English
Indonesia

Pusat Kajian EKKIP LPPM UPI dan Annet Sofa Sukses Gelar Seminar, Workshop, dan Pertunjukan Seni Bertajuk BICREETID #2 di Yogyakarta

15 Mar 2023 • Humas UPI
Sesi Pemaparan Narasumber yang dipandu oleh Moderator
 
Dokumentasi Pribadi oleh Heru Mahmud, 2023

Kamis, 9 Maret 2023, Pusat Kajian EKKIP LPPM UPI berkolaborasi dengan Annet Sofa dalam penyelenggaraan kegiatan BICREETID #2 (Bandung Innovative of Creative Economy, Entrepreneurship, and Tourism Industry Development) yang dilaksanakan di Joglo Brotosusmanan, Desa Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta milik Annet Sofa sebagai tuan rumah. Sebelumnya, kegiatan serupa sudah dilaksanakan pada tahun 2022 tetapi hanya dilaksanakan secara daring melalui ZOOM Meeting dengan beberapa narasumber internasional. Meskipun tahun ini akan dilaksanakan di Yogyakarta, akan tetapi nama Bandung tetap dimunculkan sebagai ciri khas BICREETID yang tertuang dalam kolaborasi dengan Prodi Tata Busana FPTK UPI serta penampilan tarian khas Sunda yaitu Tari Merak.

Kegiatan BICREETID ini merupakan kegiatan kolaborasi lanjutan atas SPK yang telah disepakati antara Pusat Kajian EKKIP (Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Industri Pariwisata) LPPM UPI dengan CV Annet Sofa di tahun 2022 lalu. Selain itu, kegiatan ini juga menggandeng Sharief Omela selaku Ketua GEKRAFS DPW Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bentuk perhatian terhadap sektor industri kreatif khususnya pengembangan sumber daya manusia dalam hal ini adalah seluruh peserta yang terlibat, berpeluang untuk mendapatkan pengalaman melalui beberapa kegiatan di bidang ekonomi kreatif,

kewirausahaan, dan industri pariwisata. BICREETID #2 itu sendiri terdiri atas tiga kegiatan berturut-turut yakni seminar ekonomi kreatif secara hybrid, wokrshop kewirausahaan bidang meubel dan furniture serta pertunjukan seni sebagai penutup.

Yuliawan, bersama dengan seluruh narasumber BICREETID #2
 
Dokumentasi Pribadi oleh Heru Mahmud, 2023

Kegiatan ini juga tidak hanya melibatkan pihak industri kreatif saja, tetapi juga pihak akademisi yang salah satunya adalah Dr. Iva Ariani, S.S., M.Hum., dosen di Fakultas Filsafat UGM yang juga memiliki perusahaan yang bergerak di bidang fesyen dan Tresna Maya Sofa, S.Pd., M.Pd. yang merupakan dosen di Program Studi Pendidikan Seni Tari FBS UNY sebagai moderator kegiatan ini. Dr. Iva merupakan salah satu narasumber seminar di rangkaian BICREETID dan juga akan menampilkan busana karya sendiri dengan label DnD Couture. Sementara kolaborasi dengan UNY yang diwakili oleh Tresna dan mahasiswa Program Studi Seni Tari yang menampilkan tarian Merak sebagai Opening dan Sekar Pudjiastuti sebagai Closing Art dalam agenda pertunjukan seni. Salah satu narasumber kegiatan BICREETID iniyaitu Santiago Paul Erazo Andrade, mahasiswa Doktoral Pendidikan Seni SPs UPI yang berasalah dari Ekuador. Dia menyampaikan materi mengenai ekpresi estetis dalam sebuah seni lukis. Selain itu, dia juga memamerkan karya lukisannya dari tahun 2019 yang dipajang di lokasi kegiatan.

