English
Indonesia

Meraup Ilmu di Cilembu

13 Mar 2023 • Humas UPI

Datanglah ke Kota Sumedang. Nikmati dua jenis makanan ikon kota Sumedang, yaitu Tahu dan Ubi Cilembu. Itulah Whatsapp yang saya kirim kepada seorang sahabat, dosen University of Malay (UM) Malaysia, yang akan berlibur ke Bandung pekan depan.

Siapa yang tak familiar dengan kata Cilembu. Cilembu identik dengan ubi jalar bercita rasa legit. Ubi yang beraroma harum, manis bagai madu. Ubi Cilembu menjadi ikon Kabupaten Sumedang, selain produk Tahu yang legendaris. Begitu spektakuler rasanya, ubi Cilembu sering dijuluki “Simadu”, karena cita rasanya yang manis lezat, bagai madu.

Tulisan ini akan mengupas sisi lain dari ubi Cilembu yaitu bagaimana generasi muda warga Cilembu meraup ilmu pada Sekolah Dasar Negeri di Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

Seperti disampaikan Ibu Aan Maskanah, S.Pd.SD., Kepala SDN Cilembu Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang, generasi muda Desa Cilembu mendapat kesempatan belajar dengan baik, berkat bimbingan guru, kepala sekolah & pengawas, para orangtua, dan supervisi dinas pendidikan setempat.
Jumlah siswa kelas 1 sd kelas 6 berjumlah 320 orang, dengan jumlah 13 rombongan belajar. Mereka dibimbing oleh 8 orang guru ASN dan 8 guru Sukwan.

Sebagai testimoni, sekolah ini melaksanakan Kurikulum Merdeka melalui pendekatan pembelajaran holistik integratif. Suatu program yang diinisiasi dan dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang dalam penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

Dalam suatu perjumpaan dengan bu Aan Maskanah, ia berujar dalam logat bahasa Sunda yang darehdeh, khas Sunda yang senantiasa menunjukan rasa hormat kepada setiap tamu yang datang.
Dina ngalaksanakeun Kurikulum Merdeka, para guru ngaraos laluasa ngabimbing murangkalih. Murangkalih langkung soson soson oge gumbira dina ngalaksanakeun pembelajaran, margi murangkalih tiasa diajar langkung luas, henteu mung di kelas, tapi oge di alam sekitar, sareng kunjungan ke industri lokal.

Dalam konteks Kurikulum Merdeka yang holistik dan integratif, guru dapat lebih leluasa merancang strategi pembelajaran yang akan dipilih. Siswa pun merasa lebih senang, semangat belajar nya meningkat, karena pembelajaran dilaksanakan secara fkeksibel, variatif di ruang kelas dan di luar kelas. Dalam implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5), siswa secara bergiliran diberi kesempatan untuk mendapat pengalaman belajar di luar kelas.

Siswa diberi kesempatan untuk melihat langsung dan mewawancara para petani dan pengrajin ubi, mulai dari proses penanaman ubi, cara memanen ubi, sampai cara pengelolaan ubi dan pembuatan kue atau makanan berasal dari ubi. Siswa juga berkesempatan untuk melihat dan melakukan praktik langsung, pemilihan ubi, packing ubi sebagai komoditi perdagangan untuk dikirim ke berbagai kota ataupun komoditi ekspor. Bagaimana IKM bercirikan holistik integratif di SDN Cilembu bisa diakses pada tautan berikut ini. youtube.com/watch?v=x2rR2AX-VxM. atau youtube.com/watch?v=ryEQOBhz2IU

Misteri Ubi Cilembu
Ubi Cilembu merupakan kultivar ubi jalar yang tumbuh di sekitar perkebunan di perbukitan di areal desa Cilembu, kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Bila para sahabat ingin berkunjung ke desa tersebut, bisa melalui jalan raya lama Bandung Sumedang. Tak jauh dari jalan raya lama Dandels di sekitar Jalan Cadas Pangeran.

