
Serang, UPI
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kelautan dan Perikanan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang memberikan pendampingan penerapan sistem rantai dingin (cold chain) dalam penanganan kerang hijau kepada koperasi nelayan di Desa Tanggul Jaya, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Kamis (16/07/26). Pendampingan tersebut menjadi upaya UPI membantu masyarakat pesisir menjaga mutu hasil perikanan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas kerang hijau.
Kegiatan ini membawa keilmuan yang dikembangkan di lingkungan kampus untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat pesisir, terutama dalam penanganan hasil perikanan setelah panen.
Kerang hijau merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat pesisir. Namun, karakter produk perikanan yang mudah mengalami penurunan mutu membuat proses penanganan setelah panen menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas produk ketika sampai kepada konsumen.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tim UPI. Salah satu solusi yang diperkenalkan kepada koperasi nelayan adalah penerapan sistem rantai dingin, yakni penanganan produk dengan mempertahankan suhu rendah secara konsisten sejak tahap awal penanganan, penyimpanan, hingga distribusi.
Penerapan sistem rantai dingin diperlukan untuk memperlambat penurunan mutu hasil perikanan. Dengan penanganan suhu yang tepat dan berkesinambungan, kualitas kerang hijau dapat lebih terjaga sebelum sampai kepada konsumen.
Pendampingan yang dilakukan UPI tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan mengenai teknologi penanganan hasil perikanan. Kegiatan juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas koperasi sebagai kelembagaan ekonomi yang memiliki posisi penting dalam rantai produksi dan pemasaran hasil nelayan.
Koperasi dapat berperan sebagai penghubung antara nelayan, proses penanganan hasil perikanan, dan pasar. Karena itu, peningkatan pemahaman mengenai rantai dingin di tingkat koperasi diharapkan dapat mendorong tata kelola hasil perikanan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Program Studi Pendidikan Kelautan dan Perikanan Kamus UPI di Serang memiliki basis keilmuan yang berkaitan dengan sumber daya kelautan, perikanan, serta kehidupan masyarakat pesisir. Berbagai kajian mengenai kerang hijau, lingkungan perairan, dan masyarakat nelayan juga telah dikembangkan oleh sivitas akademika UPI.

Basis keilmuan tersebut menjadi modal untuk mengembangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang tidak berhenti pada penyampaian materi. Pengetahuan akademik diterapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan sehingga dapat memberikan manfaat secara langsung.
Melalui pendekatan tersebut, penerapan rantai dingin menjadi salah satu bentuk implementasi keilmuan dalam menjawab persoalan pascapanen hasil perikanan.
Keterlibatan koperasi nelayan menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Koperasi diharapkan dapat meneruskan praktik penanganan yang diperoleh melalui pendampingan sehingga penerapan rantai dingin dapat dilakukan secara konsisten dalam aktivitas usaha nelayan.
Dalam jangka panjang, kemampuan mempertahankan mutu produk juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi komoditas yang dihasilkan. Produk yang ditangani dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan kualitas selama penyimpanan dan distribusi sekaligus mendukung perluasan akses pasar.
Pendampingan yang dilakukan UPI juga diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat pesisir. Peningkatan kualitas penanganan hasil perikanan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi mutu produk, tetapi juga mendukung penguatan ekonomi nelayan.
Ketika kualitas produk dapat dipertahankan, risiko penurunan mutu selama penyimpanan dan distribusi dapat ditekan. Pada saat yang sama, koperasi memiliki peluang untuk mengelola produk nelayan secara lebih terencana sebelum memasuki pasar.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Pengetahuan dan hasil kajian yang berkembang di lingkungan akademik UPI didorong untuk memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Upaya ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir. Penerapan penanganan hasil perikanan yang lebih baik turut mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta memiliki keterkaitan dengan SDG 14 tentang Ekosistem Lautan.
Melalui pendampingan tersebut, UPI mendorong agar perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan di lapangan.
Dari kampus ke pesisir, penerapan keilmuan diharapkan menghadirkan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kolaborasi antara UPI, koperasi, dan nelayan menjadi bagian penting dalam menjaga mutu hasil perikanan, meningkatkan kapasitas kelembagaan ekonomi masyarakat, serta mendorong pengelolaan potensi pesisir yang lebih berkelanjutan. (RK)

