English
Indonesia

Sukses Tingkatkan Keahlian Mahasiswa UPI, Kemdikbudristek Buka Kembali Program Praktisi Mengajar Angkatan 2, Simak Tahapanya

27 Feb 2023 • Humas UPI

Sukses tingkatkan keahlian mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan Kebudayaan,Riset, dan Teknologi membuka Kembali Pendaftaran Program Praktisi Mengajar Angkatan 2.

Praktisi Mengajar mendorong kolaborasi aktif praktisi ahli dengan dosen di perguruan tinggi khususnya di Universitas Pendidikan Indonesia agar tercipta pertukaran ilmu dan keahlian yang mendalam dan bermakna antar sivitas akademika di perguruan tinggi dan profesional di dunia kerja. Kolaborasi praktisi mengajar dengan dosen dilakukan dalam mata kuliah yang disampaikan di ruang kelas baik secara luring maupun daring.

Praktisi Mengajar bertujuan menutup kesenjangan kompetensi lulusan baru dengan kebutuhan dunia kerja. Mendorong kolaborasi perguruan tinggi dan industri dalam menyelenggarakan pembelajaran praktis dan aplikatif serta meningkatkan relevansi skill lulusan perguruan tinggi Indonesia dengan kebutuhan dunia kerja dan industr.

Bagi para dosen Universitas Pendidikan Indonesia dan para dosen di Indonesia yang tertarik bergabung praktisi mengajar, diawali dengan perguruan tinggi mendaftarkan mata kuliah dengan cara melengkapi profil perguruan tinggu dan koordinator perguruan tinggi.

Khusus bagi para praktisi, bisa mendaftar dengan tahapan berikut ini :  

1. Kunjungi laman https://praktisimengajar.kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/

2. melakukan registrasi dengan mengisi nama lengkap, email, dan kata sandi (Catatan: kata sandi harus mengandung minimal 8 karakter yang terdiri atas kombinasi huruf kecil, huruf besar, angka, dan tanda baca).

3. Apabila praktisi telah berhasil melakukan registrasi, sistem Praktisi Mengajar akan mengirimkan email verifikasi ke alamat email yang telah didaftarkan sebelumnya. Email verifikasi hanya akan dikirimkan melalui [email protected]. Jika tidak menerima email di inbox Anda, pastikan cek juga folder spam.

4. Bagi Praktisi yang ingin mengatur ulang kata sandi atau lupa kata sandi yang telah terdaftar sebelumnya, dapat menekan tombol yang terletak di halaman login.

Selain mendaftar, para praktisi dapat melengkapi profil informasi pada platform pendaftaran praktisi yang terdiri atas:

1. Melengkapi Data Diri berisi NIK, gelar depan, nama, lengkap, gelar belakang, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, alamat sesuai KTP dan domisili serta nomor ponsel yang terhubung dengan WhatsApp. Praktisi juga diwajibkan untuk mengunggah dokumen KTP (dalam format.pdf) dan Foto Diri untuk kelengkapan registrasi. Bagi Praktisi dengan kewarganegaraan WNA dapat mengisi Data diri berisi tampilan form identitas praktisi seperti No Passport, gelar depan, nama lengkap, gelar belakang, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, alamat sesuai passport, alamat sesuai domisili, serta nomor ponsel yang terhubung dengan WhatsApp. Praktisi juga diwajibkan untuk mengunggah dokumen Passport (dalam format .pdf) dan Foto Diri untuk kelengkapan registrasi.