Mengapa ubi Cilembu melegenda? Ubi ini selain memiliki cita rasa yang lezat beraroma madu, struktur dagingnya kenyal dan dapat diolah menjadi aneka ragam makanan. Ubi ini sangat cocok untuk dipanggang atau dipanaskan di oven. Cairan lengket seperti gula madu inilah yang menjadikan ubi Cilembu berbeda dengan ubi jalar lainnya yang banyak tumbuh di berbagai tempat di Tanahair.
Misteri ubi Cilembu yang memanjakan lidah ini, mulai teridentifikasi. Lewat riset yang dilakukan Agustina Monalisa Tangapo (2018), seorang mahasiswa S3 ITB akhirnya ia berkesimpulan bahwa ubi cilembu bila ditanam di daerah lain, kualitas ubi yang dihasilkan akan berbeda terutama dari kualitas manisnya.

Hal ini karena mikroba bakteri rizosfer dan bakteri endofit yang diasumsikan berkembang subur di wilayah Cilembu. Bakteri itulah merupakan salah satu aspek mikrobiologi yang bisa berpengaruh terhadap rasa manis ubi jalar. Wikipedia (2022) menjelaskan bahwa bakteri endofit merupakan mikroorganisme yang hidup dalam tumbuhan dan bersimbiosis dengan tumbuhan itu untuk menghasilkan metabolit sekunder yang membantu pertahanan tumbuhan tersebut. Tanah di perkebunan ubi Cilembu, tampaknya membuat bakteri endofit tumbuh subur dan menghasilkan kualitas ubi yang khas manis bagai madu.

Bersyukur bagi masyarakat Cilembu, telah dikaruniai tanah subur untuk menghasilkan kualitas ubi terbaik dan bercita rasa tinggi. Ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah SWT, Tuhan YME, antara lain terpatri dalam Qur’an Surat Al Baqarah 152. Fazkurunii azkurkum wasykuru lii walaatakfurun. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu. Dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-KuMERAUP ILMU DI CILEMBU

Dinn Wahyudin

Datanglah ke Kota Sumedang. Nikmati dua jenis makanan ikon kota Sumedang, yaitu Tahu dan Ubi Cilembu. Itulah Whatsapp yang saya kirim kepada seorang sahabat, dosen University of Malay (UM) Malaysia, yang akan berlibur ke Bandung pekan depan.
Siapa yang tak familiar dengan kata Cilembu. Cilembu identik dengan ubi jalar bercita rasa legit. Ubi yang beraroma harum, manis bagai madu. Ubi Cilembu menjadi ikon Kabupaten Sumedang, selain produk Tahu yang legendaris. Begitu spektakuler rasanya, ubi Cilembu sering dijuluki “Simadu”, karena cita rasanya yang manis lezat, bagai madu.

Tulisan ini akan mengupas sisi lain dari ubi Cilembu yaitu bagaimana generasi muda warga Cilembu meraup ilmu pada Sekolah Dasar Negeri di Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

Seperti disampaikan Ibu Aan Maskanah, S.Pd.SD., Kepala SDN Cilembu Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang, generasi muda Desa Cilembu mendapat kesempatan belajar dengan baik, berkat bimbingan guru, kepala sekolah & pengawas, para orangtua, dan supervisi dinas pendidikan setempat.
Jumlah siswa kelas 1 sd kelas 6 berjumlah 320 orang, dengan jumlah 13 rombongan belajar. Mereka dibimbing oleh 8 orang guru ASN dan 8 guru Sukwan.