Foto bersama dengan siswa dan guru SMK N 1 Kalasan (atas) serta SMK N 2 Pengasih (bawah) Dokumentasi Pribadi oleh Heru Mahmud, 2023

Pihak LPPM UPI juga menggandeng Balai Besar Kerajinan dan Batik Daerah Istimewa Yogyakarta (BBKB-DIY) sebagai salah satu keynote speaker dalam kegiatan BICREETID tersebut. BBKB sendiri yang diwakili oleh Ibu Siti Rohmatul Umah sebagai Kepala Bagian Tata Usaha menjelaskan mengenai industri batik yang berkembang di masa post-modern saat ini yang dapat diterima berbagai kalangan. Pihak BBPK bahkan tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan UPI dalam bidang penyaluran SDM (mahasiswa) sebagai tempat praktek industri atau PKL untuk mahasiswa dengan prodi yang bersinggungan dengan industri Batik.

Peragaan Busana DnD Couture (atas) dan karya mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Busana FPTK (bawah)
 
Dokumentasi Pribadi oleh Heru Mahmud, 2023

Kegiatan di siang hari yakni Workshop dihadiri oleh siswa SMK Negeri 1 Kalasan, Sleman dan SMK 2 Pengasih, Kulonprogo. Mereka hadir untuk mendapatkan materi mengenai proses pembuatan sebuah meubel dan furniture khas dari Annet Sofa mulai dari proses produksi bahan, penjahitan, covering, hingga display akhir yang siap untuk dipamerkan dan dijualbelikan. Kedua SMK ini memang sengaja diundang sebagai peserta kegiatan workshop BICREETID karena sesuai dengan jurusan sekolah mereka yaitu Kriya Tekstil dan Batik serta Desain Interior.

Sementara itu kegiatan selanjutnya yakni pertunjukan seni sebagai penutup rangkaian kegiatan BICREETID ini. Selain pertunjukan tari Sekar Pudjiastuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari FBS UNY, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh unjuk bakat para vokalis seperti Iva Ariani, Ferry Nugraha, Adira Hesty, dan Yuliawan Kasmahidayat pun tak mau kalah eksis. Santiago sendiri selain sebagai narasumber, dia mempertunjukan bakatnya sebagai pelukis handal dengan melukis secara langsung dalam waktu 2 jam saja. Sebagai penutupan, ada juga peragaan busana DnD Couture dan karya mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana FPTK UPI.

Wakil Bupati Bandung: Mahasiswa Prodi DKV UPI harus Kreatif Membidik Market

15 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Wakil Bupati Bandung H. Sahrul Gunawan, S.E., mengatakan bahwa Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) harus kreatif untuk bisa membidik market, memang terkadang ada gap diantara masyarakat yang membutuhkan jasa dengan para ahli (dalam hal ini mahasiswa).

Pernyataan tersebut disampaikannya saat diwawancarai usai tampil menjadi pembicara dalam acara talkshow FINDER 5th : GAMALARA karya mahasiswa Prodi DKV FPSD UPI. Wakil Bupati Bandung hadir dalam kegiatan tersebut sekaitan dengan Dies Natalis ke-5 Prodi DKV.

Kegiatan berlangsung di Teater Terbuka Museum Pendidikan Nasional Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, pada Selasa (14/03/2023).

Dikatakan Sahrul Gunawan,”Saya kira di usia 5 tahun bisa membuat acara FINDER 5th : GAMALARA ini bisa mewarnai dunia pendidikan di Jawa Barat. Saya kira sudah sangat keren. Saat ini, Indonesia membutuhkan para kreator-kreator dan ini sudah sesuai dengan kebutuhannya, sehingga nantinya pasti akan lebih punya kompetensi dan daya saing di masyarakat.”

5 tahun memang lagi lucu-lucunya, ujarnya, baru bisa berjalan, bicara dan menggemaskan. Diharapkan, nanti ke depannya bisa tumbuh dan berkembang, semakin lebih baik.

