English
Indonesia

Muthia Indah Pratami : Pengalaman MBKM MSIB Mengelola Social Media, IT, dan Assesment PT. Care Indonesia Solusi

26 Jan 2023 • Humas UPI

Muthia Indah Pratami adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia Angkatan 2019. Muthia diterima pada program Magang Studi Independent Bersertifikat (MSIB) di P.T. Care Indonesia Solusi yang terletak di Bandung yang mana perusahaan tersebut ialah perusahaan jasa yang menyediakan training dan psikotes. Muthia mendapatkan pekerjaanya di bidang Social Media berupa mengelola akun tersebut seperti mencari ide konten, design, dan berpartisipasi dalam konten tersebut. Selain itu Muthia bertugas untuk membantu dalam membuat planning dan training seputar masalah kerja. 

Muthia mengetahui terkait adanya program MSIB ini dari beberapa rekannya yang sudah mendaftar terlebih dahulu, yang mana pada saat itu juga terdapat program Kampus Mengajar. Selain itu Muthia dapat mengetahui beberapa informasi-informasi terkait program tersebut dari grup social media seperti yang ada pada Telegram. 

Terkait dari syarat-syarat yang ada untuk mengikuti program tersebut, Muthia menjelaskan hal-hal yang harus dipersiapkan yakni berupa CV, Surat Rekomendasi, dan beberapa dokumen lainnya. Lalu pada proses seleksi nya berupa mendaftar pada email yang ada dilanjutkan dengan mengikuti test yang terdiri dari beberapa tahap, beberapa contohnya seperti psikotes, test Bahasa Inggris dan lainnya. Setelah lolos dari test tersebut maka akan dilakukan panggilan berupa interview, yakni dilakukannya wawancara. Dan pada pengumuman penerimaan, nantinya akan diumumkan secara bersamaan setelah lulus uji test dan wawancara yang telah dilakukan sebelumnya. 

Muthia sangat senang ketika mengetahui dirinya lolos dalam test dan wawancara tersebut, dan memang beliau ingin mendapatkan kegiatan magang tersebut supaya mendapat pengalaman yang ada dan mendapatkan uang sakuyang dapat mencukupi kebutuhannya. Pada awalnya muthia sempat mengikuti kegiatan Kampus Menghajar walau pada akhirnya tidak lolos dan sempat juga ditawari SI namun muthia menolaknya dengan alasan tidak efektif dan efisien dikarenakan kegiatan tersebut dilaksanakan secara online, dan yang terakhir di BRI tidak jadi dikarenakan masih ada mata kuliah yang belum terselesaikan. 

Yang dirasakan Muthia dari program magang tersebut ialah dirinya mendapatkan beberapa manfaat yang ada seperti skill dalam mengelola social media tersebut, mendesain dan juga mengkonsep dari berbagai konten yang ia pegang.  Hal yang paling membuat Muthia terkesan adalah rekan kerja yang berasal dari berbagai daerah terutama luar pulau Jawa, dan dalam pembagian tugasnya pun berbeda-beda seperti Social Media, IT, dan Assesment.  Harapan kedepannya dari Muthia, program magang ini bisa terus ada dan dapat menjadikan pengalaman yang berkesan serta berguna di dunia kerja (Kontributor Humas UPI) 

Alya dan Amira Mengikuti Studi di Universitas Kebangsaan Malaysia Pada Program MBKM Indonesian International Student Mobility Awards

22 Jan 2023 • Humas UPI

Dua orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidika Ekonomi dan Bisnis Universitass Pendidikan Indonesia lolos seleksi peserta Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Para mahasiswa mendapatkan penempatan di Universitas Kebangsaan Malaysia sebagai Host Institution progam tersebut. Tahapan kegiatan diawali seleksi administrasi, tes kemampuan bahasa, wawancara dan penetapan hasil seleksi.

Alya Nadhifa Thonthowi dan Amira Jasmine Nugraha baru saja berangkat dari Bandara Internasional Sukarno Hatta pada Hari Kamis, 17 Maret 2022 untuk mengikuti perkuliahan selama satu semester di Universitas Kebangsaan Malaysia dalam Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).

Alya Nadhifa Thonthowi dan Amira Jasmine Nugraha mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, bertukar gagasan dan budaya, serta mengembangkan jejaring dengan mahasiswa dan akademisi di perguruan tinggi luar negeri di Universitas Kebangsaan Malaysia bersama dengan 19 mahasiswa lainya yang tersebar di 16 Universitas di 12 Negara yang berbeda.

