Subang, UPI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi meluncurkan program Pemberdayaan Masyarakat (PM) tahun 2025 melalui kegiatan bertajuk “With UPI, Cassava is Gold: Pemberdayaan Desa Sukamelang Menuju SDGs — Pertumbuhan Ekonomi dan Sanitasi Berkelanjutan.” Acara pembukaan dilaksanakan pada Sabtu (4/10) di Balai Desa Sukamelang, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, dan dihadiri oleh aparat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Program pengabdian ini berada di bawah bimbingan tiga dosen Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI, yaitu Dr. Selly Feranie (Prodi Fisika), Prof. Fitri Khaerunisa (Prodi Kimia), dan Dr. Nanang Winarno (Prodi IPSE). Kegiatan melibatkan mahasiswa lintas fakultas yang berkolaborasi untuk menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal, khususnya pengolahan singkong dan pemanfaatan limbahnya.

Dalam sambutannya, Dr. Selly Feranie, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Dosen Pembimbing Program, menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

“Pembukaan dan sosialisasi program di Desa Sukamelang kepada masyarakat serta pencapaian target SDGs menjadi luaran utama dari program pengabdian masyarakat BEM. Enam program ini disusun berdasarkan studi pendahuluan yang kami lakukan pada Agustus untuk memahami kondisi dan permasalahan desa,” jelasnya.


“Masyarakat Desa Sukamelang mayoritas berprofesi sebagai petani singkong dengan hasil panen mencapai 8 ton per bulan. Namun, pengolahannya masih terbatas pada industri geplak untuk pakan ternak dan tepung singkong skala kecil dengan teknologi tradisional. Melalui program ini, mahasiswa akan membantu mengembangkan potensi tersebut sekaligus mengolah limbah dan menyediakan solusi bagi peternak yang selama ini kesulitan mendapatkan pakan dengan harga terjangkau,” tambahnya.

Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan presentasi dan demonstrasi enam program unggulan BEM UPI antara lain, Program SIGAP menampilkan mesin penggiling singkong rancangan mahasiswa Teknik Mesin dan Elektro UPI yang lebih efisien dibanding cara tradisional, Program HEATSING memperkenalkan oven pengering singkong berbahan bakar minyak jelantah yang hemat energi, program REBO mengolah limbah kulit singkong menjadi bioetanol ramah lingkungan, program PAK MOLANG memperkenalkan konsep rumah maggot untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi pakan ternak berkelanjutan, dan program SIKOPRAH (Sistem Koperasi Produktif Sukamelang) yang dikembangkan mahasiswa Akuntansi, Matematika, dan FPEB menyoroti peran koperasi desa dalam mengelola produksi dan pemasaran hasil olahan singkong.

Kepala Desa Sukamelang, Dedi, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UPI dalam menghidupkan potensi lokal.

“Kami optimistis, inovasi yang dibawa mahasiswa UPI akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian desa,” ujarnya.

Acara turut dihadiri oleh tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, dan anggota Karang Taruna yang menunjukkan antusiasme tinggi serta komitmen untuk berpartisipasi aktif dalam program ini.
Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan harapan agar sinergi antara akademisi dan masyarakat dapat membawa Desa Sukamelang menuju kemandirian pangan, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Kontributor: Dr. Selly Feranie