English
Indonesia

Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa: Humas UPI Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan

29 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI- Humas UPI kembali menggelar Pelatihan Jurnalistik pada hari kedua yang diikuti sebanyak 32 mahasiswa magang Merdeka Belajar. Acara berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB yang dilaksanakan di Gedung University Center Lantai 1 pada Selasa (28/03/2023).

Rangkaian acara hari ke dua ini terdiri dari pembukaan, sambutan-sambutan, kemudian pematerian, ishoma, dan terakhir penutup. Setelah melakukan pembukaan dilanjutkan pada materi pertama mengenai teori dan praktik program siaran TVUPI yang disampaikan oleh Staf TVUPI, Fahmi Maulana dan Ravie Syafitha, tujuan diadakannya pelatihan jurnalistik ini adalah melatih mahasiswa agar mengetahui teknis penyiaran TVUPI pada platform Youtube, tidak hanya itu mahasiswa juga diajarkan cara untuk mengoperasikan kamera, mengoperasikan switcher, mengelola aplikasi vMix saat akan melakukan siaran TVUPI.

Pada kegiatan selanjutnya, yaitu pematerian Kepala Seksi Televisi dan Radio Humas UPI, Jatmika Nurhadi, S.S., M.Hum. yang menjelaskan bahwa “Humas merupakan jembatan yang menghubungkan informasi antara masyarakat publik dengan lembaga, bertujuan membangun hubungan baik dengan internal dan eksternal, mampu mengindentifikasi terkait isu-isu organisasi seperti mengetahui informasi yang sedang hangat dibicarakan pada lingkungan UPI, selain itu menyediakan informasi yang benar, objektif, dan terbuka. Adapun peran kehumasan dalam universitas yaitu melaksanakan program kehumasan dan mempromosikan citra universitas dengan memperkuat hubungan antara universitas dengan dosen, mahasiswa, alumni, industri dan pemerintah, serta membantu memanajemeni universitas dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan program universitas terkait kehumasan. Adapun tugas kehumasan dalam penyiaran merupakan bentuk tugas humas yang menyampaikan informasi melalui platform terkait laporan peristiwa terkini” ujarnya.

Dalam melaksanakan penyiaran wartawan perlu memiliki pengetahuan teknologi terkini, mampu menulis dan berbicara yang baik di depan kamera, tidak hanya itu langkah-langkah yang dapat dilakukan kehumasan dalam penyiaran televisi di antaranya diawali dengan Brainstorming yakni menulis terlebih dahulu ide yang akan dibahas, kemudian melakukan riset untuk mengumpulkan informasi, lalu menulis naskah dalam penulisan pastikan gaya menghindari kalimat yang singkat, kemudian melaksanakan perekaman hingga pada tahap akhir finalisasi berita layak untuk ditayangkan, selain itu  TV UPI juga telah bekerja sama dengan media Garuda Vision (Garvis TV) dalam sharing program di antaranya yaitu menayangkan podcast, menayangkan siaran TV UPI”  Ungkap beliau.

Kegiatan pun diakhiri dengan pembagian doorprize kepada peserta kategori teraktif dan peserta yang dapat menjawab pertanyaan yang telah disediakan oleh panitia, pemberian hadiah kepada peserta diberikan oleh Prof. Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si., M.Kom., MCE selaku Kepala Humas UPI,  dan Hana Silvana, S.Pd., M.Si kemudian ditutup dengan foto bersama. (Lies Diana Luthfiah)

UPI Raih Peringkat 4 dengan peminat Jalur SNBP Terbanyak Se Indonesia 

28 Mar 2023 • Humas UPI

Universitas Pendidikan Indonesia meraih  peringkat 4 (empat) dengan peminat terbanyak secara nasional di Indonesia yang dilamar oleh 24.142 siswa pada jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP). Selain itu, Universitas Pendidikan Indonesia meraih peringkat 3 (tiga) terbanyak secara nasional di Indonesia dengan menerima sebanyak 3.374 mahasiswa pada jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) dari  20 PTN terbanyak dari total peserta yang dinyatakan lulus SNBP 2023 pada 137 PTN yang tediri dari 76 PTN Akademik, 43 PTN Vokasi, 18 PTKIN se Indonesia.