Melalui Program MBKM Indonesian International Student Mobility Awards, Alya dan Amira mendapatkan kemudahan dalam mengambil kelas sesuai passion, belajar dari universitas terbaik dunia, berinteraksi dan beradaptasi dengan kultur baru dari negara yang berbeda, dan membangun jejaring internasional.
Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi Prof. Dr. Nugraha, SE., M.Si., Ak., CA., CPA memberikan apresiasi dan dukungan yang besar kepada dua mahasiswa terbaik yang sudah berangkat ke Universitas Kebangsaan Malaysia melalui program Indonesian International Student Mobility Awards.

Setelah pulang keindonesia, Program Studi Pendidkan sudah menyiapkan konversi pengakuan sks untuk perkuliahan selama di Universitas Kebangsaan Malaysia setara 20 SKS pada kurikulum program studi. Alya menyampaikan bahwa lolosnya saya dan teman-teman saya sebagai IISMA angkatan pertama merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Di mana kami dapat melakukan perkuliahan satu semester di top universities di luar negeri dan mendapat konversi sebanyak 20 sks.

Alya merasa senang dan bangga dengan diri sendiri, saya pun merasa salah satu dari mimpi saya untuk menempuh pendidikan di Luar Negeri dapat tercapai melalui program IISMA ini.
Menurutnya progrm ini membantu para mahasiswa dalam mendapatkan pengetahuan dan membuka wawasan bahwa semua orang dapat kesempatan untuk belajar di luar negeri dan mendapatkan ilmu di luar sebanyak-banyaknya.

Selain Alya, Hal yang sama juga dirasakan Amira sebagai penerima program Indonesian International Student Mobility Awards yang muali berangkat 17 Maret 2022. Cerita lainya dari Amira, bahwa program ini sangat bagus dan merupakan sebuah kesempatan yang sangat besar bagi mahasiswa yang ingin keluar dari zona nyaman dan berkembang dengan kemampuan yang dimiliki. Baginya program ini selain sebagai kesempatan yang datang untuk mewujudkan mimpi tetapi juga sebagai tantangan yang menunggu untuk dijawab.

Saat berhasil menjawab tantangan ini maka akan mendapat skill baru yang juga bermanfaat contohnya sekarang saya menjadi memiliki sertifikat toefl yang tentu sangat berguna. Amira merasa setiap mahasiswa wajib untuk mencoba setidaknya mendaftar, karena program ini sangat di. sayangkan untuk dilewatkan. Amira berharap dengan adanya kesempatan untuk merasakan studi di luar negeri adalah salah satu mimpi terbesar di hidup saya yang ingin dicapai (Yana Setiawan)

Dekan FPEB: Kolaborasi ASPAPI Jawa Barat dengan FPEB UPI, Kuatkan Kepakaran Dosen

20 Jan 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Kegiatan ini in line dengan FPEB karena sebagian besar asesor adalah dosen-dosen Prodi Dikmanper FPEB UPI. Kegiatan ini diyakini akan membekali para dosen tersebut menjadi lebih profesional dan menguatkan kepakarannya di bidang manajemen perkantoran.

Pernyataan tersebut ditegaskan Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Eeng Ahman, MS., dalam sebuah wawancara, Jumat (13/1/2023), usai memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Tahun 2023 dan Pelatihan Materi Uji Kompetensi Bidang Administrasi Perkantoran.

Ditegaskannya lagi bahwa ASPAPI khususnya di wilayah Jawa Barat, dimotori oleh dosen-dosen Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran FPEB UPI (Dikmanper FPEB UPI). “Mereka memiliki keahlian spesifik di bidang manajemen perkantoran dan ini ada di lingkungan FPEB. Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh ASPAPI selaras dengan program yang dilakukan oleh FPEB,” ujar Dekan.

Sosialisasi Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Pelatihan Materi Uji Kompetensi Bidang Administrasi Perkantoran ini merupakan kegiatan yang sangat menonjol. Ini merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia (ASPAPI) Jawa Barat, dosen-dosen FPEB dan UPI.

“Tujuannya adalah untuk membekali para asesor yang bertugas sebagai penguji uji kompetensi keahlian kepada para siswa SMK dengan materi-materi yang up to date yang memang sesuai dengan era Revolusi Industri 4.0 sekaligus era digitalisasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa output secara langsung sebenarnya bertujuan untuk melahirkan asesor-asesor handal yang tentunya sangat professional dalam melakukan pengujian dalam Uji Kompetensi Keahlian di tingkat SMK.