2. Melengkapi informasi pekerjaan dan pengalaman yang dimiliki oleh praktisi Program Praktisi Mengajar agar pihak Perguruan Tinggi dapat dengan mudah menyesuaikan kebutuhan mata kuliah yang diampu dengan kualifikasi pengalaman calon praktisi dengan mengisi status kepegawaian, status aktif bekerja, profesi saat ini, nama perusahaan/tempat bekerja, skala perusahaan, jabatan, pilihan sektor industri, pilihan jenis badan usaha, dan usia perusahaan. Praktisi juga akan diminta untuk mengunggah Curriculum Vitae (CV) dan dokumen Profil Perusahaan/Portfolio.  Jika status kepegawaian Praktisi adalah PNS, maka Praktisi juga akan diminta untuk mengisi data pada kolom Golongan PNS. Jika semua data telah diisi, silakan klik tombol yang terletak di kanan bawah layar monitor

3. Mengisikan Media Sosial dengan menambahkan link akun media sosial yang dimiliki.

4. Mengisikan  Latar Belakang berisikan informasi mengenai tab pendidikan, pengalaman kerja, keahlian dan sertifikasi yang dapat membantu perguruan tinggi untuk mengetahui gambaran lengkap riwayat pendidikan dan keahlian dari praktisi.

5. Mengisikan data Kolaborasi yang berisi informasi mengenai bentuk pembelajaran, bidang studi yang ingin diajar serta modul pembelajaran dari praktisi

6. Mengisikan data Bidang Studi dengan memilih bidang studi yang ingin diajar dengan mencentang check box pada pilihan bidang studi yang telah tersedia.

7. Mengunggah modul, bagi Praktisi yang memiliki modul pembelajaran dapat mengunggah dokumennya pada tab ‘Modul/Program Belajar’ agar dapat disesuaikan bersama dosen dengan kurikulum yang dipakai dalam perguruan tinggi. (Catatan: Hanya diisi apabila praktisi memiliki modul)

8. Mengisikan Persetujuan berisi informasi consent-consent dalam publikasi praktisi di website Praktisi Mengajar. Klik apabila seluruh bagian telah terisi.

Tertarik untuk berbagai pengalaman dan memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa melalui program praktisi mengajar, para dosen perguruan tinggi dan para praktisi dapat mendaftar diri selanjutnya melalui laman : https://praktisimengajar.kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/  

18 Perguruan Tinggi Pakistan Lakukan Student Entrepreneurship di UPI

27 Feb 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Sebanyak 18 Perguruan Tinggi Pakistan melakukan Student Entrepreneurship di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Mereka ingin belajar dari pengalaman Indonesia untuk melakukan Student Entrepreneurship di perguruan tinggi.

Consultant the United States Agency for International Development (USAID) Higher Education System Strengthening Activity (HESSA) Project in Pakistan Anna Juliastuti mengatakan,”Mereka yang hadir di UPI merupakan perwakilan dari 16 perguruan tinggi di Pakistan dan dari Higher Education Commission (HIC). HIC itu yang membawahi perguruan tinggi. Mereka sangat antusias ingin belajar dari pengalaman Indonesia, khususnya di UPI untuk melakukan Student Entrepreneurship.”

Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., didampingi Wakil Rektor dan Sekretaris Universitas; Dekan dan Wakil Dekan FPEB; Kepala Kantor Bagian Umum dan Kesekretariatan; dan Kepala Humas menerima kunjungan Peserta USAID’s HESSA di Ruang Rapat Gedung Partere, Jumat (24/2/2023).

HESSA Project adalah Higher Education System Strengthening Activity sebuah kegiatan yang didanai oleh USA di Pakistan untuk penguatan kapasitas perguruan tinggi di Pakistan khususnya untuk komponen ini adalah untuk kewirausahaan.

“Jadi untuk menjalankan program Student Entrepreneurship di Indonesia, mereka mengunjungi 3 perguruan tinggi. UPI menjadi yang pertama. Kedua, di Surabaya, Jawa Timur dan ketiga di Madura. Masing-masing perguruan tinggi tersebut menerapkan Student Entrepreneurship dengan konsep yang berbeda-beda,” ungkapnya.

UPI menjadi pilihan karena kami sudah memiliki pengalaman kerja sama dengan UPI sebelumnya di program USAID Jadi Pengusaha Mandiri (JAPRI), ungkapnya lagi. Kami bekerja sama dengan UPI untuk melakukan pelatihan, kewirausahaan, kemudian business coaching dan mentoring.

