English
Indonesia

2229 Guru Ikuti Upacara Pengambilan Sumpah Profesi di UPI

23 Feb 2023 • Humas UPI
Dok. TVUPI

Bandung, UPI

Sebanyak 2229 orang guru mengikuti prosesi Pengambilan Sumpah Profesi Guru di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2023. Jumlah peserta tercatat sebanyak 2229 orang. Adapun rincian lulusan Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan sebanyak 2162 orang; Pra Jabatan 3T Berbeasiswa Berasrama sebanyak 2 orang; Pra Jabatan Berbeasiswa Berasrama sebanyak 9 orang; Pra Jabatan Bersubsidi sebanyak 29 orang; dan Pra Jabatan Mandiri sebanyak 27 orang.

Kelulusan para peserta tersebut tertuang dalam Keputusan Rektor UPI tentang Peserta Lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Periode l bagi Mahasiswa Retaker l di Lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2022, tertuang dalam kutipan Keputusan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Nomor 1457/UN40/TM.00.07/2022.

Kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Batch l Bagi Guru di Lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia, tertuang dalam kutipan Keputusan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Nomor 1639/UN40/PK.01.08/2022.

Kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan ProfeSi Guru Bagi Mahasiswa Retaker l Periode lll Tahun 2022, tertuang dalam kutipan Keputusan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Nomor 1643/UN40/PK.01.08/2022.

Berikutnya, kutipan Keputusan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Nomor 464/UN40/PK.04.01/2023 Tentang Perubahan Atas Keputusan Rektor 1902/UN40/PK.04.01/2022 Tentang Kelulusan Uji kompetensi Mahasiswa Program Profesi Guru Dalam Jabatan Periode 4 Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2022.

UPI merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru. PPG merupakan program lanjutan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan guru agar dapat menguasai semua kompetensi guru secara utuh yang sesuai dengan standar pendidikan guru.

PPG sudah dirancang secara sistematis mulai dari seleksi, proses pembelajaran, penilaian hingga uji kompetensi sebagai langkah final, yang diharapkan mampu menghasilkan guru profesional yang mampu mendidik generasi bangsa agar unggul, kompetitif, berkarakter dan cinta tanah air. Karena didalamnya guru dibekali dengan kemampuan problem solving melalui implementasi model pembelajaran problem based learning dan project based learning.

Seorang guru profesional harus mampu mengintegrasikan kemampuan critical thinking dan problem solving, Communicative dan Collaborative, serta information and media literacy. Yang tentu saja harus diimbangi dengan kemampuan menggunakan teknologi sebagai alat dan media di dalamnya. (dodiangga)

DGB UPI Salurkan Bantuan untuk Gempa Bumi Turki dan Suriah

22 Feb 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil melakukan penggalangan dana untuk gempa bumi Turki dan Suriah sebesar Rp 38.500.000,-

Dana tersebut sudah disalurkan melalui Asar Humanity.

Asar Humanity pada kesempatan tersebut menggelar acara donasi kepada 850 warga masyarakat di Malatya. Malatya merupakan ibu kota Provinsi Malatya, sebuah kota besar di wilayah Anatolia Timur Turki.

Masyarakat di Malatya mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada DGB UPI yang sudah memberikan bantuannya. Semoga Allah swt memberikan pahala yang berlipat ganda dan kemudahan-kemudahan lainnya atas bantuan ini. Terima kasih. (dodiangga)

UPI Wisuda 913 Mahasiswa, 4 orang Lulusan Raih IPK Tertinggi

22 Feb 2023 • Humas UPI
Dok. TVUPI

Bandung, UPI

Pada wisuda Gelombang I ini, UPI mewisuda 913 orang lulusan, dari sejumlah lulusan yang diwisuda terdapat 4 orang lulusan dengan IPK tertinggi berdasarkan jenjang (D3, S1, S2, dan S3). Mereka adalah Izza Muzakhi Reksa Ragana mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis Jenjang D3 meraih IPK 3,42; Rainier Aghrimaldi Fistanto mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Jenjang S1 meraih IPK 3,93; Nadya Syifa Utami mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Jenjang S2 meraih IPK 4,00; dan Echo Perdana Kusumah mahasiswa Program Studi Manajemen Jenjang S3 meraih IPK 4,00.