FPEB UPI sangat mendukung terlaksananya agenda Pelatihan Kompetensi Keahlian Manajemen Perkantoran bagi Guru-Guru SMK Jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis Se-Jawa Barat ini. Pun demikian, kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting demi terjuwudnya misi FPEB yaitu mendukung peningkatan kualitas akademik, tentunya ini sangat positif.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Program studi Pendidikan Manajemen Perkantoran Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (Dikmanper FPEB UPI) dan Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia (ASPAPI) Jawa Barat. Kegiatan berlangsung di Ruang Auditorium Gedung FPEB Lt. 6 Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung. (dodiangga)

Rektor UPI Harapkan Profesor Lakukan Pembinaan

19 Jan 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dr. Lilik Hasanah, S.Si., M.Si., merupakan dosen dari FPMIPA dan Dr. Amir Machmud, S.E., M.Si., dosen dari FPEB yang diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar yang usianya relatif muda. Diharapkan, kiprah keduanya betul-betul memberikan kontribusi yang besar dalam melakukan pembinaan terhadap mahasiswa dan dosen-dosen muda.

Harapan tersebut disampaikan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., dalam sebuah wawancara usai melakukan penyerahan SK Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Profesor/Guru Besar atas nama Dr. Lilik Hasanah, S.Si., M.Si. (Dosen FPMIPA), dan Dr. Amir Machmud, S.E., M.Si. (Dosen FPEB) di Ruang Rapat Gedung Partere Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (17/1/2023).

Dikatakan Rektor,”Prestasi keduanya sangat luar biasa, hobinya adalah riset, tinggal bagaimana kita mendorong secara kelembagaan dan memaksimalkan peran serta mereka, dalam arti menciptakan situasi dan kondisi yang memungkinkan mereka itu bisa memberikan kontribusi terbaiknya.”

Seperti kita pahami bahwa jabatan guru besar itu bukan sembarang posisi, ungkap Rektor. Ini adalah posisi yang sangat langka, yang tidak mudah untuk meraihnya. Sebagai Rektor, saya coba menargetkan agar jumlah guru besar di UPI berada di posisi 12% hingga 15%, namun hingga saat ini sepertinya belum terpenuhi. Faktornya adalah adanya guru besar yang meninggal dunia maupun pensiun. Jika dihitung berdasarkan jumlah yang masuk dan keluar, ternyata penambahannya tidak signifikan, disamping juga ada faktor lain seperti dibukanya prodi-prodi baru, dimana tenaga-tenaga baru tersebut kualifikasinya masih magister. Hal ini berimbas terhadap upaya percepatan penambahan guru besar.

“Walaupun secara nominal, peningkatannya cukup baik akhir-akhir ini. Hal ini menunjukan adanya semangat dan upaya yang riil dari para dosen, sehingga saat ini betul-betul bertambah. Jadi secara riil bertambah, hanya faktor-faktor tadi jadi secara presentase turun lagi dan turun lagi,” ujar Rektor.

Universitas selalu mengupayakan penambahan jumlah guru besar secara maksimal, tegas Rekor, dalam artian semua proses-proses pengusulannya diperbaiki. Namun demikian, ada dosen-dosen yang terlena dan larut dalam pekerjaanya sehingga usulan menjadi guru besar terlupakan.

Diungkapkan Rektor,”Ada kalanya orang rajin tapi lupa untuk mengurus dirinya sendiri, sehingga pangkatnya tidak terurus, terlalu asyik dengan dunianya.”

Menjadi guru besar memang bukan menjadi tujuan utama, kata Rektor, tapi tidak lantas dilupakan, sebab menjdai guru besar merupakan efek dari pekerjaan kita, tapi kalau dilupakan atau terlupakan menjadi kurang bagus juga. Artinya apa-apa yang kita lakukan, sebaiknya ditindaklanjuti dengan hal-hal yang semestinya kita lakukan, sehingga hal-hal yang wajib dikerjakan, yang sunah pun dikerjakan.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Senat Akademik UPI Prof. Dr. Sumarto, M.SIE., menegaskan bahwa sebuah persyaratan sebaiknya disikapi dan dicermati dengan bijak, menulis artikel itu merupakan aktifitas rutin bagi seorang dosen.