Ditegaskannya,”Di UPI, kewirausahaan sudah menjadi bagian dari kurikulum, hampir di semua fakultas, diajarkan selama 6 bulan.”

Kalau untuk kegiatan yang sekarang ini, lanjut Anna, diharapkan nantinya mereka bisa mengimplementasikan di masing-masing perguruan tingginya, karena 16 perguruan tinggi ini berbeda-beda dari seluruh provinsi di Pakistan.

Jadi harapannya, mereka akan mengambil contoh baik dari Indonesia untuk mereka terapkan disana, bahwa kewirausahaan sudah menjadi bagian dari kurikulum di UPI.

Lebih lanjut diceritakan,”Karena buat mereka, bahkan untuk memperkenalkan konsep kewirausahaannya saja di perguruan tinggi itu masih sesuatu yang belum terlalu popular. Mereka masih berpikir bahwa tujuan melanjutkan studi ke perguruan tinggi itu adalah untuk bekerja sebagai pekerja bukan untuk menjadi pengusaha.”

Untuk kegiatannya sendiri, katanya, mereka menggunakan modul yang menjadi panduannya selama ini. Mereka banyak yang menyatakan keinginannya untuk mendapatkan modul tersebut agar mereka bisa menerapkannya di tempat mereka.

Ke-18 universitas yang dimaksud adalah Lahore College for Women University; University of Engineering and Technology; National University of Sciences & Technology; University of Peshawar; Institute of Business Administration, Karachi; Balochistan University of Information Technology, Engineering and Management Sciences; Sardar Bahadur Khan Women’s University; Karakoram International University; Fatima Jinnah Women University; Abdul Wali Khan University, Mardan; Peoples University of Medical & Health Science for Women, Nawabshah; Women University Swabi; Sindh Agriculture University; University of Swat; National University of Technology; Mirpur University of Science and Technology; Higher Education Commission; dan Institute of International Education. (dodiangga)

18 Dosen Pakistan Belajar Kewirausahaan kepada FPEB UPI

27 Feb 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Pada kesempatan ini, kita mendapatkan kepercayaan untuk menerapkan dan mengimplementasikan modul USAID JAPRI kepada dosen-dosen yang berasal dari Pakistan. Mereka merupakan peserta yang mengikuti program The United States Agency for International Development (USAID) Higher Education System Strengthening Activity (HESSA) Project. Jumlah peserta tercata sebanyak 18 dosen dari berbagai universitas.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Dekan lll Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dr. Lili Adi Wibowo, S.Pd., S.Sos.,M.M., dalam sebuah wawancara usai mendampingi peserta bersilaturahmi dengan Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., beserta jajarannya di Ruang Rapat Gedung Partere, Jumat (24/2/2023).

Dikatakan Wadek yang juga Dosen Pendidikan Manajemen Bisnis bahwa USAID HESSA Project merupakan sebuah program lanjutan dari program sebelumnya di USAID Jadi Pengusaha Mandiri (JAPRI) di tahun 2017 sampai tahun 2020 di UPI.

Bowo menegaskan,”Kami siapkan para pemateri dari FPEB, khusunya dari Prodi Kewirausahaan yang memiliki sertifikat kompetensi di bidang kewirausahaan. Dalam program ini juga diberikan pematerian yang basic dari kewirausahaan.”

Kami memberikan penjelaskan tentang bagaimana itu Finansial, Marketing kemudian Business Model Canvas, serta diberikan juga hal-hal yang sifatnya praktis yaitu mengundang para mahasiswa yang sukses di bidang kewirausahaan hasil binaan FPEB untuk dipresentasikan kepada peserta.

“Kita sangat antusias terhadap kegiatan ini. Para peserta diajak untuk mengunjungi salah satu kisah sukses dari mahasiswa FPEB yang memiliki usaha fashion yaitu Mayoutfit di Jalan Gegerkalong Hilir No.9 Kota Bandung, selain itu mereka juga mengunjungi Rumah Makan Liwet Asep Stroberi,” ungkapnya.

