English
Indonesia

Inovasi Digital di Wisuda Perdana UPI 2026: Ijazah Terverifikasi QR Code

11 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar upacara Wisuda Perdana Tahun 2026 di Gymnasium UPI, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung. Selasa (10/2). Momentum kelulusan kali ini tampil beda dengan membawa misi transformasi digital melalui penerapan ijazah digital sepenuhnya serta penyaluran dana beasiswa yang signifikan bagi mahasiswa.

Sebanyak kurang lebih 697 wisudawan dari jenjang Diploma, Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3) mengikuti prosesi ini dengan khidmat. Wisuda bulan Februari ini sengaja dimajukan untuk memberikan kenyamanan bagi para lulusan dan keluarga menjelang bulan suci Ramadhan.

Keputusan pelaksanaan wisuda pada awal Februari diambil sebagai langkah strategis universitas agar momen bahagia ini dapat dirayakan secara optimal sebelum memasuki masa Ramadhan. Dengan demikian, para lulusan dan orang tua dapat merayakan pencapaian akademik ini dalam suasana yang lebih rileks dan penuh kehangatan keluarga.

Melalui wisuda perdana di tahun 2026 ini, UPI membuktikan diri sebagai institusi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap memegang teguh peran sosialnya dalam mencerdaskan anak bangsa.

Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, M.A., menegaskan bahwa mulai tahun ini UPI tidak lagi menyerahkan ijazah secara fisik. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya universitas untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan (paperless).

Sistem ijazah digital UPI telah mengadopsi teknologi keamanan berlapis Otorisasi Digital: Bekerja sama dengan Balai Sertifikasi Elektronik. Sistem QR Code: Verifikasi keaslian dokumen dapat dilakukan secara instan tanpa perlu tanda tangan manual. Bebas Legalisasi: Lulusan tidak lagi memerlukan proses legalisasi tambahan karena dokumen digital yang dicetak mandiri sudah dinyatakan sah dan terverifikasi secara sistem.

“Kebijakan ini tidak hanya mempercepat akses lulusan terhadap dokumen mereka untuk keperluan kerja, tetapi juga menjamin keamanan data dari risiko pemalsuan,” ujar Prof. Didi Sukyadi.

Selain inovasi teknologi, wisuda kali ini juga menjadi ajang apresiasi atas sinergi antara akademisi dan pemerintah. UPI secara resmi menyalurkan Beasiswa Genius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan total anggaran mencapai Rp2,1 miliar.

Beasiswa ini diberikan secara selektif kepada mahasiswa asal Jawa Barat yang memiliki prestasi akademik gemilang namun memerlukan dukungan finansial. Program ini diharapkan dapat menjadi mesin penggerak dalam melahirkan generasi unggul yang mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Barat. (Rija/DN)

UPI Tandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Goethe-Institut sebagai bagian dari Program Growing Cultural Futures Together

11 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menegaskan komitmen kolaborasi internasionalnya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Goethe-Institut Indonesien, bersama lima universitas Bandung lainnya, dalam acara “Growing Cultural Futures Together: MoU Signing and Panel Discussion” di Goethe-Institut Bandung. Selasa (10/2).

Penandatanganan dipimpin Constanze Michel, Direktur Goethe-Institut Indonesien sekaligus Direktur Regional Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. Dari UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan, secara resmi meneken dokumen, menekankan ruang lingkup kerjasama yang luas termasuk festival film, kolaborasi riset, kegiatan budaya, serta pertukaran dosen dan mahasiswa antara Jerman dan UPI.

Universitas mitra lain meliputi Telkom University, Universitas Aisyiyah Bandung, Universitas Katolik Parahyangan, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, dan Universitas Widyatama. Kolaborasi ini mencakup program inovatif seperti produksi serial film, penerjemahan sastra anak, pembelajaran bahasa Jerman, serta partisipasi di Goethe Kino dan Kinofest

Acara dilanjutkan panel diskusi bertema “Culture in an Age of Uncertainty”, membahas peran universitas dan institusi budaya melalui kerjasama internasional. Prof. Agus Setiabudi menyatakan, kerjasama ini memperkaya pengalaman akademik UPI melalui pertukaran akademis dua arah yang berkelanjutan. Diharapkan bahwa kegiatan ini dapat menjadi salah satu Upaya penguat posisi UPI sebagai kampus yang dikenal sebagai kampus dengan jejaring kolaborasi yang kuat baik dalam skala nasional maupun internasional. (Vidi Sukmayadi)

Mahasiswa UPI Raih Juara 2 Nasional pada Lomba Cipta Resep UNION 2026

09 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, Nurul Izzatul Muslimah (NIM 2310703) dari Program Studi Pendidikan Tata Boga 2023, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), berhasil meraih Juara 2 Tingkat Nasional pada cabang Cipta Resep dalam ajang Universitas Al Azhar Nutrition Competition (UNION) 2026.

Kompetisi berskala nasional ini diselenggarakan oleh Universitas Al Azhar Indonesia dan dilaksanakan di Jakarta. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi mahasiswa UPI dalam menghadirkan karya yang kompetitif serta turut mengharumkan nama universitas di tingkat nasional.

Nurul juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan universitas yang telah menguatkan prosesnya hingga mampu meraih prestasi tersebut. Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan aktif mengikuti kompetisi akademik maupun nonakademik. (CS)

SNBP 2026 di UPI: TKA Jadi Validator Nilai Rapor

09 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI — Dalam sesi pemaparan SNPMB 2026 pada kegiatan Open Visit UPI di UPI Kampus Serang yang dilaksanakan pada 4 Februari 2026, Kepala Divisi Rekrutmen Mahasiswa Baru UPI, Prof. Dr. rer.nat Ahmad Mudzakir, M.Si., menyoroti satu isu yang paling banyak ditanyakan masyarakat, yakni posisi TKA pada SNBP 2026.

