungkinkan semua siswa itu untuk lintas jurusan. “tetapi di sini perlu ditekankan adalah bisa lintas jurusan ini adalah merdeka tapi merdekanya ini perlu dipertanggungjawabkan. Jadi tidak hanya mencoba-coba. Pastikan tahu mengenai bakat dan minatnya, jadi meskipun di mungkinkan lintas program studi itu semua sudah melakukan pertimbangan yang matang dan kesiapan menyelesaikan sampai akhir studinya,” tegas Rahmawati.
Beliau juga menyampaikan bahwa perubahan ini untuk terus mengembangkan sistem pendidikan di Indonesia tanpa mengurangi esensi yang dibutuhkan.
“Alasan utama penghapusan tes potensi akademik sebenarnya karena di banyak negara sudah dilakukan. Misalnya di Amerika untuk tes menggunakan Scholastic Assessment Test yang memang tidak ada mata pelajarannya. Akan tetapi, bukan artinya mata pelajaran itu tidak penting, jadi literasi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan penalaran matematika itu sebagai kemampuan berpikir kritis yang menjadi hal dibutuhkan dalam perkuliahan. Penghapusan TKA ini untuk memberikan kesempatan yang inklusif kepada semua calon mahasiswa apa pun latar belakang pendidikan dan diharapkan lebih berkeadilan.”
(Kontributor Humas UPI/ Iqssyzia Syahfitri)

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2023 mulai dilaksanakan pada hari Senin (05/08/23) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Bumi Siliwangi Jl. Setiabudi No. 229. Tempat pelaksanaan UTBK di Bandung terbagi di beberapa tempat di antaranya Institut Teknologi Bandung, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Universitas Siliwangi, dan UPI Kampus Cibiru. Selain itu, terdapat empat kampus daerah UPI yang digunakan, yakni Kampus Daerah Purwakarta, Sumedang, Tasikmalaya, dan Serang. Total peserta UTBK per sesi yang disediakan sebanyak 958 orang calon mahasiswa. Total keseluruhan peserta UPI tahun 2023 ini sebanyak 25.119 peserta. Di Kampus UPI Bumi Siliwangi sendiri ruangan yang digunakan sebanyak 40 ruangan yang terbagi di beberapa tempat seperti di Direktorat TIK sebagai pusat kegiatan.
Dr.rer.nat. Ahmad Muzakir, M.Si. Kadiv Rekrutmen Mahasiswa Baru Dit. Pendidikan UPI menyampaikan perihal persiapan yang dilakukan oleh UPI dalam menyambut pelaksanaan UTBK-SNBT 2023.
“Yang dilakukan seperti tahun-tahun lalu, yaitu enam bulan sebelumnya mulai melakukan pengecekan workstation yang ada di UPI Bandung dan Kampus Daerah sesuai standar. Kita data, jika ada yang kurang baik maka diganti. Seminggu sebelum pelaksanaan juga melakukan uji coba nasional. Semua workstation dicoba apakah bisa digunakan untuk UTBK. Persiapan sudah dilakukan sedemikian rupa dan berusaha memberikan yang terbaik. Namun kendala teknis tetap tidak terhindarkan di beberapa tempat pelaksanaan. Meski sudah dipersiapkan serapi itu tapi masih ada masalah di beberapa tempat UTBK Bandung yang mengakibatkan sesi pagi bergeser,” ujar Ahmad.
Pelaksanaan UTBK-SNBT di UPI hari pertama ini berjalan dengan kondusif dan tepat waktu. Seluruh pelayanan dan sistem dilakukan sesuai dengan yang disampaikan. Salah satu peserta UTBK-SNBT, Yaswa Fitriana Arrafi mengatakan bahwa pelaksanaan UTBK-SNBT di UPI sudah baik dan sistem saat ini sudah menguntungkan.
“Tempat pelaksanaannya sudah nyaman dan berjalan dengan lancar. Sejauh ini saat menjalankan UTBK kesulitannya di soal yang belum pernah ditemukan. Sistem UTBK sekarang juga menguntungkan karena lebih general terlebih untuk saya yang dari SMK Pariwisata.”

Tes UTBK dilaksanakan dalam dua tahap, yakni Tahap I yang dilaksanakan pada tanggal 8 – 14 Mei 2023, dan Tahap II yang dilaksanakan pada 22 – 28 Mei 2023. Namun di UPI sendiri 28 sesi penuh hanya di Kampus Daerah Purwakarta dan Tasikmalaya, sementara UPI Kampus Bumi Siliwangi hanya 18 sesi. Sesuai dengan arahan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Tes UTBK per hari dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi 1 pukul 06.45 – 10.30 WIB, dan sesi 2 pada pukul 12.30 – 16.15 WIB.
Adapun pada pelaksanaan SNBT tahun ini, UPI menyediakan kuota sebanyak 5.096, kemudian 3.185 untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) serta 2.853 untuk jalur seleksi mandiri.
Ucapan semangat juga disampaikan oleh salah satu peserta UTBK, M. Raihan Nur Karim. “Untuk teman-teman yang akan melakukan UTBK sesi berikutnya bisa perdalam ilmu-ilmu umum. Pokoknya semangat!”
(Kontributor Humas UPI/ Iqssyzia Syahfitri)
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan film serta audio visual telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan semakin diminati oleh masyarakat indonesia. Teknologi yang terus berkembang, ketersediaan platform digital, serta perubahan pola konsumsi konten menjadi faktor popularitas dalam perkembangan audio visual. Salah satu yang menjadi alasan pemutaran film semakin diminati di era saat ini ialah kenyamanan dan kemudahan dalam mengaksesnya. Saat ini penonton dapat menikmati beragam film dan serial televisi favorit mereka dengan mudah dan fleksibel. Hal ini memungkinkan mereka untuk menonton film di waktu yang mereka inginkan dan melalui perangkat apapun.