Lebih lanjut dikatakan,”Sebetulnya para mahasiswa bisa masuk ke ranah industri kreatif sebagai bisnis, agar bisa lebih nge-blend, karena selama ini ada anggapan di masyarakat bahwa jasa pembuatan produknya pasti mahal, atau kapasitas kemampuannya belum layak jual, pola marketing yang biasa-biasa saja, padahal sebetulnya kan tidak seperti itu.”

Artinya, ungkapnya lagi, para mahasiswa disamping menjalankan kuliahnya, bias juga sambil menjual jasanya untuk membuat konten-konten kepada para UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Saya kira memang perlu ada komunikasi yang lebih baik.

Diharapkan, lanjutnya, untuk ke depannya Mahasiswa Prodi DKV FPSD UPI tetap bisa memberikan yang terbaik kepada lingkungan sekitar dan sukses semua untuk para mahasiswa, untuk para pimpinan UPI dan seluruh sivitas akademika UPI, khususnya Prodi Desain Komunikasi Visual.

FINDER 5th : GAMALARA merupakan kegiatan kemahasiswaan Prodi DKV FPSD UPI. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa diajak untuk menyalurkan emosinya dengan penyajian yang inovatif melalui kegiatan Workshop, Competition, dan Showcase. Sementara itu, digelar juga seminar dan performance para musisi dari DKV se-Bandung raya. Acara berlangsung Selasa hingga Kamis, (14-16/3/2023). (dodiangga)

Wakil Rektor Bidang IKSI UPI Sebut Prodi DKV Penuhi Tuntutan Era Revolusi Industri 4.0

15 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan dan Sistem Informasi Prof. Dr. H. Agus Rahayu, M.P., mengatakan bahwa Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Pendidikan Seni dan Desian (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini didirikan dan ditawarkan ke masyarakat untuk memenuhi tuntutan kompetensi dan literasi baru di Era Revolusi Industri 4.0 dan era Society 5.0.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara FINDER 5th : GAMALARA sekaitan dengan Dies Natalis ke-5 Prodi DKV. Kegiatan berlangsung di Teater Terbuka Museum Pendidikan Nasional Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, pada Selasa (14/03/2023).

Diungkapkan Wakil Rektor Bidang IKSI UPI,”Kita tahu tuntutan dan kompetensi baru itu adalah adanya kebutuhan di bidang IT, Creativity, Artificial Intelligence dan seterusnya.”

Anda, lanjutnya, yang memenuhi persyaratan untuk menjadi mahasiswa Prodi DKV FPSD UPI, dipersiapkan untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan tuntutan kompetensi dan literasi baru tersebut.

“Tadi disebutkan bahwa dalam kegiatan FINDER 5th : GAMALARA ada unsur creativity, memang creativity itu salah satunya tuntutan kompetensi baru. dan substansi creativity dan innovation itu sebetulnya entrepreneurship yang saat ini ke depannya creativity itu basisnya teknologi, termasuk di teknologi visual,” tegas Prof. Agus Rahayu.

Tentu pimpinan UPI tidak hanya berharap, katanya, tetapi memang mengawal agar Prodi DKV ini menjadi salah satu program unggulan yang dibanggakan oleh UPI, oleh para pengelolanya termasuk para mahasiswanya.

Dikatakan lebih lanjut,”Selama 5 tahun, saya menyaksikan berbagai prestasi dari para mahasiswanya, dari para dosennya dan tentu ini membuat kita lebih optimis terkait dengan pemenuhan tuntutan kompetensi dan literasi baru itu.”

Ditegaskan Prof. Agus Rahayu, bahwa Prodi DKV harus selalu mengikuti perkembangan lingkungan teknologi seiring dengan perubahan teknologi yang sangat cepat, dan Program Studi ini basisnya teknologi. Teknologi yang difokuskan pada desain komunikasi visual.

