English
Indonesia

18 Perguruan Tinggi Pakistan Lakukan Student Entrepreneurship di UPI

27 Feb 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Sebanyak 18 Perguruan Tinggi Pakistan melakukan Student Entrepreneurship di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Mereka ingin belajar dari pengalaman Indonesia untuk melakukan Student Entrepreneurship di perguruan tinggi.

Consultant the United States Agency for International Development (USAID) Higher Education System Strengthening Activity (HESSA) Project in Pakistan Anna Juliastuti mengatakan,”Mereka yang hadir di UPI merupakan perwakilan dari 16 perguruan tinggi di Pakistan dan dari Higher Education Commission (HIC). HIC itu yang membawahi perguruan tinggi. Mereka sangat antusias ingin belajar dari pengalaman Indonesia, khususnya di UPI untuk melakukan Student Entrepreneurship.”

Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., didampingi Wakil Rektor dan Sekretaris Universitas; Dekan dan Wakil Dekan FPEB; Kepala Kantor Bagian Umum dan Kesekretariatan; dan Kepala Humas menerima kunjungan Peserta USAID’s HESSA di Ruang Rapat Gedung Partere, Jumat (24/2/2023).

HESSA Project adalah Higher Education System Strengthening Activity sebuah kegiatan yang didanai oleh USA di Pakistan untuk penguatan kapasitas perguruan tinggi di Pakistan khususnya untuk komponen ini adalah untuk kewirausahaan.

“Jadi untuk menjalankan program Student Entrepreneurship di Indonesia, mereka mengunjungi 3 perguruan tinggi. UPI menjadi yang pertama. Kedua, di Surabaya, Jawa Timur dan ketiga di Madura. Masing-masing perguruan tinggi tersebut menerapkan Student Entrepreneurship dengan konsep yang berbeda-beda,” ungkapnya.

UPI menjadi pilihan karena kami sudah memiliki pengalaman kerja sama dengan UPI sebelumnya di program USAID Jadi Pengusaha Mandiri (JAPRI), ungkapnya lagi. Kami bekerja sama dengan UPI untuk melakukan pelatihan, kewirausahaan, kemudian business coaching dan mentoring.

Ditegaskannya,”Di UPI, kewirausahaan sudah menjadi bagian dari kurikulum, hampir di semua fakultas, diajarkan selama 6 bulan.”

Kalau untuk kegiatan yang sekarang ini, lanjut Anna, diharapkan nantinya mereka bisa mengimplementasikan di masing-masing perguruan tingginya, karena 16 perguruan tinggi ini berbeda-beda dari seluruh provinsi di Pakistan.

Jadi harapannya, mereka akan mengambil contoh baik dari Indonesia untuk mereka terapkan disana, bahwa kewirausahaan sudah menjadi bagian dari kurikulum di UPI.

Lebih lanjut diceritakan,”Karena buat mereka, bahkan untuk memperkenalkan konsep kewirausahaannya saja di perguruan tinggi itu masih sesuatu yang belum terlalu popular. Mereka masih berpikir bahwa tujuan melanjutkan studi ke perguruan tinggi itu adalah untuk bekerja sebagai pekerja bukan untuk menjadi pengusaha.”

Untuk kegiatannya sendiri, katanya, mereka menggunakan modul yang menjadi panduannya selama ini. Mereka banyak yang menyatakan keinginannya untuk mendapatkan modul tersebut agar mereka bisa menerapkannya di tempat mereka.

Ke-18 universitas yang dimaksud adalah Lahore College for Women University; University of Engineering and Technology; National University of Sciences & Technology; University of Peshawar; Institute of Business Administration, Karachi; Balochistan University of Information Technology, Engineering and Management Sciences; Sardar Bahadur Khan Women’s University; Karakoram International University; Fatima Jinnah Women University; Abdul Wali Khan University, Mardan; Peoples University of Medical & Health Science for Women, Nawabshah; Women University Swabi; Sindh Agriculture University; University of Swat; National University of Technology; Mirpur University of Science and Technology; Higher Education Commission; dan Institute of International Education. (dodiangga)

18 Dosen Pakistan Belajar Kewirausahaan kepada FPEB UPI

27 Feb 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Pada kesempatan ini, kita mendapatkan kepercayaan untuk menerapkan dan mengimplementasikan modul USAID JAPRI kepada dosen-dosen yang berasal dari Pakistan. Mereka merupakan peserta yang mengikuti program The United States Agency for International Development (USAID) Higher Education System Strengthening Activity (HESSA) Project. Jumlah peserta tercata sebanyak 18 dosen dari berbagai universitas.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Dekan lll Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dr. Lili Adi Wibowo, S.Pd., S.Sos.,M.M., dalam sebuah wawancara usai mendampingi peserta bersilaturahmi dengan Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., beserta jajarannya di Ruang Rapat Gedung Partere, Jumat (24/2/2023).

