Kab. Aceh Utara, UPI

Tim dosen, alumni, dan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali melaksanakan program pemulihan psikososial (trauma healing) tahap kedua bagi siswa terdampak bencana banjir di wilayah Aceh. Pada Rabu (22/4/2026), kegiatan difokuskan di MIN 10 Bireuen dengan menyasar peningkatan resiliensi siswa melalui pendekatan berbasis kearifan lokal.

Program ini merupakan respon berkelanjutan atas bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada 29 November 2025 lalu. Pengalaman kehilangan dan ketidakpastian pascabencana dinilai berisiko menghambat perkembangan emosional dan proses belajar anak-anak jika tidak mendapatkan penanganan psikologis yang tepat.

Tim UPI menerapkan model Adventure Based Counseling (ABC), sebuah pendekatan konseling berbasis pengalaman di alam terbuka. Sebanyak 45 siswa kelas 5 MIN 10 Bireuen diajak mengikuti berbagai aktivitas kelompok yang dirancang secara edukatif, reflektif, namun tetap menyenangkan.

Ketua Tim Pelaksana, Prof. Dr. Nandang Rusmana, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan mengacu pada kerangka bimbingan kelompok Gladding (1995). Tahapan tersebut meliputi beginning (membangun rasa aman), transition (adaptasi aktif), working (regulasi emosi), hingga termination (refleksi dan pemaknaan).

“Program ini dirancang untuk membantu anak-anak membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri. Melalui ruang yang aman untuk mengekspresikan emosi, mereka diharapkan mampu mengembangkan kemampuan coping secara sehat,” ujar Prof. Nandang.

Keberhasilan program ini didukung oleh sinergi kuat antara akademisi dan komunitas lokal. Selain Tim UPI dan Tim Aceh Berdaya, relawan dari komunitas SABIR Bireuen, Yayasan Sosial Aceh Peduli (YSAP), dan Rangkang Pustaka turut terjun langsung sebagai fasilitator utama dalam sesi permainan.

Keterlibatan berbagai komunitas ini tidak hanya mempercepat proses pemulihan siswa, tetapi juga menjadi wahana pengembangan kapasitas bagi para relawan lokal dalam memberikan pendampingan psikososial berbasis komunitas secara mandiri di masa depan.

Implementasi di MIN 10 Bireuen ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program yang diawali dengan Training of Trainer (ToT) pada Februari 2026 serta aksi lapangan di SMAN 1 Samudera sebelumnya.

Tim pelaksana dari UPI terdiri dari tenaga ahli dan praktisi, di antaranya Ahmad Zaky Firsa, S.Pd., Adri Mochammad Ihsan, S.Pd., serta tim pendukung administrasi dari jenjang S1 hingga S3 Program Studi Bimbingan dan Konseling UPI.

Melalui kontribusi nyata ini, UPI menegaskan komitmennya dalam upaya kemanusiaan dan pemulihan sosial masyarakat terdampak bencana di Indonesia. Diharapkan, daya resiliensi siswa di Aceh Utara dan sekitarnya semakin kuat sehingga mereka dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan optimal. (DN)