English
Indonesia

BESA UPI Hadirkan Program BE Podcast sebagai Media Edukasi Digital Mahasiswa

08 Jan 2026 • Humas UPI
Narasumber dan tim produksi BE Podcast berfoto bersama usai proses rekaman salah satu episode. Foto: BESA 2025

UPI, 8 Januari 2025 — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bisnis (Business Education Student Association/BESA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menghadirkan BE Podcast sebagai program media edukasi digital yang ditujukan bagi mahasiswa. Program ini menjadi salah satu inovasi kegiatan kemahasiswaan BESA UPI dalam memanfaatkan platform digital sebagai ruang diskusi dan pembelajaran nonformal.

BE Podcast dikemas dalam format audio-visual dan disiarkan secara daring. Program ini membahas berbagai isu seputar kehidupan mahasiswa, pengembangan diri, keorganisasian, serta kesiapan menghadapi dunia akademik dan profesional.

Sepanjang satu tahun terakhir, BE Podcast telah menayangkan empat episode dengan tema yang berkesinambungan. Episode perdana berjudul “Mahasiswa Bukan Cuma Kuliah-Pulang: Saatnya Aktif dan Berdaya” menghadirkan Mira Putri Aulia, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, yang membahas pentingnya keaktifan mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri di luar kegiatan akademik.

Episode kedua bertajuk “Kuliah, Karya, dan Kecemasan: Strategi Bertahan di Era Serba Cepat” menghadirkan Sheryl Ghefira, mahasiswa UPI, yang mengulas realitas kecemasan yang kerap dialami mahasiswa serta strategi untuk tetap produktif dan adaptif.

Pada episode ketiga dengan tema “Networking, Leadership, Empati: Nilai Tambah dari Organisasi Mahasiswa”, BE Podcast menghadirkan Nur Iman Gunawan dan Nazha Aulia Meytun, mahasiswa UPI, yang berbagi pengalaman mengenai peran organisasi mahasiswa dalam membangun jejaring, kepemimpinan, dan kepekaan sosial.

Sementara itu, episode keempat bertajuk “Menjadi Gurupreneur: Tantangan dan Peluang Ganda Integrasi Kompetensi Lulusan Pendidikan Bisnis sebagai Guru sekaligus Entrepreneur” menghadirkan Asep Ridwan Lubis, S. Mat., MvBA, dosen Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI. Dalam perbincangan tersebut, ia membahas peluang penguatan kompetensi kewirausahaan bagi mahasiswa pendidikan tanpa meninggalkan peran utama sebagai pendidik.

Melalui BE Podcast, BESA UPI menghadirkan alternatif ruang belajar berbasis digital yang komunikatif dan mudah diakses oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang. (RK)

Kontributor KKIPP UPI/ Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bisnis

CAC 2025 Bekali Mahasiswa Baru Pendidikan Bisnis UPI dengan Budaya Akademik dan Jiwa Edupreneur

08 Jan 2026 • Humas UPI
Pembukaan Campus Academic Ceremony (CAC) 2025 di Auditorium FPEB UPI, Senin (15/9).

UPI, 8 Januari 2026 — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bisnis (BESA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Campus Academic Ceremony (CAC) 2025 sebagai rangkaian awal Business Education Campus Program (BECP) bagi mahasiswa baru angkatan 2025 Program Studi Pendidikan Bisnis. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI, Senin (15/9).

Mengusung tema “Empowering Innovative Edupreneurs with the Spirit of Culture and Collaboration”, CAC 2025 bertujuan membekali mahasiswa baru dengan pemahaman awal mengenai budaya akademik, sistem perkuliahan, serta nilai profesionalisme yang menjadi landasan selama menempuh pendidikan di UPI.