Universitas Pendidikan Indonesia meraih peringkat 4 (empat) tertinggi secara nasional di Indonesia sebanyak 10.37 peserta Peserta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) per PTN dari 20 (dua puluh) terbanyak dari total peserta. KIP Kuliah adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah melalaui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi lulusan SMA/sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan.

Terdapat 3 (tiga) Program Studi yang menempati 20 program studi dengan peminat terbanyak dan memiliki tingkat keketatan tertingggi secara nasional di Indonesia. Ketiga program studi tersebut yaitu Preogram Studi Manajemen meraih peringkat 3 (tiga) dengan tingkat keketatan 1,06 %.  Program Studi Ilmu Komunikasi dengan meraih peringkat 5 (lima) dengan tingkat keketatan 1,24 %. Program Studi Pendidikan Tata Boga meraih peringkat  14 (empat belas) dengan tingkat keketatan 1,43%.

Peserta yang dinyatakan Lulus Seleksi Jalur SNBP Tahun 2023 sebagaimana dimaksud dalam keputusan yang dipublikasikan melalui KONFERENSI PERS SNPMB Tentang Pengumuman Hasil SNBP 2023 tersebut akan dinyatakan diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tujuan dengan syarat telah memenuhi ketentuan, lolos verifikasi data akademik (rapor dan portofolio asli serta menunjukkan ijazah/Surat Keterangan Tanda Lulus atau SKTL asli) dan persyaratan lain, yang akan dilaksanakan oleh PTN tempat Peserta SNBP diterima. 

Kepada peserta yang dinyatakan lulus SNBP 2023, wajib melihat syarat, ketentuan dan jadwal registrasi (daftar ulang) yang dapat dilihat melalui laman : http://pmb.upi.edu/ serta laman http://app.pmb.upi.edu:8080/snbp/beranda  . Bagi Peserta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) harus lolos verifikasi terhadap data akademik dan verifikasi data ekonomi melalui dokumen dan/atau kunjungan ke alamat tinggal peserta. Peserta yang dinyatakan Lulus Seleksi Jalur SNBP Tahun 2023 tidak dapat mendaftar jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2023

Pengumuman resmi hasil SNBP dapat diakses pada tanggal 28 Maret 2023 mulai pukul 15.00 WIB melalui Laman https://snpmb.bppp.kemdikbud.go.id

MIKIHIRO MORIYAMA: GURU BESAR UNIVERSITAS NAZAN JEPANG JADI PEMATERI PADA KULIAH UMUM YANG DISELENGGARAKAN OLEH DEPDIKSATRASIA

28 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung-UPI. Pada hari Senin Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI melangsungkan kegiatan  kuliah umum bertemakan “Sastra, Budaya, dan Globalisasi” dengan mengundang pemateri yakni Prof. Dr. Mikihiro Moriyama selaku Guru Besar Nazan University, Jepang. Kegiatan ini berlangsung Secara Hybrid di ruang Auditorium lt. 4 FPBS UPI dan Zoom Meeting dengan dihadiri oleh jajaran dosen dan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI (27/3/23). 

Kegiatan dibuka oleh Dr. Rudi Adi Nugroho, M.Pd. sebagai pembawa acara serta moderator pada pematerian, dilanjutkan sambutan dari Wakil Dekan 1 FPBS UPI Dr. Yulianeta, M.Pd. Dalam sambutannya Yulianeta menyampaikan “Wilujeng sumping Prof. Miki, saya biasa memanggil akrab beliau Kang Miki karena beliau sangat fasih berbahasa Sunda… Meskipun puasa masih semangat semuanya untuk menyimak kuliah umum yang tentunya sangat berharga mengenai Sastra, Budaya dan Globalisasi yang sangat bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa” Ungkapnya dalam sambutan.