Sebagai testimoni, sekolah ini melaksanakan Kurikulum Merdeka melalui pendekatan pembelajaran holistik integratif. Suatu program yang diinisiasi dan dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang dalam penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

Dalam suatu perjumpaan dengan bu Aan Maskanah, ia berujar dalam logat bahasa Sunda yang darehdeh, khas Sunda yang senantiasa menunjukan rasa hormat kepada setiap tamu yang datang.
Dina ngalaksanakeun Kurikulum Merdeka, para guru ngaraos laluasa ngabimbing murangkalih. Murangkalih langkung soson soson oge gumbira dina ngalaksanakeun pembelajaran, margi murangkalih tiasa diajar langkung luas, henteu mung di kelas, tapi oge di alam sekitar, sareng kunjungan ke industri lokal.

Dalam konteks Kurikulum Merdeka yang holistik dan integratif, guru dapat lebih leluasa merancang strategi pembelajaran yang akan dipilih. Siswa pun merasa lebih senang, semangat belajar nya meningkat, karena pembelajaran dilaksanakan secara fkeksibel, variatif di ruang kelas dan di luar kelas. Dalam implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5), siswa secara bergiliran diberi kesempatan untuk mendapat pengalaman belajar di luar kelas.

Siswa diberi kesempatan untuk melihat langsung dan mewawancara para petani dan pengrajin ubi, mulai dari proses penanaman ubi, cara memanen ubi, sampai cara pengelolaan ubi dan pembuatan kue atau makanan berasal dari ubi. Siswa juga berkesempatan untuk melihat dan melakukan praktik langsung, pemilihan ubi, packing ubi sebagai komoditi perdagangan untuk dikirim ke berbagai kota ataupun komoditi ekspor. Bagaimana IKM bercirikan holistik integratif di SDN Cilembu bisa diakses pada tautan berikut ini. youtube.com/watch?v=x2rR2AX-VxM. atau youtube.com/watch?v=ryEQOBhz2IU

Misteri Ubi Cilembu

Ubi Cilembu merupakan kultivar ubi jalar yang tumbuh di sekitar perkebunan di perbukitan di areal desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Bila para sahabat ingin berkunjung ke desa tersebut, bisa melalui jalan Raya lama Bandung Sumedang. Tak jauh dari jalan Raya lama Dandels di sekitar kawasan Jalan Cadas Pangeran.

Mengapa ubi Cilembu melegenda? Ubi ini selain memiliki cita rasa yang lezat beraroma madu, struktur dagingnya kenyal, juga dapat diolah menjadi aneka ragam makanan. Ubi ini sangat cocok untuk dipanggang atau dipanaskan di oven. Cairan lengket seperti gula madu inilah yang menjadikan ubi Cilembu berbeda dengan ubi jalar lainnya yang banyak tumbuh di berbagai tempat di Tanahair.
Misteri ubi Cilembu yang memanjakan lidah ini, mulai teridentifikasi. Lewat riset yang dilakukan Agustina Monalisa Tangapo (2018), seorang mahasiswa S3 ITB akhirnya ia berkesimpulan bahwa ubi cilembu bila ditanam di daerah lain, kualitas ubi yang dihasilkan akan berbeda terutama dari kualitas manisnya. Hal ini karena adanya mikroba bakteri rizosfer dan bakteri endofit yang diasumsikan berkembang subur di wilayah Cilembu. Bakteri itulah merupakan salah satu aspek mikrobiologi yang bisa berpengaruh terhadap rasa manis ubi jalar. Wikipedia (2022) menjelaskan bahwa bakteri endofit merupakan mikroorganisme yang hidup dalam tumbuhan dan bersimbiosis dengan tumbuhan itu untuk menghasilkan metabolit sekunder yang membantu pertahanan tumbuhan tersebut. Tanah di perkebunan ubi Cilembu, tampaknya membuat bakteri endofit tumbuh subur dan menghasilkan kualitas ubi yang khas manis bagai madu.