Dikatakan Wadek yang juga Dosen Pendidikan Manajemen Bisnis bahwa USAID HESSA Project merupakan sebuah program lanjutan dari program sebelumnya di USAID Jadi Pengusaha Mandiri (JAPRI) di tahun 2017 sampai tahun 2020 di UPI.

Bowo menegaskan,”Kami siapkan para pemateri dari FPEB, khusunya dari Prodi Kewirausahaan yang memiliki sertifikat kompetensi di bidang kewirausahaan. Dalam program ini juga diberikan pematerian yang basic dari kewirausahaan.”

Kami memberikan penjelaskan tentang bagaimana itu Finansial, Marketing kemudian Business Model Canvas, serta diberikan juga hal-hal yang sifatnya praktis yaitu mengundang para mahasiswa yang sukses di bidang kewirausahaan hasil binaan FPEB untuk dipresentasikan kepada peserta.

“Kita sangat antusias terhadap kegiatan ini. Para peserta diajak untuk mengunjungi salah satu kisah sukses dari mahasiswa FPEB yang memiliki usaha fashion yaitu Mayoutfit di Jalan Gegerkalong Hilir No.9 Kota Bandung, selain itu mereka juga mengunjungi Rumah Makan Liwet Asep Stroberi,” ungkapnya.

Utamanya, lanjutnya, kita ingin menunjukkan kepada mereka bahwa yang kita lakukan tidak hanya sebatas teoritis tetapi ada implementasi dan dampaknya luar biasa.

Dijelaskannya lebih lanjut,”UPI dipilih karena dianggap sebagai perguruan tinggi yang terbaik dalam memberikan pembelajaran program USAID JAPRI, seperti diketahui pada tahun 2019 Ambassador dari Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Republik Indonesia datang ke UPI untuk memberikan apresiasi dan ini luar biasa sekali kita mendapatkan kepercayaan dari USAID dengan program HESSA yang Pakistan ini untuk memberikan kepada mereka.”

Ini memang menjadi appreciated yang tinggi untuk UPI, katanya. Berikut ke-18 universitas yang dimaksud adalah Lahore College for Women University; University of Engineering and Technology; National University of Sciences & Technology; University of Peshawar; Institute of Business Administration, Karachi; Balochistan University of Information Technology, Engineering and Management Sciences; Sardar Bahadur Khan Women’s University; Karakoram International University; Fatima Jinnah Women University; Abdul Wali Khan University, Mardan; Peoples University of Medical & Health Science for Women, Nawabshah; Women University Swabi; Sindh Agriculture University; University of Swat; National University of Technology; Mirpur University of Science and Technology; Higher Education Commission; dan Institute of International Education. (dodiangga)

Rektor UPI Terima Kunjungan Peserta USAID’s HESSA

27 Feb 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., didampingi Wakil Rektor dan Sekretaris Universitas; Dekan dan Wakil Dekan FPEB; Kepala Kantor Bagian Umum dan Kesekretariatan; dan Kepala Humas menerima kunjungan Peserta USAID’s HESSA yang berasal dari 18 Perguruan Tinggi di Pakistan untuk melakukan Student Entrepreneurship di Ruang Rapat Gedung Partere, Jumat (24/2/2023).

Rektor UPI menjelaskan,”Mereka itu datang dari berbagai perguruan tinggi di Pakistan atas dukungan USAID’s HESSA dan Mien R. Uno Foundation (MRUF). Mereka, tercatat berasal dari 18 perguruan tinggi, berkunjkung ke UPI untuk mengikuti pelatihan dalam bidang Entrepreneurship.”

Jadi, lanjut Rektor, mereka selama tiga hari berada di UPI didampingi oleh Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) dan ini adalah kesempatan baik bagi kita untuk memperkenalkan UPI pada dunia, karena mereka datang dari berbagai perguruan tinggi.

“Pelatihan dalam bidang Entrepreneurship ini ditangani oleh teman-teman di FPEB. Jadi Prof. Dr. Vanessa Gaffar, SE.Ak. MBA., dan Dr. Lili Adi Wibowo, S.Pd., S.Sos.,M.M., serta dosen-dosen di FPEB sekarang itu sedang mengorganisasikan sebuah pelatihan dengan durasi tiga hari khusus di bidang entrepreneurship untuk mereka,” ungkap Rektor.