Memasuki inti acara Prof. Mikihiro menjelaskan beliau memulai belajar Bahasa Indonesia di Osaka dan beliau juga belajar seputar Bahasa sunda dan sastra, dalam pemateriannya beliau menyampaikan topik mengenai wacana globalisasi, sastra dunia itu suatu sistem, sastra Inggris dalam globalisasi studi sastra dan globalisasi studi sastra. “Wacana globalisasi menunjuk retorika, narasi dan image yang membuat globalisasi sebagai suatu wacana untuk globality, suatu yang bisa lingkup keglobalisasian memiliki definisi abstrak.” Ujarnya.

“Sastra dunia itu suatu sistem ini kata orang Italy Fraco Moretti, dia menulis suatu artikel Conjectures on World literature semacam renungan atas sastra dunia. Sekarang ini sastra nasional tidak begitu berarti, kedua sastra dunia yang satu dan tidak merata dan yang ketiga membaca jarak jauh.” sambung Mikihiro

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa sistem sastra dunia mengandung keragaman. Sastra sangat penting karena memiliki posisi kuat untuk menerangi gejala globalisasi. Kemudian Mikihiro menerangkan jika sastra didefinisikan dengan Bahasa daripada negara Bangsa, kepentingan masyarakat berubah dari nasionalisme ke perbedaan antara budaya.

“Hubungan sastra dengan sejarah globalisasi perlu dikaitkan dengan studi sastra nasional dengan sejarah globalisasi. Terakhir globalisasi studi sastra itu bagaimana? Kita perlu membedakan globalisasi studi sastra, studi sastra tidak bisa diglobalisasi tanpa penuh pemahaman mengenai kata-kata kunci, isu, diskusi yang menganalisis dan mendiskusikan gejala globalisasi, misalnya LGBTQ. Globalisasi studi sastra itu perlu dipahami dalam sejarah yang cukup panjang, tidak tergantung pada kejadian di depan mata pada era globalisasi.” jelas  Mikihiro

Dalam kuliahnya Prof. Miki mengingatkan kepada mahasiswa dalam membicarakan teori perlu dipikirkan kegunaannya “sastra itu punya suatu sistem. Kita harus kritik terhadap teori, yang penting itu kita duduk di sini memanfaatkan waktu kita masing-masing. Hidup kita ini manfaatkan semaksimal mungkin begitu pun dengan teori yang tidak ada artinya.” Ungkap beliau.

Kegiatan pun diakhiri dengan sesi tanya jawab oleh beberapa peserta dan juga dosen dalam kuliah umum tersebut, adapun memberikan cenderamata untuk pemateri yang diwakilkan oleh Dr. Isah Cahyani, M.Pd. dan ditutup dengan foto bersama. (Annisa Luthfiah)

Bola Tangan Indonesia Kalahkan Kuwait pada Laga Penutup Kejuaraan Asia

28 Mar 2023 • Humas UPI
Dok. www.antaranews.com

Jakarta (ANTARA)  

Tim putra Indonesia menutup Kejuaraan Asia Bola Tangan Pantai 2023 dengan kemenangan atas Kuwait 2-0 (16-6, 23-22) di Pantai Nusa Dua, Bali, Minggu.

Dengan kemenangan tersebut, skuad Merah Putih mengakhiri kejuaraan bola tangan pantai bergengsi di Asia tersebut dengan menempati posisi ketujuh dari 11 tim putra yang bersaing.