Bersyukur bagi masyarakat Cilembu, yang telah dikaruniai tanah subur untuk menghasilkan kualitas ubi terbaik dan bercita rasa tinggi. Ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah SWT, Tuhan YME, antara lain terpatri dalam Qur’an Surat Al Baqarah 152. Fazkurunii azkurkum wasykuru lii walaatakfurun. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu. Dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku

The Town of Toffu

Sumedang terkenal sebagai kota Tahu (the Town of Toffu). Dalam ilmu Cocokologi, sering orang yang berasal dari Sumedang identik dengan orang yang berpengeTAHUan. Kelompok orang cerdik cendikia. Yaitu itu tadi namanya cocokogi. Di Sumedang, sejumlah universitas telah didirikan : UNPAD, ITB, IPDN, UPI Kampus Sumedang. Kota Sumedang identik dengan Kota Pengetahuan. Kota Sumedang juga terkenal sebagai sentra Tahu yang paling lezat, dengan rasa khas yang memanjakan lidah. Menurut Ong Joe Kim seorang tokoh tahu Sumedang ( Wikipedia,2020), “tahu” berasal dari kata bahasa Mandarin doufu.

Konon, diawali dari kreatifitas pasangan imigran asal Cina, Ong Kino dan istri yang merintis untuk memproduksi tahu Sumedang. Tahun demi tahun, usaha ini mereka ditekuni, dan dilanjutkan oleh anak tunggalnya,ysng bernama Ong Boen Keng sekitar tahun 1917. Usaha ini ditekuni oleh generasi Ong Boeng Keng sampai sekarang.

Dalam Legenda Boeng Keng Tahu Sumedang (2015), dibalik kemashuran tahu Sumedang, ada cerita unik disampaikan cicit Ong Kino. Konon suatu hari, sekitar tahun 1928, sang kakek Ong Boeng Keng didatangi oleh Bupati Sumedang Pangeran Soeria atmadja. Sang pangeran kebetulan lewat dengan menggunakan dokar kebanggaannya. Melihat seorang kakek yang sedang menggoreng “sesuatu” dengan aroma yang khas mengundang selera.

Sang Pangeran lantas turun dan bertanya kepada kakek tua itu, Maneh keur ngagoreng naon? Kamu sedang menggoreng apa ? Kemudian kakek tua itu menjawab sekenanya bahwa yang digoreng itu “tahu”. Kemudian, sang Pangeran mencicipi tahu yang digoreng tersebut. Ia lantas berkata, enak benar makanan ini. Coba kamu jual, pasti laris. Sejak itulah tahu Sumedang menjadi konsumsi warga sehari hari. Kini Tahu menjadi ikon Sumedang. Menu makan khas yang tetap melegenda. Itulah Tahu Sumedang yang melegenda. Sumedang the town of Toffu. Kota “pengeTAHUan.

Itulah dua ikon yang disandang kota Sumedang. “Kota Tahu” dan “Kota Ubi Cilembu Sumedang”.
Yuk kita berkunjung ke Sumedang. Lewat Tol Cisumdawu, jarak tempuh Cileunyi- Sumedang hanya sekitar 50 menit. Atau dari Jakarta – Sumedang jaraknya sekitar 185 km, dan bisa dilalui Tol dengan lama rata rata hanya 4 jam saja. Ayo nikmati lezatnya Tahu Sumedang, manisnya Ubi Cilembu, dan kehangatan warga Sumedang yang senantiasa someah, hade ka semah (Dinn Wahyudin)
You are very welcome to spend your time in Sumedang!

International Women’s Day: Indonesia Menduduki Peringkat ke 92 dalam GGGI

11 Mar 2023 • Humas UPI
DOK. HUMAS UPI

Untuk menyadarkan peran perempuan saat ini dan menyambut International Women’s Day, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia yang bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik. Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar secara hybrid yaitu di lantai 5 Auditorium Sekolah Pasca Sarjana UPI dan Zoom Meeting. Hari Perempuan Internasional bertujuan untuk menghargai prestasi para perempuan serta untuk memperjuangkan kesetaraan bagi seluruh perempuan di seluruh dunia. (8/3/23)

Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan diskusi ini bertema besar  “Peran Wanita di Era Metaverse 6.0”. Acara diskusi diisi oleh tiga pembicara dengan bidang keilmuan yang berbeda. Anggota DPR-RI Hj. Selly Andriany Gantina menjelaskan “Tentunya kondisi kesetaraan gender di Indonesia masih sangat rendah. Jika membicarakan peringkat di Indonesia sendiri  menduduki peringkat 92 dari 146 negara. Dan hal tersebut menjadi suatu tugas bagi DPR-RI untuk membantu pemerintah membuat program dalam rangka pencapaian kesetaraan gender di dunia dan di Indonesia.”

Kondisi tersebut menunjukkan kesenjangan  yang sangat besar antara perempuan dan laki-laki. Terlihat dari data bahwa persentase perempuan terhadap akses internet maupun penggunaan dan kepemilikan gawai lebih rendah dibandingkan laki-laki. Menurut Hj.. Selly Andriany , isu gender masih perlu perhatian penuh baik dalam bidang pendidikan, politik, maupun masyarakat. Relasi hubungan yang positif dan kesetaraan gender sangat penting dalam pernikahan . Prof. Dr. Ida Hamidah, M.Si sekretaris LPPM UPI mencontohkan, pernikahan ahli kimia-fisika Marie dan Pierre merupakan salah satu yang mampu meniti karir akademis secara bersama-sama menunjukkan pasangan dengan karir ganda dapat menjadi kreatif dan saling melengkapi. Namun di sisi lain, kondisi sebaliknya dapat menjadi negatif jika keduanya berada di bidang yang serupa. Karir suami berkembang sementara karir istri tenggelam, salah satunya terjadi kepada pasangan Mileva Maric dan Albert Einstein. “Kita sangat mengenal suaminya, tapi apakah kita mengetahui istrinya?” Tegasnya.

Sementara itu, prof. Vina Adriani, M.Ed, Ph.D direktur SEAMEO-CECCEP menyampaikan harapannya terhadap kondisi relasi perempuan dan anak dalam konteks PAUD masih terjadi ketimpangan bukan dari segi kondisi antara perempuan dan laki-laki. Namun, kesenjangan konstruksi tradisional terhadap guru PAUD yang dianggap sebagai perpanjangan peran ibu. Disampaikan Nya,“Perempuan di PAUD menjadi tempat beraktualisasi karena partisipasinya yang cukup tinggi. Kita harus melihat kembali hal tersebut terjadi karena akses yang luas atau adanya konstruksi gender tradisional guru PAUD sebagai perpanjangan peran ibu dan bagian dari kodrat perempuan  yang lain dan merugikan posisi dari perempuan tersebut. Seringkali hak guru PAUD ini dianggap bukan isu gender. Pertama, konsep kodrat perempuan menjadi wacana dominan di Indonesia banyak PAUD yang didirikan secara minimalis dengan motif beramal, yang menjadi masalah peran mereka tidak mendapatkan kompensasi yang sesuai. Bagaimana perkembangan PAUD di Indonesia dengan tenaga perempuan tapi sayangnya tenaga perempuan ini tidak dibayar secara profesional. Gaji guru PAUD selalu paling minimal. Seharusnya  minimal setara dengan guru SD.”

Sesuai dengan tema yang diangkat Dr.Phil. Leli Kurniawati, S.Pd., M.Mus selaku ketua pelaksana meyakini berlangsungnya kegiatan diskusi dalam rangka peringatan hari perempuan internasional ini bisa mengkaji permasalahan terkait perempuan yang harus diselesaikan khususnya di Indonesia terkait kesetaraan gender. Ditegaskan, “Dengan kajian ini setidaknya kita dapat membuka mata kembali bahwa kita mengakui kehadiran perempuan sebagai sesuatu yang sangat luar biasa”.