Kegiatan dibuka secara simbolis oleh Dekan FPEB UPI, Prof. Dr. Hj. Ratih Hurriyati, M.P., bersama Ketua Program Studi Pendidikan Bisnis, Dr. Puspo Dewi Dirgantari, S.Pd., M.T., M.M. Dalam sambutannya, Prof. Ratih menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi budaya akademik dan dunia profesional sejak awal masa studi.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Agus Rahayu, M.P. dan Prof. Dr. Hj. B. Lena Nuryanti S., M.Pd. Keduanya menyoroti pentingnya inovasi, kolaborasi, serta penguatan jiwa edupreneur sebagai bekal mahasiswa Pendidikan Bisnis di tengah dinamika dunia pendidikan dan industri.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bisnis, Dr. Puspo Dewi Dirgantari, dalam pemaparan visi dan misi UPI, FPEB, serta Program Studi Pendidikan Bisnis, menegaskan pentingnya pemahaman budaya akademik sejak awal.

Pemaparan visi dan misi UPI, FPEB, serta Program Studi Pendidikan Bisnis dalam rangka pembekalan awal mahasiswa baru, Senin (15/9).

“Mahasiswa perlu memahami budaya akademik sejak awal agar mampu berkembang secara profesional dan beretika,” ujarnya.

Pembekalan mengenai sistem pembelajaran, layanan akademik, serta kebijakan kemahasiswaan disampaikan oleh Dr. Masharyono, A.P., S.Pd., M.M. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan materi terkait kode etik, disiplin, grooming, dan etika berpakaian yang disampaikan oleh Ratu Dintha IZFS, S.Pd., M.M. sebagai bagian dari pembentukan sikap profesional mahasiswa.

Rangkaian kegiatan CAC 2025 turut dilengkapi dengan sesi interaktif serta pengenalan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bisnis (BESA) sebagai wadah pengembangan minat, bakat, dan kepemimpinan mahasiswa.

Melalui Campus Academic Ceremony (CAC) 2025, mahasiswa baru diharapkan memiliki kesiapan akademik, memahami tata kelola perkuliahan, serta mampu mengembangkan sikap profesional, kolaboratif, dan inovatif selama menjalani kehidupan kampus di Universitas Pendidikan Indonesia. (RK)

Kontributor KKIPP UPI/ Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bisnis

Presdir Cup 2025 Pererat Solidaritas Mahasiswa dan Alumni Pendidikan Bisnis UPI

08 Jan 2026 • Humas UPI

UPI, 8 Januari 2026 — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bisnis (Business Education Student Association/BESA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Presdir Cup 2025 sebagai ajang silaturahmi dan penguatan solidaritas mahasiswa serta alumni lintas angkatan Program Studi Pendidikan Bisnis.

Mengusung tema “Solidarity On Track, Strategy On Field”, Presdir Cup 2025 dikemas dalam dua rangkaian kegiatan utama, yaitu Fun Run dan Futsal Tournament, yang menekankan nilai sportivitas, kebersamaan, dan gaya hidup sehat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Fun Run yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Desember 2025, di kawasan Partere UPI. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan sambutan Ketua Pelaksana dan Presiden Direksi BESA, dilanjutkan dengan pemanasan serta doa bersama sebelum peserta memulai lari. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan mahasiswa aktif hingga alumni yang turut meramaikan kegiatan tersebut.

Selain berolahraga, Fun Run juga menjadi ruang interaksi dan berbagi pengalaman antara mahasiswa dan alumni, khususnya terkait perjalanan akademik dan dunia kerja. Kegiatan ini ditutup dengan pembagian doorprize serta sesi dokumentasi bersama seluruh peserta.

Rangkaian kedua berupa Futsal Tournament digelar pada Minggu, 21 Desember 2025, bertempat di OBC Futsal, Bandung. Turnamen yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh tim mahasiswa dan alumni Pendidikan Bisnis dengan sistem liga. Pertandingan berlangsung kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kerja sama tim.

Melalui pertandingan yang berlangsung hingga babak final, angkatan 2013 berhasil keluar sebagai juara Presdir Cup 2025. Dukungan peserta dan penonton turut menambah semarak jalannya turnamen.