“Tim putra Indonesia memberikan kebanggaan tersendiri bagi Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) maupun para penonton yang setia menyaksikan pertandingan dengan mengalahkan China di pembukaan dan penutup kemenangan lawan Kuwait: kata Ketua Umum PB ABTI Zulfydar Zaidar Mochtar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Berita selengkapnya:

https://www.antaranews.com/berita/3448581/bola-tangan-indonesia-kalahkan-kuwait-pada-laga-penutup-kejuaraan-asia

Cecep Darmawan Bahas Urgensi Bela Negara dalam UPSI-UPI International Conference 2023

28 Mar 2023 • Humas UPI

Tanjong Malim, UPI

Bela negara bagi sebuah negara adalah sebuah keharusan yang mendesak. Urgensinya adalah untuk pertahanan negara. Lantas, siapa yang bertanggungjawab atas pertahanan negara? Para siswa merupakan generasi muda potensial yang akan melanjutkan tonggak perjuangan dan estafet kepemimpinan bangsa dan negara di masa depan.

Menurut Guru Besar Bidang Ilmu Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H., M.H., M.Si., mengatakan,”Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Pasal 9 ayat (1) mengatakan bahwa Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara.”

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Kegiatan UPSI-UPI International Conference 2023 di Kampus Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Tanjong Malim, Perak, Malaysia, Selasa hingga Kamis (14-16/3/2023).

Wisesa Utama Tingkat Nasional Bela Negara ini mengungkapkan lebih lanjut bahwa bela negara merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh setiap warga negara dalam rangka mempertahankan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan tugas, pokoknya, dan fungsinya masing-masing. Undang-undang menyebut 4 hal, salah satunya dalam Pasal 9 Ayat (2) huruf a UU No. 3 Tahun 2002 ditegaskan bahwa keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, diselenggarakan antara lain melalui pendidikan kewarganegaraan. Hal ini menegaskan bahwa bela negara tidak hanya diselenggarakan melalui pelatihan dasar kemiliteran ataupun pengabdian sebagai prajurit semata.

“Pengenalan pendidikan bela negara merupakan upaya strategis untuk menanamkan nilai-nilai dasar bela negara kepada peserta didik. Urgensinya adalah agar siswa secara penuh dan mandiri memiliki kesadaran bela negara sejak dini. Pengenalan pendidikan bela negara di sekolah menengah adalah untuk menginternalisasi nilai-nilai bela negara dan menanamkan patriotisme dan nasionalisme dengan keterlibatan masyarakat dan pengembangan diri generasi muda,” ujar dosen Prodi Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial UPI.

Berdasarkan hasil penelitiannya tentang Model Pengantar Pendidikan Bela Negara bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Garut, Jawa Barat menunjukkan bahwa model pengenalan pendidikan bela negara bagi siswa SMK di Kabupaten Garut dilaksanakan dengan mengoptimalkan seluruh aspek pembelajaran secara holistik meliputi aspek intrakurikuler, kokurikuler dan ekstra kurikuler. Selain itu, kegiatan pembiasaan dan keteladanan merupakan metode utama yang terintegrasi dalam tripusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Menurut Prof Cecep, model pengantar pendidikan bela negara bagi siswa SMK di Kabupaten Garut, Jawa Barat terbentuk dari berbagai aspek, yaitu pendekatan, metode, serta sinergi keterlibatan tripusat pendidikan dalam upaya internalisasi nilai-nilai dasar bela negara meliputi cinta tanah air, setia pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, sadar berbangsa dan bernegara, dan kemampuan awal bela negara.

“Strategi utamanya adalah dengan upaya mengoptimalkan seluruh aspek pembelajaran secara holistik mencakup aspek intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler,” tegasnya.

Sementara itu, ungkapnya lagi, metode utamanya adalah pembiasaan dan keteladanan. Pendekatannya menggunakan pendekatan soft power dan proses pendidikannya terintegrasi dengan tripusat pendidikan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Dijelaskan Prof Cecep,”Kesimpulan dari penelitian ini adalah model ini bertujuan untuk menginternalisasikan nilai-nilai dasar bela negara. Model ini terbentuk dari aspek strategi yang mengutamakan proses pembelajaran secara holistik mencakup aspek intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Metode utamanya menggunakan pembiasaan dan keteladanan. model ini mengedepankan pendekatan soft power, dan terintegrasi dengan tripusat pendidikan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.” (dodiangga)

Pencarian