
Hong Kong, UPI
Setelah penandatanganan Memorandum of Understanding antara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Edcation University of Hong Kong (EdUHK) pada pertengahan Juni, 2026, delegasi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan kunjungan resmi ke Kampus The Education University of Hong Kong (EdUHK) pada Selasa, 14 Juli 2026. Pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor Utama EdUHK ini berfokus pada pembahasan mendalam mengenai tindak lanjut rencana pendirian Joint Center for English Education and Leadership.
Delegasi UPI dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI, Prof. Wawan Gunawan, M.Ed., Ph.D. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut adalah Yanty Wirza, M.Pd., M.A., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FPBS UPI) serta Ari Arifin, M.Ed., Ph.D. (Kepala Divisi Pengembangan Inovasi dan Kekayaan Intelektual UPI).
Kehadiran delegasi dari Indonesia ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan tertinggi EdUHK. Hadir secara langsung President EdUHK, Professor John LEE Chi Kin, bersama dengan Dr. HO Chun Sing Maxwell (Associate Co-Director, Academy for Educational Development and Innovation/AEDI) dan Dr. Ju Seong Lee (Executive Co-Director, AI, Brain, and Child Research Centre, EdUHK). Selain manajemen puncak, sesi diskusi intensif ini juga dihadiri oleh staf akademik dari beberapa departemen terkait yang nantinya akan terlibat langsung dalam operasionalisasi Joint Center.
Pembentukan Joint Center for English Education and Leadership ini diinisiasi sebagai wadah inovasi, riset, dan pengembangan kapasitas guru serta calon pendidik bahasa Inggris, baik di Indonesia maupun di kancah internasional. Kolaborasi ini menggabungkan keunggulan UPI dalam pendidikan bahasa dan sastra terutama pada pendidkan Bahasa Inggris dengan kapabilitas EdUHK di bidang inovasi pendidikan serta riset berbasis kecerdasan buatan (AI) dan pendekatan kepemimpinan sekolah berbasis whole school approach.
Dalam sambutannya, Presiden EdUHK Professor John LEE Chi Kin menyatakan antusiasmenya terhadap kemitraan ini dan menegaskan bahwa kerjasama ini selayaknya mendapat dukungan penuh pemerintah Indonesia. Pihak EdUHK bahkan berkomitmen untuk memberikan pendanaan awal (seed money) guna mengawali seluruh rangkaian kegiatan di Joint Center. Komitmen finansial ini diharapkan dapat mempercepat implementasi program-program strategis yang telah dirancang bersama.
Meski kesiapan akademik dan finansial dari kedua belah pihak sudah matang, pertemuan tersebut menegaskan satu poin krusial sebagai prasyarat utama. Pembahasan utama dalam pertemuan menyepakati perlunya Letter of Support (Surat Dukungan) resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
“Pihak EdUHK bersedia memberikan pendanaan awal demi bergulirnya pusat kolaborasi ini, dengan catatan bahwa Joint Center tersebut mendapatkan dukungan formal dan legal dari Kemendikdasmen Indonesia,” ujar Prof. Wawan Gunawan di sela-sela pertemuan. Dukungan dari pemerintah Indonesia dinilai sangat penting agar program-program yang dilahirkan oleh Joint Center ini nantinya sejalan dengan kebijakan strategis nasional, serta dapat berdampak langsung pada peningkatan mutu guru bahasa Inggris dan kepemimpinan pendidikan di tanah air.
Menindaklanjuti hasil pertemuan di Hong Kong, kedua universitas kini tengah bergerak cepat mempersiapkan seluruh dokumen administratif dan proposal formal untuk diajukan ke Kemendikdasmen. Waktu yang ada akan dioptimalkan untuk menyelaraskan kurikulum, model pelatihan, dan rancangan riset bersama yang berbasis teknologi. Rencana peluncuran resmi (grand launching) Joint Center for English Education and Leadership ini dijadwalkan akan digelar pada awal November 2026. Acara peresmian tersebut direncanakan akan mengundang jajaran pimpinan tinggi dari Kemendikdasmen RI, pimpinan UPI, EdUHK dan universitas mitra, asosiasi-asosiasi profesi keguruan terkait, serta berbagai media nasional untuk mengawal momentum bersejarah dalam dunia pendidikan ini. (Yanty Wirza)

