Bandung, UPI

Semangat para pensiunan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam berkesenian kembali ditunjukkan. Ikatan Pensiunan UPI (IKAPEN UPI) meresmikan grup kesenian Gita Laras Senja pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Hanya berselang sehari, tepatnya 2 Oktober 2026, grup ini langsung unjuk kebolehan dalam Lomba Angklung Kreasi Batik yang diselenggarakan di Gedung Graha Binangkit, Jalan Sukabumi Dalam No. 30, Bandung.

Peresmian dilakukan melalui Surat Keputusan Ketua IKAPEN UPI Nomor 126/B/IKAPEN UPI/2026 tanggal 1 Oktober 2026. Dalam surat keputusan tersebut dinyatakan bahwa Grup Kesenian Gita Laras Senja (GLS) IKAPEN UPI dibentuk dan disahkan sebagai wadah kegiatan seni bagi anggota, yang meliputi musik angklung, kecapi suling, dan tari. Keputusan itu juga mengesahkan logo grup, susunan pendiri utama dan pendiri, serta pengangkatan pengurus. Karena baru diresmikan sehari sebelum lomba, waktu persiapan berlangsung sangat singkat, namun hal itu tidak menyurutkan semangat para anggota untuk tampil di hadapan publik.

Menurut Ketua IKAPEN UPI, Abdurachman Widjajapradja, berdirinya Gita Laras Senja membuat IKAPEN kini memiliki wadah kesenian resmi. Ia berharap wadah ini dapat menjadi tempat bagi para anggota untuk menyalurkan potensi dan kecintaan mereka terhadap seni. Menurutnya, banyak pensiunan UPI yang memiliki bakat dan minat di bidang kecapi suling maupun seni lainnya.

Keikutsertaan dalam Lomba Angklung Kreasi Batik di Graha Binangkit ini menjadi pengalaman pertama IKAPEN UPI mengikuti sebuah perlombaan. Meski begitu, mereka bukan wajah baru di atas panggung. IKAPEN UPI sudah beberapa kali tampil di berbagai acara, salah satunya pada 2018 di Subang. Pengalaman tampil tersebut menjadi bekal bagi para anggota dalam menghadapi kompetisi perdananya.

Sejarah IKAPEN UPI

IKAPEN UPI berdiri pada 15 Maret 2017 dengan nama Forum Komunikasi Pensiunan Pegawai UPI (FKPP UPI). Pada 1 Februari 2025, nama tersebut resmi diubah menjadi Ikatan Pensiunan UPI (IKAPEN). Perubahan nama ini dilakukan karena nama sebelumnya sempat menimbulkan anggapan bahwa forum tersebut hanya diperuntukkan bagi tenaga kependidikan. Padahal, pegawai UPI terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan, yang dahulu dikenal sebagai pegawai administrasi.

Menurut Abdurachman, jumlah anggota terus bertambah sejak perubahan nama tersebut, dan semakin banyak dosen yang bergabung ke dalam IKAPEN. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menarik minat para pensiunan, di antaranya sosialisasi pada setiap acara yang diselenggarakan Biro SDM serta pembekalan bagi calon purna tugas atau purna bakti.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keanggotaan IKAPEN bersifat sukarela. “Tidak harus setiap yang pensiun, dosen atau tendik UPI, wajib menjadi anggota,” ujarnya. Siapa pun yang berminat dipersilakan untuk bergabung dan berkegiatan bersama. (VarrelZP/ZahraRA, Caraka Muda)