Bandung, UPI

Momen wisuda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) senantiasa menjadi saksi kebahagiaan banyak keluarga, salah satunya adalah keluarga Ibu Edeh Kurniawati, S.Pd. Putrinya, Tri Sephiani Yusuf, berhasil menyelesaikan studinya di program studi Administrasi Pendidikan dengan penuh kebanggaan. Di balik senyum bahagia sang ibu saat melihat putrinya mengenakan toga, terdapat kisah inspiratif tentang dedikasi dan dukungan tanpa henti dari orang tua.

Rasa haru dan bangga yang mendalam dirasakan oleh Ibu Edeh saat menyaksikan pencapaian putrinya. Tri Sephiani tidak hanya berhasil menyelesaikan program sarjana, tetapi juga tengah melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) melalui jalur program ‘fast track’. Sebagai orang tua yang berasal dari Ciamis, Ibu Edeh merasa sangat bersyukur dapat mendampingi perjalanan pendidikan anaknya hingga ke titik ini, yang juga didukung oleh program beasiswa. Latar belakangnya sebagai seorang pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) semakin memotivasi dirinya untuk memberikan akses pendidikan yang setinggi-tingginya bagi sang buah hati.

Tentu saja, perjalanan menuju kesuksesan ini membutuhkan ketangguhan luar biasa. Ibu Edeh menuturkan bahwa salah satu tantangan terbesar bagi keluarga adalah dalam hal pemenuhan pembiayaan pendidikan tambahan, khususnya untuk program S2 yang sedang ditempuh putrinya. Biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk program tersebut membutuhkan alokasi dana yang tidak sedikit, yakni sekitar Rp11 juta per semester. Dengan profesi Ibu Edeh sebagai guru PAUD dan sang suami yang berprofesi sebagai pengemudi bus, pemenuhan kebutuhan tersebut menjadi sebuah perjuangan tersendiri. Namun, rintangan tersebut berhasil dilalui berkat ikatan gotong royong keluarga yang kuat, di mana kakak-kakak Tri turut memberikan dukungan penuh secara finansial.

Dalam menghadapi setiap dinamika dan perjuangan, Ibu Edeh selalu bersandar pada kekuatan doa. Ia meyakini bahwa doa adalah jalan utama untuk membuka pintu kemudahan bagi kelancaran pendidikan putrinya. Ibu Edeh selalu berserah diri dan meyakini bahwa Tuhan senantiasa memberikan rezeki dan jalan keluar bagi umat-Nya yang mau berusaha. Keikhlasan dan keimanan inilah yang membuatnya senantiasa tegar mengawal langkah sang anak.

Kini, ikhtiar serta doa dari keluarga mulai membuahkan hasil yang manis. Setelah lulus, Tri langsung mendapatkan kepercayaan untuk mengabdi di lingkungan program studinya, mengisi sementara posisi staf administrasi yang sedang menjalankan cuti. Memasuki bulan ketiga, kinerjanya yang baik membuat Tri tetap dipercaya membantu operasional di sana. Sebagai seorang ibu, Ibu Edeh memiliki harapan tulus agar putrinya kelak dapat memperoleh kesempatan menjadi staf tetap di lingkungan tersebut. Namun lebih dari itu, ia senantiasa mendoakan yang terbaik agar putrinya selalu diberikan kelancaran, keberkahan, dan kesuksesan di mana pun kelak ia berkarya. (Praptiningtyas/Fauzan – Caraka Muda)