“Saya kira usia 5 tahun memang waktu yang terbilang masih muda, kalau dilihat dari waktu ya. Tetapi kalau dilihat dari kematangan dari para mahasiswa dan dosen-dosennya, termasuk kapasitas dan orientasi mereka, sudah matang. Apalagi sejumlah dosen, sekarang sedang mengikuti dan atau menyelesaikan pendidikannya untuk program Doktor dan ini tentu memenuhi dan melampaui standar untuk sebuah Program Studi yang baik dan atau unggul,” ungkapnya.

Sekali lagi, ujarnya, selamat berulang tahun yang ke-5, tentu kami punya asa anda akan membawa dan menjaga kehormatan Universitas Pendidikan Indonesia, kehormatan bangsa Indonesia dalam memenuhi tuntutan kebutuhan literasi dan kompetensi baru.

FINDER 5th : GAMALARA merupakan kegiatan kemahasiswaan Prodi DKV FPSD UPI. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa diajak untuk menyalurkan emosinya dengan penyajian yang inovatif melalui kegiatan Workshop, Competition, dan Showcase. Sementara itu, digelar juga seminar dan performance para musisi dari DKV se-Bandung raya. Acara berlangsung Selasa hingga Kamis, (14-16/3/2023). (dodiangga)

Prof. Deni Darmawan: Riset Kolaboratif melalui Peran IKU Humas

15 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Output dari rencana Join Research ini, diharapkan kita menghasilkan 9 model komunikasi dari 3 negara. Pertama, Model Komunikasi versi Indonesia tentang Pendidikan, Budaya dan Teknologi. Kedua, 3 model yang sama, namun versi Jepang. Kemudian yang ketiga, 3 model yang sama hasil dari Republik Rakyat Tiongkok. Ini ada 9 model dengan pelaku komunikasi yang berbeda, sementara modelnya sama namun pelakunya berbeda.

Penjelasan tersebut diungkapkan Dosen Departemen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Prof. Dr. Deni Darmawan, S. Pd., M. Si., M. Ikom., MCE., usai melakukan pertemuan dengan Prof. Tanigaki Mariko, Ph.D., dari University of Tokyo, Jepang, yang diiniasi oleh Dosen Departemen Pendidikan Bahasa Jepang (DPBJ) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dianni Risda, S. Pd., M. Ed. Ketiganya bersepakat untuk melanjutkan joint research yang telah mereka tandatangani sebelumnya pada Senin, (28/10/2019) di Jepang. Riset Kolaboratif ini melalui Peran IKU Humas.

Pertemuan ini berlangsung usai Prof. Tanigaki Mariko menjadi pembicara sebagai visiting professor di Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI, Senin (13/3/2023).

Prof. Deni mengatakan bahwa model komunikasi tentang pendidikan, budaya dan teknologi menjadi sangat penting, karena 3 negara ini berada di kawasan Asia Pasifik. Ketiganya akan mewarnai perkembangan ilmu lain termasuk politik, ekonomi, sosial dan budaya. Lebih dari itu, bagaimana mereka bisa mempertahankan budaya dengan bahasa-bahasa yang kuat ini.

“Pertama Bahasa, kedua budaya, dan yang ketiga teknologi. Jadi kalau berbicara output-nyakekuatan model komunikasi terbaik diantara tiga negara ini masing-masing memiliki peran. Satu-satu kalau menurut saya,” ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut, teknologinya oleh Jepang. Jadi, kultur teknologi dan budaya teknologi itu dari Jepang, pasti yang kami harapkan. Sedangkan dari Tiongkok itu, a generation of people. Pengaruh ekspansi orang-orang tercepat menyebarkan diri bahwa budayanya itu adalah orang Tiongkok. Sementara itu, pendidikan itu wilayahnya orang Indonesia.

Mengapa pendidikan? tanyanya, karena kami ingin mengangkat nilai-nilai kekuatan Ki Hadjar Dewantara. Pendiri Perguruan Taman Siswa ini sangat terkenal di Jepang dan Tiongkok, bukan pendidikan teknologinya, tetapi Tut Wuri Handayani-nya, dengan nilai-nilai Pancasila. Jika sebagai teknolog pendidikan, sudah pasti menanamkan budaya, budaya teknologi pendidikan. Tetapi ya itu tadi, yang dicontoh adalah aspek pendidikannya.