“Pada prinsipnya dalam tataran kegurubesaran, standar menjadi guru besar memang satu kondisi yang memang perlu dikaji ulang terkait dengan persyaratan yang barangkali bagi orang-orang tertentu memberatkan, yaitu Scopus. Namun sebenarnya Scopus itu sebagai alat indikator saja, yang tujuannya untuk melihat kualitas dari kegurubesaran-kegurubesaran di seluruh Indonesia,” ungkap Prof. Marto.

Sebetulnya, lanjut Prof. Marto, masih banyak standar-standar yang berlaku secara internasional seperti Web of Science, namun keberadaannya hanya ada di Eropa saja, sedangkan Scopus itu sudah beredar dari Amerika hingga Asia. (dodiangga)

Maulida Resti Kaustar : Melalui MBKM MSIB Berpengalaman Menjadi Accounting Officer

18 Jan 2023 • Humas UPI

Maulida Resti Kaustar merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia Angkatan 2019. Maulida diterima program merdeka belajar kampus merdeka magang studi independent bersertifikat di PT. Bumitama Gunajaya Agro yang bergerak di bidang perkebunan sawit di Jakarta Selatan. Bidang pekerjaan yang di tangani adalah Accounting Officer. Pada bidang ini Maulida bertugas mengurus keseluruhan keuangan di anak perusahaan yang dipegang, seperti laporan keuangan, pajak, tagihan utang/piutang, juga audit. 

Sejak awal semester sudah mengambil banyak mata kuliah, setiap semester selalu mengambil 24 sks dan jika ada kesempatan mengikuti semester pendek, Maulida mengambil kesemptan tersebut, sehingga di semester 5 seluruh sks Maulida sudah selesai. Lalu saat semester 6 Maulida mengikuti kegiatan Kampus Mengajar dan di semester 7 Maulida mengikuti kegiatan MSIB.

Kepada redaksi, Maulida menjelaskan hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk seleksi magang. Tentunya yang paling utama adalah harus memiliki account MBKM untuk mendaftar di website. Setelah itu, melengkapi berkas-berkas seperti CV, transkip nilai dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Untuk CV, Maulida menggunakan ATS berbahasa Inggris. 

Maulida tertarik untuk magang di bidang Accounting, sehingga ketika mendaftar Maulida hanya mencari lowongan untuk Accounting. Setelah mendaftar, Maulida dihubungi melalui email. Proses seleksi pertama adalah diminta mengirim kembali data diri. Lalu, setelah itu Maulida melakukan psikotes sebanyak 4 kali. Setelah psikotes, Maulida menunggu informasi melalui email untuk Intervew HR dan user. Dalam beberapa hari setelah melewati proses seleksi, pihak perusahaan akan memberi tahu apakah kita lolos atau tidak, dan ternyata Maulida lolos di posisi Accounting Officer. 

Kesan Maulida bisa lolos seleksi program magang sangat senang karena ini memang kenginan nya sejak lama. Maulida sangat bersyukur karena lolos di tempat yang budaya kerja nya bisa dibilang enak, karena sawit itu corporate jadi jam kerjanya pasti, tidak dibuat lembur. Perusahaannya membuat nyaman anak-anak magang. Maulida sebagai anak magang tidak diperlakukan berbeda, Maulida benar-benar diajari bagaimana caranya untuk bisa jadi karyawan, dan pekerjaan yang dikasih pun bukan hanya photocopy, arsip dokumen, tetapi bener-bener mengerjakan akuntansi di bidang tersebut. Jika Maulida harus lanjut bekerja disana pun sebetulnya sangat bisa. Karena Maulida sudah mengetahui kinerja perusahaan, diajarkan SAPnya, diberi akunnya, diberi fasilitas seperti laptop dan fasilitas lain. Dari MSIB pun sudah dapat uang saku dan dari perusahaan pun ditambah kembali uang sakunya.

Para mahasiswa magang pun diajarkan oleh seluruh departemen yang ada disana, bukan karena akuntansi jadi di akuntansi saja tetapi kita juga belajar bagaimana produksinya, pajaknya, karyawan lain menerima anak magang dengan sangat baik. Jadi, sangat berkesan. Juga karena tempatnya di Jakarta, pertama kali keluar dari Bandung, lingkungan baru, budayanya enak, temen-temennya enak, ilmu yang bertambahnya pun banyak. 