Dok. TVUPI

Informasi tersebut disampaikan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., MA., saat memberikan Pidato Rektor Pada Wisuda Gelombang I Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2023 Program Diploma, Sarjana, Magister dan Doktor di Gedung Gymnasium Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Rabu (22/2/2023).

Dok. TVUPI

Sementara itu, terdapat juga 13 orang lulusan terbaik dari Fakultas/SPs/Kampus UPI di Daerah, berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Untuk lulusan dengan IPK tertinggi berdasarkan jenjang adalah sebagai berikut:

No.Fak/SPS/KamdaJenjangNama LengkapProgram StudiIPKYudisium
 FIPS1Zayinna SyarifatunnisaaPGPAUD3.87CL
 FPIPSS1Dipa SuhartoPendidikan Sosiologi3.92SM
 FPBSS2Ikhwan ZuhdiPendidikan Bahasa Perancis3,97CL
 FPBSS1Ellia RismawatiPendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia3.85SM
 FPMIPAS2Nadya Syifa UtamiPendidikan Matematika4,00CL
 FPMIPAS1Muhammad ThoriqPendidikan Matematika3.86SM
 FPTKS1Nur Fitri RosyidaPendidikan Kesejahteraan Keluarga3,84SM
 FPOKS1Rainier Aghrimaldi FistantoIlmu Keolahragaan3,93CL
 FPEBS1Anita Sukma Putri KurniawanManajemen3.86SM
 FPSDS1Raihan Rizky IrawanPendidikan Seni Musik3,93CL
 SPSS2Manaf DarmawanPendidikan Olahraga3,97CL
 CIBIRUS1Elza Rikaz IstifaPendidikan Guru Sekolah Dasar3,78SM
 SUMEDANGS2Yogi SlametPendidikan Jasmani3,98CL

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., merasa sangat bangga dan senang melihat kesuksesan lulusan UPI. Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada seluruh dosen dan tenaga pendidikan yang telah memberikan pelayanan akademik dan bimbingan sehingga para wisudawan dapat menyelesaikan studinya dengan sukses.

Dok. TVUPI

Rektor UPI mengatakan,”Alhamdulillah, kalau tadi lihat yang diumumkan, ada orang-orang yang sangat berprestasi. Harapannya, ini bukan sekedar prestasi secara formal tapi ini juga merupakan indikasi bagi yang bersangkutan untuk berprestasi di dalam karir mereka dimanapun nanti mereka bekerja. Jadi, semoga kebijakan pemerintah dalam bidang MBKM, mereka belajar dan lain-lain ini, memberikan impact positif terhadap kemandirian lulusan kita dimanapun mereka nanti bekerja.”

Rayakan kesuksesan ini dengan semangat yang tinggi dan berharap para lulusan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapat serta memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat, negara, dan bangsa.

“Diharapkan, prestasi yang telah diraih dapat menjadi bekal dan motivasi untuk melakukan pengabdian dan karier di masyarakat,” harap Rektor.

Kalau saya melihat, lanjut Rektor, sekarang karena aturannya sudah jelas, SOP-nya juga sudah jelas, masa studinya sudah jelas dan sekarang kita juga tegas, maka presentase mahasiswa yang masuk dan keluar, seimbang.