Perkembangan film lokal juga kini semakin mendapatkan pengakuan dan popularitas yang cukup besar. Masyarakat saat ini semakin tertarik untuk mengeksplorasi karya-karya sineas lokal yang menghadirkan cerita yang autentik dan merefleksikan budaya serta kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Dengan perkembangan audio-visual yang kini semakin diminati generasi milenial, Hal ini mendorong TVRI Jawa Barat untuk menyelenggarakan acara berupa Festival Film TVRI Jawa Barat 2023 guna meningkatkan film lokal serta memberikan kesempatan bagi para sineas muda tanah air untuk tampil serta mendapatkan apresiasi lebih dalam industri perfilman.
Oleh karenanya, Sosialisasi TVRI Jawa Barat yang di selenggarakan pada 3/5/23 ini memberikan ruang kepada sineas muda Indonesia terlebih kepada mahasiswa Film dan Televisi UPI untuk bergabung dalam Festival Film Pendek TVRI 2023. Dalam festival film ini, TVRI berperan sebagai penyelenggara utama dan melakukan kolaborasi bersama para pelaku industri film, komunitas film, dan pemerintah daerah untuk berusaha mengangkat potensi film-film lokal serta memberikan wadah bagi para sineas Indonesia untuk menyalurkan hasil karya mereka sehingga bisa dikenal oleh masyarakat luas.
Kegiatan acara sosialisasi ini diawali dengan pemutaran film pendek berjudul “Hoyong Kamera”. Film yang ditayangkan ini merupakan hasil karya teman-teman dari purwakarta yang berhasil menjadi juara pada Festival Film Jabar TVRI tahun lalu. Film ini menceritakan tentang perjuangan seseorang sineas lokal yang butuh kamera untuk menunjang kreativitasnya. Alur cerita serta beragam konflik yang membangun menjadi perhatian para penonton yang turut antusias dalam mengikuti acara ini.
Festival Film Jabar TVRI 2023 kali ini mengusung 2 tema, Pertama yaitu film pendek dengan tema semangat bung karno. Tema ini diambil dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila pada 1 Juni. Adapun pilihan sub judulnya dapat meliputi Soekarno sebagai Insinyur, Bung karno dan kebudayaan ataupun beragam judul lain pilihan peserta terkait dengan bung karno. Untuk tema kedua di bebaskan sesuai dengan kreatifitas masing-masing. Karya film dapat meliputi film independen, film dokumenter, film pendek ataupun beragam hasil karya film pendek peserta. Adapun syarat dan ketentuan dapat di lihat lebih lanjut di kanal media sosial Instagram @tvrijabar .
Pada acara sosialisasi tersebut, TVRI Jawa Barat bersama dengan Forum Film Jawa Barat menerangkan mengenai kriteria-kriteria film yang menjadi penilaian dalam Festival Film TVRI Jawa Barat 2023 kali ini. Hal itu meliputi kualitas film, originalitas dan relevansinya terhadap permasalahan yang berkembang di masyarakat. Tak hanya itu, Festival Film TVRI Jawa Barat 2023 ini menghadirkan beragam tokoh terkenal di seputar perfilman maupun pemerintahan sebagai juri dalam penilaian film pendek tersebut. Beberapa tokoh tersebut meliputi Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat, Budi Dalton selaku aktor Indonesia dan beragam juri hebat lainnya yang turut berpartisipasi dalam Festival Film TVRI Jawa Barat 2023.
Untuk itu, bagi yang tertarik menyalurkan hasil kreatifitasnya berupa karya film pendek, kalian dapat mengikuti Festival Film TVRI Jawa Barat. Untuk pengumpulan hasil karya film pendek dapat diakses melalui media sosial Instagram @tvrijabar dan batas terakhir pengumpulan karya film pendek tersebut adalah 31 Mei 2023.