Kegiatan Presdir Cup 2025 ditutup dengan penyerahan trofi kepada tim pemenang, apresiasi bagi seluruh peserta dan panitia, serta dokumentasi bersama. Melalui kegiatan ini, BESA UPI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang memperkuat solidaritas, mempererat hubungan antargenerasi, serta mendukung pengembangan karakter mahasiswa Pendidikan Bisnis UPI. (RK)

Kontributor KKIPP UPI/ Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bisnis

Dua Dosen UPI Terima SK Guru Besar

08 Jan 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mencatatkan capaian akademik membanggakan dengan dilantiknya dua profesor baru. Dengan penambahan tersebut, jumlah guru besar UPI kini mencapai 250 profesor, sebuah angka yang melampaui target awal institusi yang menargetkan proporsi guru besar sekitar 10 persen dari total dosen yang dimiliki. Penyerahan Surat Keputusan sebagai Guru Besar dilaksanakan di Ruang Rapat Partere Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Rabu (7/1/2026)

Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi M.A menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, bertambahnya jumlah guru besar merupakan modal strategis untuk memperkuat kinerja UPI, khususnya dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat

Selain penambahan jumlah, pelantikan kali ini juga menjadi sorotan karena salah satu profesor yang dilantik merupakan guru besar termuda, yakni pada usia 35 tahun. Capaian ini dinilai sebagai hal yang langka dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi UPI. Rektor berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi serta membuka peluang lahirnya profesor-profesor muda lainnya di lingkungan kampus

“Ini merupakan pencapaian yang jarang terjadi. Mudah-mudahan tidak hanya berhenti pada satu orang, tetapi akan lahir kembali guru besar-guru besar termuda lainnya di UPI,” ujarnya.

Lebih lanjut, dengan bertambahnya jumlah guru besar, UPI menargetkan peningkatan signifikan pada kinerja riset, publikasi ilmiah, serta hilirisasi hasil penelitian. Peningkatan tersebut diharapkan berdampak langsung pada kenaikan berbagai indikator kinerja utama (IKU) universitas.

Prof. Dr. Dadang Sunendar selaku Ketua Dewan Guru Besar menyatakan rasa syukur atas bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan UPI. Menurutnya, capaian ini menunjukkan perkembangan signifikan kualitas sumber daya manusia akademik UPI.

“Yang pertama tentu bersyukur karena guru besar kita bertambah menjadi 250. Ini sudah jauh melebihi target awal, yaitu sekitar 10 persen dari jumlah dosen yang kita miliki,” ujar Prof. Dadang.

Ia menegaskan, kehadiran guru besar baru menjadi kekuatan strategis dalam meningkatkan kinerja UPI, khususnya pada pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Prof. Dadang juga menyoroti salah satu profesor yang dilantik, yakni Prof. Eka, yang resmi menyandang gelar guru besar pada usia 35 tahun, menjadikannya salah satu profesor termuda di Indonesia.

“Kita bersyukur memiliki guru besar termuda. Ini merupakan hal yang jarang terjadi dan mudah-mudahan bisa menjadi bagian dari rekor MURI sekaligus capaian institusi,” ungkapnya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi dosen-dosen lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas akademik dan produktivitas keilmuannya, sehingga akan lahir lebih banyak guru besar muda di masa mendatang.

“Dengan bertambahnya guru besar ini, kita berharap kinerja riset dan publikasi meningkat, hilirisasi semakin kuat, dan capaian IKU UPI juga ikut naik,” pungkas Prof. Dadang.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Dr. Mustika Fitri menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan budaya olahraga masyarakat setelah resmi meraih jabatan profesor dengan bidang kepakaran Sosiologi Olahraga dan Masyarakat Berbasis Gender.

Dalam keterangannya, Prof. Mustika menyampaikan bahwa kepakaran yang ia tekuni bukanlah bidang baru, melainkan telah dibangun sejak lama. Sejak akhir dekade 1980-an, ia telah aktif sebagai instruktur dan terlibat langsung dalam pembinaan olahraga di tengah masyarakat. Pengalaman panjang tersebut memperkuat pendekatan akademik yang ia kembangkan hingga saat ini

“Bidang sosiologi, olahraga, dan masyarakat ini sudah saya bina sejak masih muda. Saya bergaul langsung dengan pengelola dan pelaku olahraga di masyarakat, sehingga memahami kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

Salah satu fokus utama Prof. Mustika adalah peningkatan angka partisipasi masyarakat dalam berolahraga. Menurutnya, olahraga harus dipandang sebagai kebutuhan dasar dan kewajiban hidup, bukan sekedar aktivitas tambahan. Ia menekankan pentingnya kebiasaan berolahraga secara rutin minimal tiga hingga empat kali dalam sepekan sebagai syarat untuk hidup sehat dan panjang umur.