Kontributor Humas UPI/ Iqssyzia Syahfitri

Memperingati Hari Perempuan Internasional Sekolah Pasca Sarjana UPI Selenggarakan Kegiatan Diskusi Publik

11 Mar 2023 • Humas UPI

Pada hari Rabu kemarin Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) mengadakan kegiatan diskusi publik bertemakan Peran Wanita di Era Metaverse 6.0 yang berkerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) secara hybrid di Lt 5 Auditorium Sekolah Pasca Sarjana UPI dan Zoom Meeting (8/3/23).

DOK. HUMAS UPI

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Adapun laporan ketua pelaksana Dr.Phil. Leli Kurniawati, S.Pd., M.Mus “Hadirin yang saya hormati, apa yang kami laksanakan adalah suatu bentuk terima kasih dan penghargaan bagi Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada hari ini. Melalui diskusi publik ini diharapkan bisa mengkaji mengenai gender, peranan kepemimpinan perempuan serta bagaimana hubungan antara perempuan dengan teknologi. Selain itu, melalui diskusi ini kita juga dapat menuangkan ide dan berbagai gagasan kita dalam mengkaji permasalahan yang terjadi pada anak khususnya pada aspek perlindungan anak baik yang ada di Indonesia maupun permasalahan yang sedang dihadapi di dunia” Ungkapnya dalam sambutan. Dilanjutkan sambutan dari Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. H. Syihabuddin, M. Pd., Ketua LPPM UPI Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum dan terakhir sambutan sekaligus pembukaan oleh Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A.

DOK. HUMAS UPI

Kegiatan selanjutnya terdapat persembahan tarian topeng dari Cirebon yang akan dibawakan oleh Profesor Pendidikan Seni Tari FPSD Prof. Juju Masunah, M.Hum., Ph.D dan pembacaan doa oleh Indra Gunawan. Memasuki Kegiatan inti yakni diskusi publik dengan tiga pembicara yang dipandu oleh Prof. Dr. Hj. Ratih Hurryati, M.P. CSBA sebagai moderator dalam kegiatan tersebut, ketiga pembicara pada diskusi ini merupakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Hj. Selly Andriany Gantina, A.Md, Director SEAMEO-CECCEP Prof. Vina Adriany, M.Ed., Ph.D. dan Sekertaris LPPM UPI Prof. Dr Ida Hamidah, M.Si.

DOK. TV UPI

Selly Andriany menjelaskan bahwa Universitas Pendidikan Indonesia merupakan satu-satunya Universitas yang bisa pelayanan terbaik untuk para mahasiswa dalam rangka literasi. Perjuangan kepemimpinan perempuan di era transformasi digital belum bisa dikatakan sempurna, karena hari ini pencapaian kesetaraan gender di dunia dan di Indonesia mulai dikatakan Index Global berada di angka 68,1%. Dibutuhkan waktu 132 tahun untuk mencapai keseteraan. Isu gender dalam bidang politik pun kedudukan dan peran perempuan pada kepengurusan partai lebih rendah dibandikan dengan laki-laki. Dalam wawancaranya beliau mengatakan “Kita perlu melakukan sosialisasi dan mengaungkan keterwakilan perempuan, tidak di dunia politik saja tetapi melibatkan semua pentahelix termasuk di dunia Pendidikan akademisi.”

Sementara itu Prof Ida menjelaskan mengenai perempuan dan teknologi, sebagai seorang pelaku sains dan teknologi, saya yakin bahwa kita harus menciptakan visi pribadi dan kolekstif tentang apa yang ingin kita capai di lingkungan kita sendiri. Lebih lanjut Prof Vina mengatakan “Selama beberapa tahun terakhir saya mengkaji isu gender dalam pendidikan anak usia dini, isu perempuan di dalam konteks pendidikan anak usia dini nyaris invisible. Saat ini data statistic menunjukan bahwa 90% guru di paud adalah perempuan.” Peran perempuan di PAUD sangat dominan, tetapi ini bukan rangkap dari Equal Access tapi lebih muncul karena adanya konstruksi gender tradisional.