Dikatakan Rektor,”Sepertinya, persoalannya di disiplin saja kalau menurut saya, kalau semua berdisiplin dengan aturan yang ada, Insya Allah itu semua akan mengalir sesuai antara input dengan output itu akan seimbang.” (dodiangga)

PERDANA! DEPDIKSATRASIA FPBS UPI LEPAS MAHASISWANYA IKUTI MBKM MANDIRI PRODI

19 Feb 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI melakukan pelepasan mahasiswa yang mengikuti Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) prodi secara mandiri untuk pertama kalinya pada Kamis lalu (16/2/23). Kegiatan pelepasan ini dihadiri oleh Wakil Dekan 1, Kaprodi hingga para dosen di Auditorium FPBS UPI.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Prodi Dr. Khaerudin Kurniawan, M.Pd.. Dalam sambutannya Khaerudin menyampaikan bahwa program MBKM prodi secara mandiri ini menunjukkan kesiapan prodi dalam mengimplementasikan kebijakan Kemendikbudristek. Pada tingkat Kementerian memiliki program MBSI maupun Kampus Mengajar, lalu tingkat universitas dengan program P3K, begitu pun pada tingkat prodi dengan memfasilitasi mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan MBKM pada mitra yang telah disediakan.

Program MBKM yang disediakan oleh prodi sendiri memiliki empat pilihan, yakni: Jurnalistik, BIPA, Sastra, dan Literasi. Para dosen tentu akan mengarahkan secara akademik di kampus untuk  memenuhi 20 SKS atau 5 mata kuliah yang berkaitan dengan MBKM.

Acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pelepasan mahasiswa MBKM prodi oleh wakil dekan 1, Dr. Yulianeta, M.Pd. Ditegaskannya, “Program studi membuat MBKM mandiri dengan harapan memberikan pembekalan untuk para mahasiswa sesuai dengan pilihan minatnya. MBKM yang telah dipilih oleh para mahasiswa dipastikan sudah disetujui oleh kaprodi, diketahui oleh dosen pembimbing akademik, dan pelaksanaan kegiatan dilaporkan secara mandiri jika MBKM tersebut sudah selesai dengan tujuan agar program yang dijalankan dapat termasuk sebagai capaian indeks kinerja utama program studi dan juga indeks kinerja universitas (IKU). Program ini dilakukan sebaik mungkin sesuai dengan kemampuan. Serta jangan lupa mendokumentasikan kegiatan yang akan dijalani oleh para mahasiswa selama program MBKM.”

Pelaksanaan MBKM prodi selain menjadi suatu bentuk pengimplementasian kebijakan Kemendikbudristek juga merupakan bentuk dorongan bagi mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan dan praktik kerja sebagai bekal memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, besar harapan para dosen pembimbing bahwa ke depannya mahasiswa akan mendapatkan manfaat dan pengalaman yang selaras melalui pembelajaran dengan kemitraan prodi. Kegiatan pun diakhiri dengan pembacaan doa dan foto bersama.

Rahmat Fajar Santoso Muslim Ikuti MBKM Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI)

19 Feb 2023 • Humas UPI

Rahmat Fajar Santoso Muslim, mahasiswa Program Studi Pendidikan akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia Angkatan 2019 mengikuti program merdeka belajar kampus merdeka pada kegiatan Microcredential. Microcredential atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) adalah sebuah program guna mendukung Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk belajar, menimba, dan mendapatkan pengalaman di luar kampus.  

Menurutnya, Program KMMI ini berupaya untuk mempersiapkan mahasiswa melalui pembelajaran yang mempresentasikan dunia industri. Program KMMI ini juga muncul berbasis pada 3 tren makro, yaitu: 1) Permintaan yang berkembang pesat untuk pendidikan tersier berkualitas tinggi di masyarakat, 2) Transformasi digital terjadi di banyak industri sehingga perubahan ini membuat kesenjangan keterampilan antara lulusan perguruan tinggi dengan dunia kerja dan dengan industri, dan 3) Digitalisasi sektor pendidikan tinggi sehingga memudahkan mahasiswa mengakses di dalam dan di luar perguruan tinggi. 

Rahmat mendapatkan informasi program KMMI ini dari broadcast yang disampaikan Ketua Program Studi dan Pembina Kemahasiswaan Program Studi Pendidikan Akuntansi, dan juga dari media sosial UPI Official di Instagram. Progam ini relevan dengan program yang sedang di cari untuk program-program dari Kampus Merdeka dan kebetulan tertarik dengan program micro credential/ KMMI ini. 