Mereka ternyata sangat antusias dengan masalah ini, ungkapnya lagi, karena mungkin persoalannya agak sama dengan kita, bahwa mereka perguruan tinggi yang pendanaannya terbatas hanya dari pemerintah dan begitupun dari mahasiswa yang juga sangat terbatas.

Ditegaskan Rektor,”Tentunya mereka perlu mengembangkan perguruan tinggi ini secara berkualitas tapi dengan meng-create sumber keuangan sendiri.”

Ke-18 universitas yang dimaksud adalah Lahore College for Women University; University of Engineering and Technology; National University of Sciences & Technology; University of Peshawar; Institute of Business Administration, Karachi; Balochistan University of Information Technology, Engineering and Management Sciences; Sardar Bahadur Khan Women’s University; Karakoram International University; Fatima Jinnah Women University; Abdul Wali Khan University, Mardan; Peoples University of Medical & Health Science for Women, Nawabshah; Women University Swabi; Sindh Agriculture University; University of Swat; National University of Technology; Mirpur University of Science and Technology; Higher Education Commission; dan Institute of International Education. (dodiangga)

Nandu Saprudin : Mendapatkan kesempatan untuk bisa berinovasi dan berkontribusi serta bekerjasama melalui Program MBKM MSIB

26 Feb 2023 • Humas UPI

Nandu Saprudin merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2019. Saat ini Nandu mengikuti program magang dan studi independen bersertifikat (MSIB) di Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci, untuk bidang pekerjaanya ditempatkan pada bidang kepesertaan. Pada bidang ini, Nandu diberi target dapat mengakuisisi kepesertaan Bukan Penerima Upah (BPU) sebanyak 200 peserta dan 50 Perusahaan dengan minimal 100 peserta Penerima Upah (PU).

Awalnya tertarik program ini, melalui postingan Instagram kampus merdeka, setelah saya telusuri lebih lanjut ternyata banyak program-program yang ditawarkan. Nandu lebih tertarik pada program MSIB Batch 2. Kebetulan saat itu pendaftaran telah dibuka maka dari itu Nandu langsung mendaftarkan diri di web kampus merdeka.

Menurut Nandu, yang harus dipersiapkan untuk seleksi magang yaitu CV(Curriculum Vitae), sertifikat-sertifikat prestasi, keahlian, organisasi dan pengalaman lainnya, transkip nilai dan surat rekomendasi dari Fakultas/Universitas. Tahapan selanjutnya seleksi administrasi, jika dinyatakan lolos maka aka nada email dan Whatsapp memberitahu untuk mengikuti seleksi wawancara.

Kesan Nandu lolos seleksi (MSIB) di Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan, sangat senang sekali karena dapat diberi kesempatan untuk bisa berinovasi, berkontribusi, dan bekerjasama pada Perusahan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, manfaat program magang yaitu dapat merasakan terjun langsung di dunia pekerjaan sehingga membuatnya bertambah pengalamanya serta memiliki wawasan dan ilmu baru. Selain itu Nandu juga merasa manfaatnya yaitu dapat mengasah Public Speaking yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Pelaksanaan magang diselenggrakan secara hybrid yaitu WFO selama 3 hari dan WFH selama 2 hari. Untuk kegiata selama magang yaitu : (1) Microcredential (online) yang berisi kegiatan ini merupakan pembekalan sebelum melakukan working experience. Ada 6 modul wajib dan 1 modul pilihan.

Pelaksanaan microcredential selama 3 hari. (2) Membuat Mini Riset (Offline+Online) berisi Membuat mini riset/penelitian yang sesuai dengan kondisi jaminan sosial ketenagakerjaan dan berkaian dengan jurusan. (3) Working Experience (Offline). Untuk working experience saya ditempatkan di bidang kepesertaan yang didampingi oleh mentor dari bagian Account Representative Khusus (ARK) dan melakukan sosialisasi, menggali potensi pasar, dan akuisisi kepesertaan.

Selama magang, Nandu menceritakan pengalaman menariknya diantaranya dapat mempraktikan apa yang didapatkan diperkuliahan, belajar bersosialisasi, meningkatkan kualitas diri, meningkatkan relasi dalam lingkungan professional, membaca karakter oranglain, hidup dalam perbedaan.

Harapan Nandu semoga dirinya dapat bermanfaat dan berkontribusi dengan maksimal, juga memberikan inovasi terhadap BPJS Ketenagakerjaan. Nandu berharap semoga mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat, menambah relasi di lingkungan pekerjaan.