Program MBKM ini sangat bermanfaat karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang belum memiliki pengalaman kerja sama sekali, bahkan jika jurusannya tidak sesuai pun masih ada peluang untuk bisa mendapatkan kesempatan magang tersebut.Dan tak bisa di pungkiri bahwa magang ini dijadikan batu loncatan bagi sebagian mahasiswa sebelum mereka menghadapi dunia kerja yang sebenarnya,terlebih lagi program magang ini adalah cara yang tepat bagi fresh graduate untuk mencari pengalaman dan mengasah keterampilan yang dikuasainya. 

Manfaat paling sederhana yang akan di dapatkan dalam program magang seperti,bagaimana cara menghubungi atasan,cara berkomunikasi yang baik dengan rekan kerja,etika kerja sama tim,disiplin dan tanggung jawab terhadap pekerjaan hingga yang terakhir adalah membangun dan meningkatkan etos kerja yang tinggi.Hal sesederhana itu saja bisa menjadi suatu bekal serta menambah value pada diri kita ketika menghadapi dunia kerja yang sebenarnya,karena pada dasarnya akan percuma saja jika kita berpendidikan namun tidak di iringi dengan etika dan etos kerja yang baik. 

Selain itu magang juga sangat baik untuk membangun networking,karena tidak menutup kemungkinan orang-orang yang bertemu disaat melakukan program magang ternyata pada suatu hari kita akan bertemu lagi dengan mereka dan menjadi rekan kerja atau salah satu partner dalam kita berbisnis,yang dimana hal itu menjadi point lebih dikarenakan kemistri sudah terbangun sebelumnya disaat mengikuti program magang. 

Kegiatan dan pengalaman Maulida selama magang ada dua pekerjaan,ada pekerjaan yang tidak sesuai dengan jobdesc dan ada juga pekerjaan yang berdasarkan jobdesc nya,Untuk pekerjaan yang tidak sesuai dengan jobdesc yaitu memenuhi semua assesment yang ada di Bumitama Coorporate University, dan untuk pekerjaan yang sesuai jobdesc yaitu pekerjaan yang berada di bidang akuntan di salah satu anak perusahaan yang berada di Kalimantan.

Di dalam perusahaan tersebut, Maulida ditugaskan untuk menerima data, dari data tersebut ia juga ditugaskan untuk membuat laporan keuangan perusahaan, pajak, hingga ke tagihan piutang perusahaan tersebut. Karyawan yang ada pada perusahaan tersebut seringkali berinteraksi dengan Maulida dalam mengontrol pekerjaan yang dilakukannya dan para karyawan pun tidak sungkan dalam memberikan ilmunya kepada Maulida ketika ia mengalami kendala dalam pekerjaannya.

Menurut Maulida, sistem keuangan yang diajarkan di perkuliahan sangatlah berbeda dengan yang ada di perusahaan,seringkali Maulida mengalami kesulitan dalam mengimplementasi kan sistem keuangan yang ia sudah kuasai pada saat perkuliahan,karena pada kenyataannya sistem keuangan yang ada diperusahaan jauh lebih rumit yang dibayangkan. 

Peran Maulida dalam kegiatan magang diperusahaan tersebut yaitu diberikan tanggungjawab yang besar karena dipercaya untuk meng-handle laporan keuangannya,meng-audit anak perusahaan yang di tangani nya. Harapan Maulida terhadap program kegiatan magang yang diberikan perusahaan tersebut semoga terus berlanjut agar dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang ingin memulai karirnya meskipun belum lulus.Dan ia menganggap bahwa program magang ini sangatlah bagus dalam membangun keterampilan mahasiswa,tinggal disesuai kan dengan kebutuhan dan kemampuan dari mahasiswa itu sendiri. 

Tips agar bisa lolos magang dengan mempersiapkan CV sebaik mungkin, karena tahap awal yang dilihat oleh perusahaan adalah CV. Kemudian, persiapkan juga berkas-berkas pendukung yang diperlukan. Dan ketika lolos ke tahap interview, siapkan terlebih dahulu dengan latihan sendiri dan mencari pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan ketika interview. Jika sudah keterima di perusahaan yang diinginkan, gunakanlah kesempatan tersebut sebaik mungkin,karena ilmu yang didapat sangatlah banyak,serta menjadi salah satu jalan bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja yang sebenarnya (Kontributor Humas UPI)

Pencarian