Kontributor Humas UPI/ Annisa Luthfiah

Prodi Magister PGSD UPI Kamda Tasikmalaya Peroleh Akreditasi “Baik Sekali” dari LAMDIK

09 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung – UPI

Program Studi Magister PGSD UPI Tasikmalaya berhasil meraih akreditasi Baik Sekali dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).

Pengumuman ini diumumkan dalam sistem informasi lamdik yang terbit pada tanggal 8 Maret 2023.

Ketua Prodi Magister PGSD, Dr. Syarip Hidayat, M.Pd mengatakan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi dari seluruh civitas akademika UPI. “Kami sangat berterima kasih atas kerja keras dari dosen, staf, dan mahasiswa yang telah bekerja sama untuk meraih prestasi ini. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di prodi Magister PGSD ini dan meraih prestasi yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Menurut data dari Lamdik, perolehan akreditasi ini menjadi bukti bahwa prodi tersebut telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh lamdik dan mampu menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas.

Rektor UPI, Prof. Dr. H. Solehudin, MA. mengatakan “Diharapkan raihan ini dapat menjadi motivasi bagi prodi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan meraih akreditasi yang lebih baik lagi di masa depan”. Ujarnya

Akreditasi program studi merupakan penilaian terhadap kualitas dan mutu program studi yang dilakukan oleh Lamdik.

Penilaian dilakukan berdasarkan standar-standar yang telah ditetapkan oleh lamdik dan terdiri dari 9 standar antara lain Mutu Lulusan, kurikulum, Proses Pembelajaran, mutu tenaga pengajar, sarana dan prasarana penunjang, serta sistem evaluasi dan tindak lanjut.

Raihan “Baik Sekali” bagi prodi yang terbilang baru dan belum memiliki lulusan merupakan pencapain yang rasional, dan tentu akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan publik kepada reputasi UPI sebagai universitas yang mampu memberikan pelayanan akademik yang prima bagi para mahasiswa khususnya pada program pasca sarjana di lingkungan universitas pendidikan Indonesia. (Kontributor Humas UPI, Syarip Hidayat)

UPI Library Kembali Road Show Kelas Literasi  ke Kampus Daerah

09 Mar 2023 • Humas UPI

UPI Library lakukan program Kelas Literasi ke berbagai kampus daerah yang ada di Lingkungan UPI. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dan dosen.dalam memanfaatkan Layanan dan Sumber Daya Informasi Perpustakaan UPI baik tercetak maupun digital. Kelas Literasi ini digelar secara luring ke dalam beberapa rangkaian, mulai 7 Maret 2023 yang akan di adakan di kampus Cibiru, 9 Maret di kampus daerah Sumedang, kemudian dilanjutkan  ke Tasikmalaya di tanggal 10 Maret, 14 Maret di Kamda Purwakarta dan kampus  terakhir adalah Kamda Serang, yang akan diadakan di tanggal 16 Maret 2023.

Roadshow kelas literasi pertama sudah berlangsung di Kampus Daerah Cibiru pada Selasa 7 Maret 2023 lalu. Kegiatan ini mendapatkan antusiasme dari berbagai sivitas UPI kampus Cibiru. Pemateri yang begitu solutif memberikan inspirasi dan semangat baru bagi sivitas akademika UPI kampus Cibiru. Kelas Literasi ini pula dapat membantu mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan ini dilakukan untuk menjadikan sarana pelatihan untuk para sivitas UPI. Roadshow Kelas Literasi ini merupakan jawaban yang tepat untuk memberikan edukasi untuk pemanfaatan perpustakaan secara mandiri dan memberikan kemudahan bagi para mahasiswa dan dosen dalam mengerjakan tugas akhir. (Kontributor Humas UPI, Ajeng Puspa Regina, Jurnalistik 2020, Ed HN)

Pencarian