Utamanya, lanjutnya, kita ingin menunjukkan kepada mereka bahwa yang kita lakukan tidak hanya sebatas teoritis tetapi ada implementasi dan dampaknya luar biasa.

Dijelaskannya lebih lanjut,”UPI dipilih karena dianggap sebagai perguruan tinggi yang terbaik dalam memberikan pembelajaran program USAID JAPRI, seperti diketahui pada tahun 2019 Ambassador dari Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Republik Indonesia datang ke UPI untuk memberikan apresiasi dan ini luar biasa sekali kita mendapatkan kepercayaan dari USAID dengan program HESSA yang Pakistan ini untuk memberikan kepada mereka.”

Ini memang menjadi appreciated yang tinggi untuk UPI, katanya. Berikut ke-18 universitas yang dimaksud adalah Lahore College for Women University; University of Engineering and Technology; National University of Sciences & Technology; University of Peshawar; Institute of Business Administration, Karachi; Balochistan University of Information Technology, Engineering and Management Sciences; Sardar Bahadur Khan Women’s University; Karakoram International University; Fatima Jinnah Women University; Abdul Wali Khan University, Mardan; Peoples University of Medical & Health Science for Women, Nawabshah; Women University Swabi; Sindh Agriculture University; University of Swat; National University of Technology; Mirpur University of Science and Technology; Higher Education Commission; dan Institute of International Education. (dodiangga)

Rektor UPI Terima Kunjungan Peserta USAID’s HESSA

27 Feb 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., didampingi Wakil Rektor dan Sekretaris Universitas; Dekan dan Wakil Dekan FPEB; Kepala Kantor Bagian Umum dan Kesekretariatan; dan Kepala Humas menerima kunjungan Peserta USAID’s HESSA yang berasal dari 18 Perguruan Tinggi di Pakistan untuk melakukan Student Entrepreneurship di Ruang Rapat Gedung Partere, Jumat (24/2/2023).

Rektor UPI menjelaskan,”Mereka itu datang dari berbagai perguruan tinggi di Pakistan atas dukungan USAID’s HESSA dan Mien R. Uno Foundation (MRUF). Mereka, tercatat berasal dari 18 perguruan tinggi, berkunjkung ke UPI untuk mengikuti pelatihan dalam bidang Entrepreneurship.”

Jadi, lanjut Rektor, mereka selama tiga hari berada di UPI didampingi oleh Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) dan ini adalah kesempatan baik bagi kita untuk memperkenalkan UPI pada dunia, karena mereka datang dari berbagai perguruan tinggi.

“Pelatihan dalam bidang Entrepreneurship ini ditangani oleh teman-teman di FPEB. Jadi Prof. Dr. Vanessa Gaffar, SE.Ak. MBA., dan Dr. Lili Adi Wibowo, S.Pd., S.Sos.,M.M., serta dosen-dosen di FPEB sekarang itu sedang mengorganisasikan sebuah pelatihan dengan durasi tiga hari khusus di bidang entrepreneurship untuk mereka,” ungkap Rektor.

Mereka ternyata sangat antusias dengan masalah ini, ungkapnya lagi, karena mungkin persoalannya agak sama dengan kita, bahwa mereka perguruan tinggi yang pendanaannya terbatas hanya dari pemerintah dan begitupun dari mahasiswa yang juga sangat terbatas.

Ditegaskan Rektor,”Tentunya mereka perlu mengembangkan perguruan tinggi ini secara berkualitas tapi dengan meng-create sumber keuangan sendiri.”