Acara sosialisasi Festival Film TVRI Jawa Barat 2023 yang bertempat di gedung program studi Film dan Televisi ini bertujuan untuk memperkenalkan film lokal dan penyuluhan acara Festival Film TVRI Jawa Barat 2023. Melalui Festival Film TVRI Jawa Barat 2023, TVRI Jawa Barat berupaya memberikan wadah bagi para pembuat film untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan keterampilan terkait produksi film. Melalui acara tersebut TVRI Jawa Barat juga berupaya untuk memajukan Industri film lokal di Indonesia dengan cara memberikan penghargaaan sebagai bentuk apresiasi bagi para sineas muda agar terus kreatif dan berinovasi dalam berkarya. Selain itu, acara tersebut juga bertujuan untuk menjaring bakat para milenial khususnya di Jawa Barat untuk terus berkarya bersama dengan TVRI Jawa Barat.
Acara sosialisasi Festival Film TVRI Jawa Barat 2023 yang secara umum dihadiri oleh mahasiswa Film dan Televisi UPI kali ini berjalan dengan teratur dan penuh antusias menyimak beragam informasi terkait festival film tersebut. Beberapa mahasiswa pun berkesempatan untuk melakukan tanya jawab seputar acara tersebut guna memberikan pemahaman baru serta berbagi beragam informasi terkait festival film tersebut. Diakhir acara, narasumber menyampaikan semangat kepada mahasiswa selaku sineas muda untuk terus berkarya dan bersama berusaha menghasilkan tayangan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Kedatangan sosialisasi TVRI Jawa Barat 2023 ini tentunya sangat memotivasi para mahasiswa untuk bisa terus berkarya dan berkontribusi dalam Festival Film TVRI Jawa Barat 2023 (Kontributor Humas UPI/Salsabila Rihhadatul Aisy)

Bandung, UPI
Jadi, sebagai langkah panjang dalam membuka Program Studi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan itu ada beberapa langkah yang harus kita tempuh. Pertama, yang sedang kita tempuh saat ini adalah visitasi dari Konsil Kedokteran Indonesia. Ini merupakan dua langkah terakhir, sebelum nanti UPI akhirnya bisa membuka Fakultas Kedokteran di Universitas Pendidikan Indonesia.

Sebelumnya, kami sudah melakukan visitasi internal, yaitu membahas dokumen-dokumen dan membaca borang-borang, lalu melihat fasilitas dan sarana prasarananya.
Pendirian Fakultas Kedokteran itu tentu saja tidak bisa berdiri tanpa adanya mitra dalam hal ini adalah rumah sakit. Rumah sakit pendidikan yang sudah dalam kerja sama yaitu calon rumah sakit pendidikan Rumah Sakit Sartika Asih yang ada di Jalan Moh. Toha.

Secara garis besar, Rumah Sakit Sartika Asih sudah siap untuk menjadi rumah sakit pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia dan saat ini sedang menyelesaikan persyaratannya.
Demikian pernyataan yang disampaikan Sekretaris Tim Pengembang Fakultas Kedokteran UPI dr. Hamidie Ronald Daniel Ray, M.Pd., Ph.D., AIFO, saat diwawancarai di sela-sela kegiatan kegiatan diskusi temuan dalam Visitasi Penilaian Kelayakan Pendirian Program Studi Dokter terkait pembukaan Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UPI di Ruang Conference lantai 3 Gedung Fakultas Kedokteran UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Sabtu (6/5/2023).
Dan kita tetap berjuang, ujar dr. Ronald, kita tetap berusaha maksimal agar kita bisa memperoleh rekomendasi untuk membuka Fakultas Kedokteran Indonesia, khususnya yang saat ini kita tunggu adalah hasil dari Konsil Kedokteran Indonesia.
Dijelaskan dr. Ronald lebih lanjut,”Menurut Undang-undang, untuk membuat Fakultas Kedokteran Indonesia, itu cukup 2, yaitu Program Studi S1 Kedokteran dan Program Profesi, itu juga cukup. Mengenai pengembangan nanti ke depan, apakah ilmu-ilmu kesehatan akan bergabung dengan Fakultas Kedokteran, itu mungkin akan menjadi strategi khusus dari para pimpinan Universitas Pendidikan Indonesia.”
Sejauh ini hasilnya cukup positif, ungkap dr. Ronald, memang ada beberapa catatan-catatan yang harus kita perbaiki. Tetapi tentu saja catatan-catatan itu harus segera kita perbaiki dan kita laporkan, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa memperoleh rekomendasi tersebut yang kita perlukan. Kekurangan itu bukan masalah dokumen saja, tetapi masalah kelengkapan dan standar dari laboratorium yang harus kita selesaikan.
“Komitmen dari pimpinan adalah salah satu kunci keberhasilan. Komitmen pimpinan UPI itu sangat tinggi, khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana. Kami, Tim Pengembang sangat mengapresiasi hal tersebut walaupun masih ada atau masih banyak kekurangan. Apapun yang diperlukan, pimpinan akan menyediakan semuanya,” beber dr. Ronald.
Pimpinan Universitas meminta Tim Pengembang untuk segera menyelesaikan dokumen-dokumen yang diperlukan, untuk diperbaiki, juga sarana-sarana pembelajaran yang perlu diperbaiki, demikian pula dengan kerja sama dengan pihak Rumah Sakit Pendidikan, serta dengan wahana pembelajaran lainnya seperti puskesmas. Kami sedang menyelesaikan administrasinya dan sarana pendukung pembelajarannya seperti modul. (dodiangga)