“Jadi tetap kita akan gunakan TKA sebagai salah satu validator nilai raport,” tegas Prof. Mudzakir.

Menurutnya, UPI menambahkan nilai TKA peserta sebagai validator dalam seleksi berbasis prestasi (SNBP). Sebelumnya, UPI telah menggunakan akreditasi sekolah dan indeks UTBK sebagai validator, dan pada 2026 nilai TKA ikut digunakan sebagai penguat validasi.

Maknanya sederhana, yaitu rapor tetap penting, tetapi UPI menegaskan ada mekanisme penyangga/penimbang (validator) agar pembacaan rapor lebih adil dan konsisten antar sekolah.

Secara garis besar, di SNPMB 2026 yang membedakan adalah jalur SNBP, sementara UTBK-SNBT secara umum tetap sama.

Yang perlu dilakukan siswa dan sekolah (biar tidak kalah karena teknis), secara ringkas sebagai berikut:

  1. Rapor & data sekolah harus rapi sejak awal
    Karena rapor tetap menjadi basis SNBP, pastikan tidak ada “kecerobohan administrasi” di proses pengisian data dan dokumen pendukung.
  2. Siapkan TKA dengan serius (bukan formalitas)
    Karena disebut sebagai validator, TKA perlu dipandang sebagai komponen yang ikut memperkuat posisi akademik peserta di jalur SNBP (bukan sekadar pelengkap).
  3. Jika fokus SNBT: tetap latihan UTBK seperti biasa
    Karena “umumnya tetap sama”, strategi SNBT tetap bertumpu pada kesiapan materi UTBK, manajemen waktu, dan latihan soal.

Sekilas Open Visit UPI

Open Visit UPI membantu peserta lebih siap secara teknis dalam proses pendaftaran dan seleksi; karena itu akan diselenggarakan setiap tahun dan menjadi agenda rutin. Open Visit UPI 2026 telah dilaksanakan di Kampus utama UPI di Bandung pada 31 Januari 2026, kemudian dilanjutkan di UPI Kampus Serang pada tanggal 4 Februari 2026 dan UPI Kampus Purwakarta pada tanggal 7 Februari 2026. Lalu agenda berikutnya pelaksanaan di UPI Kampus Tasikmalaya (11 Februari 2026) dan UPI Kampus Sumedang (14 Februari 2026). (CS)

Ratusan Peserta Hadiri Open Visit UPI 2026 di UPI Kampus Serang

08 Feb 2026 • Humas UPI

SERANG, UPI — Open Visit UPI 2026 digelar di UPI Kampus Serang pada 4 Februari 2026 sebagai bagian dari rangkaian Open Visit UPI yang sebelumnya dilaksanakan di kampus utama di Bandung. Kegiatan ini menghadirkan seminar informasi seputar SNPMB 2026 (SNBP dan UTBK-SNBT), pengenalan program studi, serta pameran stand prodi untuk memperkuat pemahaman calon mahasiswa dan guru pendamping tentang proses seleksi masuk perguruan tinggi.

Seminar utama menghadirkan Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA., selaku Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu) dan Prof. Dr. rer. nat, Ahmad Mudzakir, M.Si.,  yang merupakan Kepala Divisi Rekrutmen Mahasiswa Baru. Materi membahas mengenai tata cara pendaftaran, mekanisme, aturan, serta poin krusial yang perlu dicermati peserta dalam menghadapi SNPMB 2026.

Prof. Mudzakir menyebut jika Open Visit menjadi forum yang efektif karena peserta dapat mengonfirmasi hal-hal teknis yang sering menjadi kendala saat pendaftaran. Pemaparan juga menyinggung isu yang ramai dibicarakan, termasuk posisi TKA sebagai salah satu unsur validator nilai rapor pada jalur SNBP.

Setelah seminar, peserta mendapatkan pengenalan langsung mengenai prodi di UPI Kampus Serang, meliputi: PGSD (S1), PGPAUD (S1), Pendidikan Kelautan dan Perikanan (S1), Sistem Informasi Kelautan (S1), Logistik Kelautan (S1), dan Pendidikan Dasar (S2). Pengenalan ini dilengkapi pameran stand program studi yang memungkinkan siswa dan guru berdialog, berdiskusi, serta berinteraksi dengan mahasiswa, termasuk melihat beberapa produk hasil kreasi mahasiswa.

Kegiatan juga mencatat antusiasme tinggi, menurut Dr. Supriadi, M.Pd., Direktur Kampus UPI di Serang menyampaikan estimasi tamu sekitar 500 orang serta menekankan penguatan layanan kampus, termasuk promosi fasilitas kampus seperti Gedung Selat Sunda.

Pada momen pembukaan, muncul yel yang menguatkan kedekatan peserta dengan kampus: “Aku pilih UPI di Serang saja.” Yel ini menjadi penanda suasana acara yang cair sekaligus menegaskan positioning UPI Kampus Serang sebagai tujuan studi yang semakin dikenal.

Ke depan, Open Visit UPI diproyeksikan menjadi agenda rutin tahunan sebagai upaya memperluas jangkauan sosialisasi (luring dan daring) serta membantu calon mahasiswa lebih siap mengikuti seleksi masuk. (CS)

Pencarian