Ke-18 universitas yang dimaksud adalah Lahore College for Women University; University of Engineering and Technology; National University of Sciences & Technology; University of Peshawar; Institute of Business Administration, Karachi; Balochistan University of Information Technology, Engineering and Management Sciences; Sardar Bahadur Khan Women’s University; Karakoram International University; Fatima Jinnah Women University; Abdul Wali Khan University, Mardan; Peoples University of Medical & Health Science for Women, Nawabshah; Women University Swabi; Sindh Agriculture University; University of Swat; National University of Technology; Mirpur University of Science and Technology; Higher Education Commission; dan Institute of International Education. (dodiangga)

Nandu Saprudin : Mendapatkan kesempatan untuk bisa berinovasi dan berkontribusi serta bekerjasama melalui Program MBKM MSIB

26 Feb 2023 • Humas UPI

Nandu Saprudin merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2019. Saat ini Nandu mengikuti program magang dan studi independen bersertifikat (MSIB) di Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci, untuk bidang pekerjaanya ditempatkan pada bidang kepesertaan. Pada bidang ini, Nandu diberi target dapat mengakuisisi kepesertaan Bukan Penerima Upah (BPU) sebanyak 200 peserta dan 50 Perusahaan dengan minimal 100 peserta Penerima Upah (PU).

Awalnya tertarik program ini, melalui postingan Instagram kampus merdeka, setelah saya telusuri lebih lanjut ternyata banyak program-program yang ditawarkan. Nandu lebih tertarik pada program MSIB Batch 2. Kebetulan saat itu pendaftaran telah dibuka maka dari itu Nandu langsung mendaftarkan diri di web kampus merdeka.

Menurut Nandu, yang harus dipersiapkan untuk seleksi magang yaitu CV(Curriculum Vitae), sertifikat-sertifikat prestasi, keahlian, organisasi dan pengalaman lainnya, transkip nilai dan surat rekomendasi dari Fakultas/Universitas. Tahapan selanjutnya seleksi administrasi, jika dinyatakan lolos maka aka nada email dan Whatsapp memberitahu untuk mengikuti seleksi wawancara.

Kesan Nandu lolos seleksi (MSIB) di Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan, sangat senang sekali karena dapat diberi kesempatan untuk bisa berinovasi, berkontribusi, dan bekerjasama pada Perusahan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, manfaat program magang yaitu dapat merasakan terjun langsung di dunia pekerjaan sehingga membuatnya bertambah pengalamanya serta memiliki wawasan dan ilmu baru. Selain itu Nandu juga merasa manfaatnya yaitu dapat mengasah Public Speaking yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Pelaksanaan magang diselenggrakan secara hybrid yaitu WFO selama 3 hari dan WFH selama 2 hari. Untuk kegiata selama magang yaitu : (1) Microcredential (online) yang berisi kegiatan ini merupakan pembekalan sebelum melakukan working experience. Ada 6 modul wajib dan 1 modul pilihan.

Pelaksanaan microcredential selama 3 hari. (2) Membuat Mini Riset (Offline+Online) berisi Membuat mini riset/penelitian yang sesuai dengan kondisi jaminan sosial ketenagakerjaan dan berkaian dengan jurusan. (3) Working Experience (Offline). Untuk working experience saya ditempatkan di bidang kepesertaan yang didampingi oleh mentor dari bagian Account Representative Khusus (ARK) dan melakukan sosialisasi, menggali potensi pasar, dan akuisisi kepesertaan.

Selama magang, Nandu menceritakan pengalaman menariknya diantaranya dapat mempraktikan apa yang didapatkan diperkuliahan, belajar bersosialisasi, meningkatkan kualitas diri, meningkatkan relasi dalam lingkungan professional, membaca karakter oranglain, hidup dalam perbedaan.

Harapan Nandu semoga dirinya dapat bermanfaat dan berkontribusi dengan maksimal, juga memberikan inovasi terhadap BPJS Ketenagakerjaan. Nandu berharap semoga mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat, menambah relasi di lingkungan pekerjaan.

Nandu meminta doa dan ridho orangtua, keluarga atau kerabat, mempersiapkan berkas sebaik mungkin jangan sampai ada yang terlewat, pelajari lebih dalamdan perluas pengetahuan mengenai perusahaan yang kita tuju. Terakhir serahkan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Esa (Yana Setiawan)

Pencarian