Nandu meminta doa dan ridho orangtua, keluarga atau kerabat, mempersiapkan berkas sebaik mungkin jangan sampai ada yang terlewat, pelajari lebih dalamdan perluas pengetahuan mengenai perusahaan yang kita tuju. Terakhir serahkan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Esa (Yana Setiawan)

Kunjungan Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah dan Pengembangan Buku Ajar (LPPI), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ke Kantor Jurnal dan Publikasi UPI

26 Feb 2023 • Humas UPI

Kantor Jurnal dan Publikasi (KJP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan studi banding dari Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah dan Pengembangan Buku Ajar (LPPI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Hari Kamis, 23 Februari 2023 bertempat di University Center, UPI Bandung. Delegasi LPPI UMS dipimpin oleh ketua LPPI UMS,  Agus Ulinuha, Ph.D, diikuti oleh para kepala bidang yaitu Prof. Dr. Markhamah (Kabid Pengembangan Buku Ajar), Dr. Masduki (Kabid Pengembangan Jurnal), Yasir Sidiq, Ph.D (Kabid Pengembangan Publikasi dan Sitasi), serta empat orang staf yaitu Agustina Wahyuningtyas, S.Pd,  Yuldarrahman, S.T., Farizky Rahman, S.Pd., dan Rahit Iskandar, S.Si. Pada kunjungan tersebut, delegasi LPPI UMS diterima oleh kepala KJP, Assoc. Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto.

Pada pertemuan tersebut, dilakukan diskusi dan sharing pengalaman dan kebijakan lembaga berkaitan dengan pengembangan dan pengelolaan jurnal ilmiah serta pengembangan publikasi dosen. Pada pengembangan jurnal ilmiah, kepala KJP menjelaskan program-program kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan kualitas penerbitan jurnal ilmiah di UPI. Program yang dilakukan oleh KJP antara lain bedah jurnal dan pendampingan pengelolaan jurnal seperti penggunaan OJS untuk memudahkan proses manajemen jurnal.

Selain menjelaskan program kegiatan, kepala KJP juga menjelaskan kebijakan UPI terkait pengelolaan jurnal, antara lain tidak ada kebijakan insentif penerbitan jurnal dari universitas bagi jurnal ilmiah yang belum terindeks Scopus. Namun, fakultas atau departemen yang mengelola jurnal diberikan keleluasaan untuk memberikan subsidi untuk pengelolaan dan penerbitan jurnal. Kemudian, meskipun pengelolaan jurnal dilakukan di tingkat fakultas atau departemen, semua jurnal harus menggunakan nama Universitas Pendidikan Indonesia sebagai penerbit.

Pada paparannya, kepala KJP UPI juga menjelaskan bahwa saat ini UPI telah memiliki 56 jurnal yang terakreditasi di SINTA, dua diantaranya telah terindeks Scopus yaitu Indonesian Jornal of Science and Technology (IJOST) dan Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL). Tahun ini ditargetkan IJOST dapat masuk dalam 1000 jurnal terbaik di Scopus dan menjadi satu-satunya jurnal Indonesia yang dapat masuk kelompok 1000 jurnal terbaik. Saat ini IJOST telah mencapai Quartile 1 dengan SJR 0.71.

Sementara itu, kepala LPPI UMS menjelaskan bahwa saat ini UMS telah memiliki 34 jurnal yang terakreditasi di SINTA, 10 diantaranya terakreditasi SINTA 2. Namun, belum ada jurnal yang terindeks di database Scopus. Oleh karena itu, LPPI UMS ingin menggali pengalaman dari KJP UPI terkait peningkatan indeksasi jurnal ke database Scopus.

Selanjutnya, pada pengembangan bidang publikasi ilmiah dosen, kepala KJP menjelaskan beberapa kegiatan terkait pengembangan publikasi dosen, diantaranya pelatihan penulisan artikel yang dilakukan setidaknya dua kali dalam setahun. Kemudian pendampingan penulisan artikel kepada para dosen yang sedang S3 dan akan naik jabatan ke lektor kepala dan guru besar.

Pada akhir pertemuan, disepakati bahwa kegiatan kunjungan studi banding LPPI UMS ke KJP UPI akan ditindaklanjuti dengan program kegiatan yang lebih konkrit seperti workshop penulisan karya publikasi dosen dan kegiatan lain yang relevan dengan pengembangan jurnal dan publikasi ilmiah (Asep Bayu Dani Nandiyanto)

Pencarian