“Dimulai dari variasi model pendidikan jarak jauh, contohnya VCDLN, itu kan pendidikan. Itu kekuatan yang bisa diharapkan dari negara Indonesia,” harapnya.

Dari tiga tersebut, lanjutnya, ending-nya ada 3 model yang bisa diperankan masing-masing pihak. Kalau pun ingin melengkapi. Indonesia kuat pendidikannya, teknologinya meng-adopt dari model teknologi komunikasi jepang.

Untuk diketahui, ungkapnya, ini merupakan pertemuan yang kedua, sebelumnya terjadi di tahun 2019. Kita bersepakat untuk melakukan joint research,merancang sebuah research tentang komunikasi di 3 negara membahas komunikasi budaya, pendidikan dan teknologi. Namun karena ada pandemi Covid-19, semua penelitian tidak bisa dilaksanakan.

“Pada pertemuan kali ini, dibahas secara detail seperti apa bentuk penelitiannya, penetapan target penyelesaian proposalnya, dan positioning setiap member dalam research kolaboratif ini, siapa reviewer-nya, siapa perumus modelnya, termasuk penetapan staff support research yang kemungkinan akan melibatkan komunitas Tiongkok dan Jepang itu sendiri,” pungkasnya. (dodiangga)

UPI Tindaklanjuti Joint Research dengan University of Tokyo

15 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Diberitakan sebelumnya, Dosen Departemen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Prof. Dr. Deni Darmawan, S. Pd., M. Si., M. Ikom., MCE., dan Dosen Departemen Pendidikan Bahasa Jepang (DPBJ) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dianni Risda, S. Pd., M. Ed., telah menandatangani kesepakatan joint research pada Senin, (28/10/2019) di Jepang dengan Prof. Tanigaki Mariko, Ph.D., dari University of Tokyo, Jepang.

Sementara itu pada kesempatan lain, Senin (13/3/2023), Prof. Tanigaki hadir di UPI untuk memberikan kuliah umum di Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS.

Dianni mengatakan,”Sementara itu pada kesempatan yang sama, hadirnya Prof. Tanigaki di UPI, ditindaklanjuti oleh Prof. Deni untuk membicarakan kelanjutan kesepakatan joint research yang sempat tertunda karena Covid-19. Kami kembali menjajaki kemungkinan-kemungkinan membuat projek yang bisa dilakukan bersama-sama terkait research.

Ada beberapa tema yang sudah kami pikirkan, ungkap Dianni. Pertama, tentang komunitas, karena Prof. Tanigaki bidangnya itu di area studies khususnya Hongkong Studies, tetapi kami sedang merancang joint research untuk penelitian tentang komunitas Tionghoa di Indonesia.

Kembali berbicara tentang joint research, lanjutnya, kami masih belum menentukan bidang-bidangnya apa saja, belum ada kesepakatan juga.

“Kemudian ada beberapa research lagi yang kita lakukan. Kami kaji dan pelajari tentang bagaimana impact-nya dari penelitian tersebut. Apakah sudah diketahui oleh masyarakat umum atau tidak.” ungkapnya lagi.

Pertemanan Dianni Risda, M. Ed., dengan Prof. Tanigaki Mariko sudah terjalin sejak tahun 2011. Keduanya bertemu di One Asia Foundation (OAF). Dianni menjadi Advisor untuk Indonesia sejak 2010, dan setiap tahunnya mengikuti One Asia Convention. Keduanya juga pernah menulis buku bersama dan sudah diterbitkan pada 2022 di Springer.

Sementara itu, tahun lalu Dianni mendapatkan hibah Program Staf Exchange ke University of Tokyo, Jepang sebagai bentuk program WCU UPI, dan supervisornya adalah Prof. Tanigaki. (dodiangga)

Pencarian