Kepada redaksi, Rahmat menyampaikan yang harus dipersiapkan hanya diawal-awal saja yaitu berkas-berkas untuk persyaratan administrasi, dimana terdapat surat rekomendasi dari program studi dan fakultas. Setelah itu yaitu lebih kepada rasa rasa tanggung jawab kita untuk menyelesaikan proram ini dari awal pelaksanaan sampai dengan akhir pelaksanaan. 

Proses seleksi yang dilalui kurang lebih sama seperti seleksi pada program Kampus Merdeka yang lain. Seperti mendaftar di website www.kmmi.kemdikbud.go.id lalu memasukkan identitas diri, melengkapi persyaratan-persyaratan yang sudah dipersiapkan seperti surat rekomendasi dari program studi dan fakultas, lalu memilih course yang akan dipilih. Proses seleksi dilaksanakan kurang lebih 2 minggu sejak penutupan pendaftaran dilakukan.  

Kesan Rahmat bisa mengikuti kegiatan ini  bersyukur karena pada masa pandemi ini khususnya saya bisa lolos dan berkesempatan mengikuti course Membangun Start-Up Business Edupreneur di Era Digital yang merupakan kerja sama antara Kemendikbudristek, FPEB Universitas Pendidikan Indonesia, USAID, Mien R. Uno Foundation, dan IDC Indonesia pada program micro credential dan dapat mewakili program studi Pendidikan Akuntansi. 

Menurutnya, selama proses pembelajaran pada course program micro credential, banyak ilmu dan pengalaman yang didapatkan untuk mempersiapkan karier ke depannya. Terlebih lagi course ini sesuai dengan perkembangan zaman pada saat ini. 

Manfaatnya tersendiri yaitu tentu bisa mempersiapkan diri sejak dini untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang dapat menunjang karier atau bidang pekerjaan yang nanti kita impikan terkhususnya menjadi seorang edupreneur.  

Kegiatan Microcredential berisi pembelajaran pada umumnya yang dimana ada pemberian teori, praktik, dan juga tugas-tugas. Yang membedakan hanya saja mengenai waktunya yang memang harus disesuaikan dengan perkuliahan di kampus masing-masing dan juga pemateri nya yang berasal dari berbagai kalangan yang tidak hanya akademisi saja tetapi juga banyak praktisi-praktisi yang berkontribusi. 

Course yang saya ambil dalam program  micro credential ini adalah Membangun Start-Up Business Edupreneur di Era Digital, maka matei yang diajarkan adalah materi yang bertujuan untuk membangun karakter edupreneur (wirausaha berjiwa pendidik dan pendidik yang berjiwa wirausaha) di era digital dalam mengembangkan bisnis start-up berbasis kearifan lokal berkompetensi global. Rincian materinya adalah Business Edupreneur as Values for a Start-Up, Design Thinking, Digital Business Disruption Model, Business Model Canvas, Branding and Creative Marketing, Creative Productivity, Digital Marketing, Social Media Marketing, Creative Content and Copywriting, Financial Management, Tax, dan Pitch Deck 

Rahmat berharap dengan adanya program micro credential atau KMMI ini bermanfaat dan berkontribusi positif dalam proses pembelajaran di pendidikan tinggi di Indonesia dengan memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk belajar, menimba, mendapatkan pengalaman di luar kampus, tidak ada lagi batasan belajar atau apapun dan dimanapun. Serta lebih berupaya untuk mempersiapkan mahasiswa melalui pembelajaran yang mempresentasikan dunia industri. Rahmat membagikan tips agar bisa lolos Microcredential dengan memperhitungkan peluang saja. Misalnya dengan melihat kuota penerimaan karena setiap course terdapat ketentuan jumlah peserta yang berbeda-beda. 

Pencarian