Ke depan, Prof. Mustika berencana menginisiasi berbagai program yang bertujuan menggerakkan masyarakat agar lebih aktif berolahraga. Program tersebut akan dirancang berbasis kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi dan kepengurusan olahraga di tingkat masyarakat.

Selain itu, ia juga menargetkan dapat terlibat lebih strategis dalam struktur kepengurusan olahraga. Menurutnya, posisi yang kuat dalam pengambilan kebijakan sangat penting agar gagasan dan program pengembangan olahraga masyarakat dapat diimplementasikan secara luas dan berdampak nyata

“Harapan saya, kebijakan yang dihasilkan nantinya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.

Pelantikan dua profesor baru ini menegaskan komitmen UPI dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia unggul serta memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (Rija/DN)

Daycare Resmi Soft Launching di Dormitory UPI

08 Jan 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus melangkah dalam mengembangkan unit-unit bisnis kampus yang berdampak langsung pada kesejahteraan sivitas UPI. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Soft Launching Daycare UPI yang berlokasi di Dormitory UPI, Bandung (7/1/2026).

Daycare ini dikelola oleh Ikatan Keluarga Istri (IKA) UPI dan dihadirkan sebagai fasilitas penunjang bagi dosen dan pegawai, khususnya yang memiliki anak usia dini. Kehadiran daycare menjadi bagian dari strategi UPI dalam membangun ekosistem kampus yang ramah keluarga sekaligus produktif.

Direktur Direktorat Bisnis UPI, Dr. Ida Farida Adi Prawira, S.E., M.Si., CFP., menyampaikan bahwa pengembangan daycare ini merupakan respons atas kebutuhan nyata di lingkungan kampus.

“Daycare ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan penitipan anak bagi pegawai di sekitar kawasan dormitory. Sebelumnya UPI telah memiliki daycare di lokasi lain, dan kini kami mencoba menghadirkan layanan serupa di area yang lebih strategis,” jelasnya.

Dr. Ida menambahkan bahwa pengembangan bisnis UPI masih akan terus berlanjut. Dalam waktu dekat, Direktorat Bisnis UPI juga menyiapkan peluncuran unit-unit bisnis lainnya sebagai bagian dari upaya penguatan kemandirian universitas. Pada tahap awal, layanan bisnis ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan internal sivitas UPI.

Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran daycare ini memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi layanan, tetapi juga dari sisi kesejahteraan dan produktivitas dosen serta pegawai.

“Dengan adanya daycare di lingkungan kampus, dosen dan pegawai yang memiliki anak kecil dapat bekerja dengan lebih tenang. Kesejahteraan anak terjamin, dan pada saat yang sama produktivitas kerja diharapkan meningkat,” ungkap Rektor.

Rektor juga menyampaikan bahwa legalitas dan administrasi daycare telah disiapkan dengan baik, termasuk penerbitan Surat Keputusan Rektor serta pengelolaan yang harus dilakukan secara amanah, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan keuangan daycare diwajibkan memiliki pembukuan yang jelas, dilaporkan secara berkala, dan terbuka untuk diaudit.

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa daycare ini dikelola untuk kepentingan bersama, tanpa kepentingan pribadi, sebagai bagian dari komitmen UPI dalam membangun bisnis kampus yang sehat dan berkelanjutan.

“UPI melesat bukan hanya dalam pengembangan akademik, tetapi juga dalam menghadirkan layanan bisnis yang berorientasi pada kesejahteraan dan kebahagiaan sivitas UPI,” tegasnya.

Soft Launching Daycare di Dormitory UPI ini menjadi simbol bahwa pengembangan bisnis UPI tidak semata berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga pada nilai sosial, kemanusiaan, dan keberlanjutan. Melalui langkah-langkah ini, UPI terus meneguhkan diri sebagai universitas yang adaptif, peduli, dan progresif dalam menjawab kebutuhan warganya. (CS)

Pencarian